Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 22


__ADS_3

Yuan Qing memobilisasi seluruh energi iblisnya. Kabut hitam menutupi seluruh tubuh kemudian membentuk sayap hitam. Laju jatuh melambat, tidak lama kemudian kakinya menyentuh tanah.


Ruangan itu begitu gelap, tanpa adanya cahaya. Yuan Qing beruntung tingkat budidayanya kini memungkinkan dia untuk melihat dalam gelap secerah siang.


Dengan perlahan dia meletakkan Hualing yang tidak sadar, menyandarkannya pada dinding batu sebelum kembali teringat jika Hualing terluka di bagian punggung.


"Saudari, kamu harus memaafkan kekasaranku." Yuan Qing berkata lirih. Dalam kegelapan wajahnya memerah, tangan yang biasa memegang pedang dengan mantap kini goyah saat membuka ikat pakaian. Ikatan yang hanya sekali tarik terlepas kini membutuhkan waktu seperempat jam untuk melepasnya.


Dia menyandarkan Hualing yang tidak sadar padanya. Napas hangat beraroma anggrek menerpa leher, jakun Yuan Qing bergerak naik turun tidak nyaman. Dengan tangan gemetar dia menurunkan satu lagi lapis pakaian, menyisakan pakaian dalam yang hanya di hubungkan dengan tali di belakang punggung


Yuan Qing merasa udara begitu panas di gua ini. Sesuatu di bawah sana mulai mengeras. Kecantikan harum ada di pelukan dengan pakaian yang setengah terbuka, terlebih orang itu adalah yang dia letakkan hatinya. Perasaan ini, entah kapan dia mulai mengembangkan perasaan ini pada Hualing, mungkin saat pertama dia menatap mata wanita ini. Atau saat Hualing mengetahui identitasnya yang sebenarnya.


Entahlah, Yuan Qing tidak mengetahuinya.


Menebalkan dinding tekad, dia melihat pada luka memanjang di punggung Hualing.


"Bagaimana bisa?" tanyanya dengan alis bertaut.


Luka memanjang di punggung mulai pulih dengan kecepatan yang terlihat mata telanjang. Meski lambat, tapi pemulihan berjalan pasti. Luka menganga mulai menyempit, pendarahan telah berhenti.


Luka kelelawar darah yang meninggalkan racun tidak tampak berbahaya. Jika orang lain mendapatkan luka seperti ini sudah pasti akan bernanah dan membusuk, seperti luka pada Chen Qinyang dan Zhou Liangyi. Seperti luka di lengannya yang perlahan pulih dengan bantuan energi iblis yang menawarkan racun.


"Ling er, siapa kamu?" dia bertanya lirih. Tangannya membuka cincin penyimpanan, mengeluarkan bubuk obat. Menaburkannya pada luka terbuka Hualing, berusaha mempercepat penyembuhan meski hampir tanpa perbedaan.


Dengan hati-hati dia memperbaiki pakaian Hualing, mengikatnya dengan tepat sebelum melepaskan jubahnya sendiri. Menggunakannya untuk menyelimuti Hualing yang memejamkan mata.


...****************...


"Ng?" mendengar gumaman Hualing, Yuan Qing yang sedang bermeditasi segera membuka mata.


"Ling er," tanpa dia sadari alamat panggilan yang dia berikan berbeda dari hari-hari biasa, dan dengan otak baru bangunnya Hualing yang di panggil sama sekali tidak menyadari itu.


Dengan perlahan Yuan Qing membantu Hualing untuk duduk. Dia meraba punggung Hualing yang seharusnya terluka, tapi yang bersangkutan bahkan tidak mengerutkan kening.


Tampaknya proses pemulihan telah berakhir.


"Kenapa begitu gelap?" Hualing bertanya. Sekelilingnya hanya dinding batu dan dinding batu.


"Kita jatuh keruang bawah tanah." Yuan Qing menjawab dengan pandangan lurus pada Hualing, membuat yang kedua melihatnya dengan tatapan bertanya.


"Terimakasih." ucapnya merujuk pada peristiwa lalu, "namun jika hal seperti ini terjadi kembali, kamu tidak boleh menggunakan dirimu sebagai perisai."lanjutnya.


