Terlahir Untuk Menghilang

Terlahir Untuk Menghilang
Bab 37


__ADS_3

"Dia melarikan diri lagi." Hualing berucap acuh.


"Biarkan saja. Tujuannya adalah untuk membunuhku, dia pasti kembali." Yuan Qing menjawab dengan acuh, seolah target yang di tuju bukanlah dia


"Yang lebih penting, hal apa yang ingin Ling'er pastikan hingga membahayakan diri sendiri?" Hualing tersenyum canggung mendengar pertanyaan itu, entah mengapa dia merasa bersalah karena tindakan cerobohnya itu.


"..."


Hualing menarik napas panjang, Yuan Qing masih menatapnya menunggu jawaban. Nampaknya jika kali ini dia tidak buka mulut, Yuan Qing tidak akan melepaskannya.


"Sebenarnya aku merasakan energi spiritualku dari orang itu. Aku hanya ingin memastikan apakah itu hanya kemiripan atau nyata. Saat orang itu menggunakan kekuatan spiritualnya, aku dapat merasakan dua energi spiritual yang tumpang tindih. Yang satu jauh lebih tipis dari yang lain. Yang lebih tipis identik dengan milikku dan yang lebih kuat bergerak naik turun seiring pergerakan orang itu. Dan ketika orang itu menghilang, aku dapat merasakan energi spiritualku berfluktuasi. Sepertinya kita tidak perlu lagi mencari reruntuhan. Hanya dari energi spiritual itu, aku tahu jika diriku yang sebenarnya adalah artefak magis tertentu. Dan itu seharusnya ada di tangan sekte Langit." Hualing menjawab dengan kepala tertunduk lemah.


"Ling'er, ada celah dari analisa itu. Jika orang itu berasal dari sekte Langit, mengapa tidak menyergapku selama pengujian, sedangkan orang itu dengan pasti mengetahui identitasku sebagai raja iblis. Mengapa sekte Langit bisa begitu tenang?"


Kening Hualing berkerut dalam, dia melihat Yuan Qing dengan tatapan bertanya.


"Orang itu bisa menjadi pembudidaya sekte Langit, bisa juga menjadi pembudidaya yang berpura-pura menjadi anggota sekte Langit." Yuan Qing melanjutkan.


"Berpura-pura menjadi sekte Langit sepertinya tidak mungkin, tidak ada yang cukup bodoh untuk berpura-pura menjadi anggota sekte besar. Terlebih lagi dengan gembar-gembor ramalan itu, kemungkinan menjadi lebih kecil." Hualing menyangkal dengan cepat.


"Ada satu kemungkinan lain. Mereka adalah sekte Langit dari waktu yang lain." kedua mata Hualing membulat lebar mendengar tebakan tersebut, "kamu tentu tidak lupa jika jiwaku berasal dari waktu yang berbeda. Itu harus beberapa puluh tahun di depan, jadi tidak menutup kemungkinan orang ini juga berasal dari waktu yang lebih maju." Yuan Qing melanjutkan. Ekspresinya dingin, seperti puncak gunung es yang membeku.


"Dan energi spiritual yang identik dengan milikku..."


"Berasal dari artefak magis yang di gunakan untuk melewati waktu yang berbeda." Yuan Qing melanjutkan kalimat Hualing yang terputus.


"..." Hualing terdiam, dia masih sedikit sulit mencerna tebakan yang lebih luar biasa ini.


"Sepertinya mengenai reruntuhan tidak dapat di batalkan. Sebuah artefak magis dengan energi abadi dan mampu membentuk kesadaran spiritual hanya berasal dari satu tempat..." untuk mengetahuinya, Hualing tidak memerlukan Yuan Qing untuk menyebutkan tempat itu. Karena di dalam otaknya hanya terpikir satu tempat.


Surga Kesembilan!

__ADS_1


...****************...


Mendekati lokasi yang di maksud dalam peta, baik Hualing maupun Yuan Qing dapat merasakan energi abadi di udara. Terasa hangat, seperti sinar matahari pagi di awal musim semi.


Semakin mendekat, mereka menemukan sebuah gua raksasa. Tanaman merambat membingkai mulut gua, bunga kecil berwarna merah tersebar layaknya bintang. Semakin mereka mendekat, semakin kuat energi abadi terasa.


Yuan Qing yang hendak memasuki gua terpaksa berhenti karena tarikan di lengan. Dia melihat pada Hualing yang menggelengkan kepala dua kali.


"Pintu masuk ini berfluktuasi, terlalu berbahaya jika masuk sekarang." Hualing menjelaskan tanpa di minta, "lihatlah mulut gua." lanjutnya.


Yuan Qing melakukan apa yang di katakan Hualing, dia melihat pada mulut gua dengan kening berkerut. Tidak ada apapun yang terjadi bahkan setelah beberapa jam. Dia melihat pada Hualing yang duduk bersandar pada sebatang pohon tebal, tepat di samping dia berdiri. Gadis itu menutup mata seperti tertidur, keningnya merenggang santai. Melihat ini, Yuan Qing segera mengurungkan niat untuk bertanya.


'Jika Ling'er memintaku melihat maka aku tidak akan menutup mata!' dia bertekad dalam hati.


"Sekarang!" Hualing berkata tiba-tiba. Tanpa di jelaskan, Yuan Qing tahu apa yang dia maksud.


