
TRINGG!
Yuan Qing membuka mata ketika mendengar suara dentingan pedang yang terdengar nyaring. Tekanan yang membelenggunya pun menghilang. Sebilah pedang berjumbai ungu melayang di udara. Bilahnya dialiri petir ungu yang berderak.
Dia mengenali dengan benar pedang siapa itu, milik Hualing tentu saja.
"Ah Qing!" benar saja, pemiliknya kini sampai dalam satu langkah. Membantu Yuan Qing yang terluka untuk berdiri tegak.
"Apa yang terjadi?" Hualing bertanya dengan alis menyatu.
"Aku juga tidak tahu, tapi seharusnya bukan salah satu murid sekte. Basis budidayanya terlalu tinggi untuk diizinkan memasuki ranah rahasia." Yuan Qing menjawab setelah menelan sebutir pil penyembuhan dari Hualing.
"Penyusup? Bagaimana kamu dapat berpapasan dengannya?" Hualing bertanya sembari menggenggam tangan Yuan Qing, menyembuhkan saudara sektenya ini sementara mengabaikan satu lagi saudara sekte yang kini bertarung dengan sang pria misterius.
Yuan Qing menggelengkan kepalanya, matanya menatap awas Liu Xing Sheng yang entah mengapa dapat datang bersama Hualing. Serangan pria yang pernah membunuhnya di kehidupan lalu itu begitu sengit, tapi jurang basis budidaya keduanya terlalu dalam. Liu Xing Sheng beberapa kali di pukul mundur, "orang ini tahu jika aku adalah iblis." lanjutnya, tepat saat Hualing selesai menyembuhkannya.
"Siapapun dia, karena dia ingin menyakiti ah Qing maka tidak bisa di lepaskan!" Hualing berkata tanpa senyum di wajah. Petir ungu memercik dari ujung jarinya.
Liu Xing Sheng di pukul mundur, ada luka potong di lengan kirinya. Mengalirkan darah, menodai pakaiannya. Sejauh pandangan tiba-tiba menjadi redup, dia mendongak. Awan gelap bergulung di atas sana, beberapa retakan cahaya ungu berkedip cepat. Gemuruh guntur mulai terdengar.
Dia mengalihkan padangan pada Xue Hualing yang berjalan mendekat sementara pedang wanita itu berputar cepat di depan Yuan Qing seolah melindungi.
GLARRR!
Petir menyambar. Pria misterius itu tampaknya juga bingung mengapa cuaca begitu cepat berubah, terlebih dengan petir yang tiba-tiba menyambar tempatnya berdiri. Dia bergerak menjauh, melihat Yuan Qing yang tampak telah pulih seolah tidak pernah mengalami cedera. Kemudian melihat pada pria muda yang baru saja dia lawan, kening pria itu berkerut tidak mengerti. Setelah itu tatapannya beralih pada Hualing yang kini berdiri bersisian dengan Liu Xing Sheng.
"Dua pembudidaya, pria yang berdiri di sana adalah seorang iblis. Jadi lebih baik jika dua pembudidaya membantuku untuk membasminya." pria misterius itu mencoba bernegosiasi. Akan baik jika pria dan wanita muda ini membantu, tugasnya akan cepat selesai dan dia bisa segera kembali.
GLARRR!
__ADS_1
Namun alih-alih mendapatkan jawaban positif, yang menjawabnya adalah satu lagi sambaran petir. Kali ini dia terlalu lengah, sambaran itu berhasil menghanguskan ujung pakaiannya.
"Iblis apa? Liu Xing Sheng, apakah ah Qing tampak seperti iblis?" Hualing bertanya tanpa melihat pada Liu Xing Sheng yang dia tanyai.
"..." Lih Xing Sheng terdiam. Berbohong itu dosa, tapi menjawab dengan jujur juga tidak mungkin. Jadi respon terbaik adalah diam. Lagi pula, meski dia tahu Yuan Qing adalah iblis, bukan berarti dia akan membiarkan orang membunuhnya.
"Mengapa tidak menjawab?" Hualing melihat Liu Xing Sheng dengan satu alis terangkat.
"Apa yang dikatakan bibi beladiri itu benar." Liu Xing Sheng menjawab dengan tidak berdaya.
Hualing mengangguk puas sebelum ekspresinya mengeras, "lebih baik kamu enyah." ujarnya pada sang pria misterius.
"Rekan pembudidaya, bagaimana kamu bisa melindungi iblis?" pria misterius itu bertanya dengan kening berkerut.
GLARR!
Petir kembali menyambar tempatnya berdiri. Kali ini dia dapat menghindar tepat waktu, meninggalkan rumput hangus dan tanah retak. Sang pria misterius melihat Hualing dengan takjub dan keheranan, tampaknya semua petir yang membidiknya berasal dari wanita ini.
