Terjerat Perjodohan

Terjerat Perjodohan
Teka teki


__ADS_3

"Pengunjung sepi mbak" ucap Anya dengan nada khas takut-takut miliknya.


"Nggak apa-apa Nya, yang namanya bisnis kan memang ada pasang surutnya. Kita hadapi saja"


"Tapi mbak Sasa" Kali ini Wiwi yang bersuara dengan sorot serius. "Mengenai gosip itu gimana mbak?"


"Benar waktu itu aku keluar dari kamar hotel bersamaan dengan mas Aksa, tapi kalau untuk selingkuh apalagi berhubungan badan itu nggak bener"


"Syukurlah kalau emang nggak benar, aku geram soalnya mbak, sama netizen yang komentarnya pedas"


Aku tersenyum kecut merespon ucapan Wiwi. Jika dia geram, apalagi aku yang jelas-jelas komentar itu di tujukan untukku.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam" aku Wiwi dan Anya nyaris bersamaan menjawab salam yang ternyata dari abangku.


"Bang Emir" Aku langsung mengecup punggung tangannya begitu pria tampan ini memasuki restauranku.


Aku yakin dia mau nanyain kebenaran video yang beredar saat ini.


"Duduk bang"


Setelah aku dan bang Emir sudah duduk di salah satu kursi pengunjung, tatapannya seolah mengintimidasiku untuk menjelaskan sesuatu. Aku sangat paham dengannya yang nggak banyak tanya. Dan selalu melemparkan tatapan tajam seperti ini jika dia meminta penjelasan.


"Abang udah tahu tentang video itu?" tanyaku ragu.


"Memangnya apalagi? apa ada video lain antara kamu dengan Aksa sebelum menikah?"


Mendengar pertanyaannya, Reflek aku menelan salivaku sendiri.


"Sekarang jelaskan tentang video itu, abang pengin tahu"


Aku menimbang-nimbang antara memberitahukannya atau enggak, jika aku berkata jujur, itu sama saja menjebloskan nama baik mas Aksa yang sudah membeli seorang gadis untuk menemaninya di hotel. Jika aku nggak jujur dan mengarang cerita, aku nggak tahu harus mulai dari mana?


Menghirup napas dalam-dalam, aku mencoba menetralisir rasa gugupku di hadapan bang Emir.


"Begini bang" Aku menjeda kalimatku sejenak, dengan sorot mata lekat menatap bang Emir yang juga sedang menatapku."Aku jelasinnya nanti saja ya, tunggu mas Aksa"


"Kenapa?" potong bang Emir tanpa berkedip.


"Ya biar nanti mas Aksa yang jelasin"


"Kamu nggak bisa jelasin?" tanya abang dengan nada dingin khas miliknya.


"Tunggu mas Aksa saja bang, biar kami sama-sama jelasinnya"


"Dua orang dewasa laki-laki dan perempuan berada di dalam kamar yang sama" Gerutunya. "Ngapain?"

__ADS_1


"Abang jangan suuzon bang, aku sama mas Aksa nggak ngapa-ngapain"


"Tapi setiap orang beda-beda Sa, mereka pasti nyangka yang enggak-enggak"


"Ya biarin aja bang, faktanya kan nggak gitu"


Hening. Kami sama-sama nggak bersuara, yang kami lakukan hanya saling beradu pandang.


"Tolong bilangin papi sama mami ya bang, supaya jangan percaya dulu sama video yang hanya sebagian itu" kataku memecah kesunyian. "Nanti kalau mas Aksa sudah balik, kami akan jelaskan sama-sama"


"Tapi gimana dengan kamu, kamu nggak apa-apa kan?"


"Kalau di bilang nggak apa-apa, nyatanya psikisku sedikit kacau bang" ucapku memelas, berharap bang Emir iba denganku dan bisa membelaku nanti jika papi dan mami marah.


"Ya udah si, jangan di pikirin kalau emang nggak benar"


"Tapi tolong ngomong ke papi sama mami ya bang, takutnya mereka marah sama aku"


"Iya nanti abang ngomong pelan-pelan ke papi"


"Makasih ya bang"


Bang Emir menganggukan kepala pelan, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh restauran yang tampak sepi. Hanya satu dua pengunjung yang terlihat saat ini.


"Nggak apa-apa restauran sepi Sa?"


"Nggak apa-apa, lagian cuma yang di Jakarta aja omset menurun, tapi yang di Singapura dan jepang, alhamdulillah meningkat"


Hari-hari aku jalani seperti biasa, dan baru kali ini sepanjang hidup aku merasa kesulitan. Tapi walau bagaimana aku harus menghadapi tatapan sebal dari orang-orang yang enggak suka dengan kelakuanku dan mas Aksa. Kelakuan yang menurut mereka di luar batas dan menyakiti idola mereka. Padahal apa yang mereka kira sama sekali nggak benar.


Tapi sesuai perintah mas Aksa, aku harus bisa cuek dan nggak peduli dengan berita miring tentangku dan mas Aksa.


Soal kakek dan keluargaku, mas Aksa sudah bilang akan menjelaskan setelah pulang dari Papua.


