Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 10


__ADS_3

"Guru, kamu sudah terdiam selama tiga puluh menit. Hal apa yang sebenarnya ingin kamu katakan hingga memanggil murid ini?" Hualing bertanya dengan sedikit keluhan meski tangannya masih menuangkan teh untuk Cao Ping.


"Anak bernama Yuan Qing itu, apakah begitu mirip dengan dewa perang Xue Yuan Qing?" Cao Ping mengambil cangkir yang telah penuh terisi teh, menyesapnya satu teguk.


"Tentu saja!" jawab Hualing sembari mengupas biji melon.


"Aku merasakan sesuatu yang tidak benar tentang bocah itu, sesuatu yang berbahaya." Lanjut Cao Ping, mengutarakan ketidaknyamanannya.


"Apa maksud guru?" Hualing bertanya kembali, sedikit tidak senang.


"Ling er, aku tahu kamu ingin bertemu kembali dengan Dewa perang Xue Yuan Qing. Namun kamu tidak dapat mengenali seseorang secara acak. Kamu mungkin tidak mempercayainya, tapi aku merasakan napas iblis darinya." Cao Ping berkata dengan perlahan.


"Tapi intuisiku mengatakan dia adalah dewaku, bukan lagi sesuatu atau seseorang yang berhubungan dengannya," jawab Hualing sembari menatap bayangannya di teh dalam cangkir. "aku dapat merasakannya."


"Orang tua ini tahu tidak akan dapat mengubah pikiranmu, tapi bisakah kamu lebih berhati-hati di lain waktu." Cao Ping tahu bagaimana keras kepala Hualing, jadi dia tidak akan memaksa Hualing untuk mempercayai ucapannya. Selain itu, sebagai mantan abadi, Hualing seharusnya dapat merasakan napas iblis jauh lebih baik darinya.


"Aku akan memikirkannya. Murid ini pamit untuk pengiriman batu roh." ucap Hualing kemudian berdiri dan pergi tanpa menyentuh teh yang telah dia tuang.


Meninggalkan Cao Ping, dia pergi menuju pintu masuk puncak bambu hijau. Meski dia tidak ingin memikirkannya, tapi pikiran itu enggan beranjak dari otaknya.


"Ah Qing! Apakah kamu menunggu lama?" Hualing mengenyahkan praduga itu dari otaknya ketika melihat Yuan Qing yang berdiri di kejauhan, bersandar pada tiang besar jembatan awan dengan dua mata terpejam.


Pria muda itu saat ini mengenakan seragam sekte biru dengan campuran putih, seragam murid dalam. Rambutnya yang panjang di ikat tinggi dengan ikat rambut berwarna senada dengan pakaiannya.


Berbeda dengan dewanya yang gemar berpakaian gelap dengan mahkota giok menahan rambut, tapi meski sedikit berbeda Hualing dapat melihat fitur dewa Xue Yuan Qing versi dewasa darinya.


"Apakah kamu menunggu lama?"


Yuan Qing membuka mata ketika mendengar suara Hualing. Saudari junior atau memang benar seniornya ini telah sampai dan menyapa dengan senyum ceria.


Sejak mendengar tiga kata 'lima puluh tahun' dia tidak berani lagi menebak usia Hualing. Selain itu, bahkan setelah dia memulai kembali budidaya tubuh iblis surgawi, Yuan Qing masih tidak dapat mengukur basis budidaya Hualing. Gadis terlihat seperti lima belas tahunan ini seharusnya berusia lebih dari lima puluh tahun dengan budidaya sekitar inti emas. Budidaya ini dapat di katakan tinggi. Jika dia pergi ke sekte tak bernama, Hualing mungkin dapat menjadi seorang penatua.


"Tidak," jawab Yuan Qing. Dia hanya menunggu selama satu jam, dan itu bukan waktu yang lama.

__ADS_1


"Itu bagus! Kita akan mengantarkan batu roh, sekalian saudari ini akan membawamu berkeliling!" Hualing berjalan stabil, tidak cepat maupun lambat.


