Terjerat Perjodohan

Terjerat Perjodohan
Pengkhianatan Rendy dan Gina


__ADS_3

Aku terpaku dengan sorot tak percaya saat melihat rekaman video yang Hanan kirim ke ponselku.


Di sana terlihat sangat jelas bahwa mbak Gina dan om Rendi tengah melakukan makan malam di restauran hotel tempat mereka menginap.


Awalnya Hanan memberitahukan bahwa om Rendi nggak menginap di kamar yang Fajar pesan. Dan saat itu juga rasa putus asaku lenyap seketika karena nggak bisa mengawasi om Rendi. Dimana om Rendi menginap di hari pertama dia sampai di Singapura?


Pertanyaan yang membuat aku nggak bisa tidur semalaman karena terus memikirkannya.


Dan kini aku sudah bisa menyimpulkan bahwa di malam pertama, pria itu menginap di hotel yang mbak Gina tempati. Karena di hari berikutnya, aku dapat laporan bahwa Hanan tak sengaja berpapasan dengan om Rendi dan mbak Gina yang akan menuju ke kamarnya. Sontak Hanan langsung mengikutinya hingga sampai ke kamar yang sudah Fajar pesankan untuk om Rendy.


Tinggal selangkah lagi Dandelion akan menjadi milik kita sayang. Kita hanya perlu mendapatkan tanda tangan dari pria tua dan dokter bodoh itu sekali lagi, karena beberapa tanda tangan untuk surat kuasa kepemilikan, sudah kita dapatkan.


Dalam video yang sedang aku putar saat ini, pria itu mengatakannya pada mbak Gina yang tengah tersenyum tanpa cela.


Dan sambil menunggu daddy dapat tanda tangan dari mereka, daddy masih bisa menggelapkan dana perusahaan itu kan?


Tentu bisa, tapi untuk bulan ini nggak bisa karena si Fajar mencurigai kejanggalan laporan laba di bulan lalu, jadi bulan ini daddy harus waspada dan nggak ambil sebagian keuntungan mereka dulu.


Tapi bulan depan harus bisa ya, karena modal aku di butik semakin menipis, daddy tahu kan kalau butikku saat ini mendadak sepi gara-gara artis bodoh itu mempengaruhi teman-temannya untuk tidak membeli padaku.


Tapi bukankah waktu itu kamu bilang dia akan kembali mempromosikan daganganmu lagi setelah kamu mengancamnya dengan videonya yang tanpa busana?


Iya, dia memang sudah mempromosikan tapi hanya sebagian konsumen yang datang, nggak kaya dulu. Dan sekarang aku justru sangat membencinya, karena dia sudah berani meluruskan tentang berita Aksa dan Khansa yang sudah aku sebar. Tadinya aku berharap berita itu akan heboh hingga berminggu-minggu, yang nantinya akan membuat pasangan suami istri itu jadi nggak konsen. Sementara para dokter dan kolega-kolega kakek pasti akan memandang rendah kelakuan Aksa, pasti Kakek dan Aksa akan memusingkan berita itu, dan Daddy bisa lebih fokus ke rencana daddy untuk mendapatkan tanda tangan itu, tapi Sesilia malah menggagalkan rencanaku.

__ADS_1


Daddy janji setelah Dandelion group menjadi milik kita, kita akan tenggelamkan popularitas Sesilia, biar dia tahu rasa.


Setelah Daddy berhasil, harus bercerai juga dengan Ami, aku nggak mau kalau harus berbagi cinta dengan wanita tua itu, apalagi kalau dia sok manja sama daddy di depanku, itu seperti memantik rasa cemburuk**u, tahu nggak?


Memangnya daddy nggak cemburu saat kamu berpura-pura romantis dengan Setya?.


Ya harusnya daddy nggak perlu cemburu, karena aku cintanya cuma sama daddy. Daddy satu-satunya pria yang membuatku nyaman dari semenjak SMA. Semenjak jadi sugar babynya daddy.


Lalu kita akan resmikan pernikahan kita sayang.


