
Hualing merasa dadanya semakin sesak, pasokan oksigen mulai menipis. Dia mungkin pembudidaya pertama yang mati karena tenggelam. Sungguh memalukan!
Hualing kembali berusaha menarik kakinya, dan benda di bawah sana segera menariknya turun lebih jauh. Dulu dia adalah pelayan dewa perang, dan sekarang dia adalah pembudidaya periode pengembaraan jiwa tahap awal. Lebih terhormat mati karena berusaha melepaskan diri dari hantu air dari pada mati karena menahan napas.
Jadi dengan keyakinan itu, Hualing menarik kakinya lebih keras. Berusaha mendorong tubuhnya naik kepermukaan.
Tentakel berlendir menarik lebih keras, dan semakin dekat dia dengan gurita raksasa yang menunggunya dengan mulut penuh gigi tajam yang terbuka lebar.
"Sial! Sial! Sialan!" Hualing berulangkali mengumpat di dalam hati. Sungguh tragis! hidupku akan berakhir sebagai santapan binatang iblis. Ah Qing, maafkan saudari! pikirnya.
Tapi yang sungguh tidak dia duga, Hualing merasakan genggaman erat di pergelangan tangannya. Itu bukan tentakel berlendir lain melainkan tangan manusia.
Teknik api ilahi di luncurkan melewatinya, menuju langsung pada makhluk di bawah sana. Membelah air, membentuk gelembung hangat. Hantu air menghindar dengan ketakutan, tentakel yang melingkari kakinya terlepas.
Tangan itu menariknya naik, cahaya terlihat semakin dekat. Begitu terang hingga menyilaukan.
Hualing menarik napas dalam-dalam, mencoba meraup sebanyak mungkin udara ketika sampai di permukaan. Mencoba mengisi paru-parunya yang seolah menyempit karena menahan napas.
Hualing mengusap wajahnya, mencoba menyingkirkan air yang menutupi pandangan. Sosok pemuda berdiri di atas pedang terbang, mengulurkan tangan kepadanya, menunggu dia untuk meraih. Orang itu adalah seseorang yang dia kenal, Liu Xing Sheng!
Dia ingat bagaimana dia telah mengancam anak muda ini sepuluh tahun yang lalu, bahkan saat ini dia tidak merasakan penyesalan karena tindakan itu. Bahkan ketika kultivasi anak muda ini melejit melebihi rekan-rekannya.
Hualing meraih tangan yang terulur itu, membiarkan Liu Xing Sheng yang berdiri di atas pedang menariknya. Membuatnya berdiri di belakang pria itu, "Terimakasih." ujar Hualing tanpa rasa canggung.
"Sama sekali bukan masalah," Liu Xing Sheng menjawab dengan acuh. Temperamen itu sedikit berbeda dengan masa lalu.
"Bagaimana kamu tahu ada seseorang ada di bawah air?" Hualing bertanya sesaat setelah kakinya memijak tanah, turun dari pedang Liu Xing Sheng.
"Junior ini hanya melihat seseorang terjatuh ke danau, sama sekali tidak tahu jika itu adalah bibi beladiri Xue." Liu Xing Sheng segera berbalik tepat setelah mereka turun, enggan melakukan hal tidak sopan dengan melihat penampilan bibi beladirinya yang basah kuyup.
"Jika kamu tahu itu adalah aku, masihkah kamu menolong?" Hualing bertanya sembari mengeringkan dirinya dengan energi spiritual.
"Ya!" Liu Xing Sheng bahkan tidak perlu berpikir untuk mengeluarkan jawaban itu.
"Itu bagus," Hualing menjawab dengan senyum di bibir. Saudari master sekte mendidik bocah ini dengan baik. "Kamu bisa berbalik, aku sudah selesai." lanjutnya.
Liu Xing Sheng melihat pada bibi beladirinya yang kini kembali berpenampilan rapi, tanpa satu tetes air yang tersisa. Penampilannya tampak ceria dan bermartabat seperti biasa.
"Tampaknya saudari senior Jiang mendidikmu dengan sangat baik. Hanya sepuluh tahun dan kamu mencapai satu langkah sebelum membangun inti emas, sangat baik!" Hualing memuji dengan santai kemudian beranjak pergi.
"Ya, semua pencapaian ini adalah jasa dan kerja keras guru." Liu Xing Sheng menjawab dengan seulas senyum di bibir. Sangat di sayangkan Xue Hualing telah berjalan beberapa langkah di depan, sehingga tidak mengetahui semburat kemerahan mekar di wajah satu-satunya murid sang master sekte.
