Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 54


__ADS_3

Langit biru, awan berarak. Angin berhembus lembut, membelai raga yang lelah. Jalan gunung itu terjal dengan tebing di kedua sisi. Tiga ribu anak tangga menyambut setelahnya, membuat raga-raga yang kelelahan meraung kesal. Setiap sepuluh tahun, tangga ini akan di lewati ratusan darah muda yang mencari keabadian. Beberapa berhasil melambung, beberapa menghempas bumi menyisakan tulang putih.


Sebuah perahu terbang melintasi kota, menuju gunung Mu Xing. Satu demi satu murid menuruni perahu ketika alat terbang masal itu telah berhenti, terparkir di atas tanah.


Beberapa memiliki raut kepuasan dan beberapa kelelahan. Beberapa memiliki kantung hitam di bawah mata, terlihat lesu dan beberapa nampak di penuhi semangat.


Hualing adalah salah satu dari kelompok murid yang merasa lesu ini. Banyak pikiran yang berputar di otaknya, kenyataan yang terpapar juga membebani pikiran. Belum lagi keberadaan fisik aslinya. Nampaknya, selama Lonceng pemecah takdir tidak berada di tangannya, Hualing tidak dapat merasa tenang.


"Ling'er! Mengapa begitu lesu?" Tepukan lembut di bahu dan suara menenangkan datang dari sampingnya. Hualing menoleh, Xie Shaosheng melihatnya dengan raut khawatir.


"Hanya sedang memikirkan beberapa hal," Saudara ketiga ini, jika dia tahu Identitasnya yang sesungguhnya, akan jadi seperti apa perasaannya? Apakah dia akan sedih?


'Tunggu! Aku membangkitkan ingatanku dengan bantuan pedang Yang Mulia, tidak menutup kemungkinan saudara ketiga juga akan mendapatkan ingatannya dalam pertemuan kebetulan.'


"Reruntuhan surga kesembilan memang luar biasa, tapi peluang bagus tidak akan menghampiri semua orang. Tidak perlu begitu kecewa!"


Hualing melihat pada Xie Shaosheng yang berdiri di sampingnya, pria muda itu mengenakan seragam sekte berwarna hijau. Model pakaiannya identik dengan yang dia kenakan, hanya saja dengan gaya yang lebih heroik. Melihat penampilan Xie Shaosheng dalam seragam sekte, Hualing mau tidak membandingkannya dengan saudara senior tertua atau saudara senior keempat. Meski ketiganya mengenakan pakaian yang sama, tapi aura yang di tunjukkan sungguh berbeda.

__ADS_1


Jika itu saudara tertua, akan menonjolkan sisi elegannya. Seperti cendikiawan berbudaya. Jika itu saudara keempat, ketika mengenakan pakaian ini, daripada terlihat seperti murid sekte besar, dia lebih tampak seperti tuan muda kaya yang hanya tahu untuk bermain.


Dan untuk saudara ketiga, semua yang terlihat adalah sisi elegan dan tidak berbahaya. Sisi lembut, layaknya tuan muda kaya yang hanya dapat memegang pena.


"Itu bukan tentang peluang di reruntuhan, tapi masih berhubungan dengan reruntuhan." Hualing memberikan jawaban kabur, kakinya mengambil langkah, mengikuti murid-murid yang telah menyebar.


Xie Shaosheng melihat punggung sempit itu beberapa saat. Dia tidak tahu mengapa, tapi dia merasakan keakraban dengan Hualing sejak pertama mereka bertemu. Seperti kerabat yang telah lama tidak berjumpa kemudian bertemu kembali. Ada nostalgia yang merasuki hati.


Xie Shaosheng tidak bisa tidak berpikir, mungkin di kehidupan lalu mereka berdua sungguh adalah kerabat.


Ketika pikiran itu muncul, sudut bibirnya terangkat tanpa dia sadari. Dia menjentikkan ujung kaki, menggunakan langkah ringan dan berhenti di samping Hualing. Saudari termudanya ini berjalan pergi tanpa berpamitan, seharusnya ada beberapa hal yang ingin dia utarakan hanya saja terlalu ragu untuk berbicara.