"Ah Qing, selama kamu baik-baik apapun tidak masalah." dengan seulas senyum Hualing menjawab kekhawatiran Yuan Qing.

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa begitu sembrono? Sebelum membantuku kamu harus memastikan keamananmu terlebih dahulu." Yuan Qing berkata dengan alis bertaut.


"Bagaimana bisa seperti itu? Aku-" aku adalah pelayan dan kamu adalah tuan. Jadi bagaimana mungkin pelayan mengabaikan nyawa tuannya untuk keamanan sendiri? Hualing menghela napas dalam hati karena kalimat panjang terakhir tidak lolos dari bibirnya. Akan sangat sulit menjelaskan jika rahasia ini terpapar.


"Ah Qing adalah yang terpenting dalam hidupku." Senyum masih mengembang di bibir Hualing.


Yuan Qing dapat mendengar detakan bertubi-tubi dari rongga dadanya. Berdetak begitu keras hingga dia takut Hualing akan mendengar, "Ling er juga penting untukku." ucapnya kemudian, "jadi tolong jangan menganggap ringan keselamatanmu." Lanjutnya dengan dua tangan menangkup wajah Hualing.


Kedua mata Hualing melebar. Sesuatu yang hangat dan lembut menempel erat di bibirnya. Wajah Yuan Qing begitu dekat hingga dia dapat merasakan napas panas pria itu.


"Ling er, apakah kamu mengerti maksudku?" Ciuman itu hanya berlangsung beberapa detik, tapi mampu membekukan waktu Hualing. Bahkan dia tidak dapat mengerti apa yang Yuan Qing katakan. Seperti dia mengerti setiap kata yang dia ucapkan, tapi tidak mengerti jika kata itu di satukan.


"Ha? Apa?" tanyanya dengan wajah bodoh, membuat Yuan Qing ingin menciumnya kembali.


"Apakah aku harus mengulanginya? Atau melakukan sesuatu yang lebih jauh untuk membuatmu mengerti niatku?" tanya Yuan Qing dengan penuh godaan.


"Tadi, kamu, aku?" masih dengan wajah linglung Hualing menjawab. Ucapannya kacau dan suaranya lirih, tapi Yuan Qing mengerti dengan jelas.


"Ya, aku melakukannya seperti ini." Dia menjawab kemudian mematuk bibir lembut Hualing dengan bibirnya sendiri.


"Kamu!" Bahkan dalam mimpi terliarnya, dia tidak pernah berpikir jika dewanya akan melakukan hal seperti itu, meskipun Yuan Qing saat ini hanya bentuk inkarnasi tanpa ingatan. Di alam fana ini dia selalu memposisikan dirinya sebagai saudara perempuan yang baik, rekan yang baik.


"Ling er, apakah kamu tidak suka?" Kening Yuan Qing mengerut dalam.


"Atau ingin lari setelah begitu banyak menggodaku?"Sudut bibir Yuan Qing tertarik dari satu sisi ke sisi lain.


"Bagian mana aku menggodamu?" Seolah kehilangan semua rasa malu yang baru dia rasakan, Hualing dengan cepat membantah.


"Dengan bersikap begitu baik, selalu membelaku, ingin tinggal di ruangan bersama?" Yuan Qing mengabsen satu demi satu hal.


"Bukankah aku juga bersikap baik pada orang lain?" Hualing bertanya dengan bibir mengerucut.


"Itu artinya jangan begitu baik pada orang lain lagi!" jawab Yuan Qing, "jadi Ling er, jangan menolakku oke?" lanjutnya.


"Bisakah aku memikirkannya terlebih dahulu?" dengan wajah memelas Hualing mencoba bernegosiasi.


"Tentu, apapun untuk Ling er." Yuan Qing menjawab dengan penuh toleransi.


Hualing menggigit bibirnya, sedikit ragu untuk memanggil Yuan Qing dengan akrab setelah pernyataan saudara juniornya itu, "ah Qing. Kita sudah beristirahat cukup lama, mengapa tidak mulai bergerak sekarang?"


"Ling er benar," Yuan Qing berdiri, tangannya terjulur pada Hualing yang masih bersimpuh.


"Ah Qing, kamu harus memanggilku saudari Hualing." Hualing mengoreksi panggilan yang terdengar asing di telinganya itu.

