
Hualing tertegun, dia berdiri di belakang Cao Ping bersama saudara dan saudari yang lain. Tatapannya tertuju pada benda di tengah aula. Itu adalah sebuah batu seukuran kepalan tangan, berwarna biru yang cemerlang.
Jantung abadi!
Terbuat dari esensi langit dan bumi, menyerap energi abadi dari kolam giok di istana Kaisar langit. Meski hanya berupa pecahan, benda itu dapat mengenali energi iblis setipis apapun!
'Bagaimana benda ini ada di sekte langit?' pikir Hualing. Tidak mengerti bagaimana benda yang seharusnya ada di istana surga kesembilan bisa muncul di alam fana.
Jika dengan benda ini, identitas Ah Qing akan terpapar!
Tanpa sadar dia mundur satu langkah, punggungnya membentur dada Yuan Qing yang berdiri tepat di belakang. Hualing merasakan kengerian di dalam hati, meski wajah hanya tampak sedikit memucat.
"Ling'er?" panggilnya dengan tidak mengerti, dia menahan bahu Hualing dengan kedua tangan. Merasakan bagaimana tubuh gadis ini menegang, kemudian meraih tangannya dan menggenggamnya erat.
"Apa yang salah? katakan-" jari-jari lembut menari di atas telapak tangannya seperti sapuan sayap kupu-kupu, terasa menggelitik hingga hatinya. Dia hampir berpikir jika Hualing sedang menggodanya sebelum sapuan itu membentuk sebuah kata. Sapuan ringan di telapak tangannya masih berlanjut, kata di rangkai menjadi sebuah kalimat.
Tatapan Yuan Qing menajam, melihat pada batu indah di tengah aula.
"Batu itu dapat mengekspos identitasmu!" adalah kalimat lengkap yang di tangkap Yuan Qing dari sapuan sayap kupu-kupu itu.
"Benda itu di sebut jantung abadi, berasal dari surga kesembilan!" Hualing melanjutkan sapuan jari telunjuknya, begitu terpaku hingga sama sekali tidak menyadari jika tindakan kecilnya telah di salah artikan oleh penonton.
"Ehem! Adik kecil, perhatikan sikapmu. Jangan menggoda orang di keramaian." Seorang pria muda elegan berbicara, bibirnya tersenyum hingga matanya menyipit. Tapi aura gelap di belakang punggung sama sekali tidak mencerminkan keramahan di wajah.
"Saudara senior Lan Shi, kamu ternyata masih ingat jika memiliki sekte?" Hualing melepaskan tangan Yuan Qing, kemudian menyindir murid keempat Cao Ping yang tidak pernah terlihat batang hidungnya itu.
"Di sekte masih ada adik kecil, bagaimana kakakmu ini dapat melupakannya? Selain itu aku hanya pergi selama sepuluh tahun, dan adik kecil telah menemukan seorang kekasih!" Lan Shi yang tidak pernah di lihat Yuan Qing ini berkata dengan senyum yang bukan senyum, melihat Yuan Qing seperti dia adalah pencuri.
"Lan Shi, berhenti menggoda saudarimu!" Han Siyu sebagai murid tertua menegur saudara juniornya yang tidak pernah pulang ini. 'Jika bukan desakan dari guru, mungkin bocah ini tidak akan kembali!' pikirnya tepat sasaran.
__ADS_1
"Saudara senior juga sebaiknya diam, master sekte akan segera berbicara." Jiang Xinxin berbalik menegur Han Siyu, "Adik Lan, sangat bagus kamu kembali. Setelah ini saudari akan menguji kemampuanmu setelah berkeliaran di dunia luar selama sepuluh tahun!" lanjutnya, membuat yang ajak bicara seketika menegang.
"Sungguh hubungan saudara dan saudari sekte yang harmonis," tidak ada yang tahu apakah ucapan Xie Shaosheng merupakan pujian atau sindiran.
Dan Cao Ping selaku guru hanya dapat memijit pelipisnya. Dia tidak tahu harus bahagia atau kesal dengan keakraban murid-muridnya ini.
"Semua murid, aku tahu kalian telah mendengar ramalan yang beredar di dunia luar. Dalam kesempatan ini, demi mencegah kekacauan dan bencana yang di bawa oleh raja iblis akan di lakukan pengujian pada setiap murid dan guru." Master puncak berkata perlahan, tidak tergesa dengan energi spiritual dalam suaranya. Memungkinkan setiap orang dapat mendengar setiap kata yang dia ucapkan dengan jelas.
"Terimakasih karena Master sekte telah mengijinkan. Semua pembudidaya silahkan berbaris, cukup letakkan tangan di atas Jantung takdir ini. Sama sekali tidak berbahaya dan menimbulkan efek samping." jelasnya kemudian meletakkan telapak tangannya di atas batu biru tersebut. Bahkan setelah beberapa saat berlalu, tidak ada satu hal pun yang terjadi. "Silahkan rekan pembudidaya menguji," lanjutnya dan berpindah ke samping.
"Biarkan aku menjadi yang pertama menguji!" Master sekte Zhang Junqing maju mendekat. Meletakkan telapak tangannya pada jantung takdir. Semua melihat dengan antisipasi, tapi setelah beberapa saat masih tidak ada perubahan yang terjadi. Tanpa banyak berkata, Zhang Junqing menurunkan telapak tangannya dan berjalan pergi menghampiri Liu Xing Sheng. Menepuk pundak pria muda itu dua kali, "kamu pergi dan uji."
