Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 23


__ADS_3

"Pergi! Piton bumi ini memiliki budidaya terlampau tinggi!" Hualing berkata cepat.


Pedang di tangan Yuan Qing kembali berdengung tidak nyaman, penuh keluhan karena tuannya ini terus menuangkan energi iblis.


Yuan Qing tidak lagi menahan diri, sepasang tanduk mengembun dari kabut iblis, "tidak sempat!" ucapnya saat menahan serangan ekor besar piton bumi.


"Tidak ada pilihan lain," Hualing bergerak dengan pedang di tangan. Menyapu di sepanjang tubuh piton bumi yang di tutupi sisik sekeras baja. Percikan api dan petir ungu berkedip dari tabrakan itu. Berkedip di lorong gelap ini.


"Budidaya benda ini setidaknya lebih tinggi satu atau dua tingkat dari pemimpin kelelawar darah!" Hualing berkata pada Yuan Qing yang mengusap darah dari sudut bibir.


"Mencoba memotong sisik dengan pedang setara dengan memotong baja dengan kayu. Tidak akan menimbulkan dampak." Yuan Qing menjawab kemudian kembali melancarkan serangan. Yuan Qing dan Hualing bergerak lincah, menghindar dari serangan tanduk besar dan taring pedang piton bumi.


Yuan Qing melambaikan pedang pada dagu bersisik putih, percikan api tercipta dari benturan. Goresan memanjang tercipta dari bekas pedang Yuan Qing. Tidak dalam, tapi cukup bagi Yuan Qing untuk menyadari kelemahan piton bumi.


"Serang di bagian dagu!" Seru Yuan Qing.


Seolah mengerti arti seruan Yuan Qing, piton bumi menyerang lebih aktif sembari menutup bagian rawan.


Dengan tubuh besarnya dia bergerak cepat, tanduk kokoh mengarah langsung pada Hualing yang melancarkan serangan. Dengan tenaga penuh dan pedang yang di aliri energi spiritual, dia menghalau piton bumi. Menghempasnya ke samping, benturan keras terdengar dan gua bergetar.


Hualing bergerak mundur, bersisian dengan Yuan Qing yang juga bergerak mundur. Dua orang melihat langit-langit gua yang menjatuhkan bebatuan kecil. Tanpa kata mereka saling mengangguk kemudian memulai kembali serangan.


Piton bumi menyerang langsung beberapa kali hanya untuk menabrak dinding gua. Suara gemuruh terdengar semakin keras, batu kecil yang berjatuhan semakin banyak. Semakin lama semakin besar batu yang berjatuhan.


Hualing melompat tinggi dengan menggunakan punggung piton sebagai tumpuan ketika Yuan Qing menggunakan dirinya sebagai umpan untuk mengalihkan perhatian. Dengan serangan kuat penuh elemen petir, dia membidik pada langit-langit dan dinding gua yang telah memiliki retakan.


Untuk kali ini dia sedikit tidak puas dengan kemampuan petir ungu yang hanya dapat di panggil di ruang terbuka.


Petir ungu di pedangnya kembali berderak, membentuk jaring laba-laba di udara kemudian menghempaskan pada retakan di gua.


"Pergi sekarang!" Hualing berseru kemudian melompat turun.


Yuan Qing yang menerima arahan Hualing segera melancarkan serangan kuat, tebasan pedang di sertai energi iblis berbenturan dengan kepala keras piton bumi. Membuat binatang iblis itu terdorong mundur.


Mengikuti Hualing, Yuan Qing mundur cepat. Batu-batu berjatuhan dari dinding dan langit-langit gua. Piton bumi yang baru saja menerima serangan belum pulih, tidak sempat menghindar. Batu-batu besar berjatuhan di atas tubuh berisik kerasnya.

__ADS_1


Tanpa membuang waktu, Hualing dan Yuan Qing segera berlari. Berpindah sejauh mungkin dari piton bumi dan gua runtuh yang meluas. Bergerak lincah menghindar dari batu yang berjatuhan.


Dalam pelarian, Hualing melihat kebelakang pada mata kuning piton yang menatap bengis diantara celah batu.


Berbeda dengan Hualing dan Yuan Qing yang harus menghadapi ular piton bumi, perjalanan Liu Xing Sheng dapat di katakan sangat mulus. Dengan basis budidaya satu langkah menuju inti emas, ruang gelap bukan lagi masalah untuknya.


Di berjalan menyusuri lorong yang gelap, tangannya meraba dinding gua yang kasar. "Sial!" dia mengumpat kesal saat tangannya tanpa sengaja menekan panel di dinding batu.


Lantai batu di bawah kakinya terpisah, sekali lagi dia harus terperosok jatuh.


...****************...


"Apakah Ling er terluka?" Mendengar pertanyaan Yuan Qing, terlebih dengan nada intim itu. Wajah Hualing tidak bisa tidak memerah.


"Kamu seharusnya memanggilku saudari Hualing." Hualing berdehem kemudian mengoreksi cara memanggil itu, "semua baik-baik saja, tidak ada luka." lanjutnya, menjawab pertanyaan Yuan Qing.


"Lalu, bagaimana dengan ah Qing?" Dengan ragu Hualing bertanya.


"Jika aku tidak bisa melindungi diriku sendiri, bagaimana aku bisa melindungi Ling er?" dalam situasi apapun Yuan Qing tidak bisa melewatkan untuk menggoda Hualing.


'Jika aku tidak bisa menjaga diriku sendiri, bagaimana aku dapat mempertahankanmu. Kamu tenanglah, tidak akan aku biarkan siapapun merebutmu!'


Suara dalam itu bergema di dalam otaknya begitu saja. Terdengar seperti suara Yuan Qing, hanya saja lebih dalam.


