Terjerat Cinta Segitiga Kakak

Terjerat Cinta Segitiga Kakak
Pertunjukan kembang api


__ADS_3

Hito dan Melodi tengah berjalan menapaki bahu jalan yang disediakan untuk para pejalan kaki, mereka berjalan sejajar dengan langkah-langkah kecil di bawah sinar rembulan yang malam ini tak malu-malu menampakkan wujudnya. Jarak antara restoran dan taman tidak terlalu jauh, dikarenakan acara perayaan itu akan di mulai kurang lebih satu jam lagi, mereka yakin akan tiba di tempat itu tepat pada waktunya, bahkan beberapa menit sebelum acara itu di mulai. Masalahnya, tempat itu akan ramai di datangi oleh pengunjung lain, oleh karena nya mereka harus tiba lebih awal agar mendapatkan tempat untuk mereka menyaksikan acara itu.


Untunglah nasib baik seperti nya berpihak kepada pasangan kakak beradik angkat itu, Hito melihat satu tempat yang masih kosong di bagian pojok taman, meskipun berada di sisi pojok, akan tetapi lokasi nya sangat pas dengan pemandangan yang akan mereka lihat nanti, Hito segera menarik Melodi untuk menuju kesana, mereka berdiri berkerumun dengan para pengunjung lainnya yang memiliki tujuan yang sama.


Perayaan itu di mulai pada jam sepuluh malam waktu setempat, konon perayaan itu di adakan setiap kali keluarga Adalard ingin merayakan sesuatu, seperti ulang tahun anggota keluarganya, merayakan pernikahan, atau merayakan pencapaian tertentu yang di peroleh salah satu dari mereka.


"Kakak, apa kau tahu untuk apa perayaan ini di adakan?" Tanya Melodi. Dikarenakan Hito memang sama sekali tidak mengetahui alasan di adakannya perayaan kembang api itu, Hito hanya menggelengkan kepalanya dan balik bertanya, "Untuk apa?"


"Untuk merayakan keberhasilan Albert Adalard yang berhasil menyelesaikan kuliah kedokterannya."


Kening Hito berkerut, "Albert Adalard"


"Ya, Albert Adalard adalah anak dari Alexander Adalard, salah satu orang terkemuka di negeri ini. Keluarga Adalard memiliki beberapa Rumah sakit, dan yang terbesar berada di kota ini, Rumah Sakit mewah yang biasanya hanya di peruntukan untuk para pejabat dan petinggi-petinggi di negeri ini." Jelas Melodi.


Hito mengangguk-angguk dan membulatkan bibir nya membentuk huruf O lalu bertanya kembali, "Tapi dari mana kau tahu itu semua? seperti kau mengenal orang itu saja?" Hito mengejek mentertawakan Melodi.


Melodi tak terima di remehkan oleh Hito kemudian menjawab, "Tentu saja aku tahu, karena aku mengenalnya. Aku dan Albert Adalard menempuh pendidikan kedokteran di universitas yang sama, dan kebetulan kami juga lulus dalam waktu yang sama, Besok adalah acara kelulusan ku dan Albert, untuk itulah perayaan ini di adakan malam ini." Jawab Melodi.


Hito tidak menanggapinya lebih jauh, dikarenakan hanya tinggal beberapa detik lagi perayaan kembang api itu di mulai.


"Melo, sebentar lagi, ayo kita mengambil gambar!" Hito mengeluarkan ponsel di saku celananya, menghidupkan fitur kamera kemudian ia sibuk mengambil gambar dan video ketika percikan kembang api yang indah dan warna warni itu memenuhi langit yang gelap tepat di atas kepala mereka.

__ADS_1


Hito memperhatikan wajah Melodi yang tampak bahagia dan memutuskan untuk merekamnya, tawa ceria yang mengembang di wajahnya seketika membuat hati Hito terenyuh, Hito meyakini perasaan ini sebagai rasa sayang seorang Kakak kepada adik perempuan nya, meskipun yang dirasakan Hito terlalu berlebihan jika hanya sebetas itu, akan tetapi mungkin karena Melodi memang merupakan sosok yang sangat istimewa. Sosok yang bisa membuatnya tersenyum ketika melihat gadis itu tersenyum, sosok yang membuat hatinya dipenuhi kehangatan ketika melihat gadis itu berbicara kepadanya, sosok yang selama ini memberikan penerangan dan kebahagiaan untuknya dan Kakek Mahendra.