__ADS_1
Sementara Hualing dan Liu Xing Sheng berjalan santai, menikmati padang rumput dan pegunungan. Situasi Yuan Qing di sisi lain tidak terlalu baik.
Dengan pedang terhunus horizontal, Yuan Qing menahan serangan pria yang tampak berusia dua puluh tahunan. Penampilannya tidak membingungkan seperti Xie Shaosheng, tapi memiliki wajah feminim dengan alis tipis dan jembatan hidung tinggi. Penampilannya ini sungguh tidak berbeda dengan para putra bangsawan yang hanya menghabiskan hidup untuk memegang kuas dan memainkan sitar, tapi dia tahu tingkat budidaya orang ini jauh lebih tinggi dari penampilan yang terlihat lemah.
Yuan Qing mundur sepuluh langkah, dia menekan dadanya yang terasa nyeri dan memuntahkan seteguk darah.
Pedang tergantung lemah di genggaman, ujung runcing mengetuk tanah. Yuan Qing sungguh tidak menyangka akan menemukan lawan sekuat ini begitu cepat.
Sejak memasuki alam rahasia ini, dia sebisa mungkin menghindari pertemuan dengan pembudidaya lain. Mengurangi masalah yang tidak perlu yang bisa saja terjadi, tapi meski dia telah bertindak layaknya udara, dia masih bertemu orang ini.
Seperti kedatangannya telah di tunggu.
"Siapa kamu?" Yuan Qing yang selalu menghemat kata-katanya kini bertanya pertama.
"Bukan urusanmu!" sosok itu menjawab dengan acuh kemudian kembali menyerang.
"Bukankah tidak adil untukku? Kamu menyerangku begitu saja?" Yuan Qing bertanya sembari menghindar dari serangan cepat pedang sosok misterius itu.
"Sungguh menggelikan mendengar iblis sepertimu berbicara tentang keadilan!" sang penyerang mendecih kemudian mencibir.
Tatapan Yuan Qing menjadi tajam. Selain Hualing hanya ada Liu Xing Sheng dan Chen Qinyang yang mengetahui identitasnya. Hualing telah melemparkan mantra rahasia surga pada Liu Xing Sheng dan Chen Qinyang, memungkinkan dua orang itu untuk tidak dapat berbicara apa yang mereka tahu. Jadi tidak mungkin dua orang itu akan bermulut ember.
Selain dua orang itu, ada Hualing. Tapi tidak ada manfaat untuk Hualing melakukan itu. Lagi pula, dia percaya itu bukan Hualing.
"Tidak masalah kamu mengakuinya atau tidak, tapi hari ini tetap akan menjadi hari terakhirmu!" sosok itu berujar dengan seulas senyum sinis. Serangannya lebih sengit, gerakan pedang lebih cepat dan perbedaan basis budidaya orang itu menekannya lebih kuat.
Yuan Qing melambaikan pedang dengan kuat, serangan api bergerak cepat. Pria misterius itu membelokkan serangan dengan hempasan energi spiritual yang kuat, menimbulkan lubang hangus di sebuah batang pohon.
Pria itu berpindah cepat ke hadapan Yuan Qing, menyerangnya dengan tendang. Yuan Qing menggunakan pedang sebagai perisai, memblokir serangan.
Satu teguk darah kembali di muntahkan. Orang ini tidak hanya menyerangnya dengan energi spiritual tapi juga menggunakan tekanan dari perbedaan basis budidaya.
"Apakah itu menyakitkan? Jika seperti itu, biarkan aku menghilangkan penderitaanmu. Kamu pasti akan berterimakasih nantinya!" Pria itu menjentikkan pedangnya, seketika energi spiritual yang kuat menyelimuti. Berputar di sepanjang tubuh pedang, membentuk selubung tipis berwarna biru.
"Bukankah kamu terlalu banyak bicara. Jika ingin membunuh, maka bunuh!" Yuan Qing berkata dengan kesombongan yang tidak di tutupi meski seluruh tubuhnya terasa sakit dan napasnya sulit.
"Sangat sombong!" pria itu menjawab dengan senyum sinis, kemudian kembali melancarkan serangan.
Luka tebasan yang dalam tercipta di batang pohon sekitar, retakan terbentuk di tanah dan rumput hangus melebar di beberapa area. Suara pukulan dan dentingan pedang terdengar bersahutan, menakuti para binatang penghuni hutan. Dalam sekejap keduanya telah bertukar puluhan gerakan.
Energi spiritual berwarna biru kembali meledak. Yuan Qing terlempar dari ketinggian dengan tubuh menghantam batang pohon. Penampilannya berantakan dengan luka terbuka dan memar di sepanjang kulit. Beberapa kali dia batuk dengan menyakitkan, dadanya terasa semakin sesak.
