Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 6


__ADS_3

Yuan Qing berjalan perlahan, mengikuti seorang gadis muda yang menginginkan dia memasuki puncak kedua. Gadis itu memakai pakaian sekte berwarna hijau dengan rambut di bentuk sanggul awan yang di tahan dengan jepit giok sederhana.


Pakaian sekte berlengan sempit dan sabuk berwarna tosca yang melilit erat pinggang membuat sosoknya terlihat lebih ramping.


Yuan Qing mengalihkan pandangan, melihat pada tanah coklat yang dia pijak bukan putih dengan bercak merah berbau anyir. Ingatannya melayang pada beberapa jam yang lalu. Dia seharusnya sudah mati di bawah pedang Liu Xing Sheng di ujung daratan utara yang dingin dengan jiwa tersebar dan tubuh yang tidak utuh.


Mati karena hatinya terlalu lembut, terlalu mudah di lunakkan hanya dengan beberapa tindakan dan kata manis seorang wanita. Dia mengingat betul perkataan wanita itu, bagaimana ekspresinya yang sok benar itu.


"Kamu telah menanggung dosa membunuh guru, memihak pada kejahatan. Membelot jalan iblis!"


"Saudara junior, meski memiliki tubuh iblis kamu tidak harus memihak pada kejahatan. Kembalilah ke sekte untuk menerima hukuman, dan renungkan diri!"


"Sungguh menggelikan! Chen Qinyang bukankah kamu tahu alasan di baliknya. Liu Xing Sheng, tidakkah kamu merasa ucapanmu terlalu naif? jika aku kembali ke sekte bukankah akan berakhir dengan kematian?"


"Saudara junior, bagaimana kamu masih tidak bertobat dalam situasi seperti ini?"


"Liu Xing Sheng, katakan? haruskah aku menerima jika seseorang ingin membunuhku? haruskah aku meletakkan leherku di tiang gantungan agar dianggap benar? kamu menyebut dirimu adalah pembudidaya benar, tapi tidakkah merasa jika tindakanmu memikatku dengan seorang wanita tidak berbeda dengan perilaku licik para pembudidaya iblis itu?"


Tapi siapa sangka dia akan terbangun dan kembali pada peristiwa dua puluh lima tahun yang lalu. Saat dia baru saja melewati ujian seleksi masuk sekte awan giok. Dia tidak tahu apakah surga mengasihaninya atau mengejeknya.


Satu hal yang pasti, dia akan membunuh guru baik yang ingin mengambil alih tubuhnya. Wanita ****** yang telah menghianatinya dan teman masa kecil yang membunuhnya.


Yuan Qing tersenyum meremehkan, teman masa kecil apa?


Sesungguhnya mereka adalah musuh alami yang berbalut persahabatan.


Dalam kehidupan ini, dia pasti akan membalas mereka!


Yuan Qing kembali melihat punggung Hualing, gadis itu melangkah ringan seolah mengendarai angin. Dia ingat dengan benar gadis ini tidak pernah muncul dalam kehidupan sebelumnya. Bahkan setelah dia pergi ke jalan iblis, karakter seperti ini tidak pernah muncul.

__ADS_1


Karena tingkat budidayanya saat ini begitu rendah, dia tidak dapat mengetahui basis budidaya wanita ini. Tapi dari pernapasan dan setiap langkah yang dia ambil, seharusnya tidak lebih rendah dari pembangunan pondasi tahap akhir.


Usianya masih berkisar lima belas tahun tapi memiliki budidaya yang begitu baik, jadi mengapa dia tidak pernah mendengar murid seperti ini? Mungkinkah karena bakat gadis ini terkubur oleh ketenaran Liu Xing Sheng, bajingan mati itu?


Atau mungkinkah karakter ini memang tidak pernah ada di kehidupan lalu?


Tapi mengapa dia muncul saat ini?


Selain itu mengenai tuan puncak Cao Ping. Pria tua itu seharusnya sudah mati lima puluh tahun yang lalu di bawah guntur kesengsaraan.


Jadi bagaimana dia masih dapat berdiri dan melompat bebas di puncak kedua?


Tanpa mengetahui pikiran anak muda di belakangnya, Hualing berjalan ringan dengan suasana hati gembira. Dia merasa bunga-bunga kecil yang tumbuh di sepanjang tepi jalan setapak terlihat lebih berwarna dan harum; burung-burung berkicau lebih merdu dari yang lalu dan musim semi kali ini begitu indah, lebih indah dari musim semi yang lalu.


Juga lebih hangat!


