
Hito dan Melodi dalam perjalanan ke Paris, negara dimana Melodi menjalankan pendidikan sekolah kedokteran nya. Mereka menggunakan jet pribadi yang disediakan khusus oleh Kakek Mahendra. Dengan dukungan penuh dari Kakek Mahendra, mereka bisa pergi tanpa beban dan dengan perasaan suka cita, karena sudah sejak lama Hito dan Melodi tidak pernah menghabiskan waktu bersama lagi, apalagi untuk perjalanan jauh. Mereka sempat beberapa kali di ajak Kakek Mahendra untuk mengikuti perjalanan dinas nya ke luar negeri, tetapi itu sudah sangat lama, ketika Melodi masih duduk di bangku sekolah dasar.
Perjalanan kali ini tentu saja akan sangat berbeda, mereka akan berkeliling kota-kota indah di Paris, atau sekedar berfoto di menara Eiffel, dan untuk Melodi yang memiliki selera makan yang bagus, tentu saja tidak akan melewatkan menjelajahi wisata kuliner di kota itu bersama Hito.
Sesampainya mereka di negara itu, mereka langsung menuju apartemen Melodi yang disediakan khusus oleh Kakek Mahendra.
"Hemh..tidak terlalu buruk, ternyata kehidupan mu disini cukup nyaman." Hito mengomentari tempat tinggal Melodi yang merupakan salah satu Apartemen termewah yang berada disana.
"Kakak, apa kau lapar? sepertinya aku memiliki stok makanan di lemari pendingin, aku akan membuatkan mu pasta." Melodi segera menuju dapur untuk membuat makanan.
Hito mengerutkan dahi, "Apa itu artinya gadis kecilku ini bisa memasak?" Ejek Hito.
"Tentu saja bisa, hidup di Negara orang lain tentu saja aku harus bisa melakukan segalanya, lagi pula Bi Irah juga mengajari ku." Sahut melodi dengan percaya diri, "Kamar Kakak disebelah sana, mandi lah dulu, aku akan memanggilmu ketika makanan nya sudah jadi." Melodi menunjukan kamar yang akan Hito tinggali, kemudian ia melanjutkan niatnya untuk memasak.
Hito memutuskan untuk mandi air hangat, sebelumnya ia mengecek ponsel yang sejak di pesawat tadi ia matikan.
Terdapat pemberitahuan panggilan masuk dari Feli dan juga pesan yang dikirimkan dari ponselnya.
__ADS_1
"Bodoh..kenapa aku sampai lupa mengabarinya tentang keberangkatan ku? Lihat saja isi pesannya ini, dia marah-marah seperti seorang ibu tiri yang sedang memarahi anak nya." Hito mengutuk dirinya sendiri karena telah melupakan Feli, dan akibatnya, setelah Hito kembali nanti, pastinya Feli akan merajuk habis-habisan supaya Hito menebus kesalahannya itu.
"Hemm... kira-kira deretan permintaan apa yang akan Feli ajukan setelah aku kembali nanti?" ada rasa ngeri tak terperi di benak Hito, membayangkan sikap Feli yang terkadang membuat nya muak, akan tetapi karena janji Hito untuk memberikan perhatian lebih kepada gadis itu, tentu saja Hito selalu menahannya dan mengalah, "Untuk saat ini aku tak akan menghiraukan nya dulu, sepertinya aku butuh mandi air dingin untuk mendinginkan kepala ku." Gumam Hito yang kemudian beranjak melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mandi air dingin seperti keinginannya.
Aroma pasta bercampur wanginya keju menyeruak di ruangan ketika Hito membuka pintu kamarnya, Melodi baru saja selesai membuat pasta, Melo hendak memanggil Hito untuk makan bersama, akan tetapi karena merasa badannya lengket dan tidak nyaman, Melodi memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.
Hito berjalan mendekati meja makan, tempat dimana Melodi menaruh pasta yang baru saja ia buat, "Dari aromanya, sepertinya makanan ini enak?" Hito mendekatkan hidungnya untuk mencium aroma pasta itu lebih dekat.
"Melo...apa kau masih lama? aku sudah lapar." Hito berteriak ke arah kamar Melodi, akan tetapi tak ada sahutan dari Melodi, mungkin karena Melodi masih berada di dalam kamar mandi, sehingga suara Hito sama sekali tidak dapat terdengar oleh gadis yang tengah mandi itu.
