Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 64


__ADS_3

Kota semarak di siang hari berubah menjadi kota mati malam hari, dicekam oleh teror. Liu Xing Sheng mengikuti gadis muda itu hingga ke pinggiran kota, terus bergerak hingga berhenti di tepi perkuburan masal.


Suara dentingan pedang terdengar di kejauhan dan energi iblis yang terasa semakin berat.


Liu Xing Sheng menjatuhkan gadis muda itu dengan cepat, mencegahnya melangkahi ambang perkuburan masal kemudian memasang formasi perlindungan yang tidak akan dapat di tembus dari luar maupun dalam. Bagaimanapun perkuburan masal bukanlah tempat yang baik, terlebih untuk seorang manusia fana yang terpengaruh energi iblis. Energi penuh kebencian dari tempat itu akan mengikis jiwa dengan cepat, dan calon korban tidak akan pulih meski Dewa turun ke dunia.


Liu Xing Sheng mengelilingi formasi beberapa kali, memastikan tidak ada yang salah dan calon korban aman sebelum memasuki perkuburan masal tanpa keraguan.


Denting pedang terdengar semakin keras dan suara pertarungan semakin jelas. Sesekali petir ungu menyambar dari langit; seperti piton besar yang bersinar, memecah kegelapan mencekam. Dua sosok saling menyerang, yang satu adalah Hualing yang berpakaian teal dan satu lagi adalah sosok berjubah hitam dengan penutup wajah. Meski tertutup jubah lebar, dari postur dan perawakan, Liu Xing Sheng seketika mengetahui jika pembudidaya iblis kejam ini adalah seorang wanita.


Pertarungan satu lawan satu seketika kehilangan keseimbangan ketika Liu Xing Sheng bergabung. Meski mengetahui lawan seorang wanita, tapi serangannya tanpa ampun; setiap tebasan adalah untuk memanen jiwa.


Xue Hualing mengangkat tangan kiri ke udara, mengacungkan jari tengah dan telunjuk yang di satukan. Awan gelap bergulung lurus di atas sana, sesekali retakan ungu berpijar di balik gulungan. Liu Xing Sheng yang melihat tindakan itu dari sudut matanya merasa merinding di sekujur tubuh, nampaknya murid langsung termuda puncak bambu hijau ini hendak mengakhiri sang pembudidaya iblis dengan cepat. Menyaksikan awan yang bergulung, dia sungguh ingin pergi dari tempat itu sejauh-jauhnya dan itulah yang sungguh dia lakukan.


GLARRRRR!


Tidak seperti Liu Xing Sheng yang sedikit mengerti kebiasaan bibi beladirinya, pembudidaya iblis itu tidak cukup beruntung. Meski berhasil menghindar, dia masih di potong menjadi sosok yang menyesal. Jubah besarnya terkoyak, darah kehitaman merembes di sela jari dan kain hitam penutup wajah telah terlepas. Wajah murni seorang gadis muda terbuka, Liu Xing Sheng mengenalinya dalam sekali lihat.

__ADS_1


"Chen Qinyang!"


Gadis muda dalam jubah besar itu melihat Liu Xing Sheng dengan tatapan tajam dan permusuhan yang tidak tersembunyi, sama sekali berbeda dengan hari lalu. Dalam ingatan Liu Xing Sheng, saudari juniornya ini akan menghantuinya di setiap kesempatan. Tatapan memuja dan mendambakan akan terpancar dari kedua mata berwarna almond. Mengatakan ini, bukan karena Liu Xing Sheng terlalu percaya diri. Hanya saja Chen Qinyang bahkan tidak repot untuk menyembunyikan pandangan serakah itu.


Namun kini, alih-alih tatapan mendambakan, Liu Xing Sheng merasa Chen Qinyang melihatnya sebagai serangga yang mengganggu.


Liu Xing Sheng mengalihkan pandangan pada Xue Hualing yang berdiri tidak jauh di darinya, wajah bibi beladiri itu terlihat pucat dengan alis yang menyatu. Meski ada keterkejutan di mata gelapnya, tapi itu tidak menutupi raut sakit yang mencolok.


Hanya sekilas, Liu Xing Sheng tahu murid favorit puncak bambu hijau itu tidak baik-baik saja.


