Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 41


__ADS_3

Dengan satu lompatan Yuan Qing mendarat di atas arena kompetisi. Pakaian murid dalam yang dia kenakan melambai dalam gerakan, menambah nilai lebih pada penampilannya yang elok.


Jika tidak bersama Hualing, Yuan Qing akan menghabiskan waktu di hutan belakang. Membuat sosoknya tidak sering terlihat oleh murid lain, tapi meski seperti itu tidak sedikit sorakan penyemangat terdengar dari area penonton.


Dia melihat kesamping pada Hualing yang duduk di kerumunan, ada senyum menenangkan terukir di bibir. Yuan Qing memutar pergelangan tangannya, pedang ramping di genggaman menari dengan indah sebelum ujung tajam menuding Bai Fengying yang berdiri di seberang.


"Aku akan mengatakan peraturan sekali lagi, pertarungan tidak akan di hentikan sampai salah satu dari kalian mati, keluar arena atau mengangkat tangan menyerah!" Hakim kompetisi menyuarakan peraturan yang sama. Dia melihat bolak-balik pada murid langsung master sekte Langit dan murid dalam dari puncak Kedua Awan Melonjak. Penampilan kedua anak muda ini unggul dari yang unggul. Ketika Bai Fengying memberi kesan tuan muda bangsawan berbudaya, maka Yuan Qing memberi kesan pedang tajam yang telah melewati seribu pertempuran.


"Mulai!" ucapnya kemudian menghilang dalam hembusan energi spiritual dan berpindah ke bawah arena.


Kedua kompetitor saling memberi hormat sebelum bergerak. Satu menyerang dan satu bertahan.


Bai Fengying yang tampak halus adalah pihak penyerang. Meski masih berada di pembangunan fondasi, tapi kecepatan gerakannya tidak dapat di remehkan. Dengan satu tumpuan dia meluncurkan serangan, seragam murid utama berwarna putih berkibar dalam hempasan angin cepat. Pedang di genggaman berkilau di bawah sinar matahari terik.


TRINGG!


Suara benturan dua logam terdengar nyaring. Yuan Qing menggunakan Sungai Petir Ungu untuk memblokir serangan. Dia dapat mendengar pedang di genggamannya berdengung sombong,Yuan Qing mengangkat satu sudut bibir.

__ADS_1


Pedang Ling'er sangat menarik! Tampaknya tidak lama lagi pedang ini akan melahirkan kesadaran!


Bai Fengying segera mundur ketika serangannya gagal, ada tatapan menilai dari sorot matanya. Beberapa melahirkan kekaguman dan beberapa melahirkan kecurigaan. Senyum tipis terukir di sudut bibir, terlalu tipis untuk di perhatikan.


Baik Fengying sekali lagi menyerang, bertukar puluhan gerakan dalam beberapa napas. Suara benturan pedang dan percikan energi spiritual terdengar dari area kompetisi. Para tuan yang duduk di atas sana melihat pertarungan dengan bosan, karena di mata para leluhur ini tidak ada yang menari dari pertarungan dua pembudidaya pembangunan fondasi.


Berbeda dengan para tetua, Hualing melihat pertandingan dengan keseriusan seribu persen. Dia menggigit bibir bawah sementara tangan menggenggam erat sisi pakaian. Jantungnya bertalu kencang, terasa menyesakkan. Seperti sebuah batu menyumbat di dada. Dia tahu, dengan budidaya Yuan Qing akan mudah mengalahkan Bai Fengying. Namun, kegelisahan itu tidak juga reda.


Yuan Qing dapat merasakan tatapan intens itu, dalam hati dia menghela napas untuk kegelisahan tak berdasar Hualing. Dia tahu benar watak gadis itu. Penghiburannya tidak akan membawa dampak, dan hanya dengan menyelesaikan pertarungan ini maka Hualing akan lebih tenang.


Cahaya pembunuhan bersinar lebih tajam dari matanya, mengejutkan Bai Fengying yang melakukan serangan jarak dekat.


Bai Fengying menggigit bibirnya, 'aku harus bertahan, sebentar lagi formasi di atur!' pikirnya. Dia kembali melancarkan serangannya, energi spiritual di fokuskan dalam serangan.


Serangan Bai Fengying kembali di patahkan, tapi dia tidak menyerah. Dia kembali meluncur, sudut bibir terangkat lebih tinggi. Tidak ada yang menyadari jika energi spiritual murni tertinggal di area bertarung, membentuk formasi yang belum lengkap.


Yuan Qing ingin mengakhiri pertarungan ini segera. Dia tidak lagi pasif bertahan, melainkan menyerang dengan ganas. Untuk sementara Bai Fengying tidak dapat menyesuaikan situasi, dia di pukul mundur hingga jatuh berlutut dan meludahkan seteguk darah.

__ADS_1


Bai Fengying menunduk, tidak ada yang dapat melihat senyum tipis di bibirnya. Terlebih ketika dia mendengar suara langkah kaki dan nada arogan Yuan Qing.


Mata formasi telah di letakkan, hanya menunggu mangsa masuk jebakan.


"Apakah kamu akan menyerah?"


Dengan dukungan pedang, Bai Fengying menegakkan punggung. Melihat pada pemuda rupawan yang berdiri kokoh di hadapannya. Seolah menilai, melihat Yuan Qing dari ujung kepala ke ujung kaki, "apakah kamu sungguh iblis?"


Bai Fengying dapat melihat kening Yuan Qing berkerut sesaat, mungkin hanya sekejap mata, tapi reaksi itu cukup untuk membuatnya bergegas mundur.


Cahaya emas bersinar dari jari telunjuk dan jari tengah yang di satukan, "Formasi penangkap iblis!" ucapnya tidak keras, tapi dapat di dengar para tetua yang duduk di atas sana.


Formasi emas yang rumit bersinar di bawah kaki Yuan Qing. Menekannya begitu keras, memaksanya untuk berlutut. Yuan Qing dapat merasakan kulitnya seolah dikelupas sedikit demi sedikit, memperlihatkan kekotoran di bawahnya. Energi spiritual murni miliknya seperti dikuliti selapis demi selapis, menyisakan energi iblis yang tidak seharusnya di miliki seorang pembudidaya iblis semata dan terlalu tirani untuk menjadi iblis kecil.


Ketika efek formasi menghilang, semua orang dapat melihat seorang pemuda mengenakan seragam murid dalam sekte Awan Melonjak berlutut dengan bertumpu pada pedang ramping. Kekuatannya selama pertarungan telah mengejutkan, tapi penampilannya saat ini jauh lebih mengejutkan.


Energi iblis hitam murni berputar di sekelilingnya, begitu riang seperti anak kecil yang bermain-main. Sepasang tanduk hitam terbentuk dari energi hitam yang mengembun di keningnya. Tanda suci sewarna darah bersinar di antara alisnya yang tegas. Ketika sosok itu menegakkan tubuh, sepasang mata merah menyapu kerumunan dengan cahaya bengis.

__ADS_1


Tidak salah lagi, ini adalah tanda Raja Iblis!


__ADS_2