Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 58


__ADS_3

Bagi manusia fana, dunia kultivasi di ibaratkan layaknya dunia para Dewa yang tidak terjangkau. Mereka dapat mengendarai angin, menapak awan, memindahkan gunung dan membelah lautan. Usia ratusan hingga ribuan tahun bukanlah sesuatu yang istimewa bagi para kultivator, begitu berbeda dengan manusia fana yang hanya mampu menempuh seratus tahun.


Untuk keabadian; kekuatan; kekayaan atau status. Ada berbagai motif yang mendasari seseorang menempuh jalan terjal yang penuh tikungan dan belokan ini.


Binatang buas iblis yang dapat menghancurkan manusia fana dengan satu napas menjadi tunggangan yang patuh di depan para kultivator.


Alat ajaib dan artefak magis tersebar di sepenjuru benua, menunggu untuk di temukan para pejalan abadi ini.


Jadi, bukankah alasan-alasan itu cukup untuk seorang fana menempuh jalan abadi?


Dan untuk Liang Song, menegakkan keadilan dan membela yang lemah adalah tujuannya berkultivasi. Sejak ratusan tahun yang lalu, tujuannya itu tidak berubah.


Dua ratus tahun yang lalu, setelah gurunya secara resmi menunjuknya sebagai penerus muda sekte Langit, pemimpin sekte lama itu membawanya ke aula terlarang yang hanya boleh di masuki oleh master sekte dan penerusnya. Meski tempatnya berada di bawah tanah, penampakannya tidak berbeda dengan aula istana di dunia sekuler. Begitu megah dengan lukisan langka dan senjata tak ternilai di kedua sisi ruang. Di ruangan ini, dia mengetahui harta tak ternilai dari sekte yang dia banggakan.


Itu bukanlah lukisan indah di dinding; bukan senjata magis yang tersusun rapi; bukan pula gulungan giok berisi teknik budidaya, melainkan sebuah buku dari kulit binatang yang duduk di podium utama.

__ADS_1


Buku ini adalah asal semua kejayaan yang sekte Langit dapatkan. Asal dari semua ramalan menentang surga yang melambungkan nama Sekte Langit.


Ada berulang kali waktu dimana Liang Song bertanya-tanya darimana buku ini berasal, bagaimana benda menentang surga ini bisa berada di sekte langit. Namun, meski bagaimana dia berpikir dan mencari tahu, dia hanya mendapat satu jawaban. Buku ini muncul secara misterius di altar aula rahasia ini ratusan tahun yang lalu. Seperti artefak surgawi yang dilahirkan oleh alam.


Ketika dia masih muda, dia merasa hal itu begitu luar biasa. Ketika dia semakin tua, dia tidak berpikir akan ada benda luar biasa lain selain buku ramalan tersebut. Namun, dia tidak lagi berpikir demikian ketika muridnya, Bai Fengying membawa kembali sebuah Lonceng giok.


Lonceng itu sangat kecil, tampak terbuat dari giok putih dingin. Liang Song berpikir mungkin muridnya ini membawa kembali benda rusak, karena walau bagaimanapun dia mengguncangnya, tidak satu denting pun terdengar. Namun, pikiran itu segera terpatahkan saat lonceng itu terlepas dari tangannya dan melayang di udara. Paksaan dari basis budidaya yang lebih tinggi memaksanya berlutut sementara murid mudanya meludahkan seteguk darah.


Satu denting ringan menggema di ruangan penuh huru hara energi spiritual, lonceng giok masih berputar di udara dengan cahaya yang semakin terang. Dengan lengan lebar jubah Liang Song menutupi mata, menghalau cahaya yang membutakan.


Hanya dalam satu napas situasi berubah, raungan dan denting pedang bersahut menggantikan hening ruang rahasia. Liang Song menurunkan lengan jubahnya, kedua mata terbuka lebar. Dia melihat Bai Fengying yang berdiri di belakangnya, raut wajah murid mudanya penuh keterkejutan.


Satu kubu adalah pembudidaya benar dan kubu lain adalah iblis juga pembudidaya iblis. Semuanya sangat kacau, teriakan semangat bercampur dengan geraman iblis. Tubuh terkoyak dan darah yang tumpah menutupi tanah coklat.


"Guru, mungkinkah ini ilusi?" Bai Fengying bertanya sedikit ragu ketika sebilah pedang menyerangnya. Denting pedang itu terdengar nyata, tekanan pedang yang memukulnya juga tidak tampak seperti ilusi.

__ADS_1


"Seharusnya bukan," Liang Song menjawab dengan pasti sementara dia tidak berhenti menghalau lawan, menjatuhkan musuh. Dengan tingkat budidayanya saat ini, dia tidak merasakan array ilusi apapun. Kecuali jika musuh memiliki tingkat budidaya yang lebih tinggi darinya, dan di dunia ini orang seperti itu hanya ada satu, itu adalah Cao Ping. Namun, akan aneh jika Cao Ping bergerak melawannya sementara mereka tidak pernah bersinggungan. Selain itu, tempat ini sedikit tidak asing untuknya.


Daratan selatan, Lembah iblis!


Jika di lihat lagi, situasi ini tampak seperti penyergapan gabungan dari pembudidaya benar terhadap para iblis.


"Guru, Lonceng! Mungkinkah penyebabnya lonceng itu?" Bai Fengying berkata cepat, begitu bersemangat seperti telah menemukan asal semua kejadian aneh ini. Gerakannya lebih cepat, memanen para iblis tanpa henti.


"Lonceng?" Liang Song bergumam, bagaimana sebuah lonceng dapat mengubah suatu peristiwa? Kecuali adalah benda yang dalam legenda!


Lonceng pemecah takdir!


Seperti telah mendapatkan pencerahan, Liang Song membabat musuh menuju dengan kejam kemudian menarik kerah belakang Bai Fengying, membawa murid mudanya menjauh selagi memiliki kesempatan dan mendarat di dahan kokoh sebuah pohon.


"Guru, bukankah itu Yuan Qing?"

__ADS_1


Liang Song mengikuti arah yang di tunjuk murid mudanya, dan benar saja itu adalah Yuan Qing, murid sekte Awan Melonjak yang ternyata adalah titisan raja iblis!


"Mungkinkah ini adalah masa depan yang tertulis di buku ramalan?" Liang Song tidak bertanya pada murid mudanya, ini lebih seperti bertanya pada diri sendiri.


__ADS_2