Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 33


__ADS_3

Angin bertiup kencang, meniup surai panjang Hualing. Membelai kulitnya, meninggalkan rasa dingin yang membeku di sekujur tubuh.


Otaknya kosong, bahkan suara Xie Shaosheng yang berulang kali memanggil dia hiraukan.


'Bagaimana saudara Shaosheng dapat melukis peristiwa ini dengan detail? Mungkinkah dia telah melihatnya di dalam makam Yang Mulia abadi Shui Xing?'


Pikiran Hualing berputar pada satu hal yang sama, tapi bagaimanapun dia menimbang adalah hal mustahil Xie Shaosheng memasuki ruang bawah tanah itu. Pikirannya masih terus berputar, mempertimbangkan kemungkinan hingga sentuhan di punggung tangan mengejutkannya.


"Adik kecil?" Xie Shaosheng yang berkonsentrasi pada lukisan sedikit terkejut dengan suara patahan batu tinta. Dia melihat pada saudari juniornya yang terdiam dengan raut terkejut. Pandangannya jatuh pada lukisan setengah jadi di atas meja, dia tidak berpikir ada yang salah dengan lukisannya. Meski pemandangan atap roboh, awan bergulung dan petir menyambar bukankah sesuatu yang indah.


"Apakah pemandangan di dalam gambar ini familiar?" Xie Shaosheng masihlah Xie Shaosheng, meski hatinya penuh keingintahuan tapi tutur katanya tetap lembut dan berbudaya.


"Dari mana saudara senior mendapatkan inspirasi untuk menggambarkan hal-hal ini?" tatapan Hualing masih tertuju lurus pada lukisan yang belum di selesaikan itu. Dalam hati bertanya, mengapa peristiwa ini terus mengelilinginya. Hualing tidak tahu apakah ini adalah sebuah kebetulan atau yang lain.


"Aku melihatnya dalam mimpiku. Istana dengan atap rusak, awan menggulung dan petir menyambar. Entah mengapa begitu memimpikannya beberapa hari yang lalu, aku tidak dapat melupakannya. Menuangkannya dalam kertas dan berharap kegelisahan akan memudar." Xie Shaosheng meletakkan kuas, melihat lukisan tersebut dengan seksama.


"Hanya dalam mimpi?" Meski Hualing berucap lirih, dengan jarak mereka yang begitu dekat, sebagai seorang pembudidaya akan mustahil jika Xie Shaosheng tidak mendengarnya.


"Apakah pemandangan dalam lukisan ini tidak asing?"


"Ya, aku telah melihatnya dalam lukisan yang memenuhi dinding di ruang bawah tanah makam Yang Mulia abadi Shui Xing. Saat itu bertemu dengan sisa-sisa kesadaran Yang Mulia abadi, Yang Mulia abadi mengatakan jika apa yang terlukis di dinding saat itu adalah peristiwa puluhan ribu tahun yang lalu di surga kesembilan. Itu adalah saat Dewa perang menciptakan Lonceng pemecah takdir." jawaban panjang Hualing ini tidak akan pernah bisa Shaosheng tebak bahkan dalam angan.


'Pantas adik kecil begitu terkejut ketika melihat lukisan ini.' Pikir Shaosheng.


"Jika ini adalah peristiwa masa lalu surga kesembilan, mengapa aku bisa memimpikannya?" kening Shaosheng berkerut dalam. Meski dia berlatih di jalan abadi, tapi dia bukanlah abadi yang sesungguhnya. Jadi mengapa dia dapat memimpikan sesuatu yang seharusnya dia tidak tahu?

__ADS_1


Ada sebuah tebakan liar di dalam pikirannya, tapi Shaosheng tidak berani memikirkan lebih lanjut.


"Apakah saudara ingat jantung abadi?" dengan mata terkulai Hualing bertanya.


"Batu yang di gunakan sekte Langit untuk pengujian beberapa hari lalu?" Shaosheng ingat batu berwarna biru cemerlang yang terasa hangat di telapak tangannya itu.


"Ya. Apa yang saudara lihat dalam mimpi itu seharusnya berhubungan dengan jantung abadi."


Jawaban Hualing ini menimbulkan lebih banyak pertanyaan di benak Xie Shaosheng. Dia terdiam dengan pandangan lurus pada saudari junior terkecilnya itu, menunggu yang kedua menyampaikan lebih lanjut.


"Terbuat dari esensi langit dan bumi, menyerap energi abadi dari kolam giok di istana Kaisar langit. Meski yang di gunakan saat pengujian hanya berupa pecahan, tidak dapat di pungkiri jika benda itu adalah hal-hal surgawi. Sepuluh tahun yang lalu aku mendapatkan penglihatan tentang Liu Xing Sheng. Dia adalah inkarnasi dari Kaisar langit, mempunyai takdir abadi. Itulah sebabnya jantung abadi bersinar begitu terang ketika Liu Xing Sheng menyentuhnya. Saat aku menyentuhnya, jantung abadi juga bersinar karena aku juga memiliki takdir abadi."


