Terjerat Cinta Segitiga Kakak

Terjerat Cinta Segitiga Kakak
Di rumah sakit.


__ADS_3

Feli memberanikan diri datang ke Rumah Sakit Melodi untuk minta di visum, Feli tidak berharap lagi bantuan Albert jika mengharuskan dirinya menjatuhkan harga diri lebih dalam lagi di hadapan Albert.


Dalam perjalanan, Feli yang terburu-buru bertabrakan dengan seorang pria berperawakan tinggi yang tak lain adalah Albert.


"Aw.." Feli menjerit kesakitan karena kali ini tubuh nya terasa seperti terbentur benda keras. Albert yang memang sedang melamunkan sesuatu tidak sadar jika ia ternyata telah menabrak seseorang.


"Albert?" Feli mengenali sosok lelaki di hadapannya.


"Nona Feli? sedang apa kau disini?" Tanya Albert.


"A...aku.." Feli menjadi gugup karena tidak mungkin jika dirinya mengatakan tujuan sebenarnya ia datang ketempat itu.


"Ah, aku tahu. Kau ingin melakukan visum bukan?" Albert menebak tujuan Feli yang sebenarnya sama sekali tidak meleset.


"Eh, tidak! Bukan itu! A..a-ku..., ini Rumah Sakit milik keluarga kekasihku, dan aku ingin menemuinya di sini." Jawab Feli berbohong, karena meskipun Hito saat ini memang berada di rumah sakit itu, Feli sama sekali tidak mengetahui keberadaan Hito.


"Benarkah ini rumah sakit milik keluarga kekasih nya? jika benar, maka kekasih Feli adalah saudara Melodi, dan itu berarti kekasih Feli adalah Brother Hito?" Batin Albert mencoba menarik kesimpulan dari ucapan Feli.


"Hei...kenapa kau diam saja? apa kau ingin tetap berdiri disitu dan menghalangi jalan ku?" Feli menyadarkan Albert dari lamunan nya.


Albert tak menjawab dan hanya sedikit bergeser dari posisinya, Albert menjadi penasaran dan ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Meskipun selama ini Hito seperti tidak menyukainya, Albert tetap menghormati Hito karena Hito adalah Kakak dari wanita yang di cintai nya. Jika apa yang Feli lakukan sampai merugikan keluarga Hito terutama Melodi, Albert tidak akan tinggal diam dan tidak ingin Feli melakukan kecurangan terhadap keluarga itu.


Setelah beberapa saat Albert hendak bertanya lebih jauh, akan tetapi, ia sudah tidak mendapati Feli disana. Albert memutuskan untuk menunggu Feli di dalam mobil dengan harapan Feli akan keluar bersama kekasih nya, dan Albert dapat memastikan siapa orang yang dimaksud kekasih Feli itu.

__ADS_1


***


Leo datang atas perintah Mahendra untuk menyampaikan kabar, "Tuan dan Nona Muda, saya datang untuk menyampaikan pesan dari Tuan Besar." Ujar Leo.


"Kakek sudah mengatakannya tadi pagi, Paman. Lalu, apa yang ingin Paman sampaikan?" Jawab Melodi dengan lembut.


Jelas ada keraguan di wajah Leo sebelum menyampaikan kabar yang ia bawa. Hal yang ingin Leo sampaikan tak lain adalah soal pernikahan antara Hito dan Melodi. Leo merasa khawatir, Hito akan menolaknya, karena Leo tahu, saat ini Hito tengah menjalin hubungan bersama putrinya. Leo tak terlalu memikirkan perasaan Feli, yang Leo takutkan jika Hito menolak perjodohan itu dan mengatakan yang sebenarnya, Leo merasa takut akan reaksi Mahendra.


Dihadapan kedua cucu nya, Mahendra adalah sosok yang lembut dan penyayang, tetapi sebagai seorang asisten yang telah lama mengabdikan diri terhadap Mahendra, Leo tahu betul, bagaimana Mahendra dengan seluruh kekuasaan nya bisa bersikap seratus delapan puluh derajat dari yang terlihat. Mahendra bisa saja membuat Leo dan keluarganya menjadi gelandangan dalam satu malam.


"Tuan, Nona, Tuan Besar menginginkan kalian menikah di akhir bulan ini. Tuan Besar telah menyiapkan seluruh kebutuhan pernikahan kalian." Ujar Leo, menyampaikan pesan dari Mahendra.


