Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 20


__ADS_3

Yuan Qing berjalan mendekat, berdiri bersisian di samping Hualing dengan alis bertaut. Orang itu tidak hanya mengetahui rahasianya tetapi juga mengetahui garis waktu dia memasuki jalan iblis. Dia tidak tahu apakah orang ini terlahir kembali sepertinya atau yang lain.


"Dia menghilang." kening Hualing berkerut, "dia berada di periode pengembaraan jiwa, jadi bagaimana bisa menghilang begitu saja?"


"Itu bisa dilakukan jika menggunakan artefak magis." Liu Xing Sheng menjawab dengan kemungkinan terbesar.


"Aku tidak merasakan artefak magis apapun." jawab Hualing kemudian melihat Yuan Qing yang berdiri di sampingnya, "bagaimana bisa bersinggungan?" tanya Hualing.


"Aku juga tidak mengerti, tapi satu hal pasti. Orang ini menargetkanku." Yuan Qing menjawab dengan dingin dengan aura iblis yang menguar tipis.


"Lupakan itu untuk sementara, dimasa depan kamu hanya harus lebih berhati-hati. Selain itu apakah masih memiliki ketidaknyamanan lain?" Tanya Hualing dengan tatapan mengabsen. Memastikan tidak ada luka yang tertinggal.


"Saudari Hualing begitu perhatian. Semua baik-baik saja, terimakasih." Yuan Qing menjawab dengan senyum.


Dan entah mengapa, Liu Xing Sheng merasa dia tidak seharusnya berada di sini. Di tempat dua orang ini berada. Ada sedikit rasa canggung, seolah kehadirannya hanya mengganggu keharmonisan dua orang ini.


"Jika tidak ada masalah apapun, mengapa kita tidak beranjak? Alam rahasia ini hanya di buka selama tujuh hari, akan sangat di sayangkan jika kehilangan peluang yang bagus." Liu Xing Sheng mengingatkan dua orang yang saling memandang penuh kasih ini, mengingatkan dua orang ini tentang tujuan mereka ada di tempa ini.


"Aku tidak akan berterimakasih." Yuan Qing berucap dengan tatapan acuh pada Liu Xing Sheng.


"Xiao Qing, aku tidak tahu darimana kebencianmu itu berasal. Tapi saudara ini akan selalu membantumu jika kamu kesulitan." Hingga kini, seperti apapun dia berpikir dan bahkan setelah bertahun-tahun, Liu Xing Sheng masih tidak mengerti mengapa Yuan Qing begitu memusuhinya.


Hualing melihat pada dua murid ini bolak balik. Sebenarnya dia pun ingin tahu permasalahan diantara dua orang ini, tapi sekali lagi keyakinan akan dewanya mendominasi. Dan Yuan Qing adalah inkarnasi dari dewanya, tuannya.


"Bukankah kita di sini untuk mencari peluang?" Hualing kembali buka suara


"Saudari Hualing benar," Yuan Qing menjawab tanpa penyangkalan kemudian beranjak pergi.


Liu Xing Sheng terdiam, dia sungguh tidak seharusnya berada di tempat ini!


"Saudara senior! Bibi beladiri Xue!"


Tiga orang yang baru berjalan tidak lebih dari selusin langkah harus berhenti karena seruan itu. Ketiganya serentak berbalik, melihat pada dua murid sekte mereka yang berlari dengan penampilan lusuh.


Dua orang ini adalah Zhou Liangyi dan Chen Qinyang yang berlari dari serangan kelelawar darah. Pakaian sekte mereka ternoda merah, beberapa luka terbuka dari pakaian yang rusak masih mengeluarkan darah dan beberapa lain telah bernanah.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Hualing bertanya dengan satu alis terangkat.


"Kelelawar darah!" Zhou Liangyi menjawab dalam satu tarikan napas. Dia membantu Chen Qinyang yang terluka tidak lebih baik darinya pada sebatang pohon.


"Luka dari serangan kelelawar darah mengandung racun, dan tidak akan pulih tanpa obat yang tepat." Hualing berkata sembari memeriksa luka Chen Qinyang kemudian Zhou Liangyi, tanpa mengetahui seseorang di belakang sana kini berwajah hitam.


"Untuk sementara gunakan ini, ambil satu pil setiap delapan jam dan akan pulih setelah lima hari." ujarnya menyerahkan dua botol obat pada Chen Qinyang dan Zhou Liangyi.


"Terimakasih bibi beladiri," Zhou Liangyi dan Chen Qinyang berterimakasih serempak kemudian mengambil satu pil. Rasa nyeri dari luka serangan kelelawar darah sedikit mereda dan pendarahan berkurang.


Chen Qinyang melihat seseorang yang seharusnya membantunya kini hanya berdiri, terdiam dengan jejak simpati tanpa tindakan. Tidak ada kasih sayang seperti yang di tulis dalam buku.


"Ini sangat menyakitkan," Chen Qinyang berkata dengan nada keluhan dan air mata di pelupuk.


"Jika menyakitkan kamu harus lebih berhati-hati di masa depan." Liu Xing Sheng menjawab dengan acuh, sama sekali mengabaikan tatapan penuh harapan dari Chen Qinyang.


"Saudara senior Liu, mengapa begitu tidak berperasaan?" Zhou Liangyi bagaimanapun menaruh hati pada Chen Qinyang, jadi dia tidak akan membiarkan gadis yang dia sukai menderita keluhan sekecil apapun.


"Bukankah yang aku katakan benar? Jika lebih berhati-hati sudah pasti tidak akan memancing kelelawar darah untuk menyerang!" Liu Xing Sheng menjawab dengan keyakinan.


