
Hari ini Feli sangat bersemangat karena semalam ia mendapatkan pesan dari Hito yang meminta bertemu di taman kota. Feli yakin Hito telah mendengar tentang kehamilannya dan hendak bertanggung jawab, itu berarti sebentar lagi impian Feli untuk memiliki Hito akan terwujud.
Feli merias diri dengan baik untuk menutupi wajahnya yang masih sedikit pucat. Senyuman tak henti menghiasi bibirnya setiap ia membayangkan setiap saat yang akan ia lalui bersama Hito setelah mereka bersatu.
"Hari ini akan menjadi awal yang baru dari perjalan cinta kita, Hito." Gumam Feli.
Feli sesaat mengelus perutnya, pada akhirnya Feli sangat bersyukur karena Albert membuatnya hamil, dengan demikian, Feli memiliki alasan untuk menjerat Hito kedalam pelukannya.
Feli melihat jam di tangannya, saat ini sudah pukul setengah lima sore, sedangkan Hito mengatakan akan menemuinya di taman kota pada pukul lima. Ingin sekali Feli berlari agar cepat-cepat sampai ketempat mereka bertemu, tetapi mengingat kondisinya yang tengah hamil, Feli memilih untuk lebih berhati-hati. Mengingat bayi dalam kandungannya adalah kunci untuk mendapatkan Hito, Feli bertekad akan menjaga anak itu selayaknya ia menjaga sesuatu yang amat berharga.
Senyuman Feli memudar ketika dirinya melihat seseorang yang ia kenal saat ini tengah bercakap bersama Ayah nya di ruang tamu.
"Albert? untuk apa dia datang? atau jangan-jangan..." Wajah Feli menjadi pucat pasi ketika membayangkan kemungkinan buruk bahwa Albert telah memberitahukan hubungan mereka berdua kepada Ayahnya.
Albert dan Leo menyadari kehadiran Feli, Albert menyapa Feli dengan senyum lembut seperti tak pernah terjadi sesuatu, sedangkan sikap Leo menggambarkan sesuatu yang sebaliknya. Tampak sekali kekesalan di wajah Leo, seperti ia sedang menahan amarah.
"Hallo Feli, bagaimana kabarmu? sepertinya kau sudah lebih baik." Sapa Albert. Albert memperhatikan penampilan Feli yang sudah rapi kemudian bertanya, " Kau sudah cantik seperti ini, apa kau hendak pergi?"
"Bukan urusan mu!" Dengus kesal Feli.
Albert tersenyum tipis, ia mengalihkan pandangannya kepada Leo yang memang tampak sedang menahan amarah.
"Fellicia...kembali ke kamar mu!" Seru Leo tiba-tiba.
Feli tersentak kaget, ia masih berpikir keras dengan apa yang sebenarnya membuat Leo tiba-tiba seperti marah besar.
__ADS_1
"Tapi, Ayah. Aku sudah berjanji kepada Hito untuk menemuinya. Hito pasti sedang menungguku." Jawab Feli sedikit terbata.
Leo mengepalkan tangan nya, ia sungguh tak habis pikir dengan jalan pikiran Feli yang masih merasa tak bersalah.
"Apa perlu aku membentak mu dua kali agar kau kembali ke kamar mu sekarang?" Leo semakin tersulut kemarahannya ketika Feli masih berani menyebut nama Hito setelah apa yang ia dengar dari Albert.
***
Sepulangnya Albert dari rumah sakit miliki Melodi, Albert mulai menyusun rencananya untuk menangani Feli. Albert telah berjanji kepada dirinya sendiri, tak akan membiarkan wanita licik seperti Feli membuat masalah dalam kehidupan Melodi. Albert memiliki kenangan buruk ketika istri baru dari Ayahnya yang ternyata seorang wanita ular yang menyamar dan dengan liciknya menghalalkan segala cara hinga akhirnya mereka harus kehilangan Caren. Kali ini, Albert tak akan membiarkan Feli berbuat seperti Ibu tiri nya yang jahat dan dapat menghancurkan kebahagiaan Melodi yang pada kenyataannya adalah Caren.
Albert mendapatkan seluruh informasi tentang Feli dari asistennya, Roy. Albert segera mendatangi alamat kediaman Feli yang diberikan Roy.
