
Hito melepaskan tangan nya, kemudian duduk tepat di sebelah Melodi dan bersiap untuk memberitahukan rencananya.
"Sebetulnya, aku menerima perjodohan ini setelah sesuatu yang diberitahukan oleh Rey, dan itu tentang rencana Kakek."
Melodi mengerutkan keningnya, "Kak Rey? memangnya apa yang Kak Rey ketahui tentang rencana Kakek?" Tanya Melodi.
"Kakek mengatakan kepada Rey, akan memberikan waktu untuk pernikahan kita selama enam bulan, jika selama enam bulan kita tampak tidak bahagia dengan pernikahan itu, Kakek akan mengizinkan kita untuk bercerai, dan mengembalikan keadaan seperti semula." Jelas Hito.
Diluar dugaan, Melodi tampak biasa saja dan malah kembali murung ketika mendengar kata perceraian.
Hito mengernyitkan dahi nya ketika melihat ekspresi tidak suka dari Melodi, "Kenapa? Apa kau tidak suka?" Tanya Hito.
Melodi menggelengkan kepalanya, "Bercerai? kata-kata itu sungguh menakutkan di telinga ku. Tak ada wanita yang ingin mengalami perceraian. Setiap wanita selalu mendambakan pernikahan satu kali dalam seumur hidupnya, dan tentu saja bersama lelaki pilihannya." Jawab Melodi.
"Termasuk dirimu?" Tanya Hito kemudian.
Melodi mengangguk tipis, "Tentu saja, aku juga wanita yang menginginkan hal yang sama." Melodi menarik nafas pendek kemudian bertanya, "Apa Kakak tidak takut dengan perceraian?"
Hito tampak berpikir sejenak kemudian menjawab, "Aku tidak takut, jika setelahnya kau bisa bahagia bersama lelaki pilihanmu dan kau akan bahagia bersama nya."
Melodi tersentak kaget mendengar pernyataan Hito, matanya berkaca-kaca karena rasa haru yang tiba-tiba menghampiri perasaannya, "Benarkah? apa hal itu akan terjadi? apa setelah kita bercerai nanti aku akan menemukan seseorang yang aku cintai dan menjalani kehidupan yang bahagia bersama nya kelak?" Tanya Melodi.
Ada perasaan aneh ketika Hito membayangkan semua hal yang dikatakan Melodi, tetapi Hito beranggapan mungkin saja karena ia adalah seorang Kakak yang masih tak rela melihat adiknya bersama orang lain.
"Tentu saja, kau akan bahagia bersama laki-laki pilihan mu nanti, Melo." Sahut Hito.
"Lalu bagaimana dengan kehidupan Kakak selanjutnya? apa Kakak akan menikahi Feli?" Tanya Melodi kemudian.
__ADS_1
Hito sebetulnya tak pernah berpikir suatu saat ia akan menikah dengan Feli, tetapi demi membuat Melodi kembali bersemangat akhirnya Hito menjawab, "Ya, mungkin saja itu akan terjadi. Mungkin aku akan menikah dengan Feli sesuai dengan saran mu." Jawab Hito.
Melodi tersenyum kemudian memeluk Hito dan berkata, "Terimakasih Kakak. Terimakasih karena Kakak selalu mendukung dan memikirkan kebahagiaan ku." Ujar Melodi.
Hito tersenyum dan mengusap lembut punggung Melodi yang tengah ia peluk itu. Ia bisa merasakan nafas Melodi yang lembut menenangkan.
Tanpa mereka sadari, di balik pintu kamar Melodi, ada satu orang yang melihat adegan berpelukan mereka. Orang itu tak lain adalah Kakek Mahendra yang tersenyum bahagia melihat kedekatan kedua cucunya yang akan segera menikah itu. Kakek Mahendra memang tidak mengetahui percakapan mereka sebelumnya, yang terpenting Kakek Mahendra melihat sikap baik yang tidak berusaha menolak perjodohan itu dari keduanya.