"Kamu mungkin belum tahu, mengapa harus berjalan kaki di sekte Awan melonjak sementara pembudidaya memiliki alat spiritual?" Hualing mengeluarkan pertanyaan retoris.


"..." 'tentu karena larangan terbang di atas sekte awan melonjak!' Yuan Qing menjawab di dalam pikirannya.


"Itu karena sekte kita memiliki aturan yang melarang pembudidaya terbang di atas sekte!" Hualing menjawab pertanyaannya sendiri.


"..." 'aku sudah tahu!' Yuan Qing kembali menjawab di dalam pikiran.


"Sekte awan melonjak memiliki tujuh puncak secara keseluruhan, dua puncak merupakan sekte luar dan lima sekte dalam. Tempat kalian berkumpul adalah aula pertemuan sekte luar." Lanjut Hualing.


Haruskah Yuan Qing mendengarkan hal-hal yang sudah dia tahu benar?


"Lima puncak itu adalah puncak seribu pedang yang di pegang oleh master sekte; puncak bambu hijau yang mengurus logistik, jangan meremehkannya. Meski terdengar sepele, tidak ada satu orangpun yang akan meremehkan murid dari puncak kedua jika mereka masih menginginkan uang saku!" Hualing terkekeh menyeramkan ketika mengucapkan kalimat terakhir.


Yuan Qing tidak bisa tidak berpikir jika murid-murid puncak kedua yang tampaknya murni ternya berhati hitam.


"Sampai mana kita tadi? Ah, puncak kedua. Tetua puncak kedua adalah satu-satunya leluhur memecah kekosongan, tidak hanya di sekte Awan melonjak tetapi juga benua Qing Long. Kemudian ada puncak keempat yang berspesialiasi meramu pil dan berfungsi sebagai pusat medis, lokasinya ada di pertengahan antar sekte luar dan sekte dalam. Selanjutnya adalah puncak keempat, sebagian besar alat spiritual dan senjata roh sekte berasal dari sana. Dan yang terakhir adalah puncak kelima, puncak ini berspesialiasi dalam pengembangan array. Formasi array yang kalian masuki saat ujian di kembangkan oleh puncak ini, begitu pula array pertahan yang mengelilingi sekte! Apakah kamu ada pertanyaan?"


"Tidak! Aku masuk dari jalur khusus, guru secara pribadi membawaku dari alam fana." jawab Hualing dengan ringkas.


Seharusnya apa yang Yuan Qing perkiraan benar, di kehidupan sebelumnya Hualing tidak memasuki sekte awan melonjak atau mungkin bahkan tidak mengolah jalur abadi, mengingat di tahun itu Cao Ping sudah mati karena guntur kesengsaraan.


Di kejauhan, Yuan Qing dapat melihat bangunan megah dengan dominasi warna putih dan emas yang elegan. Plakat bertuliskan puncak seribu pedang di tulis dengan sapuan kuat dan tegas.


"Bibi beladiri Xue!" Dua murid yang menjaga gerbang memberi hormat ketika melihat Hualing.


"Aku datang untuk mengirim batu roh dan murid ini di panggil Yuan Qing, kalian akan sering melihatnya nanti." Hualing berkata dan bergeser ke samping, memperlihatkan Yuan Qing yang berdiri satu langkah di belakangnya.


"Tolong bantu aku di masa depan, saudara Senior!" Yuan Qing memberi hormat yang tepat pada dua murid yang bertugas menjaga gerbang.


"Saudara junior terlalu sopan,"

__ADS_1


"Baiklah sudah cukup perkenalannya, saatnya berbisnis," ujar Hualing. "Kami masih harus berkeliling setelah ini." lanjutnya.


"Bibi beladiri benar. Master sekte seharusnya ada di ruang belajar." murid penjaga kiri menjawab Hualing segera.


"Aku mengerti, sampai jumpa!" Hualing melambaikan tangan sembari berjalan maju.


