Terjerat Cinta Segitiga Kakak

Terjerat Cinta Segitiga Kakak
Janji Albert


__ADS_3

Melodi tiba-tiba teringat kembali dengan Feli.


"Oya, bukankah tadi kau mengatakan jika kau mengenal Feli? bagaimana kau bisa mengenalnya." Tanya Melodi.


Albert melebarkan matanya dan berusaha menjawab, "Hem..aku memang mengenalnya, kami bertemu di salah satu kelab malam dan sempat berkenalan, itu saja." Jelas Albert.


Melodi menganggukkan kepalanya, ada sedikit rasa sesal di hati Melodi, kenapa ia dengan mudahnya memberitahukan keadaan Feli kepada Albert. "Albert, tak seharusnya aku memberitahukan tentang kehamilan Feli kepada mu, terlebih lagi kau pasti mengetahui status Feli yang belum menikah. Bisakah kau merahasiakan nya dari orang lain?" Pinta Melodi.


Albert dengan cepat menganggukkan kepalanya dan berkata, "Aku janji tidak akan mengatakannya pada siapa pun, percayalah!" Ucap Albert. "Tadi kau juga mengatakan ada sesuatu yang rumit yang akan terjadi karena kehamilan Feli, apa aku juga boleh mengetahuinya." Tanya Albert kemudian.


Melodi menggelengkan kepalanya, "Maafkan aku, untuk hal itu aku belum bisa menceritakan nya kepada mu Albert, aku harap kau mengerti." Jawab Melodi.


"Ah tak masalah, hanya saja, aku berharap apa yang kau khawatirkan tidak sampai terjadi." Albert memilih tak memaksa Melodi menceritakan hal yang tak ingin ia ceritakan. Meskipun begitu, Albert sangat yakin, kekhawatiran Melodi itu berhubungan dengan Hito. Albert masih ingat ketika Feli mengatakan dirinya pernah menjebak Hito, dan Albert yakin Feli memiliki niat buruk atas kejadian itu.


"Baiklah Melodi, aku rasa sudah waktu nya aku pergi. Aku berjanji akan kembali mengunjungi mu setelah semua urusan ku selesai." Albert berpamitan kepada Melodi.


Melodi ingin menyampaikan tentang rencana pernikahan nya, tetapi entah kenapa ia merasa berat dan malu jika Albert akhirnya mengetahui Melodi harus menikah dengan Hito yang selama ini selalu ia bangga-banggakan sebagai seorang Kakak.


"Melodi, kenapa diam? apa kau ingin mengatakan sesuatu?" Tanya Albert ketika Melodi tak memberi tanggapan.


"Tidak ada, eh ada. Aduh bagaimana aku mengatakan nya kepada mu?" Lidah melodi menjadi kaku ketika ia akhirnya memutuskan untuk mengundang Albert.


Albert mengerutkan dahi kemudian berkata, "Katakanlah! bukankah aku adalah sahabat sekaligus Kakak kedua mu, jadi untuk apa kau masih ragu bercerita?"

__ADS_1


"Kakak kedua? sepertinya itu bagus, mungkin beberapa hari lagi kau akan menjadi satu-satunya kakak ku Albert." Ucap Melodi.


Meskipun tak mengetahui alasan Melodi menganggap Albert seperti itu, tetapi Albert sangat senang ketika mendengarnya, "Benarkah? jika begitu katakanlah." Titah Albert.


"Albert, Feli adalah kekasih Kak Hito, kemungkinan besar anak yang Feli kandung adalah anak dari Kakak. Jika benar itu anak Kak Hito, itu berarti Kakak harus bertanggung jawab dan menikahi Feli bukan?" Jelas Melodi.


Albert mengerti, karena apa yang baru saja Melodi sampaikan sesuai dengan dugaan nya. "Lalu apa yang kau khawatirkan?" Tanya Albert.


"Masalahnya, aku dan Kakak akan menikah tiga hari lagi, dan tidak mungkin kami membatalkan pernikahan itu. Apa yang akan terjadi dengan Kakek ketika Kakek mengetahui semuanya? Keadaan Kakek ku sangat rentan, aku tak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Kakek." Melodi menjelaskan dengan raut wajah sedih, matanya mulai basah dan air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya mengalir dengan sendirinya.


