Terjerat Cinta Segitiga Kakak

Terjerat Cinta Segitiga Kakak
Membawa Feli


__ADS_3

Leo yang dari awal memilih menjadi pendengar yang baik mulai kehilangan ketenangannya ketika cerita Albert memasuki kejadian dimana Albert menghabiskan malam bersama Feli hingga rencana Feli untuk menjebak Hito dengan mengatakan Hito adalah Ayah biologis dari anak yang tengah ia kandung.


Karena sudah tak bisa menahan diri, Leo spontan menggebrak meja di depannya, "Hentikan omong kosong ini! Kau memang orang penting dan berpendidikan, tetapi aku tidak akan mudah percaya dengan apa yang baru saja kau sampaikan!" Leo berbicara lantang.


Albert tersenyum kecut kemudian mengeluarkan sebuah flashdisk yang telah ia siapkan sebelumnya.


"Ini adalah bukti rekaman malam itu di Apartemen ku. Aku sengaja menyalin nya karena sadar Anda akan meminta bukti atas semua yang telah aku sampaikan." Albert meletakkan benda kecil itu di meja.


Leo hendak melihatnya, akan tetapi tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang ternyata adalah Feli yang tengah menuruni anak tangga dengan wajah riang seperti tidak memiliki masalah apapun.


***


Setelah menerima kemarahan Leo, Feli akhirnya menyerah dan kembali ke kamarnya.


Feli tidak bisa tenang memikirkan tujuan kedatangan Albert hingga mampu membuat Ayah nya yang beberapa waktu terakhir ini mulai bersikap baik, menjadi kembali marah.


"Tidak mungkin Albert memiliki nyali sebesar itu, hingga ia memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Ayah." Gumam Feli.


Feli melihat jam sudah menunjukkan pukul lima sore, itu berarti Hito saat ini telah tiba di taman kota dan sedang menunggu kedatangannya.


Feli meraih ponsel di tasnya berniat menghubungi Hito, ia mendengus kesal ketika ponsel milik Hito tidak dapat di hubungi.


"Kenapa Hito mematikan ponselnya dalam keadaan seperti ini?" Feli berdecak kesal ketika panggilannya masih belum terhubung.


"Sayang, aku datang terlambat. Aku sedang memeriksakan diri di rumah sakit bersama Ayah ku, tunggulah beberapa saat lagi dan aku akan menemui mu." Feli menulis pesan singkat yang ia kirimkan kepada Hito.

__ADS_1


Feli baru saja selesai mengirim pesannya kepada Hito, ia cukup terkejut ketika tiba-tiba mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya. "Siapa?" Teriak Feli.


"Saya Nona." Sahut seorang pelayan di balik pintu.


Feli membukakan pintu dan bertanya tujuan pelayanan itu menemuinya, "Ada apa bi? Apa tamu asing itu sudah pulang?" Feli menanyakan keberadaan Albert.


Pelayan itu menggeleng pelan, "Tuan dan tamu nya menunggu Anda di ruang tamu segera Nona." Pelayan wanita itu menyampaikan pesan Leo yang meminta Feli kembali menemuinya.


Feli memperhatikan keberadaan orang-orang di ruang tamu dari tangga yang tengah ia turuni. Feli mengerutkan dahi ketika melihat bukan hanya Albert dan Leo yang saat ini berada disana. Tetapi ada seorang laki-laki yang berpakaian seperti pengawal dan dua wanita muda berpakaian layaknya seorang perawat.


"Siapa mereka?" Guman Feli.


Albert tersenyum lembut ketika Feli tiba di hadapan mereka, "Sayang, sudah saatnya aku mempertanggungjawabkan semuanya. Aku akan membawa mu menemui keluarga ku, dan kita akan menikah disana." Ucap Albert dengan nada lembut.


Feli menoleh kearah Leo untuk mengetahui reaksi Leo setelah perkataan Albert. Feli mengerutkan dahi ketika melihat Leo hanya diam dan tak bereaksi.