Hito mematikan rekaman videonya ketika Melodi menoleh kearahnya, untung nya gadis itu tidak mengetahui kalau sejak tadi Hito merekamnya, ia terlalu fokus memperhatikan ratusan kembang api yang di luncurkan kelangit di atas kepalanya, sedangkan Hito berbanding sebaliknya, sejak tadi Hito lebih fokus memperhatikan Melodi, karena menurutnya itu lebih menyenangkan dibanding dengan pemandangan kembang api yang sama sekali tak menarik di matanya.


Setelah acara perayaan kembang api selesai, Hito dan Melodi kembali ke Apartemen. Besok adalah hari kelulusan Melodi, mereka harus bangun lebih awal karena acara dimulai pada pukul sembilan pagi.


***


"Melo, kenapa kau berdandan lama sekali? cepatlah, kalau tidak, kita akan terlambat." Hito sudah siap lebih dulu dan sedang menunggu Melodi yang masih mempersiapkan diri.


Pintu kamar Melodi terbuka, nampak kekaguman di mata Hito setelah mrlihat penampilan Melodi hari ini, Melodi yang biasanya tidak pernah memakai riasan sama sekali, hari ini berdandan sangat cantik.


"Kakak, kenapa menatapku seperti itu? apa penampilan ku berlebihan?" Melodi merasa risih dengan tindakan Hito yang menatapnya dari atas sampai bawah.


Hito tersenyum canggung, "Eh..aku...kau..Ah, aku tidak apa-apa, ayo kita berangkat sebelum terlambat!" Hito menjawab gugup.


Hito tengah duduk di bangku penonton bersama ratusan orang lainnya, Ia menantikan saat-saat Melodi di panggil keatas podium dan menjalani prosesi kelulusan nya.


Ketika saat nya tiba, Hito berdiri untuk menyaksikan Melodi yang hari ini tampak anggun dengan pakaian kelulusannya, ada perasaan kagum dan bangga di hati Hito untuk Melodi, ia hendak menyambut Melodi yang baru saja selesai, akan tetapi seseorang mendahului nya. Seorang laki-laki yang mengenakan pakaian serupa dengan Melodi, menyambut nya dengan membawa rangkaian bunga untuk diberikan kepada Melodi.


Hito segera mendekati mereka, dan menjadi penghalang ketika lelaki itu hendak memberikan ciuman selamat kepada Melodi.

__ADS_1


"Hei, apa yang kau lakukan? jangan coba-coba menyentuh nya!" Tegur Hito dengan nada mengancam.


Melodi menjadi canggung, kemudian ia memperkenalkan pria itu kepada Hito, "Kakak, dia Albert Aldalard, teman ku di universitas ini. Bukankah semalam aku menceritakan tentang Albert ketika kita menyaksikan acara perayaan kembang api untuk merayakan kelulusan Arbert?" Setelah memperkenalkan Hito kepada Albert, kemudian Melodi melakukan sebaliknya, "Albert, ini Kakak ku, Kak Hito, dia datang untuk menghadiri acara kelulusan ku hari ini."


Albert tadinya merasa kesal dengan sikap Hito, akan tetapi ketika Melodi memperkenalkan Hito sebagai Kakaknya, Albert berusaha bersikap ramah kepada Hito.


"Kak Hito, senang bertemu dengan mu, aku Albert Aldalard." Albert mengulurkan tangan nya untuk menjabat tangan Hito.


"Aku bukan Kakak mu, jangan panggil aku Kakak! lagi pula usia kita tidak akan jauh berbeda."


Melodi terkekeh melihat sikap Hito yang sebetulnya usia mereka berbeda cukup jauh, jadi tidak salah jika Albert memutuskan memanggil nya Kakak.


"Melo, aku harap kau mau menerima undangan makan malam di rumah ku malam ini, tentu saja kau boleh membawa Brother Hito bersama mu." Albert berusaha mengingatkan ajakan nya beberapa hari lalu untuk mengundang Melodi makan malam bersama keluarga nya setelah acara kelulusan.


Melodi menatap Hito yang masih terlihat masam, jelas Hito tidak ingin datang bersama nya jadi Melodi memutuskan untuk menghadiri udangan itu sendiri, " Baiklah Albert, tapi sepertinya Kakakku tidak bisa hadir. Jadi aku akan datang sendiri."


Hito terkejut mendengar Melodi menerima undangan itu tanpa dirinya, tentu saja Hito tidak akan membiarkan itu terjadi, "Siapa bilang, tentu saja aku ikut. Aku tidak akan membiarkan seseorang mengambil keuntungan dari mu." Jawab Hito cepat.


"Baiklah, karena Brother Hito tidak menolak, aku tunggu kedatangan kalian berdua nanti malam." Setelah mendapat jawaban yang ia inginkan, Albert undur diri.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2