
Di daratan selatan yang dingin, ribuan pembudidaya berkumpul di tepi lembah gelap. Masing-masing dengan senjata di tangan dan yang kemarahan tergambar jelas di wajah.
Lembah gelap yang kaya energi iblis begitu dekat dengan mereka, bahkan tidak pernah sedekat ini sebelumnya. Mau tidak mau dingin meremang menjalari permukaan kulit dan gelisah bertunas.
Banyak orang mengatakan jika lembah iblis adalah asal dari segala kejahatan. Namun, ucapan itu bukan hanya karena lembah iblis tempat berkumpulnya para pembudidaya iblis maupun iblis yang lolos dari alam Iblis. Akan tetapi, karena kabut iblis yang menyelimuti tempat itu mampu membangkitkan kejahatan yang tersembunyi jauh di dalam jiwa. Sekalipun mereka di sebut pembudidaya benar, tidak ada satupun yang akan mengklaim dirinya tanpa pikiran jahat sedikitpun. Oleh karena itu, kedatangan mereka yang menggebu telah banyak memudar saat mereka melihat hamparan gelap itu.
Melihat kabut gelap itu, mereka seperti melihat roh-roh jahat yang berusaha meraih, berusaha mendapatkan mereka untuk di cabik-cabik. Secara naluriah, mereka segera meraih secarik kertas mantra yang tersembunyi di kantung pakaian. Kertas mantra yang di lukis untuk membubarkan kejahatan ini di berikan tepat sebelum mereka berangkat dalam ekspedisi sudah cukup untuk memberikan sedikit ketenangan, cukup untuk melindungi mereka dari di cabik energi gelap.
Diantara ribuan pembudidaya ini, Hualing merasa seperti titik yang sangat kecil. Meski dia mengerahkan semua kemampuannya, dia tahu bahwa menyelamatkan Yuan Qing tanpa cedera adalah hal mustahil.
Rasa sakit yang menusuk tiba-tiba datang, memecah renungan Hualing. Dalam sekejap rautnya terdistorsi dan kulitnya menjadi pucat.
"Ling'er! Apa yang salah?" Xie Shaosheng yang berdiri di samping Hualing adalah yang pertama menyadari keanehannya.
"Tidak ada yang salah." Hualing menjawab lirih. Memang tidak ada yang salah, itu hanya rasa sakit yang muncul saat Lonceng pemecah takdir di gunakan. Namun, Hualing merasa sedikit aneh. Serangan ini terjadi beberapa kali akhir-akhir ini, tapi dua orang dari sekte Langit tidak menuju arah waktu manapun.
"Apa kamu yakin? Kamu terlihat sangat pucat!" Tanpa aba-aba, Xie Shaosheng meraih pergelangan tangan Hualing. Mengukur denyut nadi saudari termudanya. Kening putihnya berkerut dalam, "bagaimana bisa begitu kacau? Tidak hanya denyut nadimu, tetapi juga energi spiritualmu berada dalam kekacauan."
Xie Shaosheng mengukur dengan lebih teliti, "ini bukan berasal dari cedera dalam. Kenapa sangat aneh?"
Hualing menyingkirkan tangan Xie Shaosheng dengan lembut, "memang bukan cedera dalam. Saudara ketiga tidak perlu khawatir, ini akan membaik setelah beberapa saat."
Dan benar saja, beberapa saat kemudian rasa sakit itu menghilang secepat dia datang. Jika saja tidak ada tidak ada rasa lemah yang tersisa, bahkan Hualing akan berpikir jika yang dia rasakan hanya halusinasinya.
"Apakah kamu yakin?" Xie Shaosheng memerhatikan raut pucat Hualing. Meski raut gadis muda itu tidak menunjukkan rasa sakit, tapi bayangan dia meringkuk dengan gigi yang terkatup rapat masih segar diingatan.
"Apakah ini efek karena mengetahui identitas asli?" Tanyanya kemudian. Meski ragu, Xie Shaosheng tidak bisa untuk tidak menghubungkan serangan Hualing dengan paparan identitas mereka, pasalnya hanya setelah Hualing mengetahui identitas aslinya dia baru saja mendapatkan serangan.
Hualing melihat Xie Shaosheng, dia tahu kekhawatiran pria itu tidaklah palsu, tapi dia masih merasa bimbang untuk membagi tahu apa yang terjadi.
__ADS_1
"Apakah kamu sudah mendengar berita? Sebenarnya tepat sebelum ekspedisi dimulai, Raja Iblis dan beberapa kroninya menerobos sekte Langit!"
Percakapan tiba-tiba itu berhasil menarik semua perhatian Hualing. Tanpa sadar dia telah menajamkan pendengarannya, mencegah satu katapun lolos.
"Apakah berita ini dapat di percaya?" Pembudidaya lain yang tergabung dalam grup bertanya ragu.
"Tentu saja! Aku mendengarnya dari kerabat jauhku yang merupakan murid dalam Sekte Langit!"
