
Hito menerima panggilan masuk dari Rey yang tiba-tiba mengajaknya makan siang di luar, "Aku sudah tiba di restoran dekat perusahaan mu, kemarilah!" Ajak Rey.
"Baik, tunggulah sebentar! masih ada sedikit perkejaan yang harus aku selesaikan." Jawab Hito melalui sambungan telepon seluler.
Rey menunggu cukup lama sebelum akhirnya Hito menampakkan batang hidungnya, "Kau ini sedang ada pekerjaan atau sengaja mengerjai ku? kenapa lama sekali?" Rey mendengus kesal.
Hito melihat jam di tangannya, "Oh, aku rasa tiga puluh menit hanya waktu yang sebentar, anggap saja aku memang sedang mengerjai mu!" Jawab Hito menggoda Rey.
Rey memilih tidak membahas lebih jauh dan segera memesan menu makanan untuk mereka berdua, "Nona, tolong hidangkan makanan terbaik yang ada di restoran ini!" Titah Rey kepada seorang pelayan wanita.
"Baik Tuan, mohon menunggu! Kami akan membawakan nya segera." Jawab sang pelayan.
"Jadi katakan, apa mau mu?" Tiba-tiba Hito bertanya demikian kepada Rey.
"Mau ku? apa maksud mu? aku hanya ingin mengajak mu makan siang bersama, apa ada yang salah dengan itu?" Jawab Rey.
"Rey, aku mengenal mu sejak kecil. Aku tahu kau memiliki maksud tertentu datang ke Negara ini. Bukan rahasia lagi seorang Rey Virza adalah orang yang gila kerja dan tak mau meninggalkan pekerjaan nya sedetikpun. Dan ketika kau memutuskan untuk datang menemui ku, berapa banyak pekerjaan yang kau tinggalkan? bukankah itu sesuatu yang membuat semua orang bertanya-tanya?" Jelas Hito.
Rey tak menyangkal pernyataan Hito, karena semua yang Hito katakan memang benar.
"Kau ternyata seperti Kakek Mahendra. Dan aku tak bisa menyembunyikan apapun dari mu." Jawab Rey.
"Baiklah, aku akan mengatakan maksud ku datang ke negara ini dan rela meninggalkan semua pekerjaan ku." Lanjut Rey.
"Bagus, katakanlah!" Sahut Hito.
Rey menghela nafas pendek, ia tahu apa yang akan ia katakan pasti akan mengagetkan Hito.
__ADS_1
"Hito, aku datang untuk menemui Melodi dan ingin menikahi nya." Ucap Rey.
Hito yang hampir meneguk teh di cangkirnya, meletakkan kembali cangkir tersebut dengan cukup keras dan membuat teh di dalam nya berserakan. "Apa kau bilang?" Tanya Hito yang masih dalam kondisi terkejut.
"Aku tahu kau sulit percaya. Aku memang menyukai dan mengagumi Melodi sejak lama, meskipun aku hanya mengenalnya dari cerita mu dan media sosial miliknya saja, tapi itu sudah lebih cukup untuk membuat ku mencintai Melodi dan ingin menikahinya." Jelas Rey.
"Tidak, tidak bisa! kau tidak bisa menikahi Melodi, karena ...." Ucap Hito yang kemudian di potong oleh Rey, "Karena Kakek akan menikahkan Melodi dengan mu?" Lanjut Rey.
Hito tampak terkejut, "Dari mana kau mengetahui Kakek menginginkan kami menikah?" Tanya Hito.
Rey tersenyum kecut, "Kakek yang menceritakan nya kepada ku, ketika aku mengatakan ingin menjadikan Melodi istri ku." Jawab Rey.
"Kau sudah gila! dari mana kau memiliki keberanian sebesar itu? Apa kau akhirnya melihat kemarahan Kakek, hah?" Tanya Hito yang meyakini Kakek Mahendra akan sangat murka ketika Rey dengan tidak tahu malu mengutarakannya maksudnya.
Rey mengernyitkan dahi, "Marah? siapa yang marah? Kakek sama sekali tidak marah kepada ku?" Jawab Rey dengan santai.
Keterkejutan Hito berubah menjadi rasa penasaran, "Sungguh? kau ini bercanda atau sengaja membohongi ku demi mendapatkan dukungan?" Ucap Hito.
"Hanya saja apa?" Potong Hito.
