Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 14


__ADS_3

Yuan Qing mengikuti arah pandang Hualing pada sudut bangunan, cukup gelap karena tertutup bayang-bayang. Dua sosok keluar dari sana, satu laki-laki dan satu wanita. Liu Xing Sheng dan Chen Qinyang.


"Xiao Qing, kamu?" Liu Xing Sheng yang tidak lagi dapat bersembunyi bertanya dengan ketidakpercayaan, "sejak kapan kamu?" mengembangkan jalan iblis?


"Itu bukan urusanmu." Yuan Qing menjawab dengan acuh.


"Xiao Qing, itu bukanlah jalan yang baik!" Liu Xing Sheng kembali berucap.


Kabut hitam menguar dari tubuh Yuan Qing, mengembun menjadi dua tanduk iblis. Dia bergerak cepat, menyerang Liu Xing Sheng dengan satu pukulan kuat. Membuat yang kedua memuntahkan seteguk darah, "Liu Xing Sheng, bisakah kamu berhenti ikut campur? Berhentilah sibuk dan berkultivasi dengan benar. Jika kamu tidak puas maka kamu dapat mencoba menghentikanku."


"Liu Xing Sheng, identitasmu istimewa jadi aku merekomendasikanmu pada master sekte. Berharap kamu akan dapat memenuhi tugasmu, tapi jika keberadaanmu membahayakan Ah Qing, maka aku tidak memiliki pilihan lain." Hualing berujar dengan senyum meski kata-katanya penuh peringatan. "Dan kamu nona kecil, suaramu sangat indah. Jangan sampai kebodohan sesaat membuat suara indahmu tidak lagi dapat di dengar." lanjutnya menatap Chen Qinyang dengan senyum yang sama. Sementara tangannya terangkat, kilatan petir ungu memercik dari ujung jarinya


Dan dua orang yang mendapat peringatan hanya terdiam dengan punggung penuh peluh. Udara yang berhembus membuat punggung dan leher mereka dingin seketika.


Sementara itu seseorang yang coba dia lindungi melihatnya dengan cahaya yang berbeda. Dalam dua kehidupan, tidak pernah ada seseorang yang bersedia berdiri di depannya setelah dia menjadi iblis. Tidak pernah seorangpun, bahkan Chen Qinyang yang dia perlakuan seperti mutiara akan menatapnya dengan waspada.


Dan kali ini ada kegembiraan luar biasa di hatinya.


...****************...


"Jadi itu ulah pembudidaya iblis! Mereka sungguh berani membuat kekacauan di bawah mata sekte mulia kita!" Tuan puncak kelima, Zhou Xin berseru dengan geram.


"Mereka bahkan berani menyentuh murid-murid terkasih kita!" Tuan puncak kedua menambahkan.


"Lalu dimana pembudidaya iblis itu?" kali ini adalah master sekte yang bertanya.


"Mati," Hualing yang berdiri di tengah aula menjawab singkat. Membuat master sekte dan tuan puncak yang duduk di kursi di atas platform melayang mendelik.


"Bagaimana bisa mati?" pertanyaan itu berasal dari tuan puncak keempat.


"Murid ini yang membunuhnya. Mereka menjebak para murid dalam array pengorbanan, murid ini tidak dapat menahan amarahnya dan ceroboh." Hualing menjawab dengan rendah hati. Master sekte dan tiga tuan puncak lain dapat memaklumi tindakannya, meski hal yang dia lakukan salah. Namun dia melakukan itu karena kekhawatiran untuk saudara sektenya.

__ADS_1


Hanya Cao Ping yang tahu jika hal itu tidak sepenuhnya benar, Hualing tidak pernah berperilaku begitu patuh jika dia tidak menyembunyikan sesuatu.


"Jika mati maka biarlah, setidaknya satu ancaman telah menghilang." ujar Cao Ping dengan mata menyipit, melihat Hualing dengan menyelidik. "Seorang pembudidaya iblis berbaur di kota tepat di kaki gunung Mu Xing dan memiliki kedudukan tinggi, di takutkan kita juga memiliki beberapa di sekte." lanjutnya.


"Aku meminta kerjasama para tuan puncak untuk menyelidiki puncak masing-masing. Memastikan tidak ada pembudidaya iblis bercampur." ucap master sekte yang di setujui oleh semua tuan puncak. "Xue Hualing membuat kesalahan yang mengakibatkan putusnya sumber informasi, denda satu bulan uang saku dan tiga bulan introspeksi diri." Lanjutnya, memutuskan hukuman yang terlampau ringan untuk Hualing.


Para tuan puncak mengangguk setuju, hukuman atau bukan hanya untuk penampilan.


"Hualing menerima, terimakasih master sekte." Hualing menjawab dengan. kerendahan hati yang sama.


"Pertemuan berakhir." lanjutnya.


