Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 21


__ADS_3

"Terlambat!" Hualing kembali berseru. Kecepatan pemimpin kelompok kelelawar darah ini begitu luar biasa. Hanya dalam hitungan detik dia mampu memangkas jarak beberapa kilometer.


Saat ini berlari pun tidak akan menjamin keselamatan, sehingga mereka hanya dapat melawan.


GLARRR!


Hualing memanggil petir ungu begitu sang pemimpin kelelawar darah berada di area serangan. Namun serangan itu gagal saat pemimpin kelelawar berhasil menghindar, terbang miring dengan sayap yang lebar.


Pekikan melengking kelelawar darah bersahutan dengan denting pedang dan percikan energi spiritual.


Lima orang bertarung melawan dengan sekelompok kelelawar darah. Chen Qinyang sebagai pihak terlemah sedikit kualahan. Jika bukan karena bantuan Zhou Liangyi beberapakali, nyawa kecilnya pasti sudah melayang.


'Mengapa Liu Xing Sheng tidak pernah melirikku sama sekali!' Chen Qinyang menggerutu dalam hati, hatinya penuh ketidakpuasan. Dia telah melakukan hal sejauh ini, mencoba membuat situasi sesuai plot. Tapi mengapa protagonis ini sungguh tidak dapat di andalkan!


Fokusnya terganggu dan gerakannya kacau, dari pada membantu lebih tampak seperti beban.


GLARRR!


Suara sambaran petir berhasil membangunkan Chen Qinyang. Melihat sekeliling pada rekan-rekannya yang hanya meninggalkan dua kelelawar darah, satu berada setara pembudidaya inti emas dan satu lagi adalah sang pemimpin.


"Jangan hanya melamun!" Liu Xing Sheng menegur Chen Qinyang yang linglung.


GLARR!!!


Petir ungu kembali menyambar. Kelelawar darah menghindari dengan cepat, menyerang langsung pada Hualing yang berdiri di bagian paling depan.


"Saudari Hualing!" Yuan Qing yang melawan satu lagi kelelawar darah kehilangan fokus sesaat, satu cakaran berhasil melukainya.


Hualing menerima serangan dengan tubuh pedang yang penuh energi petir, mendorongnya kembali. Membalikkan serangan.


"Ah Qing jangan lengah!" Hualing berseru ketika melihat Yuan Qing yang terluka. Meski dia khawatir, bukan berarti dia dapat segera menghampiri Yuan Qing.


"Xiao Qing!" Liu Xing Sheng yang masih berusaha membantu Hualing memanggil dengan khawatir.


"Hanya luka kecil," jawab Yuan Qing atas dua seruan itu. Dia memutar pedang dalam genggaman, suara dengung penolakan terdengar saat energi iblis mengaliri tubuh pedang.


Begitu tipis hingga Zhou Liangyi dan Chen Qinyang yang bertarung bersama tidak menyadari itu.


Yuan Qing melihat bagaimana Chen Qinyang bertarung, dia tidak bisa tidak mencibir. Selama yang dia ingat, dalam pertarungan Chen Qinyang memang tidak terlalu mahir karena budidayanya berfokus pada pengobatan. Tapi meski tidak terlalu mahir, bukan berarti harus seburuk ini.

__ADS_1


Serangan Chen Qinyang acak, tidak terarah. Seperti dia hanya asal mengayunkan pedang. Sama sekali tidak terlihat seperti pembudidaya yang telah berlatih selama sepuluh tahun.


"Chen Qinyang! Jika kamu tidak bisa bertarung untuk apa memprovokasi!" Yuan Qing tidak bisa menahan kekesalannya lagi.


Chen Qinyang yang di teriaki hanya terdiam dengan wajah penuh keluhan. Tidak tahu bagaimana menjawab ketika semua yang dikatakan Yuan Qing benar adanya.


"Yuan Qing! Jangan terus menyudutkan saudari Qinyang. Itu wajar jika kemampuan bertarungnya tidak terlalu baik, saudari Qinyang adalah seorang dokter!" Zhou Liangyi tidak lupa untuk membela Chen Qinyang di tengah pertarungan mereka.


Mengabaikan Zhou Liangyi, Yuan Qing terus bergerak. Menebas dengan kuat pada sisi kelelawar darah, memotong salah satu sayapnya. Kelelawar darah jatuh dengan debaman keras, Yuan Qing melompat dengan pedang membidik kepala kelelawar. Menusuk dalam, menggali inti iblis di dalam otak.


Melihat satu-satunya anggota yang tersisa mati, pemimpin kelelawar memekik nyaring. Serangannya jauh lebih cepat dan keras. Sapuan angin dari kepakan sayap mendorong mundur Hualing dan Liu Xing Sheng tiga langkah. Angin itu di penuhi paksaan seorang pembudidaya tahap pengembaraan jiwa, membuat Liu Xing Sheng yang bahkan belum mencapai inti emas memuntahkan seteguk darah.


Yuan Qing bergerak cepat, menyangga Hualing yang berdiri goyah, "saudari?" panggilnya dengan kekhawatiran.


"Aku baik-baik saja," Hualing menjawab dengan menepuk ringan tangan Yuan Qing.


"Hati-hati!"