***
Kondisi Feli masih sedikit lemas dan pucat, akan tetapi ia masih memiliki tujuan yang belum selesai, yaitu menggagalkan pernikahan Hito dan Melodi. Feli memaksakan diri untuk menemui Hito di perusahaannya, akan tetapi saat itu Hito sedang menjalani pertemuan penting dengan rekan bisnisnya sehingga Feli tak berhasil bertemu dengan Hito. Feli kemudian memutuskan untuk menemui Melodi di rumah sakit. Jika ia tidak bisa mempengaruhi Hito, ia berharap kali ini ia akan berhasil mempengaruhi Melodi untuk menggagalkan pernikahan itu.
Melodi yang ramah tetap menyambut Feli dengan baik ketika gadis itu menemuinya.
"Kak Feli? kenapa kau pucat sekali? apa kau sakit?" Tanya Melodi yang seketika menyadari kondisi Feli yang seperti orang sakit.
Melodi mengerutkan dahi, "Karena Kakak? memangnya apa yang Kakak perbuat kepada mu?" Tanya Melodi.
Pertanyaan Melodi baru saja Feli anggap sebagai kesempatan empuk untuk memulai akting nya. Kali ini Feli akan bersikap baik kepada Melodi dan berharap gadis itu mengasihaninya, sehingga Melodi tidak akan pernah memutuskan untuk menikahi Hito.
Feli memulai sandiwara nya dan menangis, "Melodi, kau harus menolongku, karena jika tidak mungkin aku lebih baik mati saja..hiks..hiks.." Ujar Feli.
"Kenapa Kak Feli berkata seperti itu? memangnya ada masalah apa?" Tanya Melodi.
"Aku...aku, ah....bagaimana aku harus mengatakan hal yang memalukan seperti ini kepada mu?" Ucap Feli yang semakin mendramatisir keadaan.
Melodi menjadi sedikit cemas, ia menghampiri Feli dan berkata, "Apa yang terjadi? katakanlah! jika aku bisa, mungkin aku akan menolong mu." Tanya Melodi kemudian.
__ADS_1
Batin Feli tertawa, "Ternyata mudah sekali mengelabuhi gadis bodoh ini." Gumam Feli dalam hati.
"Aku ingin mati saja Melodi, karena aku tidak akan sanggup jika harus melahirkan anak yang tidak di akui oleh ayah nya sendiri." Feli berkata sedikit histeris.
Melodi kembali mengerutkan dahi, "Anak? Kak Feli hamil?" Tanya Melodi memastikan.
Feli hanya menganggukkan kepalanya tanpa berhenti menangis.
"Apa itu anak Kak Hito?" Tanya Melodi.
Feli menangis semakin keras, ia merasa kali ini usahanya akan berhasil, "Tentu saja ini anak nya, tetapi aku sangat takut jika Hito tidak mau mengakui anak ini. Jawab Feli histeris.
Melodi melihat Feli yang yang semakin hilang kendali, ia mencoba menghentikan tingkah Feli yang mencoba memukul-mukul perutnya.
"Kak Feli, hentikan, jangan seperti itu. Jika kau benar-benar hamil, kau akan melukai anak dalam kandungan mu." Ujar Melodi.
Feli yang saat ini masih dalam kondisi lemah, merasakan pandangan nya menjadi kabur dan akhirnya pingsan tak sadarkan diri. Melodi sangat khawatir dan berusaha memapahnya, tetapi Feli benar-benar pingsan dan tak mungkin bisa berjalan. Melodi hendak memanggil seseorang di luar ruangannya, pasa saat yang bersamaan ada Albert yang baru saja tiba.
"Albert, syukurlah kau datang, ayo bantu aku!" Melodi segera meminta Albert untuk membantunya membawa Feli ke ruang perawatan.
Albert cukup terkejut ketika mendapati Feli yang tengah pingsan kemudian ia bertanya kepada Melodi, "Bukankah dia Nona Feli? kenapa dia sampai pingsan di ruangan mu?" Tanya Albert.
"Kau mengenal nya? aku akan menceritakan nya nanti, bisakah kita bawa dulu dia ke ruang perawatan? kondisinya saat ini sangat lemah dan aku akan memeriksanya." Jawab Melodi.
Albert mengikuti saran Melodi dan membawa Feli ke ruang perawatan yang letaknya paling dekat dengan ruangan Melodi.
Melodi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap Feli, bukan hanya untuk membuat gadis itu sadar, akan tetapi sekaligus ingin mengetahui kebenaran bahwa saat ini Feli memang tengah mengandung.
__ADS_1
Bersambung...