Terjerat Cinta Segitiga Kakak

Terjerat Cinta Segitiga Kakak
Keputusan tiba-tiba


__ADS_3

Di depan batu nisan yang bertuliskan nama seorang wanita yang pernah menjalani kehidupan bersamanya, Leo berlutut kemudian menundukkan kepala dalam.


"Istri ku, maaf karena aku baru sempat mengunjungi mu, aku begitu sibuk dengan pekerjaan ku, sehingga telah melupakan bagian dari diriku sendiri. Jika saja kau tinggal lebih lama dan ikut merawat putri kita, mungkin hal seperti ini tidak akan pernah terjadi." Leo berbicara dengan batu nisan didepannya. Keadaan Feli membuat Leo tersadar, selama ini ia telah menjadi orang tua yang gagal. Selama ini, Leo selalu memegang prinsip hidupnya yang lebih mengutamakan keluarga Mahendra dibandingkan keluarganya sendiri, dan setelah puluhan tahun, Leo baru merasakan ada sedikit penyesalan yang menghampiri hatinya.


Selama berjam-jam Leo menghabiskan waktunya di pemakaman itu, tak banyak yang Leo bicarakan, Leo seperti sedang merenungkan keputusan apa yang sekiranya dapat sedikit merubah keadaan dan memperbaiki semua kesalahannya di masa lalu.


***


Setelah mendengar semua hal yang dikatakan oleh Rey, akhirnya Hito memutuskan untuk menerima perjodohan dirinya dengan Melodi. Hito merasa, ia dan Melodi hanya akan menjalani pernikahan itu selama enam bulan saja, karena seperti apa yang dikatakan Rey, jika setelah enam bulan mereka tampak tidak bahagia dengan pernikahan itu, Kakek Mahendra akan membolehkan mereka berpisah dan melanjutkan kehidupan mereka masing-masing.


Hanya saja, Hito masih berpikir, apa yang akan ia lakukan agar pernikahan itu benar-benar terlihat tidak bahagia. Jika Hito dan Melodi hanya bersandiwara dan bersikap seperti biasa, Kakek Mahendra akan melihat mereka baik-baik saja dan mengira mereka bahagia dengan pernikahan itu. Hito memilih memikirkan hal itu dikemudian hari, karena yang terpenting saat ini, pernikahan itu segera berlangsung dan berharap enam bulan berikutnya akan berjalan cepat.


"Kakek, aku sudah memikirkan semuanya. Aku akan menerima perjodohan itu, dan aku akan menikah dengan Melodi." Ujar Hito.


Lain hal nya dengan Mahendra yang tampak sangat bahagia, Melodi bersikap sebaliknya. Melodi tak habis pikir, kenapa Hito tiba-tiba berbicara seperti itu dan akhirnya menerima perjodohan mereka tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan nya.


"Kakak, apa yang Kakak katakan?" Protes Melodi.


Hito dapat menerima reaksi Melodi yang saat ini tengah melayangkan protes. Karena bagaimanapun mereka belum membuat kesepakatan tentang hal itu, dan tiba-tiba saja malam ini Hito memutuskan nya sendiri.


"Kita akan menikah Melo, bukankah itu keinginan Kakek yang tidak bisa di tolak." Jawab Hito.


Rey yang berada disana, tidak beraksi apapun. Rey telah memprediksi bahwa Hito akan menerima perjodohan itu setelah Rey memberi penjelasan kepadanya.

__ADS_1


Kakek Mahendra tertawa riang, "Bagus...baguslah. Kakek sangat bahagia jika akhirnya kalian menerima pernikahan itu dengan suka rela. Aku akan meminta Leo untuk segera menyebar undangan pernikahan kalian. Pernikahan ini harus diadakan secara besar-besaran." Ucap Kakek Mahendra bersemangat.


Sementara itu, disisi lain tampak Melodi sedang menarik Hito menjauh dari Kakek Mahendra dan Rey, "Kakak, apa-apaan ini? kenapa tiba-tiba Kakak menerima perjodohan itu dengan suka rela?" Desak Melodi.


"Aku berubah pikiran, aku pikir tidak ada salahnya jika kita menikah, toh kita bukan saudara kandung. Kau tidak berniat menentang nya setelah melihat Kakek yang begitu bahagia mendengar aku menerimanya bukan?" Jawab Hito.


Melodi melihat kearah Kakek Mahendra, tidak dapat di pungkiri bahwa Kakek Mahendra terlihat begitu bahagia, sudah sejak lama Melodi tidak pernah melihat Kakek Mahendra dalam kondisi sebaik sekarang. Melodi tersenyum kecil, seketika perasaannya dipenuhi kehangatan karena melihat Kakek Mahendra yang begitu bersemangat.


