
"Aku tidak ingat." Yuan Qing menjawab dengan acuh.
"Itu wajar. Karena kita hanya bertemu sesaat saat itu. Jadi kamu sungguh memasuki puncak kedua?" Chen Qinyang kembali bertanya dengan antusias.
"Emh."
"Jika aku memasuki puncak ketiga, mendalami medis! Apakah saudara dan saudari senior baik kepadamu?"
"Baik."
"Jika mereka tidak baik, kamu dapat memberitahuku." Chen Qinyang masih berbicara tanpa menyadari jika lawan bicaranya telah begitu jengah.
"Bukankah kita memasuki sekte bersamaan? Selain itu posisimu di sini adalah junior, jadi bagaimana kamu dapat membantuku?" Yuan Qing begitu jengah dengan perempuan satu ini, tapi tampaknya Chen Qinyang tidak dapat membaca raut kesal di wajahnya.
Dulu dia berpikir jika sikap ini terlihat polos dan menggemaskan, tapi sekarang di matanya sikap ini terlihat palsu dan memuakkan.
Chen Qinyang begitu terkejut dengan jawaban itu, bukankah di katakan dalam buku jika sebelum menghitam Yuan Qing adalah karakter pengecut dan lembut? Tapi mengapa yang ada di depannya begitu berduri?
"Aku hanya berpikir dapat memohon pada guru untuk mengijinkanmu pergi dari puncak kedua dan memasuki puncak ketiga." Chen Qinyang menjawab dengan terbata, air mata menggenang di pelupuk. Wajahnya di penuhi keluhan tetapi berusaha menanggungnya.
"Saudari Junior Qinyang? Apa yang terjadi?" Zhou Liangyi yang kebetulan memasuki perpustakaan melihat peristiwa ini. Dia yang sejak awal mengagumi Chen Qinyang tidak dapat melihat gadis muda ini memiliki keluhan.
"Saudara ini, bagaimana kamu dapat mengganggu Seorang gadis muda?" Zhou Liangyi berkata tanpa mengetahui permasalahan, hanya menilai dari sudut pandang Chen Qinyang yang tampak sedih.
Yuan Qing melihat Zhou Liangyi dengan pandangan datar. Jika mereka tidak bertemu, dia hampir lupa tentang pria ini. Putra tuan puncak ke-lima, orang pencemburu yang menghasut sesama murid untuk menggertaknya di kehidupan lalu.
"Saudara senior Zhou, ini bukan salah saudara senior Yuan. Ini aku yang tiba-tiba datang dan menghalangi jalan saudara Yuan!" Chen Qinyang menggigit erat bibir bawah, sebisa mungkin memeras setetes air mata.
Jika di kehidupan sebelumnya dia tidak bisa membiarkan Chen Qinyang menanggung sedikitpun keluhan, maka di kehidupan ini dia ingin wanita ini membayar semuanya.
__ADS_1
"Bagaimana kamu begitu tidak masuk akal dan menggertak saudari juniormu?" Zhou Liangyi bertanya dengan nada meninggi, "saudari junior Chen, kakak laki-laki akan mencari keadilan untukmu." lanjutnya, berkata dengan lembut pada Chen Qinyang.
Yuan Qing terdiam, enggan menjawab pria mati otak yang suka ikut campur ini. Meski bibirnya tidak berucap apapun, tapi jarinya tidak demikian. Dengan sekali jentikan, kabut ungu terbang dan menempel pada Zhou Liangyi tanpa yang kedua sadari.
Berputar sejenak di belakang kepala, kemudian memasuki tubuh melalui leher belakang.
Yuan Qing tersenyum sarkastik, dia sungguh menantikan putra tuan puncak kelima jatuh ke jalur iblis.
"Mengapa hanya terdiam? Tidak ingin minta maaf?" Zhou Liangyi kembali mendesak.
"Mengapa Ah Qing harus minta maaf?" Suara Hualing terdengar bahkan sebelum sosoknya keluar dari formasi. Mengejutkan Zhou Liangyi dan Chen Qinyang.
"Bibi beladiri Xue!" Zhou Liangyi segera memberi hormat ketika melihat Hualing berjalan mendekat.
"Mengapa Ah Qing harus meminta maaf?" Hualing mengulangi pertanyaannya.
"Bibi beladiri mengenal murid ini?" Zhou Liangyi menjawab pertanyaan Hualing dengan pertanyaan.
"Saudari junior Chen tanpa sengaja menghalangi jalannya, dan murid ini menggertaknya." Zhou Liangyi menjawab dengan nada tidak suka yang tidak di sembunyikan.
"Ah Qing, apakah kamu menggertak gadis muda ini?" Hualing bertanya pada Yuan Qing yang terus terdiam, bukan karena tidak percaya tapi hanya ingin mendengar dari mulut Yuan Qing sendiri. Hualing tahu, dewanya adalah sosok mulia. Bahkan di alam fana ini, menggertak seorang gadis tidak mungkin dia lakukan.
