Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 19


__ADS_3

"Saudara senior Zhou, Qinyang sangat beruntung bertemu saudara." Chen Qinyang yang memasuki alam rahasia bersama para murid merasa sangat beruntung karena bertemu Zhou Liangyi ini segera. Plot ini sama persis seperti yang tertulis dalam buku, setelah ini Zhou Liangyi akan membawanya mencari jamur persik untuk mengobati racun tuan puncak kelima, dan keduanya akan di kejar oleh kelelawar darah. Hanya setelah berlari dengan susah payah mereka akan bertemu dengan protagonis pria.


Mengingat tentang protagonis pria, Chen Qinyang merasa sangat kesal. Seharusnya banyak pertemuan kebetulan antara keduanya di dalam sekte. Namun sebanyak apapun dia mengikuti plot, pertemuan itu tidak pernah terjadi. Bukan bertemu dengan Liu Xing Sheng, dia justru bertemu Zhou Liangyi. Hanya setelah bertanya di sini dan sana, baru dia tahu jika sang protagonis mengurung dirinya untuk berlatih.


"Kita tidak tahu apa yang menanti di dalam alam rahasia, jadi lebih baik berjalan bersama." Zhou Liangyi berkata dengan semburat merah di pipi.


"Itu benar. Jadi saudara Zhou, kemana kita pergi selanjutnya?" Meski pertemuannya dengan protagonis pria tertunda, bukan berarti tidak akan bertemu. Namun untuk sekarang, memiliki Zhou Liangyi untuk di pegang juga tidak buruk.


Zhou Liangyi :"Aku harus mencari jamur persik, itu harus berkembang di dalam gua yang lembab."


"Aku turut sedih dengan kondisi tuan puncak ke-lima." Dengan wajah penuh keprihatinan, Chen Qinyang berkata dengan lembut. Entah itu asli atau palsu, tapi kalimat itu sanggup membuat Zhou Liangyi berhati lembut.


"Jika kita menemukan obat ini, ayah akan baik-baik saja. Setidaknya selama beberapa tahun sampai esensi api di temukan." Zhou Liangyi berusaha menghibur. Gadis muda ini begitu lembut dan berhati murni. Beberapa kali secara kebetulan, dia menemukan bagaimana gadis ini menolong sesama murid yang berada dalam kesulitan.


"Saudara Zhou pasti akan mendapatkannya! Aku akan membantu!" Chen Qinyang berkata dengan menggenggam tangan Zhou Liangyi, membuat wajah yang kedua berubah menjadi kepiting rebus.


"Saudari Chen, ini?" Dengan wajah memerah Zhou Liangyi melihat bagaimana tangan mereka bertautan.


Seolah baru menyadari tindakannya, Chen Qinyang menunduk dan dengan malu-malu melepaskan genggaman tangan mereka, "maafkan aku, aku!" Dia tidak dapat melanjutkan perkataannya.


"Itu bukan masalah, sungguh bukan masalah. Tidak perlu meminta maaf!" Zhou Liangyi menjawab dengan cepat.


"Makam yang mulia abadi Shui Xing ini sungguh luar biasa!" Chen Qinyang berdehem kemudian berucap dengan satu sudut bibir terangkat tinggi. Meremehkan orang-orang di jaman ini yang begitu kuno. Bahkan hanya pegangan tangan dapat membuat mereka merasa malu luar biasa.

__ADS_1


"Ya! Dalam sepuluh ribu tahun tidak ada pembudidaya yang melewati tahap kenaikan apalagi mencapai ranah yang mulia abadi. Tuan puncak Cao saat ini menjadi satu dari dua orang dengan tingkat budidaya tertinggi di benua ini." Zhou Liangyi berkata panjang.


"Ya! Sungguh luar biasa memiliki satu dari dua pembudidaya terkuat di dalam sekte." Bagaimana memiliki pembudidaya dengan ranah lebih tinggi akan memberikan kebanggaan tersendiri bagi para murid. Tidak hanya mereka dapat berjalan menyamping di jalanan, tapi juga mendapatkan prioritas dalam beberapa hal.


"Saudara Zhou, lihat ke sana! Ada gua besar di sana, jika pergi mungkin akan menemukan jamur persik!" Chen Qinyang menunjuk sebuah gua besar di kejauhan. Tampak redup di bawah naungan kanopi pepohonan.


"Saudari Chen sungguh membawa keberuntungan, kita hanya berjalan sebentar dan sudah menemukan gua yang begitu besar!" Zhou Liangyi berkata dengan sedikit berlebihan.


"Saudara Zhou, tolong jangan menggodaku!" Hualing berkata dengan sedikit ketidakpuasan.