"Kakak, apa kita akan benar-benar menikah?" Tanya Melodi kemudian.


Hito mengerutkan keningnya, "Tentu saja, mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan tetap menikah. Sudahlah, kita pikirkan yang lainnya nanti saja, saat ini biarkan Kakek menikmati kebahagiaan nya." Sahut Hito.


Melodi kembali melihat ke arah Kakek Mahendra dan kembali tersenyum kecil kemudian menganggukkan kepalanya, menandakan ia setuju dengan apa yang baru saja Hito katakan.


***


"Tuan, semua informasi yang anda cari ada dalam berkas ini." Roy menyerahkan seberkas laporan yang didalamnya terdapat beberapa informasi yang Albert inginkan.


Albert meraih berkas itu, kemudian mengangguk tipis, "Kerja bagus Roy, aku akan membacanya, dan akan menghubungi mu jika ada yang terlewatkan." Jawab Albert.


Roy memberi hormat sebelum meninggalkan Albert, ada senyum kebanggaan yang terutas dari bibir Roy, seperti ia baru saja mendapatkan kepuasan atas kinerja nya sendiri.


Albert menghela nafas panjang sebelum membuka satu persatu lembaran yang berisi informasi dari Roy, entah apa yang sebenarnya Albert khawatirkan sehingga bersikap demikian.

__ADS_1


Dalam lembar pertama Albert membaca informasi tentang latar belakang keluarga Mahendra. Dikertas itu tertulis bahwa Tuan Mahendra hanya memiliki satu anak laki-laki yang telah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan yang tidak hanya merenggut nyawa nya melainkan bersama istrinya. Anak dan menantunya itu meninggalkan seorang anak lelaki yang tak lain adalah Hito yang saat itu masih berusia delapan tahun.


Dikatakan Kakek Mahendra memiliki cucu perempuan yang ia adopsi bebeapa bulan setelah kecelakaan itu berlangsung. Albert telah berhasil menyimpulkan bahwa cucu adopsi Tuan Mahendra adalah Melodi.


"Jadi Feli berkata benar? Melodi bukanlah adik kandung dari Hito?" Gumam Albert.


Albert kembali membaca laporan itu, hanya saja kali ini Albert hampir tidak bisa bernafas ketika membaca laporan tersebut yang mengatakan bahwa Melodi diadopsi ketika berusia lima tahun dan merupakan salah satu korban kecelakaan maut yang dialami anak dan Menantu Tuan Mahendra. Tidak ada identitas nyang menerangkan asal usul sebelum Melodi ditemukan dalam kecelakan itu, mengingat Melodi yang hilang ingatan dan tak dapat mengingat apapun, mungkin karena itulah akhirnya Tuan Mahendra memutuskan untuk mengadopsi Melodi.


Jantung Albert berdetak lebih cepat dan hampir berhenti ketika melihat lembaran selanjutnya, hingga beberapa saat kemudian Albert menjatuhkan berkas itu dari tangan nya.


Albert melihat lembaran yang di tempel foto-foto dokumen kejadian kecelakaan maut tersebut dan Albert pernah menerima foto-foto itu dari ari Roy sebelumnya.


"Ini? kendaraan ini? ini adalah foto kendaraan yang digunakan penculik adik ku sebelum mereka meninggal karena kecelakaan. Dan jika Melodi ditemukan dalam mobil ini, itu berarti Melodi adalah...?" Albert tak mampu melanjutkan kalimatnya, ia meremas kasar rambutnya, sungguh di luar dugaan jika selama ini satu-satunya wanita yang Albert cintai ternyata adalah adik kesayangannya yang selama ini ia cari.


"Melodi...dia adalah Caren, adik ku?" Gumam Albert.


Bersambung...


Hallo semua..


terimakasih untuk kalian yang masih setia membaca novel ini meskipun Author lama sekali update nya..hehe


Author akan berusaha menyempatkan waktu untuk menulis, maka dari itu, tolong berikan dukungan kalian dengan memberikan vote, like dan komentar positif yah. Semoga Author bisa secepatnya menyelesaikan cerita ini, dan bisa melanjutkan Menikahi Sopir Kaya season 2.

__ADS_1


Yang belum baca Menikahi Sopir Kaya yang saat ini sudah tamat, jangan lupa baca dulu yaa. Terimakasih 🤗🤗


__ADS_2