Yuan Qing mundur dua langkah dengan Hualing di pelukan begitu merasakan bahaya, terlebih dengan teriakan dari Liu Xing Sheng. Benar saja, pemimpin kelelawar darah kembali melancarkan serangan. Begitu kuat dengan cakar tajam dan tebal itu.


"Makhluk ini meski memiliki tubuh besar, tapi dapat bergerak begitu cepat." Ucap Hualing.


"Perbedaan basis budidaya terlalu besar. Sangat berbahaya jika itu kamu." Hualing masih mencoba membujuk.


"Jika ada saudari Hualing maka pasti akan baik-baik saja!" Yuan Qing kembali meyakinkan.


"Kamu harus berhati-hati," Hualing berkompromi mengingat basis budidaya iblis Yuan Qing yang telah cukup tinggi.


Dan dengan kesepakatan itu keduanya kembali bertarung, membantu Liu Xing Sheng yang telah kewalahan.


Di kehidupan sebelumnya, Yuan Qing telah mengenal Liu Xing Sheng selama puluhan tahun. Dia tahu benar bagaimana gaya bertarung orang ini. Meski tanpa manual phoenix yang membakar awan, tampaknya budidaya Liu Xing Sheng tidak jauh berbeda dengan kehidupan lalu.


Sebagai seorang pembudidaya, Yuan Qing memiliki kekaguman tertentu pada sosok yang lebih luar biasa. Jika saja Liu Xing Sheng tidak membunuhnya di kehidupan lalu, mungkin saat ini mereka masih teman baik seperti saat muda.


Jika saja...


Yuan Qing bergerak cepat, menutupi celah serangan Liu Xing Sheng. Membuat yang kedua mengernyitkan kening, sebuah pertanyaan terlintas di benaknya.


'Bagaimana Xiao Qing dapat mengetahui jelas celah seranganku sementara kami tidak pernah bersilang pedang?'

__ADS_1


"Apa yang ada di otak kecilmu itu!" Yuan Qing menghardik ketika Liu Xing Sheng tampak linglung sesaat kemudian menghindar dari cakar tajam yang membidik.


GLARRR!


Kali ini serangan petir Hualing tepat sasaran. Salah satu sudut sayap hangus, kelelawar darah memekik dengan suara terlampau nyaring. Lima orang kehilangan konsentrasi, menutup telinga guna menghalau suara itu.


Dengan mata menyipit dan alis bertaut, Hualing melihat kelelawar darah kembali bergerak cepat ke hadapan Yuan Qing. Dia melebarkan mata, dengan satu jentikan ujung kaki melompat sementara ujung jari tengah dan telunjuk yang di satukan, penuh dengan percikan petir ungu.


GLARRR!


Petir ungu menyambar, tepat mengenai punggung kelelawar darah. Kelelawar darah kembali memekik nyaring dengan cakar yang ayunkan. Yuan Qing yang memiliki pendengaran jauh lebih baik karena fisik istimewanya menjadi yang paling terpengaruh diantara mereka. Dengan mata tertutup erat dia menggunakan kedua tangan menutup telinga. Sepenuhnya tanpa penjagaan, penuh kelemahan. Seolah semua kemampuannya di lemahkan, semua instingnya akan bahaya berkurang. Dia bahkan tidak menyadari ketika cakar tajam lagi kokoh kelelawar darah hampir menyapunya.


Yuan Qing hanya merasakan hangat melingkupi saat matanya tertutup rapat.


GLARRR!


Suara sambaran petir menyahut. Suara memekakkan itu tidak lagi terdengar, Yuan Qing membuka mata.


Hangat ini adalah Hualing yang memeluknya dan kelelawar darah yang berusaha mereka kalahkan kini terbaring dengan tubuh hangus.


"Ah Qing," suara Hualing terdengar lirih dan Yuan Qing merasa seluruh beban tubuh Hualing menimpanya.


"Saudari?" dia memanggil lirih.


"Bibi beladiri Xue!" Liu Xing Sheng yang terluka mendekat dengan tertatih, memanggil Hualing yang kehilangan kesadaran.


"Saudari? Hualing?" Yuan Qing kembali memanggil lirih. Dia melingkarkan tangannya pada punggung Hualing. Sesuatu yang basah lagi hangat bersentuhan dengan kulitnya. Dia mengangkat telapak tangannya yang ternoda merah.


"Bibi beladiri Xue seharusnya melindungmu dari serangan kelelawar darah," Liu Xing Sheng berucap saat melihat luka memanjang di punggung Hualing. Karena suara tinggi itu fokusnya pun terganggu, sehingga tidak melihat jelas apa yang terjadi.


Dia hanya mendengar suara ledakan guntur kemudian semua kembali hening.


KRAKK! KRAKK! KRAKK!


Suara patahan menarik perhatian keduanya.


"Cepat pergi dari sana, tanah itu akan runtuh!" Teriakan Zhou Liangyi menggema, terdengar begitu jelas. Namun reaksi keduanya tidak cukup cepat untuk menghindar. Ketiganya kehilangan pijakan, tanah runtuh dan mereka terperosok.


Lubang berdiameter sepuluh meter tercipta. Zhou Liangyi berjalan mendekat, melihat lubang gelap yang terlihat curam. Tampak seperti ruang bawah tanah yang tak berujung.

__ADS_1


__ADS_2