Mendengar pertemuan telah di akhiri, Hualing segera menyingkir kemudian memberi hormat pada tuan puncak yang beranjak pergi setelah memberinya basa basi 'kamu melakukannya dengan baik kali ini'; 'kamu mengambil keputusan yang tepat' dan lain-lain.


Dan Hualing hanya dapat menjawab dengan 'terima kasih saudara senior' beberapa kali.


Seperti yang pernah dia katakan pada Yuan Qing, posisi murid langsung Cao Ping secara senioritas setara dengan para tuan puncak dan master sekte. Tapi untuk membuat senioritas tidak terlalu berantakan, semua murid Cao Ping berada di posisi termuda. Itulah sebabnya dia maupun saudara saudari seniornya harus memberi hormat yang tepat pada para tuan puncak ini.


"Saudari senior, Hualing pamit." ujarnya pada master sekte yang mengantar Cao Ping hingga pintu yang menjawabnya dengan anggukan singkat dan senyum simpul.


"Paman beladiri harap berjalan perlahan." master sekte memberi hormat pada Cao Ping yang beranjak pergi.


"Saudari senior, tolong maafkan Ling er. Jika aku tidak gegabah mungkin pencarian penyusup akan lebih cepat." Hualing tidak segera beranjak pergi, melainkan tetap berdiri di tempatnya.


"Saudari junior tidak perlu merasa bersalah, sangat bagus semua murid selamat. Lagi pula meski pembudidaya iblis itu tertangkap, belum tentu apa yang keluar dari mulutnya adalah kebenaran." master sekte menjawab dengan senyum simpul. "Menurutmu bagaimana para murid, juga Liu Xing Sheng?" lanjutnya.


Hualing menghela napas, "Masih perlu pengajaran yang ketat. Untuk Liu Xing Sheng, telah mencapai kondensasi Qi tingkat tiga dalam beberapa hari. Bakatnya luar biasa, dan pengajaran saudari senior lebih luar biasa!"


Master sekte terkekeh geli dengan jari-jari lentik menutupi bibir, "bermulut manis." ujarnya.


"Liu Xing Sheng, saudari senior harus mengawasinya lebih ketat. Biarkan dia menepati takdirnya." lanjutnya dengan senyum yang bukan senyum. "Aku harus pergi untuk introspeksi diri, sampai jumpa!" Hualing beranjak pergi setelah memberi hormat singkat. Mengabaikan kening master sekte yang mengerut karena ucapannya.

__ADS_1


Hualing berjalan perlahan, tapi sepelan apapun dia berjalan itu hanya membutuhkan tiga puluh menit untuk sampai di gerbang puncak kedua. Bibir Hualing tertarik dari satu sisi ke sisi lain melihat Yuan Qing yang bersandar pada pohon di samping gerbang. Bibir Yuan Qing membentuk garis lurus dengan wajah serius yang sedikit tidak sesuai dengan usianya.


"Ah Qing!" Hualing memanggil dengan lambaian tangan.


"Saudari Hualing!" Yuan Qing memberi hormat yang tepat sebagai seorang junior pada Hualing.


"Apakah ah Qing menunggu saudari?" tanyanya dengan nada main-main.


"Emh!" Yuan Qing menjawab dengan singkat, tidak ada nada enggan di dalam satu kata itu.


"Sangat bagus!" balasnya, "saudari ini di hukum dengan instrospeksi diri selama tiga bulan, jadi untuk sementara kamu harus berlatih seorang diri." lanjutnya.


"Hanya itu?" Yuan Qing tidak menyangka hukuman yang di jatuhkan pada Hualing akan seringan ini.


"Dan denda satu bulan gaji!" lanjut Hualing dengan bibir cemberut.


"Begitu ringan." Yuan Qing tidak bisa tidak berkomentar.


"Apakah kamu ingin saudari di hukum berat?" Hualing berujar penuh ketidakpuasan, "bukankah aku di hukum untukmu?" lanjutnya.


"Aku salah." Yuan Qing mengakuinya dengan patuh, membuat Hualing yange dengarnya mengangguk puas.


Dua orang, satu perempuan dan satu laki-laki berjalan bersisian. Tampak harmonis dalam dunianya, seolah tidak dapat di ganggu dan tidak dapat di usik.


Yuan Qing melihat Hualing yang berjalan di sisinya, teringat akan gambaran yang telah dia lihat. Petir ungu dalam gambaran itu tidak salah lagi adalah petir kesengsaraan. Yang tidak dia tahu apa yang memicu petir kesengsaraan, apakah itu sesuatu yang berada di dalam tungku pemurnian?


'Apa itu? Obat tingkat surga? Senjata spiritual?'


'Lalu kenapa seseorang yang memiliki suara persis dengan miliknya itu memberi nama Xue Hualing?'


'Siapa yang dia beri nama?' Yuan Qing teringat tungku pemurnian yang dia lihat, saat itu sesuatu keluar dari sana. 'Mungkinkah bukan siapa, tapi apa?'

__ADS_1


__ADS_2