
Wajah Feli merah padam ketika Albert mengatainya dengan julukan otak mesum. Feli hendak pergi tetapi perkataan Albert kali ini berhasil untuk membuatnya tinggal.
"Apa Hito orang nya? maksudku apa kekasih mu yang kau maksud itu adalah Hito?" Albert memastikan dugaannya.
Feli benar-benar tak menyangka bahwa ternyata Albert mengenal Hito.
"Bagaimana bisa kau mengenal Hito? apa selama ini kau mengikuti ku dan mencari tahu tentang kekasih ku?" Tanya Feli.
Albert tersenyum kecut, "Hei, bisakah kau berhenti menuduh ku? kau bilang kekasihmu adalah pemilik rumah sakit yang tadi kau datangi bukan? setahu ku, pemilik rumah sakit itu adalah seorang perempuan bernama Melodi, dan ia memiliki Kakak laki-laki bernama Hito." Jelas Albert.
Feli cukup terkejut karena bukan hanya mengenal Hito, ternyata Albert pun mengenal Melodi, tetapi mengingat profesi Albert adalah seorang dokter, Feli beranggapan mungkin saja Albert dan Melodi saling mengenal karena profesi mereka.
"Jadi kau mengenal Melodi? Hem, anak pungut sok baik itu lah yang menyebabkan seluruh penderitaan ku! semua orang mungkin melihatnya sebagai seorang gadis baik dan polos. Tapi apa kau tahu? dia adalah gadis beruntung yang mendapat kasih sayang dari kekasih ku dan keluarganya, bahkan Ayah ku sendiri. Aku sangat yakin, ini adalah rencananya untuk menguasai seluruh harta keluarga Mahendra." Feli yang membenci Melodi dengan spontan menjelek-jelekan Melodi dihadapan Albert. Feli yakin Albert akan percaya dan ikut membenci Melodi, karena menurut Feli selama ini Albert hanya mengenal Melodi sekilas layaknya hubungan profesional kerja. Feli merasa senang jika semakin orang yang membenci Melodi.
Di luar dugaan, Albert hanya mematung. Wajah Albert merah padam, jari-jari Albert mengepal keras, ia berjalan kearah Feli, kedua tangan Albert mencengkram kedua lengan Feli dengan kuat hingga membuat Feli meringis kesakitan.
"Aw..sakit, Le-pas-kan!" Feli meminta Albert melepaskannya dengan terbata, karena entah apa yang membuat Albert tiba-tiba diselimuti kemarahan hingga Feli dapat melihat sisi lain Albert yang membuatnya ketakutan.
Albert mengeratkan giginya, Albert sangat marah, ketika seseorang menghina Melodi, gadis yang ia cintai dan ingin ia jaga, "Jangan pernah berbicara buruk tentang wanita ku, atau akan ku pastikan mulutmu yang kotor itu tidak akan pernah bisa mengeluarkan lagi satu kata pun!" Ancam Albert diakhiri dengan mendorong tubuh Feli hingga terlempar ke kasur di belakangnya.
Feli mengusap kedua lengannya yang masih terasa sakit karena perbuatan Albert.
__ADS_1
"Tapi kenapa Albert tiba-tiba begitu marah? wanita ku? apa yang Albert maksud wanitanya adalah Melodi? Albert marah karena aku menjelek-jelekan Melodi yang ternyata kekasihnya?" Batin Feli.
Albert mencoba menenangkan dirinya, ia begitu marah dengan apa yang baru saja ia dengar dari Feli, ingin rasanya Albert memberi balasan yang setimpal untuk Feli, Tetapi dari perkataan Feli tadi, ada yang mengganjal di pikiran Albert ketika Feli mengatakan Melodi adalah anak pungut. Dan apa hubungan antara Hito dan Melodi hingga membuat Feli begitu membenci Melodi.
Albert kembali tenang kemudian duduk di kasur di sebelah Feli duduk, "Maafkan aku telah menyakiti mu. Selama kau tidak mengulangi perbuatan mu tadi, akan ku pastikan aku akan selalu bersikap baik kepada mu. Sekarang, jelaskanlah apa yang kau maksud dan apa yang membuat mu begitu membenci Melodi hingga kau mengatainya anak pungut, hem?" Tanya Albert.