Hualing mengurangi kecepatan langkah untuk mensejajarkan langkahnya dengan Yuan Qing. Dia melihat pria muda itu dengan mata berbinar, membuat yang di tatap sedikit tidak nyaman. "Aku di panggil Xue Hualing. Kamu bisa memanggilku kakak perempuan Hualing."


"Yuan Qing, berapa usiamu?" tanyanya, tidak tahan dengan keheningan.


"Emp-Tiga belas tahun." Yuan Qing menjawab, hampir menjawab dengan usianya sesungguhnya sementara matanya meneliti fitur Hualing.


"Lalu apa yang kamu lakukan sebelum memasuki sekte, apakah baik?" Hualing bertanya penuh keingintahuan polos.


Yuan Qing melihat saudari senior yang tiba-tiba dia dapatkan dengan wajah berkerut. Apanya yang baik? Tidakkah saudari senior ini melihat pakaian lusuh, wajah kotor dan tubuh kurusnya? Apakah saudari senior mengejekku?


Tapi melihat tatapannya penuh binar polos itu, Yuan Qing tidak dapat memarahinya, "mengemis dan melakukan beberapa pekerjaan kasar." Jadi dia hanya bisa menjawabnya. Dan dia tidak tahu mengapa bibirnya menjawab dengan jujur.


Mendengar jawaban Yuan Qing, Hualing seketika menghentikan langkah sejenak kemudian kembali berjalan. "lalu, bagaimana dengan orang tua? keluarga?" dia bertanya-tanya dengan ragu dan berhati-hati.

__ADS_1


Yuan Qing : "Mati,"


Mendengar itu, Hualing merasakan sentakan rasa sakit di ulu hatinya. Dewanya telah menjalani hidup yang sulit di dunia fana, dia pasti menderita.


Hualing tidak bisa tidak berkomentar, "apakah hukum surgawi begitu buta?" memberikan kehidupan tragis pada dewa yang telah berjasa? Kalimat terakhir tentu saja tidak tersuara.


Yuan Qing tentu saja hanya mendengar kalimat pertama Hualing, dia melihat pada gadis yang berjalan di sampingnya. Tidak ada sorot belas kasihan dari mata indah itu, hanya ada menyalahkan dan menuduh. Seolah semua yang terjadi kepadanya memang salah hukum surgawi.


Wanita ini sangat aneh!


Namun mendengar kalimat itu, hatinya terasa nyaman.


"Kamu tenang saja, setelah ini kamu tidak akan lagi sendirian. Sekarang ada saudari yang akan menjagamu." ucapnya dengan wajah menoleh, melihat pada Yuan Qing yang mengangguk dengan linglung.


Melihat tanggapan Yuan Qing, Hualing tersenyum hingga kedua mata menyipit dan Yuan Qing bahkan dapat melihat gigi taring dari sela bibir plum itu.


Jika usianya dari kehidupan sebelumnya di gabungkan, itu seharusnya lebih banyak dari saudari senior ini. Jadi biarkan gadis muda ini mengatakan apapun yang dia inginkan, dia tidak akan berdebat dengan yang lebih muda.


Meski kalimat itu pernah di ucapkan bertahun-tahun yang lalu oleh seorang wanita yang kemudian menghianatinya. Dan karena kalimat itu juga dia membuka cangkang kerasnya dan memperlihatkan sisi lembut yang rentan.


Hualing : "Apakah kamu memiliki keahlian tertentu? guru menyuruhku untuk mengalokasikan pekerjaan untukmu."


Yuan Qing : "Pekerjaan kasar."


Hualing mencebik, "jika seperti itu kamu dapat membantuku melakukan pengiriman pada setiap puncak." katanya kemudian.


"Emh." Yuan Qing menjawab seadanya kemudian bertanya, "saudari senior melakukan pengiriman?" Dia tidak pernah tahu jika puncak bambu hijau akan memberikan tugas pengiriman pada seorang gadis, terlebih murid langsung tuan puncak. Meski semua barang di angkut dalam cincin ruang, tapi karena terdapat larangan terbang di atas sekte maka berjalan kaki menjadi satu-satunya jalan. Dan berjalan kaki mengelilingi lima puncak bukanlah tugas yang mudah.


"Tentu saja! Mengirim batu roh. Seharusnya ini tugas guru, tapi karena pria tua itu terlalu malas jadi jatuh ke tanganku." Hualing menjawab dengan mengendikkan bahu tidak berdaya.

__ADS_1


Yuan Qing terdiam, tidak tahu bagaimana harus bereaksi. Tuan puncak ke-lima ini, dia tidak tahu apakah pria ini terlalu santai atau tidak peduli. Dia bahkan menyerahkan pengiriman uang sekte pada murid, alih-alih mengirimnya sendiri.


__ADS_2