"Liu Xing Sheng, sungguh tidak menyangka akan bertemu denganmu."


"Memang sungguh tidak menyangka jika pelaku semua kejahatan ini adalah kamu." Liu Xing Sheng mencibir tanpa peduli, "jika kamu kembali ke sekte dengan sukarela untuk menerima hukuman, aku tentu akan meminta keringanan." lanjutnya.


"Meminta keringanan?" Chen Qinyang mencibir kembali kemudian tertawa meremehkan, "apakah pada guru yang kamu kencani? Sungguh tidak bermoral! Bagaimana kamu lebih suka bersama manusia umpan meriam daripada protagonis wanita seperti ku. Bukankah-?" Chen Qinyang sungguh masih ingin mencerca protagonis yang tidak tahu malu ini, tetapi serangan pedang yang menggores sisi lehernya datang tiba-tiba. Cukup mengejutkan untuk membungkamnya sementara.


"Menyerang begitu saja, apakah hatimu sakit?" setelah keterkejutannya mereda, Chen Qinyang kembali mencibir tanpa takut.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak butuh mulutmu lagi?" Liu Xing Shen menjawab dengan wajah hitam. Sejujurnya, status sebagai guru dan murid telah menjadi duri yang mengganjal di hati Zhang Junqing. Meski gurunya itu telah menyetujui pengejarannya, tapi status mereka membuat hubungan mereka terkadang canggung. Tentu saja sebagai pihak pengejar Liu Xing Shen sama sekali tidak menganggap serius status itu, tapi hal itu tidak berlaku untuk Zhang Junqing. Posisinya sebagai master sekte menjadikannya wajah dari semua Sekte Awan Melonjak, semua perilakunya akan di perhitungkan. Akan ada kalanya Liu Xing Shen ingin menculik wanita itu dan mengurungnya untuk dirinya sendiri, tapu sekali lagi rasa sukanya menang. Dia tidak ingin memisahkan Zhang Junqing dengan apa yang dia pedulikan.


Dan alasan lain dia tidak dapat melaksanakan apa yang dia pikirkan tentu saja karena jurang kekuatan mereka yang masih cukup dalam.


Liu Xing Shen menghela napas lelah di dalam hati, 'jalan untuk mengencani guru sendiri sangat sulit dilalui.'


"Liu Xing Shen! Apakah kamu belum cukup melamun? Jangan biarkan pembudidaya iblis ini mendekati area ledakan petir, ada formasi teleportasi di sana!"


Liu Xing Sheng seketika terbangun dari lamunan. Jika boleh di katakan, suara Xue Hualing setara dengan suara gelegar petir beberapa saat lalu. Mengejutkannya hingga kembali ke dunia.


Dia melihat kawah besar di tanah dan benar saja, Chen Qinyang melesat cepat menuju tanah yang di hancurkan itu. Tanpa membuang waktu Liu Xing Sheng mengejar, bertukar serangan dengan sengit.


Suara pedang beradu dan energi spiritual yang berbenturan menciptakan lebih banyak kerusakan.


Sementara Liu Xing Sheng mencegah Chen Qinyang yang berubah menjadi pembudidaya iblis untuk melarikan diri, Xue Hualing mengahadapi masalah lama.


Itu adalah Lonceng pemecah takdir yang kembali di gunakan. Menilai situasi Liu Xing Sheng yang optimis, Xue Hualing memusatkan kesadarannya diantara rasa sakit yang menusuk. Dengan mulus dia membelokkan arah asli yang di tuju Lonceng pemecah takdir, sekali lagi menyadari jika semua pertemuan Yuan Qing dengan guru dan murid sekte Langit adakah akibat tindakannya yang membelokkan waktu.

__ADS_1


Kali ini dua orang, guru dan murid dari sekte Langit kembali membidik masa lalu Yuan Qing. Menurut arah waktu, mereka tidak sesederhana melenyapkan Yuan Qing saat dia masih lemah, tetapi juga mencegah kelahiran Yuan Qing. Mencegah pertemuan kedua orang tua Yuan Qing menjadi opsi yang mereka pilih. Namun, sayang sekali dia dapat segera menebaknya ketika memperhatikan arah waktu tujuan kemudian membelokkannya menuju waktu di mulainya persaingan antar sekte.


__ADS_2