Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 53


__ADS_3

Teriakan melengking itu terus menggema di dalam pikirannya. Seperti di kehidupan lalu, pedang iblis membangkitkan jiwa-jiwa marah yang dia belenggu, mencoba mencabik kewarasannya. Mengendalikan tubuhnya.


Di kehidupan lalu dia membutuhkan kekuatan untuk membalas dendam, membalas setiap rasa sakit yang pernah dia terima. Dan pedang iblis telah menggodanya dengan kekuatan besar, memungkinkannya menyingkirkan semua lawan. Kala itu, dia bermaksud menyerah dalam godaan sebelum tersadar dari pengaruh bujukan pedang iblis.


Namun, kali ini semua berbeda. Meski masih ada kemarahan di hatinya, tapi itu tidak sepadan jika di bandingkan tujuannya demi melindungi Hualing. Melindungi dirinya sendiri, mencegahnya kehilangan orang yang dia cintai.


Energi iblis berputar cepat, berlarian panik mengelilingi Yuan Qing. Pedang iblis di tangannya berdengung lebih keras, menolak mengakui tuan. Teriakan melengking terdengar lebih nyaring, jiwa-jiwa penuh keluhan meraung. Dunia terdengar begitu bising di telinganya.


Kala itu, dia hampir menyerahkan dirinya untuk di telan pedang iblis, tapi tidak kali ini. Ling'er masih menunggunya kembali.


Energi iblis Yuan Qing menguar lebih liar, mencambuk segala arah, menekan energi pedang iblis kembali ke tempatnya.


...****************...

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Seorang penatua dari sekte Langit bertanya pada penatua lain di sampingnya, kening keriput berkerut lebih dalam. Pintu menuju reruntuhan surga kesembilan yang seharusnya menampilkan istana setengah runtuh kini beberapa kali bergoyang, seolah hendak runtuh.


"Nampaknya reruntuhan tidak stabil dan akan menghilang kapan saja, ini saatnya menggunakan giok suar!" Tuan puncak ketiga dari sekte awan melonjak berujar dengan kekhawatiran.


"Rekan-rekan pembudidaya, mulai formasi transfer!" Kalimat itu tidak di serukan dengan keras, tapi siapapun yang mendengarnya dapat menangkap kegentingan darinya. Lima belas penatua dari berbagai sekte segera bergerak ke formasi besar yang telah di siapkan sebelumnya, bersiap membawa murid-murid mereka keluar dari alam rahasia yang hampir runtuh.


Sementara itu di dalam reruntuhan surga kesembilan.


Burung-burung beterbangan, binatang roh berlari liar, meninggalkan sarang dengan panik seperti di kejutkan oleh sesuatu yang berbahaya. Bumi bergetar, tanah terkoyak, istana yang setengah runtuh kini kini sepenuhnya rata dengan tanah.


Hualing melihat sekeliling kemudian pada liontin giok di tangannya, dia punya firasat jika getaran di seluruh reruntuhan ada hubungannya dengan benda di tangannya ini. Tapi meski menebak tepat, Hualing tahu tidak mungkin untuk membatalkannya. Tidak ada yang bisa dia lakukan untuk mencegah reruntuhan ini hancur menjadi debu.


Dia membalikkan badan, angin bertiup kencang menerbangkan helai hitam. Istana tempatnya di ciptakan kini rata dengan tanah, Hualing menjatuhkan kedua lututnya, memberi hormat pada istana yang telah menjadi tempatnya selama beberapa tahun kemudian berdiri kembali.

__ADS_1


Liontin giok berwarna biru yang tersemat di pinggangnya bersinar terang. Ini adalah liontin yang di dapatkan semua pembudidaya sebelum memasuki reruntuhan yang telah di ukir formasi teleportasi satu arah, memungkinkan pemegang liontin berpindah dari satu tempat ke tempat formasi utama didirikan.


Sebelum tubuhnya menghilang dari reruntuhan, Hualing terpikirkan satu hal. Itu adalah bentuk aslinya, Lonceng pemecah takdir.


Hualing hanya berharap semoga bentuk aslinya terkubur di bawah reruntuhan ini, tidak pernah menampakkan diri di dunia luar. Namun, harapan hanya sekedar harapan. Dia tidak tahu jika di masa depan, bentuk aslinya akan di gunakan untuk mengendalikannya, menyakiti orang yang dia cintai.


Liontin giok bersinar dengan cahaya biru, seperti sekolompok kunang-kunang. Satu demi satu para murid di pindahkan dari reruntuhan menuju formasi utama yang di susun di padang rumput luas tidak jauh dari pintu masuk.


Yuan Qing yang telah mengubah penampilannya tersenyum di antara pembudidaya yang masih kebingungan. Dia tidak tahu mengapa sisa-sisa istana tiba-tiba runtuh, seharusnya itu bukan karena tidak sanggup menampung jumlah pembudidaya yang masuk. Namun, apapun yang sebenarnya terjadi tidak menjadi masalah selama dia mendapatkan pedang iblis.


Yuan Qing beranjak dari tempatnya, dia tidak sempat bertemu Hualing di reruntuhan. Jadi Ketika sudut matanya melihat gadis itu diantara murid-murid tidak jauh darinya, Yuan Qing tidak dapat menghentikan diri untuk mendekat.


"Apa yang salah?" Wajah gadis itu muram dan alisnya terkulai sedih, Yuan Qing tidak dapat menghentikan dirinya untuk bertanya. Suaranya tidak dapat di anggap lirih, tapi di tengah hiruk pikuk percakapan yang tidak terarah, pertanyaannya tidak signifikan untuk menarik perhatian.

__ADS_1


"Aku sudah ingat semuanya, memang benda itu." Dua kata terakhir memiliki banyak makna, tapi Yuan Qing mengerti artinya bahkan tanpa berpikir. Dengan lembut dia menarik lengan Hualing, merengkuhnya dalam pelukan erat. Siapapun yang menemukan dirinya bukanlah mahkluk hidup sudah pasti tidak akan terlalu bahagia.


__ADS_2