Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 65


__ADS_3

Dua sosok bergerak cepat di gelapnya malam, dua energi spiritual berbenturan. Area perkuburan massal yang sunyi seketika semarak, mengganggu jiwa-jiwa yang tidur di bawah gundukan.


Sejak jaman kuno, perkuburan massal di kenal dengan energi jahatnya yang kental. Hal ini tidak terlepas dari jiwa-jiwa berdosa yang tubuhnya di lemparkan ke tanah ini selepas kematian, ataupun jiwa-jiwa malang yang hilang karena ketidakadilan. Semakin dalam keluhan jiwa-jiwa ini menumpuk, semakin tebal pula energi jahat yang melingkupi.


Liu Xing Sheng bergerak lincah menghindari serangan Chen Qinyang. Dia mendecih kesal saat pedang gelap di tangan Chen berhasil mengoyak sudut pakaiannya, dan lebih kesal saat serangannya gagal mengenai sasaran.


Area perkuburan massal ini harus menjadi kesukaan para pembudidaya iblis untuk berkultivasi. Keluhan para orang mati ini adalah nutrisi untuk kultivasi mereka, dan itu tidak terkecuali bagi Chen Qinyang. Seperti ikan yang berenang di air, Liu Xing Sheng merasa tingkat budidaya Chen Qinyang berulang kali lebih tinggi dari yang dia ingat.


Pedang di tangan Liu Xing Sheng berayun kuat meninggalkan percikan bunga api, menggambarkan sosok pucat Chen Qinyang di atas bilah keperakan sementara matanya yang gelap menatap tajam Chen Qinyang yang entah kapan berubah menjadi pembudidaya iblis.


"Chen Qinyang, sebaiknya kamu kembali ke sekte dengan damai. Jika tidak, aku tidak akan sungkan." Suara Liu Xing Sheng menyebar di tanah gelap, mencoba mengalihkan perhatian Chen Qinyang yang harus dia akui memiliki budidaya satu tingkat lebih baik darinya.


"Liu Xing Sheng, bukankah kamu terlalu naif. Menggunakan kata-kata untuk mengalihkan perhatian?" Seulas senyum miring di tarik di sudut bibir, menggambarkan wajah murni yang berduri.


Seolah tahu pengalihan tidak berfungsi, Liu Xing Sheng segera tutup mulut sementara serangannya semakin sengit. Sejak muda dia tidak terlalu pandai berkata-kata, kecuali sepuluh ribu kata sanjungan untuk gurunya tercinta. Karena hal ini pula dia tidak memiliki teman kecil kecuali Xue Yuan Qing, dan jika tahun itu Zhang Junqing tidak mengambilnya sebagai murid, mungkin jalan yang dia lalui di sekte ini akan berkali-kali lebih sulit.

__ADS_1


Nampaknya, dia harus berterimakasih dengan benar pada bibi beladirinya. Jika bukan karena ucapannya, Master Zhang yang memiliki pandangan tinggi itu tidak akan melihatnya.


Mengingat tentang bibi beladirinya, Liu Xing Sheng membagi perhatian. Dengan sudut mata dia melihat Xue Hualing yang duduk dalam posisi lotus, energi spiritual emas berputar cepat di sekelilingnya. Wajah yang tidak berubah setelah puluhan tahun itu sedikit lebih pucat dari hari biasa sementara keningnya berkerut dalam, seperti menahan ketidaknyamanan.


Liu Xing Sheng mengatupkan rahang saat rasa sakit tajam menghantam bahu kirinya. Seragam kebanggaan sekte Awan Melonjak yang berwarna terang kini di warnai merah menyala, energi hitam pekat berusaha mengebor lebih dalam menembus tulang.


Sialan! Dia hanya teralihkan sejenak dan Chen Qinyang berhasil menyerangnya!


Merah cerah merembes dari sudut bibir Liu Xing Sheng. Energi spiritual murni segera dia gerakkan menuju luka terbuka, bukan hanya untuk mempercepat proses penyembuhan, tetapi juga menghalau energi iblis yang hendak merasuki.


Tidak jauh darinya cahaya ungu membubung tinggi dari kawah bekas hantaman petir ungu, formasi teleportasi telah di aktifkan!


Mengabaikan lukanya yang terasa ngilu dan meneteskan darah, Liu Xing Sheng menjentikkan tumitnya dan berpindah tepat di tepi kawah. Namun, yang tersisa hanya cahaya ungu setipis jarum.


Chen Qinyang berhasil lolos.

__ADS_1


"Kita kembali,"


Liu Xing Sheng menoleh, melihat wajah Xue Hualing yang masih nampak pucat kemudian melihat kembali pada dasar kawah yang kosong. Meski sedikit tidak puas karena Chen Qinyang lolos, tapi yang terbaik saat ini adalah kembali ke sekte dan melapor. Biarkan para tetua mengambil keputusan pengejaran.


"Ya."


Xue Hualing dan Liu Xing Sheng kembali ke sekte malam itu juga setelah menghilangkan pengaruh energi iblis pada gadis muda yang menjadi calon korban dan membangun formasi pembatasan di sekitar perkuburan masal.


Seperti yang sudah Liu Xing Sheng duga, setelah laporan itu sampai ke telinga master sekte, pertemuan darurat para tetua segera diadakan dan Master puncak ramuan kembali dari pertemuan tersebut dengan wajah berat, seolah semua orang berhutang jutaan batu spiritual kepadanya.


Ketika matahari beranjak naik, para murid akhirnya tahu apa yang membuat Master puncak ramuan yang ramah terlihat menakutkan. Berita yang beredar secara rahasia diantara para murid mengatakan jika Chem Qinyang, murid langsung Master puncak telah masuk ke jalur iblis dan menyebar bencana dimana-mana. Di katakan jika kasus orang hilang akhir-akhir ini adalah karena campur tangannya.


Meski rumor itu terdengar tidak masuk akal, mengingat perangai Chem Qinyang yang di kenal Lembut dan ramah diantara para murid, tapi kepergian para murid senior dari berbagai puncak tepat ketika matahari baru saja naik lebih mengukuhkan rumor tersebut. Meski para murid sungguh ingin tahu tentang kebenaran rumor, tapi mereka tidak memiliki cukup tebal keberanian untuk bertanya pada senior masing-masing. Karena bagaimanapun, memiliki rekan murid yang jatuh ke iblis dan menebar bencana bukanlah sesuatu yang patut di banggakan.


Sementara para murid junior masih bertanya-tanya tentang ketepatan rumor dan murid senior berlari kesana-kemari melacak jejak Chen Qinyang, Xue Hualing saat berusaha menghubungi Yuan Qing melalui alat komunikasi yang di tinggalkan pria itu. Sebelum dia turun gunung, memang Yuan Qing telah memberitahunya tentang kultivasi tertutup. Namun, penggunaan terakhir Lonceng pemecah takdir membuatnya ragu. Bukankah akan lebih baik jika dia memberi tahu Yuan Qing? Karena bagaimanapun pihak lain adalah target tunggal penggunaan bentuk aslinya tersebut.

__ADS_1


Untuk sesaat, Hualing berpikir untuk menemukan pria itu di Lembah Iblis.


__ADS_2