"Roy, temui aku ke alamat ini sekitar dua jam lagi! Bawa dua orang pelayan wanita yang biasa mengurus Ibu hamil." Titah Albert kepada Roy.
Roy mengangguk setuju dan hendak berpamitan, tetapi Albert kembali memberi perintah, "Belikan semua kebutuhan Feli hingga pakaiannya. Aku akan membawa gadis licik itu pulang bersama ku. Kita akan pulang malam ini juga."
"Baik Tuan, saya akan mempersiapkan semuanya." Jawab Roy seraya membungkuk memberi hormat kepada Tuan nya.
Kedatangan Albert di terima oleh Leo dengan sedikit dingin. Leo mengerutkan dahi nya ketika seorang pria asing yang tampak sudah mengenalnya dan mengatakan ingin membicarakan sesuatu yang penting.
"Tuan Leo, maafkan atas kedatangan ku yang tiba-tiba. Aku Albert Adalard, seorang berkebangsaan Prancis." Albert mengulurkan tangan nya untuk menjabat tangan Leo. "Tuan, mungkin Anda tidak mengenal ku, tetapi aku datang untuk membicarakan sesuatu yang penting yang berhubungan dengan putri Anda." Lanjut Albert ketika melihat sikap Leo yang kurang bersahabat.
Leo mengerutkan dahi ketika Albert mengatakan tentang Feli, "Putri ku? apa yang kau maksud adalah Feli?" Tanya Leo memastikan tamu asing dihadapannya tidak salah alamat.
Albert mengangguk, "Benar Tuan, aku dan Nona Feli memiliki suatu hubungan, dan ingin membicarakan nya dengan mu." Sahut Albert membenarkan pertanyaan Leo.
__ADS_1
Leo semakin bingung dengan pengakuan Albert, tetapi jika benar mereka memiliki hubungan, lantas apa yang membawa Albet begitu berani menemuinya dan ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan nya.
Akhirnya Leo tak urung mempersilahkan Albert masuk dan mengajaknya berbicara di ruang tamu.
Albert bertanya tentang Feli sesaat ia duduk di kursi tamu, "Tuan, apa Feli ada?" Tanya Albert.
Leo mengangguk dan menjawab, "Feli sedang di kamarnya, beberapa hari ini ia sedang tidak sehat." Jawab Leo.
"Sedang tidak sehat? apa itu dikarenakan Feli yang tengah hamil muda, Tuan?" Albert menanyakan sesuatu yang membuat Leo tersentak kaget mendengarnya.
"Kau? siapa kau sebenarnya? dari mana kau tahu tentang kehamilan putri ku?" Sikap Leo menjadi tidak ramah kepada Albert. Leo merasa ada sesuatu yang tidak beres dan kedatangan Albert yang tiba-tiba ini bukanlah sesuatu yang baik.
Albert menyikapi sikap Leo dengan tenang, "Tuan, tenanglah! Aku bersedia menceritakan semuanya, karena untuk tujuan itulah sebenarnya aku datang menemui Anda." Albert berusaha menenangkan Leo.
Leo yang sempat bangkit, kembali duduk. Lelaki asing di hadapannya masih terlihat tenang, untuk itu Leo harus bersikap yang sama dan tidak ingin mudah terpancing olehnya.
"Jika kau memang memiliki niat baik, katakanlah dan tak perlu banyak basa-basi!" Ujar Leo yang hampir kehilangan kesabarannya.
Albert mengangguk tipis, ia menyerahkan selembar kartu nama miliknya kepada Leo.
Dari kartu nama itu Leo mengetahui identitas Albert, "Dokter Albert Adalard? pemilik rumah sakit Internasional Adalard Healthy Family?" Karena pengalamannya ikut menangani urusan rumah sakit milik keluarga Mahendra, Leo langsung mengenali rumah sakit milik Albert yang memang merupakan salah satu rumah sakit dengan reputasi terbaik di dunia.
Sikap Leo kepada Albert menjadi sedikit berubah, setidaknya Leo meyakini Albert adalah seorang dokter yang berpendidikan tinggi dan tak akan bertindak bodoh hanya untuk berurusan dengan keluarga nya.
Setelah sikap diantara keduanya mulai mencair, barulah Albert menceritakan sedikit demi sedikit hubungannya dengan Feli. Albert menceritakan tentang tujuannya datang ke Negara ini hingga awal pertemuan nya dengan Feli.
__ADS_1
*Bersambung....