Feli masih sedikit ketakutan, ia ingin lari dan mengacuhkan pertanyaan Albert, tetapi Feli membayangkan Albert akan sangat marah kepadanya.
"A..a-ku, aku tidak berbohong. Dia memang anak pungut, Melodi bukan keturunan keluarga Mahendra, dia dulunya hanya seorang gadis kecil yang beruntung sehingga di adopsi oleh keluarga Mehendra." Jawab Feli masih sedikit terbata.
Albert cukup terkejut kerena baru sekarang ia mengetahui kebenaran latar belakang Melodi. Albert kemudian kembali bertanya, "Berarti Hito dan Melodi, mereka bukan saudara kandung?"
Feli mengangguk membenarkan perkataan Albert. Albert kembali bertanya, "Lalu, apa yang Melodi lakukan terhadap Hito hingga membuat mu begitu membencinya?"
"Kakek Hito ingin menikahkan Hito dan Melodi. Mereka berdua di jodohkan dan akan segera menikah dalam dua minggu kedepan tanpa memikirkan perasaanku." Jelas Feli kemudian.
Kali ini Albert benar-benar terkejut. Apa yang Feli sampaikan tak pernah terbesit sama sekali di pikiran nya. Selama ini Hito memang selalu bersikap buruk kepada nya, tetapi Albert hanya mengira sikap Hito yang demikian merupakan sikap protektif seorang Kakak kepada adik perempuannya.
Jika benar apa yang dikatakan Feli, bagaimana mungkin Albert bisa menerima nya, sementara ia saja belum melakukan segala usahanya untuk mendapatkan Melodi.
Albert menatap Feli dan menggenggam kembali kedua lengan Feli, hanya saja kali ini tidak sampai menyakiti gadis itu, "Dengar Feli, apa kali ini kau tidak berbohong?" Tanya Albert memastikan.
__ADS_1
Feli menggeleng cepat, "Tidak! Demi Tuhan, aku berkata yang sebenarnya!" Jawab Feli.
"Argghhhh....Sial!!!" Umpat Albert mengutuk keadaan yang baru saja ia ketahui kebenarannya.
****
Meskipun siang tadi mereka di kejutkan dengan kedatangan Leo yang membawa pesan dari Kakek Mahendra tentang pernikahan mereka berdua, Hito dan Melodi hanya bisa menutup mulut ketika malam ini mereka menghabiskan makan malam bersama Kakek Mahendra tanpa berani menyinggung soal pernikahan.
Kakek Mahendra merasa senang dalam hati nya, karena kedua cucunya ternyata begitu mencintainya sampai tak ingin kembali melontarkan protes meskipun pada kenyataannya mereka ingin melakukannya.
"Kakek, bagaimana keadaan Kakek? apa dada Kakek masih sering terasa sakit?" Tanya Melodi memastikan kesehatan Kakek Mahendra.
Mahendra sedikit meringis sambil menyentuh bagian dadanya, "Ya, masih sering terasa sakit di bagian sini, terutama ketika aku mendengar sesuatu yang kurang menyenangkan." Jawab Mahendra.
Melodi dan Hito saling bertatapan, mereka tahu betul tujuan perkataan Mahendra. Melodi menggeleng pelan, memberi tanda kepada Hito untuk tidak mengatakan hal apapun.
Kakek Mahendra berdiri, "Kakek sudah selesai dan ingin kembali ke kamar. Kalian selesaikan daja dulu dan habiskan makanan kalian!" Ucap Mahendra.
Melodi ikut berdiri dan menghampiri Kakek Mahendra, "Kakek biar aku antar Kakek ke kamar." Ucap Melodi.
Mahendra mengangguk menerima tawaran Melodi dan mereka pun berjalan bersama meninggalkan Hito yang sudah kehilangan selera makannya.
__ADS_1
*Bersambung..