"Aku tidak melakukannya," Yuan Qing menjawab dengan patuh. Ada sedikit kemarahan di hatinya, apakah Hualing tidak mempercayai dan lebih mempercayai perkataan pria mati otak ini? Ada kemarahan di hati Yuan Qing, tampaknya hanya beberapa hari dan dia mulai di lunakkan. Hingga ketidakpercayaan kecil dapat membuatnya tidak senang.
"Keponakan beladiri Zhou, kamu dengar? Dia tidak menggertak gadis muda ini. Bagaimana bisa kamu memaksa seseorang yang tidak berbuat kesalahan meminta maaf?" Hualing hampir tidak pernah memposisikan dirinya sebagai penatua, tapi situasi saat ini cukup membuatnya tidak puas.
"Tapi murid ini membuat saudari junior Chen menangis!" Zhou Liangyi masih berusaha membenarkan tindakannya. Bibi beladiri ini tidak bisa di singgung.
"Kamu, mengapa kamu menangis?" Hualing kini bertanya pada Chen Qinyang yang bersembunyi di belakang tubuh Zhou Liangyi.
__ADS_1
"Ini aku yang tiba-tiba datang dan menghalangi jalan saudara Yuan!" kata Chen Qinyang yang berusaha memeras lebih banyak air mata, hendak menampilkan kecantikan yang rapuh.
Hualing menghela napas, "Kamu yang menghalangi jalan Ah Qing, jadi bagaimana bisa kamu juga yang menangis?"
"Aku-aku!" Chen Qinyang menyadari, di lihat dari sudut manapun. Tampak seperti dia yang ingin mencari masalah. Selain itu, wanita ini tampaknya memiliki status tertentu mengingat bahkan Zhou Liangyi menunduk di hadapannya.
"Sudahlah, minta maaf pada Ah Qing kemudian enyah!" ucap Hualing pada akhirnya. Hualing tahu, gadis muda ini seharusnya seperti yang di gambarkan dalam buku cerita, seperti dewi-dewi centil yang selalu berusaha menarik perhatian dewanya. Dia hanya hendak menarik perhatian Yuan Qing tapi menendang plat besi.
Dan Yuan Qing yang dia bela, entah mengapa merasakan kepuasan tertentu.
"Saudara senior Yuan, aku minta maaf sudah mengganggumu." Chen Qinyang berkata dengan enggan setelah menerima isyarat Zhou Liangyi, meski hatinya penuh ketidakpuasan.
"Jika seperti itu, kami tidak akan mengganggu bibi beladiri." Zhou Liangyi segera pergi dengan menarik Chen Qinyang bersamanya. Jika Zhou Liangyi seekor anjing, mungkin dia akan berlari dengan ekor terselip diantara kaki.
"Ah Qing! Lihat apa yang aku dapatkan untukmu? Ini adalah manual budidaya Phoenix api yang membakar awan!" Sikap acuh dan muram Hualing seketika berganti ketika dia menyodorkan sebuah gulungan giok pada Yuan Qing.
Yuan Qing membuka manual yang di serahkan Hualing, ini memang manual budidaya Phoenix yang membakar awan. Dia sungguh ingin tertawa, manual budidaya inilah yang dahulu di dalami oleh Liu Xing Sheng ketika dia berada di puncak pertama. Karena manual ini, kultivasinya melonjak. Menjadi pembudidaya muda paling bersinar di sekte awan melonjak. Dan setelah keluar dari makam yang mulia abadi Shui Xing, basis budidaya menjadi jauh lebih tinggi. Entah peluang apa yang telah dia temukan di sana
Dan di kehidupan ini, manual ini jatuh ke tangannya.
Yuan Qing sungguh ingin melihat, seperti apa Liu Xing Sheng tanpa manual budidaya ini.
"Terimakasih saudari Hualing." Yuan Qing berujar pada Hualing yang tampak seperti anak kecil yang meminta pujian, berujar lembut dengan senyuman.
"Ah Qing, kamu terlihat sangat baik saat tersenyum." Hualing terkikik kemudian berlalu pergi. Sama sekali tidak menyadari telinga Yuan Qing memerah.
Yuan Qing tidak mengerti mengapa jantungnya berdetak cepat mendengar kalimat Hualing. Ada kesenangan tertentu yang dia tidak mengerti.
Dia melangkah dengan gulungan giok di tangan, mensejajari langkah Hualing.
__ADS_1
"Ah Qing harus belajar dengan giat dan kamu pasti akan menjadi pembudidaya yang luar biasa!" Hualing sungguh ingin terkikik geli setiap memanggil nama Yuan Qing. Dahulu di surga kesembilan dia tidak dapat melakukannya, tapi itu berbeda dengan kali ini.
"Aku tentu akan menjadi pembudidaya yang luar biasa." Yuan Qing menjawab dengan ingatan akan kehidupan lalu.