Hito dan Melodi berdiri serentak, apa yang baru saja dikatakan Leo sunggu membuat keduanya tidak terima. Kakek Mahendra mempersiapkan semuanya tanpa meminta persetujuan mereka terlebih dahulu.


Hito hendak marah dan protes, tetapi tiba-tiba seseorang masuk dengan wajah marah.


"Feli...!!! sedang apa kau disini? apa aku tidak pernah mengajarkan sopan santun kepada mu?" Bentak Leo yang terkejut ketika tiba-tiba putri nya masuk tanpa izin terlebih dahulu.


Feli tak menghiraukan kemarahan Leo, Feli mendekati Melodi, menghardik dengan telunjuk nya ke wajah Melodi, "Kau! apa ini semua rencana mu? apa menjadi cucu pungut saja tidak cukup untuk mu? sehingga kau berniat menikahi kekasih ku untuk menguasai seluruh kekayaan nya, hah?" Feli menuduh Melodi tanpa perasaan, wajah Feli semakin merah karena amarah.


Leo menarik paksa tubuh Feli kemudian menamparnya, "Dasar anak kurangajar, plakkk...!" Tamparan Leo mendarat di pipi kanan Feli dengan sempurna.


Feli mengusap pipi nya yang terasa panas, ia menatap Leo dalam-dalam, "Ayah...." Lirih Feli.

__ADS_1


Hito mencoba menenangkan Leo yang sudah mulai tersulut amarah, "Paman, tenangkan dirimu!"


Merasa memiliki kesempatan untuk menarik perhatian Hito, Feli berhambur memeluk Hito kemudian berkata sambil menangis, "Sayang, lihatlah! begitulah Ayahku memperlakukan putri kandungnya selama ini!" Ucap Feli dengan nada memelas, mengharap belas kasihan dan pembelaan dari Hito.


Hito menggenggam erat kedua bahu Feli, melepaskan diri dari pelukan gadis itu.


"Feli, kali ini aku tidak akan membela mu. Kau sudah keterlaluan karena telah menghina adik ku, dan aku tidak menyukai itu!" Ujar Hito dengan tatapan mengancam.


Feli cukup terkejut dengan reaksi Hito kemudian berkata, "Adik? kau benar, bukankah kau menganggap nya sudah seperti adik kandung mu sendiri? dan itu berarti, kau tidak akan pernah menikahinya bukan?" Tanya Feli penuh harap.


"Feli, tenanglah! aku dan Kakak memang sudah seperti saudara kandung, dan tentu saja kami tidak ingin menikah. Hanya saja, entah apa yang membuat Kakek akhirnya memaksa kami berdua menikah." Melodi menjelaskan permasalahan yang tengah mereka hadapi bersama.


Feli bergeming, "Benarkah? baguslah, karena jika emang demikian, kalian tidak perlu menikah dan hanya akan menolak perjodohan itu bukan?" Tanya Feli kemudian.


Melodi mengangguk tipis kemudian menjawab, "Kau benar Feli, kami memang menolak perjodohan itu. Tetapi...." Melodi tak sampai menjelaskan kalimat nya, Feli sudah menyela nya dengan tidak sabar. "Tetapi apa? kenapa harus ada tetapi? bukankah jika hanya menolak perjodohan saja itu hal yang sangat mudah? kalian hanya perlu mengatakan bahwa kalian sudah sangat dekat sebagai pasangan saudara bukan?" Imbuh Feli.


Kali ini Hito tidak sabar melihat Feli terus-menerus mendesak Melodi. Hito kemudian melanjutkan penjelasannya Melodi, "Tetapi, Kakek telah membuat surat wasiat, jika kami tidak sampai menikah, Kakek tidak akan memberikan sepeserpun harta warisannya kepada kami." Lanjut Hito.


Mendengar apa yang disampaikan Hito, Feli mematung sejenak. Ia tak menyangka alasan dibalik perjodohan itu berkaitan dengan harta warisan keluarga Mahendra.


*Bersambung...


Thor, kok up nya gak rutin sih?

__ADS_1


Jujur aja sih, Author agak down dalam menulis novel ini, karena masih ada saja komentar-komentar yang menurut Author kurang berperasaan. Author selalu menerima kritik dan saran dengan tangan terbuka selama disampaikan dengan sopan dan kalimat yang baik ya. Dan satu lagi vote dan like juga mempengaruhi semangat Author loh.


Baca juga karya Author "Menikahi Sopir Kaya", ada 110 episode dan sudah selesai season 1. klik profil ya...


__ADS_2