"Lalu apa tujuan Raja Iblis ini? Mungkinkah dia telah mengetahui rencana pengepungan dan berencana menyerang terlebih dahulu?"
"Namun, menyerang hanya dengan beberapa kroni kepada sekte besar, apakah kepala Raja Iblis ini kemasukan air?" Yang lain menyahut dengan cemooh.
"Sebenarnya," si pembicara pertama merendahkan suara lebih jauh, "sekte Langit telah memperoleh artefak surgawi dari reruntuhan surga kesembilan, tapi menolak untuk mempublikasikannya."
Suara tarikan napas terdengar bersahut dalam kelompok itu, tidak ada dari mereka yang tidak terkejut dengan berita ini. Entah berita ini benar atau palsu, jika sampai tersebar maka kredibilitas sekte Langit sebagai pemimpin ekspedisi akan di pertanyakan. Mungkinkah benar untuk keselamatan dunia atau ada karena motif tak terkatakan di baliknya.
Xie Shaosheng melirik kelompok penggosip tersebut, kemudian pada Hualing yang terdiam. Dia yakin seratus persen bahwa saudarinya ini juga mendengar percakapan itu. Meski samar, Xie Shaosheng dapat melihat perubahan mimik wajah darinya, terlebih ketika topik Artefak Surgawi di sebutkan.
Hanya dari perubahan raut wajah Hualing, Xie Shaosheng dapat menebak Artefak Surgawi itu.
"Lonceng pemecah takdir." Si pembicara melihat sekeliling sebelum berbicara, seolah memastikan tidak ada pendengar yang tak diinginkan.
Xie Shaosheng, salah satu pendengar yang tidak diinginkan melihat pada Hualing yang terdiam.
"Rasa sakitmu, apakah karena ini?"
Xie Shaosheng sudah mengetahui jawaban dari pertanyaan itu, tapi melihat Hualing mengangguk masih mematahkan hatinya.
"Kamu tahu apa yang mereka lakukan." Kalimat itu bukan pertanyaan, melainkan pernyataan.
__ADS_1
"Mencoba membalik waktu," Tanpa penjelasan yang lebih lanjut, Hualing tentu memahami 'mereka' yang di maksud Xie Shaosheng adalah seseorang di sekte Langit. Dan 'lakukan' tentu merujuk pada penggunaan Lonceng pemecah takdir yang membuatnya tidak nyaman.
"Dan mencoba membunuhnya."
Xie Shaosheng mencubit pangkal hidung dengan tidak nyaman. Tampaknya tindakan Raja Iblis beberapa saat lalu cukup masuk akal.
Pria itu harus 'mengunjungi' sekte Langit untuk mengambil kembali Lonceng pemecah takdir. Entah karena itu adalah bentuk asli Hualing, mengingat bagaimana hubungan keduanya. Atau mungkin motif lain melatari.
Sementara kedua saudara sekte di jalan buntu, beberapa orang yang mereka bicarakan ada di situasi sebaliknya.
Di dalam gua yang di tutupi array penyembunyian, pasangan guru dan murid dari sekte Langit sedang dalam suasana hati yang baik. Pasalnya, setelah berulang kali percobaan, mereka berhasil menemukan celah dalam pembuatan kontrak kepemilikan Lonceng pemecah takdir.
Liang Song hanya dapat menghela napas kagum. Dia tidak dapat mengungkapkan bagaimana luar biasanya Dewa perang Xue ini. Tidak hanya kekuatannya yang berhasil mengguncang tiga alam, tetapi juga alat spiritual yang dia ciptakan berhasil meningkatkan kekagumannya.
Alat spiritual ini, bukan hanya memiliki kegunaan yang menentang surga, tetapi juga telah melahirkan roh. Itulah sebabnya, meski Bai Fengying setuju untuk dia membuat kontrak kepemilikan, Lonceng ini menolaknya dengan tegas. Sementara itu Bai Fengying yang telah di setujui sebagai pemilik, tidak dapat membuat kontrak karena tingkat budidaya tidak cukup tinggi.
Liang Song sekali lagi menghela napas kagum.
Jika tingkat budidaya roh artefak yang dibuatnya lebih tinggi dari pada Bai Fengying yang kini berada di tingkat periode awal membagi jiwa, bagiamana dengan budidaya si pembuat.
Dunia para Dewa nampaknya memang tidak terjangkau bagi mereka para fana.
"Guru, itu bereaksi. Tidak ada penolakan!" Bai Fengying berseru, ada kegembiraan dari raut muridnya itu.
"Ya. Tampaknya Lonceng pemecah takdir tidak keberatan orang lain menghubungkan kontrak kepemilikan atasnya, selama objek lain kontrak adalah seseorang yang dia setujui."
"Jadi? Apakah saat ini juga?" Bai Fengying tahu pertanyaannya cukup bodoh mengingat sang guru telah menemukan cara untuk membuat kontrak kepemilikan, tapi dia masih tidak dapat menghentikan mulutnya.
"Tentu saja!"
__ADS_1