__ADS_1


"Sepertinya akan sedikit sulit." Yuan Qing menjawab dengan senyum simpul. Membantu Hualing berdiri dengan tumpuan dari tangannya.


"Dimana ini sebenarnya?" Tangan Hualing meraba dinding kasar di sampingnya, menyusuri sepanjang langkah yang dia ambil sebelum menariknya kembali.


"Makam Yang Mulia Shui Xing yang sebenarnya." Yuan Qing menjawab tanpa rahasia.


Hualing :"Makam yang sesungguhnya? Bagaimana gua bawah tanah dapat menjadi makam yang sesungguhnya?"


Yuan Qing :"Ya, di ruang bawah tanah inilah harta Yang mulia abadi Shui Xing sesungguhnya."


"Bagaimana ah Qing bisa mengetahuinya?" Hualing bertanya dengan rasa penuh ingin tahu.


"Apakah Ling er akan ketakutan jika kukatakan aku adalah hantu jahat yang kembali kedunia?" Yuan Qing bertanya dengan wajah penuh teka teki.


Hualing memiringkan kepalanya, satu alis terangkat tinggi. "Apakah kamu iblis, hantu jahat atau hantu lapar, aku sama sekali tidak peduli. Ah Qing adalah Ah Qing."


Yuan Qing :"Bagaimana dengan aku yang mati di kehidupan lalu dan jiwaku kembali ke kehidupan ini, apakah kamu percaya."


"Aku percaya!" Hualing akan mempercayai semua hal yang di ucapkan oleh Yuan Qing, sekalipun itu kebohongan. Lagi pula kelahiran kembali baginya bukan sesuatu yang baru. Dahulu di surga kesembilan, para dewa akan turun ke alam fana dan terlahir menjadi manusia untuk menjalani sidang langit. Selain itu Yuan Qing adalah inkarnasi dari dewa besar, memiliki dia yang melewati kelahiran kembali tidak lagi mengejutkan.


Yuan Qing menggelengkan kepala dengan tidak berdaya, "apakah kamu selalu begitu mudah mempercayai orang lain?"


"Tidak, hanya ah Qing!" Hualing menjawab di sertai gelengan kepala.


Yuan Qing tidak bisa menahan tangannya untuk mengusap rambut Hualing, sama sekali melupakan jika usia maupun tingkat senioritasnya di bawah Hualing.


"Jadi kamu pernah memasuki tempat ini di kehidupan sebelumnya?" Tanya Hualing sembari menyingkirkan tangan Yuan Qing yang masih mengusap rambutnya hingga kusut.


"Ya. Tidakkah Ling er ingin bertanya bagaimana aku mati di kehidupan lalu?" Ada nada jahil dari pertanyaan yang tidak bermakna baik itu.


"Apakah itu di bunuh oleh Liu Xing Sheng?" tebak Hualing.


"Ling er sangat pandai. Sangat di sayangkan tidak ada Ling er di kehidupanku sebelumnya." Yuan Qing berujar dengan helaan napas kemudian melihat pada sekeliling, "tapi lorong ini sedikit asing. Aku seharusnya tidak melewati tempat ini di kehidupan lalu, kita haru lebih-" Yuan Qing menghentikan ucapannya tiba-tiba.


"Ling er, apakah kamu mendengar suara itu?" Yuan Qing bertanya dengan tangan menarik pedang dari sarungnya, penuh kewaspadaan.


"Mendengar ap-" Hualing seketika menghentikan kalimatnya saat telinganya mendengar suara desisan.


Suara gemuruh terdengar, menggema di sepanjang lorong gua. Hualing segera menjadi waspada, dia menghunus pedangnya. Petir ungu memercik di sepanjang tubuh pedang, siap untuk melawan musuh.


Suara gemuruh itu terdengar semakin kencang dari arah mereka datang. Terdengar seperti batu besar yang menggelinding, semakin lama semakin mendekat.


Sepasang mata kuning dengan pupil mata sempit tampak di kejauhan. Semakin lama semakin besar, bersinar di kegelapan seperti lentera.

__ADS_1


"Piton bumi!" Yuan Qing berkata dengan lirih, tapi dua kata itu cukup untuk di dengar Hualing.


__ADS_2