Terjerat Perjodohan

Terjerat Perjodohan
Slow down baby


__ADS_3

Setibanya di apartemen, Setya yang mengantar Anya, memilih menjernihkan pikiran di sana terlebih dulu sebelum kembali ke rumah.


Anya langsung masuk ke kamar begitu memasuki unit apartemen milik Setya. Meninggalkan pria itu di sofa ruang tamu.


Hingga pukul satu dini hari, Ia yang tertidur di sofa, di kagetkan oleh ponselnya yang berdering.


Mama Calling....


"Kamu dimana?"


"Masih di apartemen mah"


"Pulang sekarang Ita kebangun dan mencarimu"


Mendengar ucapan sang mama yang sepertinya mendesak, Setya langsung bangkit dan segera pulang ke rumah kakek.


"Papah"


"Kenapa? kok bangun?"


"Mama mana?" tanyanya parau.


"Mama masih sibuk" jawab Setya tersenyum, lalu membawa Ita duduk di kursi yang tidak jauh dari ranjang. Tangan Setya bergerak menyisihkan anak rambut Ita yang sedikit basah karena keringat.


"Papa dari mana? Ita mau bobo sama papa, pas Ita bangun papa nggak ada"


"Papa antar aunty Anya"


"Aunty Anya pulang?" tanya Ita yang berada di pangkuan Setya dengan posisi menghadap padanya.


"Iya"


Mata hazel Ita menatap Setya penuh lekat, detik berikutnya tangan mungilnya menangkup wajah papahnya.


"Mama sibuk pergi sama pak polisi, aunty pulang, aunty Sasa bobo, terus Ita sendiri, Ita kangen papa" celotehnya yang membuat Setya terharu.


"Ok sekarang bobo lagi yuk papa temani"


*****


Usai menidurkan Ita, Setya melangkah ke kamar tamu di mana mamahnya tidur di sana saat ini. Tapi ketika dia membuka pintu, tak ada mamahnya di atas ranjang.


Setya mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, ia tak menemukan sosoknya di manapun. Ketika sepasang matanya menatap pintu balkon yang sedikit terbuka. Samar ia melihat bayangan seorang wanita, bisa di pastikan bahwa itu adalah sang mama.


Berjalan perlahan, Setya menghampiri Ami yang tengah duduk di salah satu kursi sambil bersedakap. Pandangannya lurus menatap ke arah pagar keliling setinggi tiga meter.


"Mamah nggak tidur?"


Sempat kaget, Ami lalu menatap Setya dengan sorot sendu.


"Duduk nak" perintah Ami yang membuat Setya tertegun.

__ADS_1


Setya melihat mamahnya sekilas, lalu menuruti perintahnya tanpa mengatakan apapun.


"Kamu nggak apa-apa?"


"Maksud mama?"


"Apa kamu nggak merasa sakit, sudah di khianati Gina?"


Terdiam sejenak, sebelum kemudian menjawab pertanyaan mamahnya.


"Awalnya sakit mah, tapi perlahan sakit itu sembuh dengan sendirinya"


"Yakin?"


"Mamah sendiri bagaimana?"


Menarik napas panjang, Ami mengeluarkan perlahan. "Mama nggak merasa sakit ketika dia menghianati mama" Ucapnya pelan, dengan pandangan tertunduk menatap jemarinya yang saling bertaut. "Tapi mama sakit ketika tahu Gina menghianatimu. Mama bisa terima Rendi menghianati mama, yang nggak bisa mama terima, kenapa harus dengan istrimu"


"Dan di situ aku tahu mah, kalau Gina sama sekali tidak mencintaiku, bahkan dari pertama pernikahan kami, dia hanya berpura-pura. Mama jangan khawatir, aku sudah tidak apa-apa"


"Tapi matamu nggak bisa membohongi mamahmu"


Tersenyum getir, Setya merespon ucapan sang mama. "Lalu aku harus bagaimana mah"


"Obati hatimu"


Detik itu juga, Setya mencari manik hitam milik Ami. Berusaha menyelami untuk mencari maksud dari perkataannya.