Albert mengetahui apa yang tengah Feli pikirkan kemudian berkata, "Tak perlu khawatir dengan Ayah mu. Aku telah mengatakan semuanya dan meminta restu dari nya, dan Ayah akan menyusul ketika acara pernikahan kita akan dilangsungkan." Lanjut Albert masih dengan wajah tidak bersalah.


Feli menyadari ada sesuatu yang salah ketika Leo kembali tak bergeming, ia segera menghampiri Leo dan berlutut memeluk kaki Ayahnya itu.


"Ayah, jangan dengarkan dia! Dia lelaki tidak waras dan ingin memisahkan ku dengan Hito. Ayah tolong hentikan orang asing itu!" Feli mengguncang kaki Leo yang tengah ia peluk, ia mulai menangis karena memiliki firasat tentang hal buruk yang akan menimpa nya.


Leo ikut berlutut, mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Feli. Leo menatap wajah Feli dalam-dalam, "Ini semua salah ku karena tidak mampu mendidik mu dengan baik, sekarang saatnya aku mulai mengarahkan mu ke arah yang lebih baik." Ujar Leo dengan mata berkaca-kaca karena menahan tangis kesedihannya.


"Ayah, apa yang Ayah katakan? apa Ayah lebih mempercayai lelaki asing itu dibandingkan dengan putri Ayah sendiri?" Tanya Feli tak terima karena merasa Ayahnya berpihak kepada Albert.

__ADS_1


Leo mengangkat tubuh Feli hingga berdiri kemudian memberi isyarat kepada Albert untuk segera membawa Feli pergi bersamanya.


Albert mengangguk sambil tersenyum lembut, ia meminta Roy dan kedua perawat yang ia bawa untuk membawa Feli kedalam mobil.


"Lepaskan, apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku!" Feli berteriak histeris minta dilepaskan.


Albert menghampiri Feli, mengelus pipinya yang telah basah oleh air mata. Albert menoleh ke arah Roy, "Jangan sakiti calon ibu dari anak ku. Bawa dia dengan lembut." Titah Albert kepada Roy.


"Baik Tuan" Jawab Roy yang kemudian meminta kedua perawat untuk membawa Feli tanpa menyakiti nya.


Feli yang dalam kondisi kurang baik, tidak memiliki cukup tenaga untuk melawan, ia mulai merasakan lemas di kakinya hingga tak mampu lagi menahan beban tubuh nya dan akhirnya terjatuh dan hampir pingsan. Albert segera menangkap tubuh Feli dalam pelukannya.


Leo menarik nafas dalam-dalam ketika melihat pemandangan di depannya, ia tak sampai hati melihat kondisi Feli saat ini, tetapi setidaknya Leo sedikit Lega ketika melihat perlakuan lembut Albert kepada Feli.


Albert membopong tubuh Feli yang hampir pingsan, kemudian mendekati Leo untuk berpamitan, "Tuan, percayakan putri mu kepada ku, karena selain aku mencintai nya, aku adalah seorang dokter yang sanggup merawatnya." Ujar Albert.


Walau dengan berat hati akhirnya Leo menganggukkan kepalanya dan mengizinkan Albert membawa Feli.


"Aku akan menyusul kalian setelah urusan pernikahan keluarga Mahendra selesai. Jaga putri ku seperti kau menjaga wanita kesyangan mu sendiri." Ucap Leo.


Albert termenung sesaat membayangkan wanita kesayangannya saat ini adalah Melodi, meskipun demikian, Albert menganggukkan kepalanya sebelum ia membawa Feli dan meninggalkan rumah Leo.


Leo menyaksikan kepergian Albert dan Feli dengan hati yang rapuh, "Maafkan Ayah, Nak. Ini yang terbaik untuk mu dan masa depan keluarga Mahendra." Gumam Leo yang akhirnya tak lagi mampu membendung air matanya untuk tidak menetes.


*Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2