
Kompetisi antar sekte lima tahunan adalah kompetisi akbar untuk para pembudidaya muda. Tempat para pembudidaya berdarah panas untuk unjuk kekuatan, meraih nama untuk diri dan sekte yang di wakili.
Seperti namanya, kompetisi ini akan di gelar setiap lima tahun sekali. Setiap kali diadakan berada di lokasi yang berbeda dan setiap pembudidaya di bawah pengembaraan jiwa dapat berpartisipasi.
Sejak sekte Awan melonjak berdiri di gunung Mu Xing, sebuah desa kecil di kaki gunung perlahan berubah menjadi sebuah kota besar yang ramai. Segala jenis bercampur menjadi satu, fana dan pembudidaya tidak memiliki perbedaan di kota ini. Kota yang selalu ramai menjadi semakin padat karena kompetisi antar sekte yang akan di laksanakan esok hari.
Para murid dari berbagai sekte telah sampai dua hingga tiga hari yang lalu, tidak terkecuali sekte Langit yang menguasai benua utara.
Seperti yang di perintahkan sang Guru, Bai Fengying memasuki Kota Luo lima hari yang lalu. Dia membawa lima puluh murid bersamanya, menempati penginapan terbaik yang telah dipesan jauh-jauh hari.
"Lihat! Bukankah itu Liu Xing Sheng?"
Duduk di lantai dua sebuah restoran, Bai Fengying melihat arah yang di tunjuk oleh salah seorang juniornya. Itu adalah seorang pria muda heroik dengan rahang tegas dan alis pedang. Penampilannya tampak luar biasa dengan aura pedang yang melingkupi.
"Memang pantas mendapatkan julukan pemuda paling bertalenta di daratan tengah. Hanya dalam sepuluh tahun dia telah membentuk inti emas!" Tanpa ragu Bai Fengying memuji.
__ADS_1
"Siapa nona cantik yang berjalan di depannya itu?" Murid lain kembali berbicara, kali ini menunjuk pada gadis muda yang berusia kurang lebih lima belas tahun.
"Mungkin pahlawan muda ini sedang jatuh cinta, berkencan menikmati keramaian." Yang lain menjawab dengan nada godaan.
"Sepertinya kamu salah. Berkencan artinya pria dan wanita yang bersama, coba lihat kebawah!" Yang lain berbicara dengan wajah bertumpu pada pagar pembatas. "Sial! Nona muda itu melihat ke sini!" lanjutnya berseru. Dia segera mundur, paksaan dari ranah yang lebih tinggi memaksanya berlutut.
"Sekte Langit adalah sekte mulia. Mengapa tidak turun dan berbicara, alih-alih bergosip?" Suara seorang gadis muda bergema di dalam ruangan, memungkinkan semua orang di dalamnya mendengar.
Bai Fengying melihat dengan sudut mata salah satu rekan muridnya yang di paksa untuk berlutut, 'untuk dapat memaksa seorang pembudidaya yang satu langkah menuju inti emas berlutut, itu harus memiliki perbedaan satu kesuksesan besar.' pikirnya dengan takjub. Tidak menyangka selain Liu Xing Sheng, Sekte Awan Melonjak memiliki permata lain.
"Bai Fengying dari sekte Langit meminta maaf untuk ucapan tidak sopan dari saudaraku." Bai Fengying menekuk pinggang, memberi hormat yang tepat tanpa kesombongan dan rendah diri.
"Bai Fengying? Satu-satunya murid master sekte Langit?" Hualing memperhatikan pria muda di hadapannya kemudian dengan sudut mata dia melihat Yuan Qing. Meski wajahnya tidak menunjukkan tanda apapun, tapi Hualing tahu ada kemarahan di dalam hati.
Karena bagaimanapun, pris muda di hadapannya ini telah berusaha membunuh Yuan Qing dua kali.
__ADS_1
Meski penampilan pria ini jauh lebih muda dari si penyerang, tapi Hualing maupun Yuan Qing telah mencapai kesepakatan tentang seseorang dari waktu yang lain. Jadi semuda apapun pemuda ini, seawal apapun waktu saat ini tidak akan merubah penyerangan yang terjadi.
"Itu kamu!" Liu Xing Sheng berseru dengan marah. Keningnya berkerut dalam dan tangan yang siap menarik pedang.
"Keponakan beladiri Liu, jangan tidak sopan." Hualing menegur dengan acuh, sama sekali tidak terdengar peringatan dari nada suaranya.
"Bibi beladiri jelas tahu, bagaimana kamu bisa begitu acuh?" kalimat itu tersuara dengan penuh ketidakpuasan. Liu Xing Sheng sungguh ingin menebas pria muda ini, jika bukan karena Hualing yang menahan ujung gagang pedang. Menahan bilah itu untuk berada di tempatnya.
"Kompetisi antar sekte adalah peristiwa besar. Banyak ahli tersembunyi yang berpartisipasi, jangan sampai kata sederhana membawa bencana pada diri sendiri." kalimat itu di ucapkan perlahan tanpa riak emosi, tapi penuh peringatan. Seperti danau tenang di permukaan yang menyembunyikan bahaya di dasar.
"Senior benar, Fengying akan mengingat ini." Bai Fengying menjawab dengan sopan, tidak lupa melihat para murid di belakangnya dengan peringatan.
Meski penuh ketidakpuasan, mereka masih harus menghormati orang yang mengkritik mereka.
"Itu bagus jika kalian mengerti. Aku di panggil Xue Hualing, murid kelima tuan puncak Cao Ping. Jika ada yang tidak puas kali, kalian dapat mencari ku." Ujarnya terakhir kali sebelum berlalu pergi.
__ADS_1