Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 69


__ADS_3

Xie Shaosheng diliputi kepanikan. Beberapa saat lalu, ketika Hualing telah membaik pasca serangan, mereka mundur menuju tempat yang lebih lengang. Dia baru saja menghembuskan napas lega ketika Hualing kembali mengerang kesakitan. Kulit saudari mudanya tampak lebih pucat dengan otot menegang.


Xie Shaosheng hanya berdiri disana menyaksikan Hualing yang berusaha menggulung dirinya menjadi bola, karena saat ini otaknya terlalu kosong untuk bergegas dan memanggil bantuan.


Erangan menyakitkan kembali terdengar, Xie Shaosheng berusaha menenangkan dirinya. Dia tidak boleh panik, saudari junior sedang kesakitan.


Xie Shaosheng mengambil pergelangan tangan Hualing, dan mengukur denyut nadinya dengan lembut, begitu takut jika tindakannya sedikit berlebihan akan menambah rasa sakit saudari mudanya itu.


"Saudara ketiga, itu tidak akan berhasil." Hualing berbicara lirih dan terputus-putus ketika merasakan Xie Shaosheng menyalurkan Qi. Dia berusaha menarik tangannya dari genggaman longgar Xie Shaosheng, tapi rasa sakit itu berhasil melemahkan semua kekuatannya.


"Tidak akan tahu sebelum di coba!" Xie Shaosheng menjawab pasti, tapi ketidaknyamanan Hualing tampak tidak berkurang seiring waktunya. Seperti Qi yang dia salurkan menguap ke udara tipis.


"Panggil guru," Hualing menjawab lebih lirih, napasnya terputus-putus sementara kesadarannya kian memudar.


"Bertahanlah!" Seperti diingatkan, Xie Shaosheng segera mengeluarkan alat komunikasi, memberitahu gurunya dengan singkat kondisi Hualing.


"Xiao Xie? Apa yang salah?" Suara Tuan puncak kedua menggema panik dari alat komunikasi, murid ketiganya tiba-tiba berhenti berbicara dan suara keras terdengar dari seberang. Suara itu terdengar seperti benturan alat komunikasi dengan benda keras.


"Xiao Xie!"

__ADS_1


Suara panggilan masih terdengar dari alat komunikasi yang tergeletak di rerumputan, sementara sang pemilik berdiri kaku menghadapi batu dingin tempat Hualing sebelumnya bersandar.


"Xiao Xie! Apa yang salah? Dimana Ling'er?" Master puncak kedua bertanya begitu kakinya menginjak tanah, mengabaikan murid tertuanya yang tertinggal jauh di belakang.


"Adik ketiga, dimana Ling'er?" Han Siyu yang tertinggal beberapa saat mengulangi pernyataan gurunya.


"Hilang,"


Kening dua pendatang berkerut dalam, tidak mengerti maksud satu kata yang terlontar dari bibir Xie Shaosheng.


"Bagiamana bisa hilang?" Han Siyu bertanya mewakili gurunya.


"Apa yang salah sebelum menghilang?"


"Dia kesakitan. Meski tidak ada kelainan dari denyut nadi, tapi energi spiritualnya berada dalam kekacauan. Ling'er mengatakan itu bukan karena cedera dalam. Aku tidak tahu, apakah hilangnya Ling'er berhubungan dengan 'itu'." Xie Shaosheng melihat pada saudara tertua dan gurunya bergantian. Dia sedikit ragu untuk membicarakan urusan Hualing.


Gurunya saat ini adalah sosok yang berdiri di puncak piramida diantara para pembudidaya dengan pengetahuan yang terkumpul selama ratusan tahun. Diantara pengetahuan itu seharusnya ada setitik cahaya untuk situasi Hualing.


Xie Shaosheng melihat wajah pria yang telah menyelamatkannya dari jalanan, merawatnya seperti seorang putra, melindunginya di bawah sayapnya. Kemudian melihat pada Han Siyu yang masih mengantisipasi jawabannya.

__ADS_1


Dia tahu, mereka peduli. Mereka menghawatirkan Hualing sama seperti dirinya.


Meski tak terhubung darah, tetapi ikatan diantara mereka begitu kencang.


Jadi seharusnya tidak masalah.


"Sebenarnya,"


...****************...


"Guru, ini?" Bai Fengying melihat pada gurunya dengan penuh kebingungan, kemudian melihat kembali pada sosok yang berdiri di tengah array.


Sosok itu berdiri tak bergeming, seperti patung tanah liat tak bernyawa dengan sorot mata kosong.


"Mungkin artefak ini tidak hanya telah melahirkan kesadaran, tetapi telah berhasil mengembunkan kesadaran menjadi entitas lengkap."


"Benar-benar sulit di percaya!"


Ya! Benar-benar sulit di percaya, ternyata murid langsung termudah dari Tuan memecah kekosongan adalah entitas lengkap dari artefak surgawi!

__ADS_1


__ADS_2