"Anya"


"Kamu ngapain tadi di apartemen? kenapa nggak langsung pulang pas ngantar dia?"


"Tadinya cuma singgah sebentar mah, tapi malah ketiduran"


"Anya itu gadis berhijab, seharusnya kamu tak perlu singgah meskipun hanya sebentar. Apapun alasannya, kalian bukan muhrim, tidak pantas berada dalam satu atap, apalagi kalian dua orang dewasa dan kamu baru saja berpisah dengan istrimu"


"Apa mamah sedang menuduhku?" tanyanya menyelidik.


"Mama hanya mengingatkan, lain kali jangan mampir barang sejenak"


"Tapi dia juga tidak apa-apa kok mah, malah dia langsung masuk kamar dan menguncinya, sementara aku di sofa ruang tamu"


"Bukannya dia tidak keberatan, hanya saja dia merasa tidak enak jika menyuruhmu pulang sedangkan itu apartemen milikmu"


"Begitu ya mah" sahutnya menunduk.


"Sepertinya Ita nyaman dengannya, apa mama lamarkan dia untukmu?"


Mendengar ucapan Ami, Setya yang tadinya menunduk, kini mendongak dan memalingkan wajahnya ke arah sang mama. "Mah, aku baru saja berpisah, masih belum memikirkan soal itu"


"Tapi mama belum bisa tenang kalau kamu masih seperti ini, mama akan tenang jika kamu benar-benar sudah tidak memikirkan Gina"

__ADS_1


"Aku juga sudah tidak memikirkannya mah"


"Tapi mamah tidak percaya, mama yakin dalam kesendirianmu, kamu masih memikirkan dia"


"Tapi ini terlalu cepat mah. Takutnya Anya menganggap hanya di jadikan pelarianku"


Ami mengernyit tajam. Menatap sang putra penuh selidik. "Apa kamu mencintainya?"


"Hah?"


"Kenapa bilang ini terlalu cepat, Apa kamu berniat menikahinya kelak"


"B-bukan begitu mah"


"Kalau iya mama setuju. Mama bahagia kalau kamu bahagia. Secepatnya mama akan melamar Anya untukmu"


"Slow down baby" desis Setya yang membuat Ami tersenyum.


"Please Setya, mamah suka sama Anya" ucapnya penuh harap.


"Don't show your puppy eyes mama. Ini terlalu cepat"


"Pria tidak ada masa iddah, lebih cepat lebih baik, dari pada jadi fitnah"


"Lebih baik mama tidur lagi sekarang dari pada bicara yang aneh-aneh"


Alih-alih menuruti perintah anaknya, Ami justru mengatakan sesuatu yang membuat Setya mengurungkan niat untuk bangkit dari duduknya.


"Kamu harus bahagia Setya, kamu harus secepatnya mendapatkan pendamping hidup agar bisa secepatnya melupakan Gina, untuk mengalihkan perhatian Ita juga, agar dia tidak terus mengingat Gina"


"Lalu bagaimana dengan mama? Aku yakin mama juga sangat terpukul dengan pengkhianatan Rendi"


"Tapi obat mama hanya melihatmu bahagia. Dan rasa sakitmu akan sembuh dengan kehadiran pendamping dalam hidupmu"


"Tapi usia kami terpaut sangat jauh mah, pasti dia akan mencari yang jauh lebih muda dariku"


"Usia bukan ukuran, kakek sama nenek saja terpaut 13 tahun"


"Oh ya?"


"Hem, memangnya kamu sama Anya selisih berapa tahun?"


"Sembilan tahunan mah"


"Ah tidak masalah" balasnya seraya berdiri. "Tidurlah, sudah mau pagi"


Bersambung..


Makasih yang sudah dukung ya, dukungan terbanyak nanti aku umumin di akhir bulan.


Aku kasih gift spesial dari Aksa dan Khansa.

__ADS_1


Masih ada drama sedikit tentang penangkapan Linda, pernikahan Setya, dan Kelahiran anak pertama Sasa dan Aksa...


Matur suwun nggih...💝💝💝💝


__ADS_2