Albert merasakan sakit ketika melihat Melodi menangis. Albert tidak terkejut ketika Melodi mengatakan akan menikah dengan Hito, karena sebelumnya Albert telah mendangarnya dari Feli. Albert berjanji akan membuat kehidupan Melodi bahagia, tak ada seorangpun yang akan merusaknya, termasuk Feli. Hanya saja, Albert tetap tidak bisa membohongi hati kecilnya yang masih mencintai Melodi, untuk itu Albert memutuskan lebih baik tidak hadir dalam pesta pernikahan Melodi dengan lelaki lain.


"Ah, aku sampai melupakan hal itu. Aku telah mendengar kabar pernikahan mu dengan Brother Hito. Tetapi aku sangat menyesal karena tidak bisa hadir dalam acara itu." Ucap Albert.


"Tak masalah Albert, hari ini kau sungguh telah membuat hati ku lega. Terimakasih karena telah menjadi pendengar yang baik dan semoga apapun yang menjadi urusan mu dapat berjalan dengan semestinya." Melodi mengucapkan terimakasih dengan tulus di sertai dengan kata-kata perpisahan.


Untuk yang terakhir kalinya Albert menjabat tangan Melodi. Albert berjanji kepada dirinya sendiri, apa yang menjadi kekhawatiran Melodi tak akan pernah terjadi. Jika pernikahan Melodi dan Hito dapat membuat Melodi bahagia, Albert akan menjamin, tak ada satu orangpun yang akan merusaknya.


Setelah kepergian Albert, Melodi segera menghubungi Hito dan Leo. Melodi merasa perlu membicarakan apa yang tengah terjadi bersama mereka, karena bagaimanapun pernikahan mereka hanya tinggal tiga hari lagi, dan Melodi tidak ingin menikah dengan Hito jika harus mengorbankan Feli dan masa depan anak yang tengah dikandungnya.


Hito dan Leo datang hampir bersamaan, mereka sama-sama terkejut ketika Melodi menyampaikan semua informasi mengenai Feli.


Leo yang telah mengetahui sebelumnya, sempat tak percaya karena berita kehamilan Feli lebih cepat terbongkar dari apa yang ia duga.

__ADS_1


Hito adalah orang yang paling terpojok dengan situasi ini masih tak percaya, jika ternyata malam itu mereka memang tidur bersama.


"Paman, maafkan aku. Aku sungguh tak mengingat kejadian malam itu. Apa benar saat ini Feli tengah mengandung anak ku?" Ucap Hito.


Ingin sekali rasanya Leo memberi pukulan kepada Hito ketika secara tidak langsung Hito meragukan Feli. Leo merasa Hito adalah laki-laki yang tak bertanggung jawab. Jika saja Leo tak menghormati Hito, mungkin saat ini Leo sudah meluapkan kemarahannya.


"Semua adalah kesalahan putri ku, Tuan Muda. Kau tidak perlu minta maaf." Leo berusaha menahan diri dan masih bersikap hormat kepada Hito.


"Sudahlah Kakak, Paman. Kalian tidak perlu saling menyalahkan seperti itu. Sekarang kita harus memikirkan cara untuk mengatakan semuanya kepada Kakek, agar pernikahan kami dibatalkan." Ucap Melodi.


Bukannya senang, Leo seakan tak setuju dengan apa yang baru saja Melodi katakan. Leo tahu betul karakter Tuan Mahendra, "Tidak Nona. Jangan lakukan itu! Berjanjilah bahwa Tuan Besar tidak akan pernah mengetahui masalah ini. Kalian tetap akan menikah, dan akulah yang akan menangani masalah Feli." Ucap Leo.


Hito menjadi frustasi dan serba salah. "Melodi, Paman benar. Tak akan mudah membatalkan pernikahan itu. Lagi pula jika kita mengatakannya tiba-tiba, siapa yang akan menjamin kondisi Kakek akan baik-baik saja?" Ujar Hito.


Meskipun Leo menganggap Hito hanya beralasan, tetapi kali ini Leo sangat setuju dengan perkataan Hito. Leo memutuskan untuk menemui Feli dan membawa putrinya itu pulang ke rumah.


"Tuan Muda, Nona. Aku akan menemui putri ku dan membawanya pulang. Permisi!" Leo berpamitan kepada keduanya.


"Baiklah Paman, terimakasih karena telah membantu. Aku akan berdiskusi lagi bersama Kakak dan akan mengabari Paman jika kami membutuhkan bantuan. Bagaimanapun, aku tak akan melupakan kondisi Putri Paman saat ini" Ucap Melodi dengan lembut.


Leo hanya menjawab dengan anggukkan kemudian pergi meninggalkan Hito dan Melodi.


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2