Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 8


__ADS_3

Satu sosok berpakaian hitam keluar dari salah satu bangunan di puncak bambu hijau. Langkahnya ringan dengan kabut gelap yang mengelilingi, membuatnya seolah menyatu dengan gelapnya malam.


Sosok itu akan bersembunyi di bawah bayang-bayang ketika menjumpai murid yang berpatroli, kemudian kembali bergerak ketika situasi aman.


Melewati asrama murid dalam, kemudian menyeberangi kebun bunga matahari di satu sisi dan kebun herbal di sisi lain. Sosok berpakaian hitam itu berhenti di ujung daratan. Raungan dan lolongan terdengar dari hutan jauh di bawah sana. Awan gelap bergerak, cahaya bulan menyinari. Menampakkan fiturnya yang baik di usia muda.


Yuan Qing melihat hutan gelap di bawah sana dengan acuh. Tatapannya setenang air danau, tidak beriak, tidak bergejolak. Dengan satu jentikan ujung kaki, dia meluncur turun. Kabut yang mengelilingi tubuhnya menebal, memperlambat laju jatuh dan mendarat di rumput lebat diantara pepohonan rimbun.


Kakinya melangkah, kabut hitam masih menguar dari tubuhnya cukup untuk menakuti binatang roh tingkat rendah di sekitar.


Yuan Qing menemukan sebuah gua kosong kemudian memasukinya, duduk di sudut terdalam dalam posisi lotus. Mulai mengolah jalan iblis yang dulu dia tempuh.


Di kehidupan lalu, dia mengetahui keistimewaan fisiknya hanya setelah memasuki makam yang mulia abadi Shui Xing dan mendapatkan kitab budidaya tubuh iblis surgawi. Hanya butuh dua puluh tahun dia melonjak dari pembangunan yayasan tahap akhir menjadi Jiwa baru lahir tingkat menengah.


Jika boleh di katakan, bakatnya dalam budidaya iblis sama baiknya dengan Liu Xing Sheng yang berjalan di jalan Dao yang benar.


Dan sekarang, dia memulai budidaya tubuh iblis surgawi lebih cepat dari kehidupan sebelumnya. Seharusnya kali ini dia dapat melenyapkan pasangan selingkuh itu!


...****************...


Yuan Qing tidak lagi dapat mengingat kapan terakhir dia makan dengan harmonis bersama orang lain. Mungkin itu bersama orang tuanya, mungkin bersama Liu Xing Sheng di gang kumuh atau mungkin bersama Chen Qinyang di kehidupan sebelumnya. Karena yang dia ingat, sejak dia membangun fondasinya di kehidupan lalu, dia telah berpantang makan. Setelah membangkitkan fisik iblisnya, makanan tidak lagi terasa sama di mulutnya. Hanya hambar dan menjijikkan. Selama waktu itu, hanya anggur yang masih terasa baik.


"Kamu harus memakan ini, ini sangat bergizi." Yuan Qing memperhatikan daging babi yang di tumpuk dengan sayuran hijau di mangkuknya. Begitu banyak yang di tambahkan hingga nasi tidak lagi terlihat.


"Ling er, sudah cukup. Dia memiliki dua tangan yang berfungsi, tidak perlu bagimu untuk mengambil ini dan itu untuknya!" Cao Ping berkata dengan nada sarkastik. Sama sekali tidak merasa bersalah jika orang yang dia cerca adalah murid puncaknya sendiri.


"Ah Qing sedang masa pertumbuhan. Dia harus makan banyak dan bergizi agar tumbuh cepat." Hualing menjawab dengan cemberut.


"Itu tidak berarti harus memindahkan semua lauk ke mangkuknya!" Tuan puncak Cao Ping kembali bersuara.


Mendengar pernyataannya, Yuan Qing hampir tidak mempercayai jika pria ini adalah leluhur memecah kekosongan yang mulia, pembudidaya paling luar biasa di benua Qing Long.


'Dia lebih seperti orang tua yang cemburu pada menantu, karena putrinya lebih memperhatikan suaminya.'


Ketika pikiran itu muncul, Yuan Qing merasa merinding di sekujur tubuh.


'Menantu apa?'

__ADS_1


'Suami apa?'


Tampaknya perilaku aneh seluruh puncak bambu hijau telah mempengaruhi kinerja otaknya.


"Bukankah guru telah berpantang makan selama ratusan tahun?" Hualing menjawab dengan mata melotot, penuh tuduhan.


"Bukankah sudah seperti ini selama lima puluh tahun kamu datang? Lagi pula kamu selalu memasak untuk gurumu ini?" Cao Ping menjawab kembali.


Hualing :"Bukankah itu guru yang selalu datang untuk menumpang makan? aku bahkan tidak pernah mengundang!"


Cao Ping :"Dan sekarang, karena murid baru kamu mengesampingkan gurumu?"


Hualing :"Tidakkah guru merasa malu berebut makanan dengan anak tiga belas tahun?"


Mendengar pertukaran kalimat keduanya, entah mengapa Yuan Qing tidak merasakan perbedaan generasi dari dua orang ini.


Selain itu, fokusnya teralih pada tiga kata 'lima puluh tahun'. Dia tidak bisa tidak berpikir jika gadis muda yang terlihat berusia lima belas tahun ini, berkulit lembut dan beraroma harum ini sesungguhnya adalah wanita tua berusia lebih dari setengah abad.


Cao Ping :"Tiga belas tahun bukan lagi anak-anak. Di dunia fana, dia mungkin sudah menikah dan memiliki anak!"