__ADS_1
"Bisakah kamu berbaring dan mati saja? mengapa begitu keras kepala melawan?" pria itu berbicara perlahan, selaras dengan langkah yang dia ambil. Pedangnya di genggam longgar, membentuk garis dangkal yang membelah rerumputan.
Dengan satu tangan bertumpu pada batang pohon, Yuan Qing berusaha untuk bangun. Dia tidak akan diam begitu saja dan menunggu mati, dia masih belum membalas dendam. Dan juga, Hualing.
Kabut hitam tipis menguar, menyelimuti Yuan Qing dari ujung kaki hingga ujung kepala. Bergerak lembut, berputar sejenak kemudian mengembun menjadi tanduk iblis yang nyata.
"Kamu! Bagaimana bisa, bukankah seharusnya kamu belum?" kening pria itu berkerut dengan wajah penuh kebingungan. Kata-katanya berantakan, tapi Yuan Qing dapat menebak tiga kata yang tidak dia ucapkan.
Belum menjadi iblis!
Hati Yuan Qing melahirkan kewaspadaan. Dalam kehidupan sebelumnya, dia memang belum mengembangkan jalan iblis maupun membangunkan fisik iblis di waktu ini. Sangat berbeda dengan kehidupan sekarang. Dia tidak bisa tidak berpikir, jika dia dapat terlahir kembali mengapa orang lain tidak.
Diantara kenalan lama, dia tidak pernah bertemu orang ini.
"Siapa kamu?" Yuan Qing bertanya dengan punggung lurus. Energi iblis mulai meregenerasi anggota tubuh yang terluka, tubuhnya tidak lagi sesakit sebelumnya.
"Itu bukan sesuatu yang harus kamu tahu!" pria itu menjawab dengan dengusan kemudian menyerang dengan gerakan menebas.
Kabut hitam berkumpul, memblokir laju pedang pria misterius. Menghentikannya beberapa inchi dari gerbang hidupnya.
Yuan Qing memobilisasi energi iblis, mendorong mundur sang penyerang beberapa langkah. Pedang spiritualnya bergetar, menangis karena tubuh pedang yang murni dialiri energi iblis yang penuh niat jahat.
Mengabaikan tangisan pedang spiritual, Yuan Qing menuangkan lebih banyak energi iblis. Dengan serangan cepat dia menyerang. Sosok misterius itu menghalau serangan dengan mudah, kemudian menyerang balik dengan tusukan cepat.
Dua bilah berdenting, energi spiritual yang berlawanan berbenturan. Debu dan daun terbang berhamburan. Yuan Qing di pukul mundur sejauh tiga meter. Dia meludahkan seteguk darah sementara menumpukan seluruh berat tubuh pada pedang yang tertancap di tanah, membentuk goresan dalam yang membentang.
Tingkat budidaya pria ini seharusnya lebih tinggi dari Hualing yang berada di periode pengembaraan jiwa tahap awal!
"Bukankah aku sudah mengatakan untuk berbaring dan mati? untuk apa berjuang begitu keras hanya untuk akhir yang sama?" Pria itu berbicara dengan sedikit ejekan dan kekesalan. Pakaiannya yang semula rapi kini sedikit berantakan dengan noda hangus, dan bekas potongan di beberapa tempat. Namun selain kerugian itu, tidak ada luka di tubuh.
"Che! Mengapa bukan kamu yang berbaring dan mati!" Yuan Qing mendecih kemudian berdiri dengan bertumpu pada pedang.
"Iblis perusak sepertimu seharusnya tidak hadir di dunia ini!" pria misterius itu berujar dengan ringan.
Yuan Qing merasa energi spiritual yang kuat menekannya, mencegahnya untuk berdiri, memaksanya berlutut.
"Jadilah baik dan mati!" pria itu mengayunkan pedang yang penuh energi spiritual, bergerak cepat, membidik titik vital Yuan Qing.
Yuan Qing sungguh tidak menyangka jika hidupnya di kehidupan kedua ini begitu pendek. Dia bahkan belum menyempurnakan jalan iblis yang dia kembangkan, belum membalas dendam, dan belum membalas kebaikan Hualing.
Yuan Qing merasa kecepatan serangan itu seolah di perlambat beberapa kali. Jika itu dalam situasi biasa, dia pasti dapat menghindar dengan mudah. Namun dengan energi spiritual kuat yang menekannya, mencegahnya bergerak dengan tekanan perbedaan basis budidaya yang besar.
__ADS_1
Yuan Qing menutup mata. Seperti kata pria itu, tampaknya dia hanya dapat patuh dan mati.