
'Hualing, siapa kamu sebenarnya?'
"Ah Qing, sejak kapan kamu memulainya?" Tanya Hualing tanpa melihat pada seseorang yang dia tanyai.
"Sejak hari pertama memasuki sekte." Jawab Yuan Qing dengan tatapan lurus ke depan. Tanpa penjelasan lebih lanjut, dia mengerti dengan benar inti pertanyaan itu.
"Kamu harus berhati-hati, akan banyak kesulitan jika ketahuan." ujarnya, menasehati. Hualing tidak dapat menyebut nama gurunya atau sesuatu yang berhubungan dengan pria tua itu, karena seorang pembudidaya tahap memecah kekosongan dapat mengetahui jika seseorang menyebut namanya bahkan dari jarak ribuan kilometer.
"Aku mengerti dengan baik," Yuan Qing mengerti dengan benar itu.
"Ah Qing, aku tidak tahu permasalahan apa yang ada di antara kamu dan Liu Xing Sheng. Tapi apapun itu, kamu tidak boleh membunuhnya." Yuan Qing melihat bagaimana raut ceria sebelumnya telah sepenuhnya menghilang, diucapkan dengan nada tanpa bantahan.
"Suatu saat dia akan membunuhku." Yuan Qing ingat dengan betul ketika pedang Liu Xing Sheng menembus jantungnya.
"Tidak akan, aku tidak akan membiarkan itu terjadi." Hualing berujar dengan yakin dengan bibir yang tersenyum lebar hingga mata menyipit. "Jika ada aku, tidak akan ada sesuatu yang akan menyakiti ah Qing." lanjutnya dengan keyakinan yang sama. Tidak tahu jika di masa depan, dia akan menyakiti dewanya dengan tangannya sendiri.
Melihat keyakinan di mata Hualing, entah mengapa dia sulit untuk tidak mempercayainya. Jadi dia hanya menjawab dengan 'emh' singkat, "lalu bagaimana jika dua orang itu melaporkan?" tanyanya, teringat jika dua orang yang di bicarakan juga mengetahui identitasnya.
"Itu bukan masalah," Hualing menjawab dengan ringan, sementara dia melompat kecil. Seperti gadis kecil yang bahagia.
Dan di puncak lain, salah satu orang yang baru mereka bicarakan sedang berdiri penuh ketidakpercayaan diantara kerumunan murid. Tuan puncak kedua berdiri di podium tinggi dengan murid langsungnya berdiri di belakang.
'Bagaimana bisa sesederhana bibi beladiri Xue membunuh pembudidaya iblis dalam kemarahan, mengakibatkan putusnya informasi. Lalu dimana informasi Yuan Qing juga pembudidaya iblis?' Chen Qinyang sungguh ingin berteriak dan menyangkal, tapi bagaimana pun dia ingin berbicara, tidak ada suara yang keluar darinya. Hanya ada sensasi kejut, seperti listrik tegangan rendah menjalari tenggorokannya.
Jadi dengan ketidakpuasan, dia hanya dapat mendengar omong kosong tentang Xue Hualing yang menerima hukuman instrospeksi diri dan denda uang saku.
...****************...
Sepuluh tahun kemudian
Benua Qing Long, Daratan utara, Kota Hua.
Seorang gadis muda berdiri di depan kios perhiasan, mengenakan pakaian berwarna persik dengan kombinasi putih. Rambutnya yang hitam di tata rapi dengan jepit rambut bunga persik. Ditangannya terdapat sebuah gelang yang tampak terbuat dari giok putih, dan hanya sekilas dapat di ketahui jika itu adalah barang palsu, "ah Qing, apakah ini cocok untukku?" dia bertanya pada pemuda tinggi yang berdiri di belakangnya.
"Jika saudari menginginkan yang seperti itu, di toko sebelah sana memiliki kualitas yang lebih baik." pemuda yang di panggil ah Qing menjawab dengan lembut. Pakaian berwarna hitam membalut tubuhnya, sedangkan rambutnya di tahan dengan mahkota giok.
"Tapi bukankah ini sangat bagus?" Hualing yang penampilannya tidak berubah sejak sepuluh tahun yang lalu kembali bertanya, mengangkat gelang itu sedikit lebih tinggi.