Aku sempat terkejut ketika mbak Sesil bilang bukan dia yang menyebarkan video itu. Memang sebelumnya dia meminta mas Aksa untuk mengakui perselingkuhan yang nggak kami lakukan, jika kami menolak, Sesilia mengancam akan menyebarkan video itu lengkap dengan kondisi diriku yang saat itu di tuntun oleh dua orang suruhan mas Aksa menuju kamar hotelnya. Tapi setelah mas Aksa bicara dengannya sebelum berangkat ke Papua, mas Aksa balik mengancam dengan video Sesil yang tengah bercumbu dengan Satria.


Mas Aksa bilang saat itu mulut Sesil terkatup rapat, bahkan nggak nyangka kalau mas Aksa memiliki rekaman video yang mas Aksa rekam secara diam-diam saat memergokinya di kamar hotel bareng Satria.


Kini, aku, mas Aksa dan mbak Sesil, tengah berbincang melalui panggilan c**onference. Aku hanya menjadi pendengar di antara mereka.


"Kamu harus memulihkan nama baikku dan istriku Sil? ucap mas Aksa yang nggak aku tahu seperti apa ekspresinya.


"Kalau tidak, aku akan menyebarkan videomu" lanjutnya tenang. "kamu sudah melanggar perjanjian kita waktu itu"


"Tapi bukan aku Aksa, aku juga nggak tahu bagaimana video kalian bisa tersebar"


"Kamu nggak usah mengelak, hanya kamu pemilik video itu kan?"

__ADS_1


"Memang, tapi bukankah aku dapat video itu dari hotel tempat kamu menginap dengan Khansa, itu artinya ada kemungkinan pihak hotel yang sudah menyebarkannya?"


Alih-alih menjawab, mas Aksa justru mengatakan hal lain.


"Sekali lagi aku bilang" ucap Mas Aksa dengan nada tegas. "Aku nggak sengaja menginap dengannya, itu hanya kesalahpahaman kecil. Aku sama sekali belum mengenal istriku waktu itu, jadi stop menuduhku selingkuh dengan istriku"


Entah apa maksud mas Aksa, dia lebih sering menyebutku dengan istriku di depan mbak Sesil ketimbang menyebut namaku.


"Lagi pula untuk apa pihak hotel menyebarkan video pengunjung hotel mereka. Bukankan itu privasi, dan kalau benar, bukankah itu melanggar?" kata mas Aksa lagi.


Sekali lagi, aku nggak berani ikut ngomong karena mas Aksa melarangku, dia hanya menyuruhku untuk mendengarkan saja.


"Tunggu" kata Sesilia tiba-tiba, dari nadanya, sepertinya mbak Sesil ingat akan sesuatu.


"Sebelumnya aku bertemu dengan Gina, apa mungkin dia yang mencuri dari ponselku?"


"Gina?" sahut Mas Aksa.


Aku pun tak kalah terkejut, dan entah kenapa kali ini aku percaya dengan Sesil.


"Aku nggak yakin si, tapi pas aku ketemu dengannya, aku sempat meninggalkan tas berisi ponselku, dan malam harinya dia mengancamku dengan video yang sudah dia curi dari ponselku, dia mengancam akan menyebarkan videoku jika aku dan teman-temanku berhenti langganan di tokonya"


Mendengar ucapan mbak Sesil, aku jadi ingat alasan mbak Gina membenciku.


"Kamu tahu sendiri kan, kalau pelanggan di toko Gina sebagian dari teman-teman dan juga fansku, karena sebelumnya aku sempat mempromosikannya besar-besaran" tambah mbak Sesil, sementara aku dan mas Aksa hanya diam sambil mendengarkan dengan baik.


"Memang si aku sempat bilang ke teman-teman untuk berhenti beli di tokonya, tapi aku nggak pernah menyangka kalau Gina akan berbuat itu padaku, dan mulai hari itu, aku kembali mempromosikan dagangannya"


"Aku nggak mau tahu, entah itu Gina atau siapa yang menyebarkan video itu, tapi aku minta, kamu bisa kasih penjelasan apa saja ke public yang kiranya mampu membersihkan nama baikku dan istriku" itu kata mas Aksa.


"Sekali lagi, aku dan Istriku nggak pernah selingkuh, dan nggak pernah secara sengaja menginap di hotel" imbuhnya. "Perselingkuhan antara aku dan Istriku itu nggak ada sama sekali, jadi berhenti berprasangka"


Bersambung...


Waaahh udah di episode 30+ si Sasa, masih mau di lanjut apa stop aja?" 😀😀


Yang udah baca dan nggak kasih like, makasih ya.


yang bacanya terus tekan like, makasihnya banyak-banyak.


Yang udah kasih dukungan, dan vote, makasihnya banyak-banyak-banyak, nanti di ahir cerita ada hadiah dari Aksa dan Sasa ya, sebagai bentuk apresiasi dariku karena sudah memberi dukungan. Aku akan pilih 3 orang saja dengan dukungan terbanyak...


Mengenai hadiah dari Aksa dan Sasa, di umumin lagi nanti setelah tahu siapa pemberi dukungan terbanyak, biar aku bisa pilih hadiah yang sesuai dengan Gender atau usianya 😉😉😉


Maaf juga Up nya agak telat, sibuk banget sampai bingung mau ngerjain yang mana dulu... 😀😀


__ADS_1


Kemas parcel lagi banyak-banyaknya... yang mau bantuin boleh banget..hayuukk datang ke rumah


Suroboyo


__ADS_2