"Dia makam Yang Mulia Abadi Shui Xing, ah Qing mendapatkan dua hal. Hal pertama adalah peta menuju lokasi reruntuhan surga kesembilan, dan hal kedua adalah... ini." Sebuah lonceng kecil berwarna ungu ada di tangannya. Seukuran dua jari orang dewasa yang di satukan, berbentuk bunga lonceng. Permukaanya mengkilap dan sebuah jumbai ungu menghiasi bagian bawah.


Xie Shaosheng tidak tahu, mengapa jantungnya berdetak begitu kencang ketika melihat lonceng ini. Detakan ini, entah bermakna baik atau buruk, Xie Shaosheng tidak mengetahuinya.


"Sangat cantik," selain detakan yang tidak dia mengerti, hanya dua kata itu yang terlintas di pikirannya.

__ADS_1


"Itu benar, memang cantik!" Hualing menjawab dengan persetujuan sementara kedua matanya melihat pada penampilan rupawan Xie Shaosheng dan sebuah senyum misterius berkembang di bibirnya.


"..." Xie Shaosheng terdiam, apakah terlalu narsis jika dia berpikir bahwa pujian Hualing di tujukan untuknya dan bukan lonceng kecil itu? apakah dia terlalu banyak berpikir.


"Lonceng ini di sebut Lonceng bunga biru. Yang Mulia abadi Shui Xing mengatakan, jika benda ini di ciptakan oleh Dewa Perang bersamaan dengan Lonceng pemecah takdir dan telah menahan lima petir kesengsaraan surgawi ungu."


Xie Shaosheng melihat benda mungil di tangan Hualing dengan ekspresi ngeri, kemudian melihat Hualing yang menampakkan senyum pahit entah karena apa, melihat kembali pada lonceng kecil itu. Tidak lupa dia melihat sekeliling, menyebarkan indera spiritualnya, memastikan tidak ada siapapun yang mendengar percakapan mereka.


"Ling'er, jangan tunjukkan artefak ini pada siapapun. Artefak surgawi seperti ini dapat memicu perebutan buta." Xie Shaosheng berkata dengan satu tarikan napas, tidak ada lagi raut lembut dalam ekspresinya. Hanya ada peringatan tegas tanpa bantahan.


"Ling'er mengerti, hanya saja Lonceng bunga biru memiliki beberapa hubungan dengan saudara ketiga." Xie Shaosheng sama sekali tidak meragukan pernyataan itu, mengingat kemampuan khusus Hualing. Namun, dia tetap merasa tidak nyaman tentang ini.


Seperti, jika dia tahu hubungan antara dia dan Lonceng bunga biru ini, dia akan meragukan dirinya sendiri.


"Jadi, aku akan mengembalikannya pada pemiliknya." ujar Hualing kemudian, dia meletakkan lonceng kecil tersebut ke dalam genggaman Shaosheng.


Xie Shaosheng terdiam beberapa saat, perasaan tidak nyaman itu semakin menjalar. "Bisakah Ling'er menyimpannya untukku?"

__ADS_1


"Tentu aku bisa membantu untuk menyimpannya, tapi tidakkah saudara ketiga ingin tahu hubunganmu dengan Lonceng kecil ini?" Dalam hati Hualing berjanji, jika Xie Shaosheng ingin tahu, maka dia akan memberitahunya tanpa satu kata kebohongan. Dan jika Xie Shaosheng menolaknya, dia akan menyimpan rahasia ini.


Hualing mencengkeram lengan kirinya dengan tangan kanan, segera menyadari entah dia memberitahu Xie Shaosheng atau tidak, cepat atau lambat saudaranya ini akan tahu. Bagaimanapun, ini adalah bentuk asli Xie Shaosheng. Keterikatannya, keterikatan mereka.


__ADS_2