"Kenapa aku lapar sekali, apa karena aku baru saja mandi air dingin sehingga tubuh ku terasa gemetar dan ingin memakan sesuatu" Kali ini Hito benar-benar lapar dan tidak bisa menahan diri untuk tidak memakan hidangan yang tersedia di hadapannya. Awalnya Hito mencobanya satu suapan kecil, akan tetapi mata Hito berbinar ketika lidah nya mengecap rasa lezat dari makanan yang baru saja ia makan. Hito melanjutkan suapan nya dan berniat akan menyisihkan sebagian untuk Melodi, tetapi tanpa niat jahat sama sekali, tanpa sadar Hito menghabiskan seluruh makanan itu. Melodi yang baru saja keluar dari kamarnya terperangah, mulutnya terbuka menyaksikan Hito telah melahap habis makanan di hadapannya, hanya piring kosong yang tersisa disana.
Ketika Hito menyadari Melodi tengah menatapnya dengan rasa jengkel, Hito tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ma..af, aku sangat lapar, dan makanan ini enak sekali hingga aku tak sadar telah menghabiskan nya sendiri"
Bukannya marah, Melodi malah terkekeh melihat sikap Hito yang sudah lama tidak ia lihat, sudah beberapa tahun yang lalu ketika mereka masih sama-sama di penuhi dengan kepolosan, dan hari ini seakan mereka mengulangi nya kembali. Mereka berdua akhirnya tertawa lepas, mentertawakan suasana yang menyenangkan diantara mereka berdua.
**
__ADS_1
Karena rasa bersalahnya menghabiskan makanan yang di buatkan Melodi seorang diri, Hito memutuskan untuk mengajak Melodi kesebuah restoran mewah untuk mengganti makan malam nya. Mereka mengenakan mobil yang yang telah di sediakan Kakek Mahendra lengkap dengan sopir nya. Mobil dan sopir itu juga yang selama ini mengantarkan Melodi kemana saja untuk menjalankan aktivitas nya di negara ini.
Melodi mengenakan gaun selutut bertangan pendek warna kuning dengan motif bunga, dibagian pinggang gaun itu mengembang dan kainnya yang selembut sutra membuat nya jatuh dengan sempurna di tubuh gadis itu.
Hito sangat menikmati pemandangan di depannya, Melodi yang sedang menyantap hidangan makanan malam nya, terlihat cantik dan menggemaskan di mata Hito, mungkin orang-orang di sekitar mereka akan berpendapat bahwa mereka berdua adalah pasang kekasih yang sangat serasi, akan tetapi kekaguman Hito kali ini bukan kekaguman seorang laki-laki terhadap pasangannya, melainkan kekaguman dan kebanggaan seorang kakak yang memiliki adik secantik dan semanis Melodi
"Kakak, makanan ini enak sekali, kenapa kau hanya melihatku dan tidak ikut makan?" Protes Melodi ketika menyadari pandangan Hito yang sejak tadi terarah kepadanya.
"Perutku masih penuh dengan makanan yang aku habiskan tadi, lagi pula melihat kau makan selahap itu, aku sudah tidak ingin makan lagi."
"Kakak, setelah kita makan, bagaimana jika kita berjalan-jalan dulu di taman sekitar sini, menurut informasi yang aku dapat, sekitar satu jam lagi, disana akan ada pertunjukan kembang api. Apa kau ingin melihatnya juga?" Melodi tampak antusias membayangkan pertunjukan kembang api yang sejak lama ingin dia datangi.
"Baiklah, aku akan menemani mu menyaksikan pertunjukan kembang api itu, cepat habiskan makanan mu! atau kita tidak akan kebagian tempat sama sekali disana."
Sesuai anjuran Hito, Melodi menyelesaikan makan malam nya dengan cepat, kemudian mereka pergi ke taman yang letaknya cukup dekat dengan jarak restoran tempat mereka berada.
Bersambung....
__ADS_1
Dukung Author dengan memberikan like dan vote ya...
Baca juga karya Author yang berjudul "Menikahi Sopir Kaya". Terimakasih...🤗