Yuan Qing yang kini berusia dua puluh tiga tahun telah tumbuh jauh lebih tinggi, dia menghela napas tidak berdaya, "selama saudari menginginkannya." Xue Hualing selalu seperti ini.
"Baiklah, aku akan membeli yang ini." ujarnya kemudian menyerahkan gelang pada penjaja untuk di kemas.
__ADS_1
Yuan Qing menggelengkan kepala kemudian meletakkan satu batu roh tingkat rendah yang di terima penjual dengan senang hati. "Kemana selanjutnya?" tanyanya pada Hualing yang sibuk memasang gelang yang baru dia beli.
"Apakah terlihat bagus?" Hualing menyodorkan pergelangan tangannya yang tidak lagi kosong.
"Sangat bagus," Hanya Yuan Qing yang tahu jika pujian itu bukan untuk gelang murahan yang melingkar, melainkan pergelangan tangan putih lagi ramping Hualing. Begitu putih hingga Yuan Qing dapat melihat pembuluh darah ungu di bawah kulit adil itu.
"Saudara keempat sepertinya pernah mengatakan tentang restoran yang bagus di sekitar sini," Jawabnya dengan kening berkerut dan jari kanan mencubit dagu.
Mendengar tentang pria bermarga Lan itu, Yuan Qing tidak bisa tidak merasa masam. Murid langsung keempat tuan puncak Cao itu sungguh terlalu lengket pada Hualing, menurut Yuan Qing tentu saja.
Hualing :"Restoran Lan Shi?"
Kening Yuan Qing seketika berkedut saat mendengar Hualing menyebutkan nama itu.
Hualing :"Mengapa nama restoran ini persis dengan nama saudara keempat?"
Mendengar kalimat Hualing, Yuan Qing segera mengikuti arah pandang wanita di sebelahnya. Tatapannya tertuju pada plakat yang terpasang di depan sebuah restoran. Kata Lan Shi di tulis dengan sapuan bebas mengikuti aliran, seperti awan mengambang dan aliran air sepanjang sungai.
"Mungkin hanya kebetulan. Ayo masuk!" Hualing berujar sembari menarik tangan Yuan Qing, memasuki restoran yang tampak ramai.
"Dua pelanggan datang untuk hidangan atau tinggal?" seorang pelayan restoran menyambut keduanya.
"Silahkan duduk di sebelah sini," sang pelayan restoran membimbing mereka menuju meja yang masih kosong di sisi samping.
"Tolong berikan arak embun es, kue teratai dan bebek pedas." ujar Hualing setelah mendengar beberapa nama hidangan yang di sebutkan oleh pelayan tersebut.
"Tempat ini cukup bagus, aku tidak tahu apakah tempat ini yang telah di rekomendasikan saudara keempat?" Hualing bermonolog dengan pandangan yang mengedar pada sekeliling.
"Apakah kalian sudah mendengarnya?" seorang pembudidaya yang duduk di sebelah mereka berucap dengan lirih.
"Mendengar tentang apa?" pembudidaya yang duduk di satu meja yang sama bertanya dengan asal.
"Ramalan sekte langit!" pembudidaya pertama menjawab dengan lebih lirih, tapi baik Hualing maupun Yuan Qing dapat mendengarnya dengan jelas.
"Sekte langit? Rekan kultivator mengatakan sekte langit mengeluarkan sebuah ramalan?" pembudidaya di meja lain yang tampaknya juga tertarik dengan berita ini bertanya.
"Ya. Itu tidak biasa di katakan buruk, tidak juga dapat di katakan baik. Beberapa hari yang lalu beredar sebuah berita dari sekte langit, dikatakan jika sang raja iblis yang membawa bencana akan terlahir." pembudidaya pertama kemudian berbicara.
"Bukankah itu berita buruk?" pembudidaya yang duduk di sampingnya memberi komentar yang juga telah pikirkan semua orang yang mendengar.
"Sebenarnya ada satu ramalan lain. Dikatakan bersamaan itu akan lahir putra takdir yang akan mengalahkan raja iblis!" ucapnya yang di tanggapi dengan antusias oleh pembudidaya di sekitar.
__ADS_1
Suasana ramai di meja sebelah berbanding terbalik dengan meja dua orang, Hualing dan Yuan Qing. Meja mereka si penuhi keheningan, seolah keramaian tidak dapat mencapainya.