Seolah tidak menyadari atau sungguh tidak mengerti, Yuan Qing meletakkan sumpit kemudian berujar, "Guru, Saudari senior. Aku sudah selesai."


"Guru dapat menghabiskan semuanya, aku juga sudah selesai." Kata Hualing masih dengan tatapan menyalahkan kemudian mengejar Yuan Qing yang telah melewati pintu.


Dan seperti tidak menyadari keluhan Hualing, Cao Ping kembali melanjutkan makannya dengan gembira.


Diantara lima muridnya hanya Hualing yang paling santai dan toleran dengan kebiasaan makan bersama seperti manusia fana ini. Sedangkan murid-murid yang lain? Cao Ping hanya dapat menghela napas.


Meski puncak mereka berfokus mengurus masalah logistik sekte, tapi murid-murid di puncak bambu hijau di bebaskan untuk memilih budidaya yang di dalami. Seperti Cao Ping yang merupakan pembudidaya pedang, begitu pula lima muridnya yang lain.


Meski kelimanya pembudidaya pedang, mereka memiliki kepribadian yang berbeda-beda.


Han Siyu murid pertamanya, bakatnya baik dengan temperamen elegan dan sikap tegas. Semuanya terdengar baik kecuali dia terlalu keras, tidak hanya pada orang lain tetapi juga dirinya sendiri. Tentu sikap itu sedikit berbeda jika menyangkut Saudara dan saudari dari puncak yang sama.


Jiang Xinxin murid kedua, seorang wanita tapi berperilaku seperti laki-laki. Cao Ping hanya dapat menghela napas jika menyangkut muridnya yang satu ini. Setiap hari dia berlarian keseluruh sudut puncak atau puncak pertama untuk tantangan kompetisi.


Xie Shaosheng murid ketiga, di lahirkan dengan wajah feminim layaknya wanita. Jika diantara semua muridnya, Shaosheng adalah seseorang yang paling mudah bergaul. Murid ketiga ini pula yang paling memanjakan Hualing seperti saudara sedarah.

__ADS_1


Lan Shi murid keempat, Cao Ping tidak melihat bocah itu lebih dari lima tahun. Paling menyukai petualangan dan akan melemparkan pekerjaan sekte pada saudara dan saudarinya. Keberadaan di sekte awan melonjak dalam satu tahun dapat di hitung dengan dua tangan.


Tidak mengetahui kegundahan gurunya, Hualing mensejajarkan langkahnya dengan Yuan Qing, "kemana Ah Qing akan pergi?"


"Berkeliling," Yuan Qing menjawab dengan acuh.


"Jika seperti itu, lebih baik ikuti saudari mengambil manual yang cocok untukmu. Meski puncak kita mengurus logistik, bukan berarti itu menjadi alasan untuk malas berkultivasi." Ujar Hualing, kemudian menarik pergelangan tangan Yuan Qing menuju arah perpustakaan.


Dan di sinilah Yuan Qing berdiri. Diantara rak tinggi yang penuh dengan manual kultivasi tingkat dasar. Sementara Hualing yang menariknya sedang berjongkok di rak ujung.


Mencari manual kultivasi.


"Ah Qing, bukankah kamu adalah akar spiritual api?" Tanya Hualing pada Yuan Qing yang masih berdiri terpaku.


"Ya!" jawab Yuan Qing, masih memperhatikan Hualing yang bergeser kesana-kemari dengan tidak puas.


"Ah Qing, tidak ada manual bagus di sini. Tampaknya kita harus naik ke lantai tiga untuk mendapatkan manual giok!"


Yuan Qing memutar matanya bosan. Tentu tidak ada manual bagus di tingkat terendah yang bahkan dapat di masuki tanpa poin kontribusi!


"Kamu tidak dapat mengikutiku ke lantai tiga, jadi tunggu di sini sampai aku kembali. Tenang saja, itu tidak membutuhkan waktu lama." ujarnya kemudian beranjak pergi.


Yuan Qing mengikuti langkah Hualing hingga yang kedua menghilang di susunan formasi transfer ruang. Melihatnya menghilang di dalam cahaya biru terang.


Yuan Qing menyentuh dadanya, itu terasa kosong dan dingin. Sangat berbeda di banding ketika Hualing ada didekatnya.


Ini hanya beberapa hari, sepertinya dia telah di lunakkan kembali. Yuan Qing merasa sangat bodoh, di kehidupan ini tampaknya dia akan di jatuhkan oleh Hualing. Sikap wanita itu terlihat begitu tulus, sama seperti awal Chen Qinyang mendekatinya.


"Saudara senior!"


Yuan Qing menoleh ketika dia melihat suara yang tidak akan pernah dia lupakan itu. Chen Qinyang dengan seragam sekte berwarna biru berlari kecil mendekat.


Wanita ini ketika di pikirkan mengapa tiba-tiba muncul?


"Rupanya itu benar saudara senior Yuan! Aku adalah Chen Qinyang, kami berada di ujian seleksi masuk yang sama!" Chen Qinyang memperkenalkan dirinya dengan antusias. Bagaimanapun dia harus mendapatkan perhatian bos penjahat masa depan! Karena dalam buku, Yuan Qing ini memperlakukan protagonis wanita seperti seorang putri, bahkan ketika protagonis wanita memihak protagonis pria, Yuan Qing masih mentolerir semua hal merugikan yang dia lakukan!


"Aku tidak ingat." Yuan Qing menjawab dengan acuh.

__ADS_1


__ADS_2