"Mengapa Ling er terdiam?" Usapan lembut menyapu sisi pipinya. Hualing melihat Yuan Qing yang berdiri begitu dekat, tangan pria itu terasa hangat. Wajah Yuan Qing tumpang tindih dengan wajah dewa perang Xue Yuan Qing di dalam ingatannya.


Kali ini dia baru menyadari, seperti apapun tuannya. Dia akan tetap peduli padanya, "itu bagus jika kamu baik-baik saja."


"Ayo pergi, bebatuan itu tidak akan dapat menahan ular piton bumi terlalu lama!" Dengan senyum lebar, Hauling kembali berjalan. Langkahnya ringan, terlihat jelas pemilik langkah itu sedang dalam suasana hati yang baik.


Seolah menular, Yuan Qing tidak bisa menahan bibirnya untuk melengkung. Membentuk senyum tulus yang langka.


Mereka berjalan bersisian dengan keheningan, tapi bukan keheningan yang mencekik. Lebih seperti keheningan yang menenangkan. Yuan Qing melihat pada Hualing yang satu kepala lebih pendek darinya, entah mengapa instingnya mengatakan ada hubungan luar biasa diantara mereka. Namun, bagaimanapun Yuan Qing berpikir, dia tidak dapat menemukan Hualing di antara orang-orang yang dia temui di kehidupan lalu.


Hualing :"Ah Qing, jalan mana yang harus kita pilih?"

__ADS_1


Yuan Qing menghentikan otaknya menggali ingatan saat suara Hualing terdengar. Dia melihat sekeliling, di depannya adalah lorong dengan dua cabang dengan masing-masing jalan identik. Mengedarkan pandangannya, dia melihat ukiran pohon persik yang hampir sepenuhnya tertutup lumut di sisi gua. Lukisan awan dan sebuah istana ada di sisi lain dinding.


"Ambil sisi kiri," jawabnya dengan yakin. Sebuah keberuntungan, mereka yang berlari tak tentu arah akan menemukan jalan yang familiar ini.


"Baik!" Hualing menjawab singkat kemudian mengambil lorong kiri, sama sekali tanpa keraguan.


Yuan Qing menggelengkan kepalanya melihat itu, "Tidakkah Ling er meragukanku sedikitpun? Tidakkah kamu takut aku mencelakaimu?" Berjalan menyongsong Hualing, Yuan Qing bertanya dengan penuh ingin tahu.


"Tidak, ah Qing tidak akan melakukan itu! Jalan buntu?" Hualing menjawab dengan pasti sementara kalimat terakhir di ucapkan dengan penuh tanda tanya.


Yuan Qing melangkah ke sisi lain. Matanya dengan awas melihat dinding batu yang kasar, menekan bagian yang sangat biasa dan suara gemuruh terdengar. Dinding batu di sisi lain mulai terbuka dengan debu bertebaran, mengungkapkan celah kecil yang perlahan melebar ebu bertebaran. Hanya setelah debu mengendap, sebuah lorong dengan mutiara mutiara malam tersemat di dinding kini terungkap.


"Bukan jalan buntu," Yuan Qing menjawab pertanyaan Hualing sebelumnya dengan sangat terlambat kemudian berjalan pergi.


Bibir Hualing mengerucut sementara kakinya melangkah mengikuti Yuan Qing. Melihat sekeliling dengan keingintahuan yang tinggi.


Sebuah Aula berbentuk setengah lingkaran menanti di ujung lorong. Mutiara malam berukuran besar tersemat di beberapa tempat. Rak buku tinggi hingga langit-langit memenuhi setengah ruangan.


Yuan Qing berjalan menuju rak tengah, berdiri di depan puluhan manual kayu yang terlihat lusuh di antara tumpukan gulungan giok dan emas yang tersusun rapi. Hualing mengambil langkah, berdiri di samping Yuan Qing. Melihat Yuan Qing yang berdiri terpaku menatap manual kayu, melihat bagaimana Yuan Qing mengambil salah satu manual kayu. Membukanya dengan raut nostalgia.


"Ini adalah budidaya tubuh iblis surgawi yang dulu pernah aku dapatkan." Yuan Qing berkata tanpa Hualing harus bertanya.


"Apa yang akan kamu lakukan? Bukankah saat ini kamu juga telah mengembangkannya?" Hualing bertanya dengan ingin tahu.


"Aku akan menyimpannya untuk sementara." ujar Yuan Qing sembari memasukkan manual budidaya iblis itu kedalam cincin penyimpanannya.


"Tempat ini sangat luar biasa! Aku tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan Yang Mulia abadi Shui Xing untuk mengumpulkan semua manual ini?" Hualing berkata dengan kekaguman. Melihat pada rak tinggi yang penuh manual budidaya di semua tingkatan. Kemudian beranjak, mencari manual budidaya yang mungkin lebih cocok untuknya.


"Itu harus ribuan atau puluhan ribu tahun," Yuan Qing menjawab dengan mata mengabsen deretan manual kultivasi.


Ini adalah kali kedua dia mengunjungi tempat ini, satu di kehidupan sebelumnya dan satu di kehidupan ini. Namun, meski seperti itu, dia masih tidak dapat menghentikan dirinya untuk menghela napas kagum.


Tangannya bergerak, mengabsen gulungan manual kultivasi yang berjajar rapi. Di kehidupan lalu dia telah melihat sebagian kecil dari ini sebelum mendapatkan manual budidaya iblis surgawi.


Hualing :"Ah Qing! Di kehidupanmu sebelumnya, pernahkah kamu masuk ke ruangan ini?"

__ADS_1


__ADS_2