"Jika seperti ini tampaknya aku tidak punya pilihan. Meminta rekan pembudidaya memaafkan kekasaranku!" pria misterius itu bergerak cepat, kemudian menghilang satu langkah dari hadapan Hualing dan Liu Xing Sheng.
Hualing dengan cepat berbalik. Pria misterius itu muncul tepat di hadapan Yuan Qing, mencoba menebasnya dengan pedang yang di aliri energi spiritual.
Yuan Qing mengambil pedang Hualing yang melayang di hadapannya.
TRINGG!
Dia menghalau serangan pedang itu dengan pedang pinjaman meski pedangnya sendiri ada di genggaman. Yuan Qing dapat mendengar pedang Hualing berdengung dengan bahagia, sama sekali tidak menolak energi iblis yang Yuan Qing alirkan.
Yuan Qing bergerak cepat, berpindah tempat dan berdiri di samping Hualing.
__ADS_1
"Aku belum berterimakasih pada saudari Hualing," ucapnya sembari menyerahkan pedang Hualing pada pemiliknya.
"Antara aku dan kamu tidak perlu mengucapkan terimakasih," Hualing berkata dengan senyum, membuat sesuatu di dalam rongga dada Yuan Qing berdetak lebih kencang.
"Ehem! Liu Xing Sheng, lama tidak bertemu." Yuan Qing berdehem sekali, tidak tahu mengapa dia merasa sedikit canggung setelah mendengar kalimat Hualing.
"Kamu masih berjalan di jalan iblis!" Itu bukan pertanyaan, melainkan pernyataan ketika samar-samar Liu Xing Sheng melihat tanduk iblis di kening Yuan Qing.
"Jika kamu tidak setuju, mengapa tidak bergabung dengan orang itu dan bunuh aku?" Yuan Qing berujar kemudian mulai bergerak. Menyerang pria misterius ini, bahu membahu bersama Hualing. Satu menyerang maka yang lain akan melindungi. Mereka bertarung berdampingan dengan harmonis, seperti itu adalah hal lumrah. Seperti mereka telah melakukannya berulang kali.
Liu Xing Sheng mengerang kesal mendengar jawaban Yuan Qing, berpikir mengapa saudara ini kini begitu jauh. Seolah dia telah membuat kesalahan tak termaafkan.
Untuk sementara, Liu Xing Sheng akan mengenyahkan semua itu. Membantu Yuan Qing dan Xue Hualing adalah prioritas utama saat ini. Jadi tanpa penundaan, dia bergerak cepat. Membantu dua orang menekan satu orang.
"Pengembaraan jiwa tahap akhir?" Hualing bertanya tanpa mengendurkan intensitas serangan.
"Dan kamu adalah pengembaraan jiwa tahap awal!" pria misterius itu menjawab dengan acuh.
"Aku di panggil Xue Hualing, murid termuda tuan puncak kedua dari sekte Awan melonjak. Siapa kamu? Bagaimana sosok luar biasa sepertimu tidak pernah terdengar muncul?" Mendengar pertukaran itu, Yuan Qing merasakan asam yang tiba-tiba. Serangannya jauh lebih sengit, seolah ingin memotong pria asing ini menjadi potongan kecil.
Energi iblis Yuan Qing kembali meluap, membanjiri tiga orang lainnya. Untuk Liu Xing Sheng, energi iblis ini sungguh terlalu berlebihan. Dadanya terasa berat dan napasnya sesak. Luapan itu tidak mereda, tetapi dengan cepat membanjiri sang pria misterius. Menerjang dengan kuat.
Sang penyerang terdorong mundur selusin langkah sebelum dapat menstabilkan pijakan. Tatapannya menajam, energi spiritualnya berputar cepat. Menghalau energi iblis yang menyerang.
Dua energi berbenturan, hempasan angin yang kuat tercipta. Melihat Yuan Qing yang berhasil memukul mundur musuh, Hualing bergerak cepat. Menggerakkan energi spiritual, memanggil petir ungu.
Suara ledakan menggema, debu mengambang menghalangi pandangan. Hualing merasakan energi spiritual yang tidak asing, itu adalah energi spiritualnya sendiri, tapi tidak berasal darinya
Ini sangat aneh.
__ADS_1
Liu Xing Sheng menurunkan lengan yang dia gunakan untuk menghalangi terangnya cahaya petir ungu. Tidak ada bayangan dari pria penyerang itu.
Hualing mengibaskan tangan, energi spiritual mengusir debu yang berterbangan. Pria misterius itu telah menghilang. Meski tipis, dia masih dapat merasakan energi spiritualnya yang tertinggal di tempat pria itu berdiri.