Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 38


__ADS_3

"Apakah itu sungguh Reruntuhan Surga Kesembilan?"


Zhang Junqing awalnya tidak tahu mengapa paman beladiri Cao mengunjunginya dengan gusar. Ketika matahari baru naik, adik seperguruan gurunya ini telah mengetuk pintu puncak pertama. Itu merupakan hal langka, mengingat Tuan puncak Cao ini paling malas jika berurusan masalah formal.


Melihat itu, Zhang Junqing tidak bisa tidak khawatir. Namun, seperti apapun dia bertanya, paman beladirinya ini enggan memberi jawaban pasti. 'Tunggu Ling'er kembali' akan menjadi jawaban dari setiap pertanyaannya. Zhang Junqing hanya dapat menghela napas tidak berdaya dan menerima secangkir teh yang di sajikan Liu Xing Sheng, menyesapnya sejenak kemudian beranjak dan membuka papan catur untuk membunuh waktu. Menunggu Hualing kembali yang entah memerlukan waktu berapa lama.


Hanya setelah waktu berlalu lima jam, Hualing kembali dengan berita yang luar biasa. Zhang Junqing melihat pada paman beladiri Cao yang mengajukan pertanyaan tersebut, kemudian pada Hualing yang berdiri tegak di hadapan mereka.


"Ini salah Ling'er karena tidak memberitahu pada guru dan Master sekte. Sebenarnya pada percobaan lalu, Ling'er menjumpai sisa kesadaran Yang Mulia abadi Shui Xing dan mendapatkan sebuah peta darinya. Yang Mulia abadi berkata jika peta tersebut adalah peta menuju reruntuhan yang di gambar berdasarkan ingatan. Murid ini telah menimbang beberapa hal sebelum memutuskan untuk menelusuri terlebih dahulu." Dengan kedua tangan Hualing menyerahkan peta kulit binatang kepada Cao Ping. Liu Xing Sheng dengan cekatan menyingkirkan papan catur, memungkinkan Cao Ping untuk melebarkan peta tersebut di atas meja.


Dia menyentuh permukaan peta yang sedikit kasar, "Ini adalah kulit Harimau pedang merah yang telah menghilang seribu tahun yang lalu."


"Jadi sungguh peta menuju reruntuhan?"


"Seharusnya benar." Cao Ping mengangguk beberapa kali.

__ADS_1


"Peta ini di gambar berdasarkan topografi. Menjadikan makam Yang Mulia abadi Shui Xing sebagai titik arah. Setelah membandingkannya dengan tata wilayah saat ini, reruntuhan berada di hutan perbatasan negara Qi Utara dan Qi Selatan."


"Jadi kamu keluar beberapa hari ini untuk menyelidiki reruntuhan?" Cao Ping bertanya pada murid terkecilnya itu.


"Benar."


"Kasus orang hilang di hutan perbatasan beberapa waktu lalu karena mereka memasuki pintu menuju reruntuhan yang tidak stabil?" Kali ini yang bertanya adalah Zhang Junqing.


"Benar."


"Benar."


Zhang Junqing melihat pada Cao Ping yang mengerutkan kening. Masalah pembukaan alam rahasia bukanlah sesuatu yang kecil, terlebih ini adalah reruntuhan Surga Kesembilan.


"Sekte Awan Melonjak tidak dapat menelan kue sebesar ini," Cao Ping berkata setelah beberapa saat terdiam.

__ADS_1


"Itu benar. Selain itu, lokasi reruntuhan ada di bawah naungan Sekte Langit. Dan pergerakan besar sudah pasti akan menarik perhatian mereka." dengan raut hati-hati Zhang Junqing berpendapat, "begini saja. Satu bulan kemudian adalah pertandingan tahunan antar sekte, aku akan mengundang Master Sekte Langit untuk mengunjungi Awan melonjak lebih awal." Lanjutnya seolah telah tercerahkan.


"Itu juga tepat. Jika Sekte Langit membantu, itu akan lebih mudah untuk mengawasi pintu reruntuhan. Tidak hanya mencegah seseorang secara membabi buta pergi kemudian menghilang, tetapi juga mengetahui setiap pergerakan yang mungkin terjadi." Cao Ping membentangkan peta tersebut di hadapannya, melihat garis berkelok-kelok yang tidak pudar bahkan setelah ribuan tahun.


"Satu bulan kemudian adalah pertandingan lima tahun sekali di antara sekte budidaya, saudari junior telah mencapai pengembaraan jiwa dan tidak dapat mengikuti kompetisi. Mengapa tidak mengambil kesempatan ini untuk menjadi pengurus?"


"Banyak hal yang harus Ling'er. Kali ini biarkan Lan Shi menjadi perwakilan dari puncak kedua untuk menjadi mengurus." ujar Cao Ping dengan dengusan.


Hualing tersenyum canggung pada Zhang Junqing yang melihatnya, menanyakan mengapa Tuan puncak Cao tampak tidak bahagia.


Empat belas hari kemudian.


Daratan utara, sekte Langit.


"Kali ini tidak tahu mengapa sekte Awan Melonjak mengundangku untuk berkunjung lebih awal. Sebagai satu-satunya murid ku, kamu akan pergi empat hari kemudian bersama murid lain. Selama perjalanan berhati-hatilah." kata terakhir baru jatuh dan sosok master sekte Langit telah menghilang dalam hempasan energi spiritual yang kuat. Meningkatkan seorang pemuda yang memberi hormat dengan postur yang tepat. Jawaban 'baik' tersuara lirih sebelum sang pemuda menegakkan punggung.

__ADS_1


Jika Hualing atau Yuan Qing melihat penampilan pemuda ini, mereka pasti akan sangat terkejut. Pemuda itu memiliki penampilan rupawan bak tuan muda bangsawan dengan fitur feminim. Meski memiliki penampilan yang jauh lebih muda, hanya memerlukan satu kali pandangan untuk Yuan Qing mengetahui jika rupa inilah yang menargetkannya di makan Yang Mulia abadi Shui Xing.


__ADS_2