"Apakah berita ini sungguh akurat?" seseorang di meja sebelah kembali bertanya.
"Tentu saja. Berita ini bocor dari murid dalam sekte langit!" pembudidaya pertama menjawab dengan meyakinkan.
Hualing melihat pada Yuan Qing, teringat dengan sepasang tanduk iblis yang pernah dia lihat. Dia takut jika raja iblis yang di maksud dalam ramalan itu adalah Yuan Qing. Bukan takut akan bahaya yang di bawa Yuan Qing, melainkan takut jika identitas Yuan Qing terbuka akan membawa bahaya untuk pria ini.
"Ah Qing," Hualing memanggil lirih. Meraih jari-jari penuh kapalan yang beristirahat di atas meja.
"Sekte langit itu?" Yuan Qing bertanya dengan lirih pula. Dalam ingatan kehidupan sebelumnya, sekte langit memang sekte besar. Tapi bukan tentang ramalan yang membuat mereka terkenal, melainkan murid sang master sekte yang kejeniusannya sebanding dengan Liu Xing Sheng yang kerap di panggil kesayangan surga.
Tahun itu ketika usianya dua puluh lima tahun, dia memberontak dan keluar dari sekte awan melonjak. Itu adalah saat fisik dan budidaya iblisnya terpapar. Delapan tahun kemudian dia kembali untuk membalas dendam pada puncak kelima sekte awan melonjak, meratakan puncak itu hingga rata dengan tanah. Tidak ada satu murid pun yang selamat kala itu. Dua tahun kemudian, terjadi kekacauan internal dalam perebut kekuasaan setelah kematian master sekte Zhang Junqing.
Satu tahun kemudian Liu Xing Sheng berhasil menekan kekacauan dan menjadi master sekte. Dan dua tahun kemudian adalah pengepungan para sekte benar terhadap sekte iblis.
Dalam kurun waktu itu dia telah mendengar tentang sekte langit yang menjadi sekte nomor satu setelah sekte awan melonjak terlibat kekacauan internal. Dan yang lain, tidak ada lagi.
"Apakah kamu melupakan pelajaranmu tentang benua Qing Long?" Hualing bertanya dengan nada usil.
"Aku tidak pernah mempelajarinya." Dan jawaban Yuan Qing ini sukses membuat Hualing tersedak anggur.
Dia sungguh lupa tidak pernah memberikan pelajaran dasar ini pada Yuan Qing. Selain itu, ini adalah kali pertama Yuan Qing keluar dari daratan tengah.
"Sekte langit terletak di daratan Utara, merupakan sekte terbesar di daratan Utara dan terbesar kedua di benua Qing Long setelah sekte awan melonjak. Sejak ratusan tahun telah terkenal dengan ramalan mereka mereka yang akurat, seperti serangan binatang buas di benua tengah tuju puluh tahun yang lalu; keluarga pembudidaya tertentu yang berkolusi dengan pembudidaya iblis; retakan yang terhubung dengan alam iblis di wilayah tertentu dan lainnya. Di pimpin oleh pembudidaya tahap membagi jiwa, Liang Song." Hualing menyudahi perkenalannya dengan padat.
Yuan Qing mengerutkan kening, semua yang di katakan Hualing sungguh berbeda dengan kehidupan pertamanya.
Yuan Qing :"Ini sungguh aneh."
Hualing :"Apa yang aneh?"
Yuan Qing terdiam, dia masih tidak dapat mengatakan kehidupan kedua yang saat ini dia jalani.
Meski bagaimanapun, masa lalunya bukanlah sesuatu yang patut dia banggakan.
Hualing :"Ah Qing?"
Belum sempat menjawab pertanyaan Hualing, keduanya merasakan getaran. Anggur di dalam cangkir beriak, getaran terasa semakin kuat.
Keduanya menyadari, berikut semua pembudidaya. Makam yang mulia abadi Shui Xing telah di buka. Tanpa penundaan mereka segera beranjak pergi, satu menghilang dalam kilatan petir dan satu lagi menghilang dalam dalam kabut. Meninggalkan suara ketukan dua batu roh tingkat menengah yang membentur meja.
__ADS_1