
Untuk pertama kalinya mereka melaksanakan makan malam dalam diam, bahkan tidak banyak makanan yang masuk kedalam perut mereka karena tak ada nafsu makan barang sedikit. Hanya saja, karena makanan sudah terlanjur di masak, mau tidak mau mereka harus memakannya meski sedikit.
Selama sesi makan malam dalam diam, Sesekali Sasa melirik ke arah Setya dan Anya yang duduk di depannya.
Tampak disana Anya dan Setya sedang terlibat pembicaraan dengan suara sangat lirih. Sampai Khansa memasang pendengaran baik-baik pun obrolan mereka tetap tak bisa di dengar oleh telinganya.
Apa yang mereka bicarakan, kenapa aku bisa sampai penasaran begini?
Khansa membatin.
Apa mereka sedang membicarakan soal cinta, mengingat akhir-akhir ini mereka sering menghabiskan waktu bersama. Ita yang selalu minta di temani Anya untuk jalan-jalan, Ita juga yang sering minta main ke Apartemen papahnya karena di sana ada Anya.
Aahh apa mereka saling jatuh cinta?
Melihat bagaimana sikap Setya dan Anya, Khansa pun memiliki ide untuk menjodohkan mereka.
"Tapi cocok juga Sa" bisik Aksa tak mau kalah dengan Setya dan Anya yang juga sedang saling berbisik.
"Jodohin aja mas" balas Khansa juga berbisik.
"Ogah, emangnya aku biro jodoh, iya kalau mereka mau, kalau enggak?"
"Ya kali aja mau, kaya kamu yang mau di jodohin sama aku"
"Kan memang aku udah cinta sama kamu sejak kamu nabrak mobilku"
"Ah bicara soal itu aku jadi ingat tentang penipuanmu. 50 juta"
"Uang itu sudah di kembalikan loh Sa, bahkan sekarang kamu yang mengendalikan dompetku"
Khansa tersenyum merespon ucapan suaminya.
"Aku jadi penasaran, kira-kira mereka lagi bisik-bisik apa" Khansa masih berbisik tepat di telinga Aksa.
Aksa merespon ucapan Khansa dengan bahasa tubuhnya mengedikkan bahu.
__ADS_1
Selesai makan malam dalam diam, keluarga Rudito duduk di ruang tengah.
Khansa dan Aksa duduk bersebelahan seperti kakek dan nenek. Begitu juga dengan Setya dan sang mama. Sementara Anya duduk sendiri di single sofa dengan perasaan gugup campur malu.
"Apa yang kalian sembunyikan dari kakek?" Tanyanya memecah keheningan.
Alih-alih menjawab, Aksa justru menekan tombol on pada remot tv yang memang sudah di seting sebuah rekaman rahasia tentang kejahatan Rendi sejak sepuluh tahun lalu.
Percakapan dalam video itu, membuat kakek Rudito geram, sekaligus menyimpan tanya.
Apa yang membuat Rendi melakukannya? dengan kata lain apa motifnya?
Video lain menunjukan Gina tengah menempelkan bibir pada bibir Rendi di Bandara Changi Singapura, membuat wajah Ami kian memanas dan rahangnya mengatup keras.
Tak hanya Ami, Kakek dan nenekpun merasa marah dan kesal pada dua orang yang berpura-pura baik di tengah-tengah keluarga mereka.
Ami yang sedari tadi menerka-nerka kenapa mereka melakukannya, kini mengerti ketika ada wanita yang tak asing baginya.
Bagi Linda, Ami adalah wanita yang sudah menggagalkan pernikahannya dengan Gani.
Beberapa video sudah mereka putar termasuk rekaman audio yang Anya rekam.
Kini video terahir mengatakan bahwa Rendilah penyebab kecelakaan pada mobil yang di kendarai oleh Raka, Shafira, dan Gani.
Shafira adalah mama Aksa yang juga ikut andil dalam mengurus perusahaan. Menantu keluarga Rudito seperti Khansa.