"Kelelawar darah hanya tinggal di tempat gelap seperti gua dan tidak aktif di siang hari, jadi bagaimana kalian bisa begitu menyedihkan?" Hualing bertanya tanpa jejak simpati.


"Itu aku. Aku hendak mencari jamur persik dan saudari Qinyang hanya membantuku." Zhou Liangyi tanpa beban mengambil semua tanggung jawab.


"Kelelawar darah sangat agresif, keberuntungan kalian begitu besar hingga dapat pergi hidup-hidup." ada nada sarkastik dari kalimat Yuan Qing.


"Apakah kalian yakin hanya memetik jamur persik?" Liu Xing Sheng menatap Chen Qinyang dan Zhou Liangyi bolak-balik sementara jarinya menunjuk arah kedatangan mereka.


"Tentu saja!" Zhou Liangyi menjawab dengan cepat.


"Lalu mengapa mereka mengejar kalian?" Hualing menjawab tanpa melihat pada keduanya, hanya terpaku pada arah yang di tunjuk Liu Xing Sheng.


Mengikuti arah pandang Hualing, Zhou Liangyi merasa lututnya lemah. Lebih dari selusin kelelawar seukuran bocah tiga tahun terbang cepat. Menuju arah mereka dengan pekikan melengking. Sedang Chen Qinyang menggigit erat bibirnya dengan tangan terkepal erat.


"Jangan hanya diam!" Yuan Qing berseru kencang. Pedang di tangan menari, menebas setiap kelelawar darah yang mendekat.

__ADS_1


Tiga orang lain segera mengeluarkan senjata masing-masing, berusaha bertahan dari serangan sekelompok kelelawar besar.


"Kelelawar darah tidak akan aktif menyerang jika sedang berburu atau terganggu! Apa yang kalian berdua lakukan sebenarnya?" Liu Xing Sheng bertanya tanpa mengurangi kecepatan serangan.


"Aku bersumpah tidak melakukan hal lain selain memetik jamur!" Zhou Liangyi menjawab diantara pertahanannya, "sial!" dan mengumpat kesal saat salah satu kelelawar berhasil mencabik lengannya yang telah terluka. Kelelawar darah memang patut menjadi binatang iblis yang perlu di waspadai. Tidak hanya bekas gigitannya beracun, tetapi juga memiliki budidaya yang tinggi. Lebih dari lima kelelawar memiliki budidaya lebih tinggi darinya yang berada di awal inti emas.


"Lalu bagaimana denganmu, Chen Qinyang?" tanya Yuan Qing setelah menjatuhkan satu kelelawar darah. Dia menjentikkan pedangnya, menyingkirkan sisa darah dari tubuh pedang.


"A-aku tidak!" Chen Qinyang menjawab gugup. Gerakannya sedikit berantakan, membuat satu kelelawar berhasil menjatuhkannya. Sangat beruntung Zhou Liangyi yang ada di dekatnya dapat menghalau serangan kelelawar darah.


"Lalu mengapa kelelawar darah terus membidikmu?" Tiga orang lain yang mendengar ucapan Hualing segera melihat pada Chen Qinyang. Jika di perhatikan, kelelawar darah ini terus menyerang Chen Qinyang.


"Aku tidak!" Chen Qinyang kembali menyangkal. Tapi sesuatu yang bergerak lemah di dalam tas penyimpannya mematahkan penyangkalan itu. Ringkikan lirih terdengar, kelelawar darah yang tersisa semakin menggila. Menyerang lebih ganas.


"Kamu mengambil anak kelelawar darah!" mendengar ringkikan lirih itu, Liu Xing Sheng segera tahu apa yang salah di sini. Mengapa kelelawar darah yang beraktivitas di malam hari menyerang orang di siang bolong.


"Saudari Qinyang, apakah kamu melakukannya?" Zhou Liangyi bertanya dengan tidak percaya.


"A-aku hanya-" dengan terbata Chen Qinyang berusaha membela diri, tetapi sebelum dia menyelesaikan kalimatnya, Hualing telah memotong.


"Cepat keluarkan!" ucap Hualing, melompat mundur dari jangkauan pertarungan.


Chen Qinyang menggigit erat bibirnya, sementara wajahnya menunjukkan keluhan. Diantara serangan kelelawar darah dia mengobrak-abrik tas penyimpanan. Mengambil gumpalan merah yang terlihat rapuh.


Lengkingan nyaring kembali terdengar, seekor kelelawar darah terbang cepat dari samping. Chen Qinyang begitu terkejut hingga anak kelelawar darah di tangannya terlepas.


Kelelawar yang nampaknya sang induk mendarat di samping anak kelelawar, menyundul dengan kepala beberapa kali tapi anak kelelawar tidak juga bergerak. Teriakan melengking kembali terdengar, sekumpulan kelelawar kembali menyerang sebelum mereka beranjak pergi.


"Chen Qinyang, apakah kamu bodoh?" Yuan Qing berseru penuh kekesalan.


"Aku tidak sengaja melakukannya!" Chen Qinyang kembali membela diri. Kali ini dia sungguh tidak sengaja menjatuhkan anak kelelawar darah. Mengapa bos penjahat ini memarahinya begitu keras?


"Tidak bagus, cepat lari!" empat orang menegang mendengar seruan Hualing. Tidak mengerti mengapa mereka harus lari jika dapat mengalahkan binatang iblis ini.


"Pemimpin kelompok kelelawar darah ini datang. Budidayanya setara periode pengembaraan jiwa!"

__ADS_1


__ADS_2