Informasi ini terlalu besar, Xie Shaosheng memerlukan waktu untuk mencerna semuanya. Dia terdiam beberapa saat sebelum kembali bertanya, "saat itu jantung abadi juga bersinar pada pengujianku, yang adik kecil maksud adalah aku juga memiliki takdir abadi?"


"Ya, jantung abadi sangat misterius. Dan pengujian itu seharusnya telah memicu energi abadi dan ingatan saudara senior. Bahkan saat ini aku samar-samar dapat merasakan energi abadi milik saudara senior." jawabnya dengan menengadah. Melihat langit yang berangsur berubah warna.


"Ini bukan kali pertama aku melakukannya. Saudara tenanglah, Hualing akan baik-baik saja."ujarnya mencoba menenangkan. "Sudah larut, aku harus kembali. Saudara senior dapat berpikir perlahan." lanjutnya kemudian beranjak pergi setelah memberi hormat yang pantas.


"Adik kecil berjalanlah perlahan."


...****************...


Jari telunjuk mengetuk meja kayu, bunyi konstan terdengar ringan. Tatapan Hualing tertuju pada halaman yang diterangi mutiara malam di antara bunga-bunga sementara dia duduk di dalam rumah kayunya. Daun pintu kembar terbuka lebar, angin dingin berhembus masuk. Sebuah lonceng kecil di letakkan di atas meja di hadapannya.


Dia termenung dengan tatapan kosong sementara pikirannya seperti benang kusut. Ketika berada di jarak begitu dekat, dia yakin sembilan dari sepuluh poin bahwa energi abadi dari Lonceng bunga biru dan Xie Shaosheng identik. Hanya saja dia masih tidak mengetahui bagaimana hal itu dapat terjadi.

__ADS_1


Sebuah rengkuhan dingin memecah pikirannya. Sepasang tangan kokoh melingkar erat di pinggang. Tanpa berbalik dia mengetahui siapa yang begitu lancang untuk berkontak fisik dengan bibi ini.


"Pintu dan jendela terbuka begitu lebar di malam yang dingin. Apakah Ling'er begitu merindukanku?" Sejak Yuan Qing mendalami budidaya tubuh iblis surgawi, tubuhnya terasa semakin dingin. Semakin tidak seperti tubuh manusia. Namun, Hualing tidak dapat membencinya bahkan secuil.


Yuan Qing memiliki fisik iblis alami, jadi seharusnya inilah yang dia lalui.


"Jika Ling'er mengabaikanku, aku akan cemburu." Hualing terkekeh mendengar nada merajuk itu. Sungguh tidak cocok dengan temperamen Yuan Qing.


"Bukankah kamu bilang sepuluh hari? sedangkan ini baru enam hari." bukan melepaskan dekapan erat Yuan Qing, sebaliknya Hualing menyandarkan punggung pada pria itu. Menikmati rasa dingin yang menjernihkan hati.


Yuan Qing sedikit terkejut dengan reaksi Hualing, tetapi hanya berlangsung sesaat sebelum seutas senyum mekar di bibir, "Aku terlalu merindukan Ling'er, jika tidak segera bertemu aku takut akan menjadi iblis hati."


Hualing merasa merinding di sekujur tubuh mendengar ucapan bernada manja itu, "jangan bicara omong kosong." Dia menegur sementara tangannya menepuk punggung tangan Yuan Qing, meminta yang kedua untuk melepaskan dekapan, "duduk dengan benar." lanjutnya.


Sebagai tuan rumah yang baik, Hualing menuangkan secangkir teh untuk Yuan Qing dan yang kedua segera meminumnya, "apa yang membuat Ling'er termenung?"


Hualing menimbang sejenak, "ah Qing, apa yang menyebabkan dua energi yang di miliki oleh orang yang berbeda begitu identik?"


"Bukankah Ling'er mengetahuinya dengan baik? Tentu karena itu objek yang sama. Bukankah kamu berpegang teguh pada keyakinan bahwa aku adalah inkarnasi dari Dewa perang karena ini?"


"Jadi bagaimana jika satu sisi adalah manusia dan sisi lain adalah benda?"


"Dunia budidaya penuh misteri, bahkan benda dapat melahirkan kesadaran." Yuan Qing meletakkan cangkir yang telah kosong, suara tabrakan porselen dan kayu terdengar nyaring.


Hualing menurunkan pandangan pada Lonceng bunga biru di atas meja. Meski dia telah menebaknya, tapi Hualing tidak memiliki keberanian untuk memikirkannya lebih dalam.

__ADS_1


Dia takut, jika Xie Shaosheng adalah bentuk kesadaran dari Lonceng bunga biru maka bukankah dia dapat menjadi bentuk kesadaran dari objek abadi yang lain?


Jika dia sungguh bentuk kesadaran dari sebuah benda abadi, maka semua kebingungannya akan terjawab.


__ADS_2