
Angin berhembus ringan, membelai kulit dan menyisir helai hitam.
Hualing duduk di ujung tebing, kedua kaki menggantung bebas sementara kedua tangan menyangga di belakang tubuh.
Jauh di bawah kakinya adalah hutan belakang puncak kedua, tempat binatang iblis di budidayakan. Dan juga tempat bagi Yuan Qing untuk berkultivasi iblis. Menggunakan aura alami binatang iblis untuk menutupi aura raja iblisnya.
Meski begitu banyak binatang iblis yang menutupi, Hualing masih dapat merasakan energi iblis murni yang bocor bersama energi abadi yang begitu tipis. Dia tidak tahu mengapa di masih dapat merasakan energi iblis itu sementara orang lain tidak menyadarinya. Mungkin karena dia sudah akrab dengan pria itu ribuan tahun silam, atau mungkin karena dia adalah roh benda spiritual.
Sejak dia dan Yuan Qing menebak identitas aslinya, Hualing tidak dapat mengenyahkan tebakan itu seperti apapun dia berusaha. Sejak hari itu dia terus memikirkannya, jika benar dia adalah bentuk kesadaran dari benda spiritual. Maka itu harus memiliki kemampuan untuk merobek ruang dan membalikkan waktu. Berulang kali dia berpikir dan berulang kali di pergi ke perpustakaan, hanya ada satu benda yang memenuhi kriteria tersebut.
Lonceng pemecah takdir!
Hualing menengadah, melihat langit gelap berbintang di atas sana dengan bulan sabit menggantung anggun.
"Yang Mulia, benarkah aku adalah benda yang telah menarik sembilan puluh sembilan guntur itu?" Hualing berbisik lirih. Desiran angin yang membelai kulit menjadi jawaban. Sudut bibir tertarik di kedua sisi, membentuk senyum remeh.
Hualing menarik napas panjang, kemudian menghembuskan perlahan. Dia menutup mata, merasakan keheningan yang memberinya rasa tenang sesaat.
__ADS_1
Mengingat tentang Dewanya, dia ingat besok adalah hari kedua kompetisi. Dan Yuan Qing akan melawan Bai Fengying berdasarkan kemenangan di hari pertama. Budidaya Yuan Qing berada di satu akhir pembangunan fondasi, sementara budidaya iblis berada di tahap inti emas. Bai Fengying adalah pembudidaya yang berada di tahap akhir pembangunan fondasi. Seharusnya tidak akan ada masalah dalam kompetisi antar keduanya, tapi entah mengapa dia merasakan firasat yang tidak menyenangkan. Semakin dekan kompetisi, semakin itu mempengaruhinya.
"Mengapa begitu gundah?" Seketika Hualing membuka mata, melihat wajah yang akrab di atas wajahnya sendiri. Begitu dekat hingga hidung mereka bersentuhan.
"Ah Qing. Sudah selesai berkultivasi? Apakah inti emasmu sudah stabil?" tanyanya dengan dua pertanyaan berurut.
"Ya, sangat stabli." jawabannya setelah melepaskan kecupan kupu-kupu di bibir delima Hualing.
Yuan Qing menegakkan tubuh kemudian mendudukkan diri di samping Hualing, "apa yang membuatmu gundah?" dia mengulangi pertanyaan yang sama.
"Pertandingan antara kamu dan Bai Fengying." jawab Hualing tanpa menutupi.
"Aku tahu itu, tetapi kegelisahan tidak juga menghilang." jawabannya dengan pandangan menerawang.
"Aku akan berhati-hati. Semua akan baik-baik saja, aku akan baik-baik saja"
...****************...
__ADS_1
Area kompetisi utama sekte Awan Melonjak merupakan sebuah platform melayang seluas rumah bangsawan. Melayang di ketinggian, sedikit rendah di bandingkan puncak gunung.
Sebuah arena pertarungan berbentuk bulat di bangun di tengah arena, sementara murid-murid yang menonton duduk di atas tribun di bagian tepi.
Para master sekte dan tetua akan duduk di atas platform melayang berbentuk tandu berukuran besar. Menyaksikan ribuan murid bersemangat di bawah sana sementara mereka sibuk memuji murid dari sekte lain dengan basa basi palsu.
Hualing duduk di samping Yuan Qing dengan gelisah. Meski pria itu menggenggam tangannya, mengelus lembut, tapi kegelisahannya tidak juga mereda. Suara sorak sorai di sekeliling tidak memadamkan sedikitpun kegelisahan itu.
"Ling'er tenang saja." Bisiknya dengan lembut.
"Kompetisi selanjutnya! Bai Fengying dari sekte Langit melawan Yuan Qing dari sekte awan melonjak!"
Suara tetua yang bertugas sebagai hakim seolah menghentikan detak jantung Hualing. Kegelisahan itu semakin kuat. Dia menggenggam tangan Yuan Qing lebih erat, melarangnya beranjak.
"Ling'er," Ada tekad di mata Yuan Qing, tidak bisa di bantah, tidak ingin di langgar.
Dengan lemah Hualing melepaskan genggaman. Dari cincin penyimpanan dia mengeluarkan sebilah pedang ramping. Itu adalah pedang yang selalu Hualing gunakan, "itu adalah pedang yang aku ambil secara acak di alam rahasia. Awalnya tidak bernama, tapi karena sering aku gunakan sehingga membentuk pola petir ungu di sepanjang bilah, jadi aku menamakannya Sungai Petir Ungu. Energi spiritualku masih tertinggal di sana, pedang itu juga tidak menolak ketika kamu gunakan. Jadi kamu ambillah, aku tidak akan tenang jika kamu menggunakan pedang karatan milikmu."
__ADS_1
Yuan Qing tersenyum,dis mengambil sebilah pedang tanpa sarung itu. Memperhatikan pola petir yang terbentuk alami dari petir ungu yang di alirkan Hualing dalam setiap pertarungan, mengusap dengan dua jari di sepanjang tubuh pedang. "Aku akan mengembalikannya setelah kompetisi!" Serunya sebelum melompat turun ke arena.