"Baik!" Liu Xing Sheng menjawab dengan hormat kemudian beranjak pergi, mengulangi tindakan Master sekte dan utusan dari sekte langit.
Semua orang melihatnya dengan santai, berpikir hasil pengujian tidak akan berbeda dari dua pengujian sebelumnya. Namun, belum sempat satu tarikan napas Liu Xing Sheng meletakkan telapak tangannya, cahaya emas bersinar terang dari jantung takdir. Menyilaukan setiap mata yang melihat bersamaan dengan tekanan kuat yang tidak terlihat.
Diantara semua pembudidaya, hanya Hualing yang mempertahankan raut tidak tertarik. Sedangkan Yuan Qing yang berdiri di belakangnya menggeretakkan gigi dengan wajah hitam.
"Aku mengerti," tulisnya pada telapak tangan Hualing.
"Hei, bukankah Liu Xing Sheng ini dapat menjadi murid master sekte karena sebuah perkataan dari bibi beladiri Xue?" Sebuah bisikan terdengar, tapi bagi para pembudidaya suara itu begitu lantang.
"Diam! Semua dapat mendengarmu!" yang menegur tampaknya ada seseorang yang di ajak bicara. Namun, fokus semua orang tidak pada murid yang membisikkan kalimat tersebut. Melainkan pihak dalam kalimat tersebut.
Hualing dapat merasakan tatapan dari segala arah. Membara penuh kekaguman dan tidak percaya. Seolah membakarnya dalam keingintahuan bersama. Sementara tatapan utusan sekte langit begitu cemerlang ketika melihat Liu Xing Sheng.
"Murid selanjutnya!" suara master sekte mengejutkan murid-murid yang saling berbisik dan melihat Hualing dengan diam-diam maupun terang-terangan.
"Baik!" murid dalam tertua dari puncak pertama segera maju, mengambil langkah yang sama dan tidak menghasilkan apapun. Begitu seterusnya hingga giliran puncak kedua.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa jam, Cao Ping sebagai tuan puncak kedua mengambil langkah pertama. Namun, seperti yang sudah-sudah, tidak ada perubahan apapun yang terjadi. Hal itu juga terjadi saat murid tertua Han Siyu menguji.
Akan tetapi, perubahan kecil terjadi ketika Xie Shaosheng menguji. Cahaya emas berpendar dari jantung takdir, begitu tipis tapi masih dapat di lihat. Itu adalah cahaya emas yang sama dengan pendar yang muncul saat Liu Xing Sheng menguji.
Kening Hualing berkerut, "Mengapa jantung takdir bersinar? Jika Liu Xing Sheng itu dapat di mengerti karena dia merupakan inkarnasi dari seorang dewa, tapi bagaimana benda ini dapat bersinar ketika bersentuhan dengan kakak Shaosheng? Mungkinkah kakak Shaosheng juga inkarnasi dari dewa tertentu?" Hualing sungguh tidak mengerti. Meski sangat tipis, energi abadi tetaplah energi abadi.
"Selain itu, mengapa energi abadi yang dipancarkan begitu familiar, dimana aku pernah merasakannya?" pikir Hualing.
"Adik kecil, saatnya kamu menguji." Hualing begitu sibuk berpikir hingga tidak menyadari Lan Shi telah selesai menguji dan tiba saat gilirannya.
"Ya!" jawabnya kemudian beranjak maju. Meletakkan telapak tangannya di atas jantung takdir dan cahaya berpendar. Tidak seterang ketika Liu Xing Sheng, tapi juga tidak seredup ketika Xue Shaosheng menguji.
"Sungguh luar biasa, tidak menyangka akan mendapatkan tiga pembudidaya terpilih di sekte besar ini." sang utusan mengangguk beberapa kali, wajahnya menampakkan kepuasan. Jika dia tidak salah menebak, murid bernama Liu Xing Sheng ini adalah putra takdir yang di maksud dalam ramalan. Sedangkan dua yang lain seharusnya memiliki takdir abadi yang tidak terduga.
Sang utusan tidak bisa lebih bahagia daripada ini. Dia hanya berharap tidak terdapat titisan raja iblis dalam tugas pengujiannya, dan semua menjadi sempurna!
"Ehem, silahkan murid selanjutnya!" utusan dari sekte langit berdehem dengan suasana hati yang baik.
"Yuan Qing, kamu ujilah!" Dengan sudut mata Hualing melihat Cao Ping yang berbicara. Raut wajahnya tidak menampakkan perubahan, tapi kedua tangannya tergenggam erat.
"Baik!"
Hualing tahu dia tidak dapat menghentikan pengujian ini, karena dengan melakukan itu hanya akan menimbulkan lebih banyak kecurigaan. Jadi yang dapat dia lakukan kini adalah melihat Yuan Qing berjalan maju, meletakkan telapak tangannya tanpa tergesa.
Gerakan itu di perlambat puluhan kali lipat di matanya, sementara dia berpikir jalan keluar agar identitas Yuan Qing sebagai iblis tidak terbongkar.
Hualing mengigit bibir bawah dengan wajah tertunduk, tangannya terkepal semakin erat hingga buku jari memutih. "Bagaimana cara menghentikan pengujian ini tanpa menimbulkan kecurigaan?"
Tubuhnya seketika menegang. Energi iblis yang begitu kuat menyapunya, menyebarkan hawa dingin yang menusuk tulang.
__ADS_1
"Habislah sudah!"