"Kita sudah mengenal sangat lama, mengapa tidak memanggilku Liangyi?" Zhou Liangyi bertanya dengan hati-hati.


"Saudara Liangyi," Chen Qinyang memanggil dengan lirih, antara gugup dan penuh sukacita.


"Tentu!" Chen Qinyang menjawab cepat, kemudian menunduk ketika merasa tindakannya sedikit memalukan.


"Jadi saudari Qinyang, berdiri di belakangku. Kita tidak tahu apa yang tinggal di dalam gua ini." ujarnya ketika langkah mereka terhenti di depan mulut gua.


"Emh,"


Dua orang memasukinya gua gelap. Aroma lembab bercampur anyir memenuhi indera penciuman. Semakin ke dalam, cahaya semakin redup dan aroma memuakkan itu semakin kuat. Zhou Liangyi mengeluarkan mutiara malam seukuran kepalan tangan, menyuntikkan energi spiritual dan benda itu kini bersinar. Menerangi jalan mereka yang berbatu dan berlumut.


Suara tetesan air terdengar, menggema di ruang yang tertutup lagi sunyi.

__ADS_1


Chen Qinyang juga mengeluarkan mutiara malam yang sama. Dua cahaya putih lembut menerangi sekeliling.


Mereka terus berjalan ke dalam, pintu masuk yang terang kini terlihat mengecil. Mereka meneliti sudut tak terjangkau cahaya dan balik batu yang terlindung, berharap menemukan jamur persik yang di cari.


"Saudara Liangyi, kamu mencari sisi ini. Aku akan mencari disisi yang lain." Ucap Chen Qinyang ketika mereka tidak juga menemukan jamur persik meski telah berputar selama satu jam.


"Ya," Zhou Liangyi menjawab dengan persetujuan singkat.


Dua orang berjalan di sisi yang berbeda dengan tujuan yang sama. Mutiara malam di arahkan pada sudut-sudut gelap. Meski penglihatan mereka jauh lebih baik dari manusia biasa, tapi dengan tingkat budidaya yang tidak terlalu tinggi dan gua yang terlampau gelap tetap menimbulkan kesulitan tertentu.


Suara tetesan air terdengar semakin nyaring. Udara lembab dan dingin mulai terasa. Chen Qinyang mengarahkan mutiara malam pada langit-langit gua dan dia tertegun. Sesuatu menggantung bergerombol tepat di atas kepala mereka.


Kelelawar darah! Dia tidak menyangka menemukan jackpot setelah memasuki gua acak. Kejaran binatang-binatang inilah yang akan menyatukan protagonis pria dan protagonis wanita dalam buku. Protagonis pris akan terluka saat berusaha menyelamatkan protagonis wanita, dan protagonis wanita akan menggunakan kemampuan medisnya untuk menyembuhkan protagonis.


"Saudari Qinyang, lihat aku menemukannya!" Zhou Liangyi berseru penuh sukacita. Dia melihat Chen Qinyang yang terpaku pada satu arah dan mengikuti arah pandang Chen Qinyang. "Kelelawar darah." Dia berbisik lirih. Melihat dengan ngeri makhluk yang tergantung terbalik di langit-langit.


Zhou Liangyi segera bergerak cepat, mengambil mutiara malam Chen Qinyang dan memadamkannya ketika kelelawar darah tampak terganggu.


Zhou Liangyi tidak tahu apakah mereka beruntung atau sial kali ini. Meski mereka mendapatkan obat yang di perlukan, tapi mereka juga bertemu kelelawar darah yang langka. Makanan utama binatang ini adalah darah segar, baik binatang iblis lain maupun manusia. Binatang iblis ini di lahirkan dengan tingkat budidaya kondensasi Qi tingkat ketiga, dan akan terus berkembang seiring pertumbuhan.


"Jamur persik sudah di dapatkan. Mereka tidak akan terusik jika kita tidak membuat kegaduhan." Zhou Liangyi berkata perlahan, takut jika suaranya akan menganggu ketenangan gua.


Sedangkan Chen Qinyang yang mendengar ucapan Zhou Liangyi tidak mungkin melakukan itu. Bagaimanapun para kelelawar darah ini akan menjadi mak comblang untuk hubungannya dan protagonis pria, tapi meski berpikir seperti itu bibirnya berkata 'aku mengerti' dengan patuh yang berkebalikan dengan jari-jarinya.

__ADS_1


"Ayo pergi," Zhou Liangyi berucap. Dengan lembut menarik Chen Qinyang keluar dari gua, tapi tanpa dia duga suara lengkingan tinggi terdengar. Dalam pandangan redup dia melihat bagaimana makhluk yang seharusnya bergelantungan di langit-langit gua kini menerjang mereka.


__ADS_2