Janji ya


Daddy janji karena sampai detik ini, daddy masih sangat mencintaimu, dan nggak akan mencintai gadis lain.


Setelah melihat dan mendengarkan video itu, entah kenapa aku jadi merasa jijik dengan mereka berdua. Dan yang nggak aku habis pikir, hubungan mereka sudah sangat lama, bahkan semenjak mbak Gina masih SMA dan menjadi sugar babynya, tapi gelagat mereka masih aman sampai detik ini. Mereka benar-benar cerdik hingga bisa menyembunyikan kebusukannya selama bertahun-tahun.


Tampak om Rendi tengah berpamitan pada mbak Gina. Mereka berpisah di bandara karena om Rendi akan pulang terlebih dulu.


Hati-hati ya dad, kita bertemu lagi di rumah, dan jangan mau di ajak berhubungan badan sama Ami setelah dua hari nggak bertemu.


Kamu juga nggak boleh sering-sering melakukannya dengan Setya.


Meskipun rekaman itu di ambil dari jarak yang nggak terlalu dekat, dan suara berisik karena saking banyaknya orang yang lalu lalang di area sekitar, tapi tetap saja aku masih bisa mendengarkan percakapan mereka samar-samar, aku pun mengulangnya berkali-kali untuk mendengarkan lebih jelas apa yang mereka katakan, bahkan aku sampai menempelkan ponsel di telingaku, demi untuk memperjelas apa yang terucap dari mulut mereka.

__ADS_1


Enggak daddy, aku selalu pintar mencari alasan jika pria bodoh itu meminta haknya.


Usai mengatakan itu, di dalam video Gina tampak mendekatkan wajahnya ke om Rendy. Aku memalingkan wajah ketika pasangan menjijikan itu dengan nggak tahu malunya saling menempelkan bibir di depan umum untuk perpisahannya. Rasanya, seperti ada yang mencubit hatiku jika harus melihat penyatuan bibir mereka. Aku merasa kasihan sekaligus iba terhadap ibu dan anak yang sudah di khianati oleh mereka. Padahal, kasih sayang dan cinta yang tante Ami dan mas Lasetya berikan sangat tulus.


Sandiwara yang mereka lakukan benar-benar apik dan sempurna. Sampai mas Setya jarang mendapatkan haknya sebagai suami, padahal yang ku tahu, di usia mas Setya yang jarak usianya hanya terpaut empat tahun dengan mas Aksa, g@irah itu sedang meletup-letupnya. Seperti mas Aksa yang jika nggak aku penuhi keinginannya, pasti akan uring-uringan dan merasa pusing sebab kebutuhan biologisnya nggak terpenuhi.


Dering ponsel membuyarkan lamunanku, saat fokusku ku arahkan ke layar ponsel, panggilan atas nama Hanan muncul, dan aku segera menggeser tombol hijau ke arah kanan.


"Assalamu'alaikum bu" Sapanya ramah, semenjak aku menegur dia untuk mengucapkan salam setelah menjawab telfon, dia langsung melakukannya dan selalu mengucapkan dengan nada sopan.


"Waalaikumsalam, gimana Han?"


"Pria itu sedang melakukan boarding pas, dan si wanitanya akan keluar dari area bandara. Apa yang harus saya lakukan selanjutnya bu?"


"Kamu sudah pesan tiket untuk kembali ke Jakarta?"


"Belum bu"


"Kalau gitu kamu awasi dulu mbak Gina selama di Spore"


"Siap" Sahutnya singkat. "Saya tutup dulu bu, assalamualaikum"


Setelah menjawab salam dan memutus panggilan, aku kembali pada aktifitasku di restauran.

__ADS_1


Aku nggak akan memberitahu mas Aksa terlebih dulu karena dia sangat ceroboh dan nggak sabaran, takutnya dia emosi dan akan bertindak di luar kendalinya. Aku akan main cantik untuk melawan mereka, Akan ku susun rencana secerdik mungkin untuk membalas perbuatannya. Mereka harus mendapatkan hukuman atas semua yang sudah mereka lakukan pada keluarga suamiku.


BERSAMBUNG....


__ADS_2