"Bibi beladiri harap berjalan perlahan," dua murid menjawab bersamaan.


"Sampai jumpa saudara senior!" Yuan Qing memberi hormat pada keduanya kemudian beranjak pergi mengikuti Hualing. "Saudari Hualing, mengapa mereka memanggil bibi beladiri?" Yuan Qing sedikit tidak terbiasa dengan alamat yang di tujukan pada Hualing, pasalnya penampilan gadis ini tidak nampak seperti seseorang yang di tuakan.


"Master sekte terdahulu dan guru berasal dari generasi yang sama juga guru yang sama, keduanya adalah murid langsung master sekte pertama. Sedangkan semua tuan puncak saat ini adalah murid sekte dalam yang posisinya satu tingkat lebih rendah dari guru. Dalam hal senioritas, posisi para tuan puncak setara dengan master sekte yang merupakan satu-satunya murid master sekte lama dan kami, murid langsung guru Cao Ping." Jelas Hualing.


Yuan Qing :"Itu artinya, Tuan puncak Cao adalah satu-satunya pembudidaya dengan posisi senioritas tertinggi?"


"Tepat!"


"Liu Xing Sheng, bangun!"


Hualing segera menghentikan langkah ketika mendengar nama yang tidak asing di sebutkan. Suara itu berasal dari arena pelatihan puncak pertama. Mengambil langkah, Hualing menghampiri asal suara dengan Yuan Qing mengekori.


"Liu Xing Sheng, jika hanya seperti ini, bukankah kamu akan mengecewakan bibi beladiri Xue yang memilihmu?"


Yang berbicara adalah seorang pemuda tinggi dengan seragam murid dan pembawaan arogan. Hualing ingat, seharusnya anak ini adalah murid tercepat di pemilihan murid sepuluh tahun lalu. Sementara seorang murid laki-laki lain berseragam sekte berwarna merah berusaha berdiri dengan wajah penuh luka, itu adalah Liu Xing Sheng.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Hualing bertanya pada dua murid berpakaian biru yang menyaksikan pemukulan sepihak tanpa bergerak.


"Liu Xing Sheng ini begitu beruntung, hanya dengan beberapa kata dari bibi beladiri Xue dia dapat menjadi murid langsung master sekte. Hal ini membuat banyak saudara dan saudari senior tidak puas." Murid itu menjawab dengan tatapan mata masih terpaku pada area kompetisi, tidak melihat lawan bicaranya.


"Kenapa dengan kata-kata bibi beladiri Xue?" Kali ini Yuan Qing yang angkat bicara.


"Aiya! Kamu pasti murid baru. Bibi beladiri Xue memasuki sekte sekitar lima puluh tahun yang lalu. Saat itu dia menyelamatkan tuan puncak Cao yang terluka karena guntur kesengsaraan, dan tuan puncak Cao membawanya sebagai murid terakhir. Tapi sesuatu yang istimewa bukan itu, di katakan jika bukan karena penyelamatan bibi beladiri Xue, tuan puncak Cao tidak akan selamat dalam ujian itu. Bibi beladiri juga pernah meramalkan tentang kematian master sekte lama, dan itu sungguh terjadi beberapa tahun yang lalu. Selain itu terdapat beberapa hal lain yang menakjubkan. Kemampuan bibi beladiri Xue untuk melihat masa depan telah menyebar di seluruh sudut sekte, para pembudidaya menyebutnya mata dewa. Jika kamu melihat mata bibi beladiri berubah warna menjadi emas, maka saat itu dia sedang melihat rahasia surga!" Murid itu masih menjelaskan tanpa tahu lawan bicaranya.


Dan Yuan Qing yang menerima informasi, tidak bisa tidak waspada. Mungkinkah perasaan rahasia dikuliti yang dia rasakan berasal dari kemampuan ini?

__ADS_1


Apakah budidaya iblisnya terbuka?


Apakah penyeberangannya juga telah terbuka?


__ADS_2