__ADS_1
Situasi seperti itu bahkan nyaris terulang kembali saat ini. Mereka berencana melakukan pembunuhan Dengan mengorbankan sepasang suami istri dan sepupunya yaitu Aksa, Khansa, serta Setya.
Pembunuhan yang sama persis seperti sepuluh tahun lalu, yang juga mengorbankan sepasang suami istri, dan saudara sepupunya.
Beruntung, Khansa yang memang memiliki kecerdasan dan seorang wanita tangguh, bisa menangkap gerak-gerik mereka yang menurutnya terasa Aneh.
Dari semua video dan rekaman audio yang sudah di dengar dan di lihat, kini pertanyaan kakek terjawab.
Rendi, ternyata adalah anak dari Rado Manggala. Orang yang di jebloskan ke penjara oleh kakek.
"Dulu" kata kakek setelah layar tv padam. "Saat usia Setya sekitar 15 tahun dan Aksa 11 tahun. Dandelion bangkrut sebab dananya terus di korupsi oleh Rado, papahnya Rendi. Beruntung saat itu Raka memiliki sahabat baik yaitu nak Anjar, yang tak lain adalah papahnya Khansa. Nak Anjar menyuntikan dana kepada Dandelion. Suntikan dana itu sebagai hutang tanpa bunga. Nak Anjarlah yang sudah meminjami kami modal untuk kembali mendirikan Dandelion mulai dari nol"
Hening, karena kakek tengah menarik napas.
"Kalian tahu, Shafira, Raka, dan Gani lah yang berjuang keras mendirikan kembali Dandelion, sampai ketika Rendi datang dan menjadi asisten Gani. Sampai tadi video di putar, kakek baru tahu bahwa Rendi adalah anak dari Rado. Dan niat dia adalah membalas dendam karena kakeklah yang sudah memasukkan Rado ke penjara. Dia di kabarkan meninggal di dalam sel, itu yang kakek tahu"
"Lalu siapa Linda kek? dan apa hubungan Linda dengan Rendi kenapa mereka bisa sama-sama membalaskan dendam?" tanya Setya penasaran.
"Mengenai hubungan Linda dan Rendi kakek tidak tahu Setya" balas Kakek. "Tapi soal Linda, dia adalah teman mamahmu"
Mendengar ucapan Kakek, detik itu juga Setya memindai wajah sang mama yang tengah menunduk dengan pandangan kosong.
Ia masih belum percaya jika suaminya berselingkuh dengan istri dari anak laki-laki satu-satunya.
"Linda merasa iri karena mamahmu lah yang di cintai oleh papahmu" Lanjut kakek "Linda menjebak papamu, menuduh papamu yang sudah menghamilinya, padahal papamu tidak pernah melakukannya. Disitu kakek langsung menyuruh Ami untuk memutus hubungan dengan Gani. Tapi yang namanya mamahmu, sudah sangat percaya pada papamu, papahmu juga kekeh bilang tidak pernah menidurinya, tanpa sepengetahuan kakek, Ami mencari bukti bahwa memang bukan papamulah yang menghamilinya. Mungkin karena kekuatan cinta mereka, mamahmu menemukan bukti bahwa kehamilan Linda bukanlah karena papamu, melainkan pria lain. Di situlah Ami menggagalkan pernikahan papahmu dan Linda yang nyaris terlaksana"
"Kita masih harus hati-hati dengan Linda mas" ucap Khansa.
"Polisi bilang dia tidak ada di rumahnya" sahut Aksa. "Dia sudah lebih dulu kabur, entah kemana"
"Kita harus hati-hati, kamu juga Anya" Timpal Setya menatap Anya, wanita yang belakangan ini mengganggu pikirannya, bahkan mengacak-acak jantung dan hatinya.
"Iya" jawabnya singkat.
Bersambung
Dear reders yang tercintah...
Ini cerita Setya dan Anya maunya gimana?
tahu-tahu mereka nikah dan bahagia gitu saja, atau mau di critain dikit-dikit tentang jalannya pernikahan mereka.
__ADS_1
Aku manut kalian, soalnya bentar lagi ini mau ending. 😉