"Hanya saja, Kakek mengatakan aku tidak bisa menikahi Melodi karena kalian berdua akan menikah." Jawab Rey.
Hito menghela nafas panjang kemudian berkata, "Sudah ku duga. Kakek akan bersikeras dengan keputusannya." Gumam Hito.
"Hei, kenapa kau tampak senang ketika aku mengatakan nya? apa kau sungguh-sungguh menginginkan menikah dengan Melodi?" Tanya Rey yang sedikit heran dengan wajah Hito yang berubah menjadi tenang.
"Tentu saja aku tidak ingin menikahi Melodi, karena dia adik ku. Kami sudah berusaha menolak nya, tetapi kau tahu kan seperti apa Kakek?" Sahut Hito.
__ADS_1
Rey mengangguk tipis, kemudian berkata, " Untuk itulah aku ingin memberikan tawaran dan bantuan kepada mu." Ungkap Rey.
"Membantu ku? kau ingin membantu ku atau aku yang membantu mu? jelas-jelas kau melakukannya karena tidak ingin Melodi menikah dengan ku." Jawab Hito sinis.
"Ya..ya..ya...Anggap saja kita sama-sama di untungkan. Aku bisa mendapatkan Melodi dan kau bisa hidup bahagia dengan kekasih mu itu, siapa namanya? Ah Feli, kau sempat bercerita memiliki kekasih bernama Feli bukan?" Tanya Rey kemudian.
"Sudahlah, tidak perlu membahas Feli. Kita hanya akan membahas Melodi. Jadi, katakan apa rencana mu!" Tegas Hito.
"Kakek berkata kepada ku. Setelah kalian menikah dan dalam waktu enam bulan kalian tidak bahagia, Kakek akan membiarkan mu menceraikan Melodi. Dan Melodi berhak menikah dan bahagia dengan laki-laki pilihannya." Jelas Rey.
Hito mengernyitkan keningnya, "Sungguh? apa Kakek sungguh berkata demikian?" Tanya Hito.
Rey mengangguk, "Benar, dan aku akan mendukung mu meyakinkan Kakek bahwa kalian tidak bahagia. Kemudian,..."
"Kemudian kau akan membuat Melodi menikahi mu?" Lanjut Hito.
"Cerdas! Jika Melodi menyukai ku dalam kurun waktu itu, Kakek bilang, Kakek akan mengizinkan aku menikahi Melodi." Sahut Rey.
Hito tersenyum sinis, "Kau ini memang naif Rey, bagaimana kau bisa yakin jika Melodi akan mencintai mu hanya dalam waktu enam bulan saja?" Tanya Hito kemudian.
"Aku akan membuktikan nya kepada mu Hito, apa kau sungguh tidak menyadari pesona yang ku miliki? tentu saja aku mampu membuat wanita impian ku jatuh cinta." Jawab Rey penuh keyakinan.
"Kau berbicara seperti itu karena kau tidak mengenal Melodi, Rey." Hito tersenyum lembut ketika tiba-tiba bayangan adik kesayangannya melintas sambil tersenyum lembut, "Baiklah, aku akan menerima keputusan Kakek dan mengikuti saran mu. Terimakasih karena kau telah menyampaikan berita yang begitu penting. Aku hanya punya satu permintaan dalam kerja sama ini." Lanjut Hito.
"Katakanlah! aku akan menerimanya tanpa berpikir panjang." Jawab Rey.
"Kau harus berjanji tidak akan berbuat macam-macam dan kau akan membiarkan Melodi bahagia dengan pilihan dan kehidupan nya sendiri, jika selama waktu itu kau tidak berhasil membuat Melodi mencintai mu, karena aku hanya ingin Melodi bahagia menjalani masa depan nya!" Ujar Hito.
__ADS_1
Kasih sayang Hito kepada Melodi sangat tulus seperti mereka berasal dari rahim yang sama. Sebetulnya akhir-akhir ini Hito sedang dihadapkan dengan pilihan sulit. Hito tidak ingin menolak perjodohan itu bukan karena ia takut kehilangan perusahaan dan seluruh harta warisan Kakek Mahendra. Hanya saja, Hito memikirkan masa depan Melodi, Hito tidak ingin Melodi kehilangan Rumah Sakit yang selama ini sudah seperti rumah keduanya, dan Hito tidak tega jika harus melihat Melodi bekerja dengan orang lain dan menjalani kehidupan yang sulit.
Bersambung...