Mulut gua di depan sana tidak lagi menampilkan dalam gua yang gelap seperti sebelumnya, melainkan berganti antara tanah lapang penuh bunga dan reruntuhan. Berganti di setiap kedipan mata, "Ini adalah?"


"Reruntuhan Surga kesembilan." Hualing menjawab perlahan, seolah dia mengeja di setiap kata.


"Pintu ini tidak stabil. Jika masuk saat ini kita akan bernasib sama dengan orang-orang sebelumnya. Kemungkinan terbaik adalah memasuki reruntuhan dan entah kapan dapat keluar dan yang terburuk adalah terlempar di kehampaan." Hualing menjawab pertanyaan tak terucap Yuan Qing.


"Ling'er bahkan tahu ini," Ucap Yuan Qing sembari menepuk ringan kepala Hualing dua kali, membuat yang kedua membuang muka dengan wajah merah.


"Sebenarnya aku tidak tahu ini, tiba-tiba semua informasi itu muncul entah dari mana di dalam pikiran." jawab Hualing dengan malu.


"Itu sudah sangat baik!" puji Yuan Qing, "apakah Ling'er tahu kapan pintu masuk ini akan stabil?" lanjutnya.


"Tidak pasti. Tapi seharusnya kurang dari sepuluh tahun." Hualing menjawab dengan kening mengerut dan raut kebingungan. Dia tidak mengerti mengapa angka itu muncul begitu saja di dalam otaknya.


"Itu cukup lama. Lebih baik kembali ke sekte dan laporkan." Yuan Qing berkomentar kemudian.

__ADS_1


"Waktu pintu terbuka belum pasti, wilayah ini juga berada di bawah tanggung jawab sekte Langit."


...****************...


Xie Shaosheng merasakan aura asam yang luar biasa. Dia tersenyum canggung pada Yuan Qing yang menatap Lin Shi dengan tatapan membunuh tanpa selubung.


Dia bukanlah Hualing yang acuh terhadap perasaan pria dan wanita. Jadi sejak beberapa tahun yang lalu, dia tahu jika anak muda ini menaruh hati pada adik terkecilnya.


Dahulu Yuan Qing hanya dapat menahan ketidaksenangan, tapi kali ini dia menunjukkan kecemburuannya tanpa niat menyembunyikan. Tampaknya, saudari kecilnya ini telah tercerahkan. Di satu sisi dia merasa bahagia, tapi di sisi lain Shaosheng merasa adik kecilnya telah di curi.


Dan sekarang ketika melihat tong besar berisi cuka ini pecah, Shaosheng merasakan kebahagiaan tertentu. Meski wajahnya nampak canggung, hatinya memiliki kebahagiaan.


"Adik Ling! Bagaimana kamu bisa meninggalkan kakak keempat begitu lama!"


Xie Shaosheng tertawa canggung mendengar nada manja Lin Shi. Dia tidak tahu apakah Lan Shi ini sengaja atau tidak melakukan itu.


"Aku hanya pergi selama beberapa hari. Sama sekali tidak lama jika di bandingkan dengan saudara keempat yang pergi selama sepuluh tahun." Hualing menjawab dengan senyum ramah, berbanding terbalik dengan ucapannya yang menohok.


"Bukankah saudara sudah meminta maaf, mengapa adik Ling masih perhitungan."


Sekarang Xie Shaosheng yakin, Lan Shi sengaja menempel Hualing. Melihat bagaimana Lan Shi tersenyum meremehkan pada Yuan Qing yang berdiri di sampingnya. Tampaknya Lan Shi masih tidak terima jika seseorang mendambakan mutiara di telapak tangannya.


"Adik kecil jangan dengarkan dia. Adik keempat hanya sedikit tidak puas karena di tugaskan untuk mengurus penerimaan murid baru menggantikan kamu." Karena tidak tahan dengan aura membunuh yang terus menguar dari Yuan Qing, Xie Shaosheng terpaksa buka mulut.


"Mengapa aku belum mendengarnya?"


"Pada pertemuan yang membahas penerimaan murid baru, Master sekte menyarakan agar adik kecil mengurus penerimaan. Namun, guru menolaknya. Guru berpikir daripada adik kecil yang selalu mengurus penerimaan, mengapa tidak biarkan seseorang yang menganggur untuk mengurusnya?" Xie Shaosheng menjawab pertanyaan Hualing tanpa memberi wajah pada Lan Shi.


"Tidak hanya itu! Guru bahkan melarang ku turun gunung selama satu dekade ke depan!" Lan Shi berseru dengan ketidakpuasan.


"Aku pikir guru benar." Hualing mengangguk beberapa kali, menyetujui keputusan gurunya. Selama lima puluh tahun Hualing berada di sekte, saat dia bertemu saudara keempat ini dapat di hitung dengan dua tangan. Sebagian besar waktu Lan Shi akan berada di dunia luar bepergian, paling cepat beberapa tahun dan paling lama sepuluh atau sebelas tahun.

__ADS_1


Guru memberinya tugas ini sudah tepat. Saudara keempat ini sudah seharusnya mengerjakan tugas yang seharusnya dia kerjakan. Tidak lagi melemparkannya pada saudara dan saudari lain.


"Aku baru saja kembali dan harus melapor. Saudara ketiga dan saudara keempat, Hualing tidak akan menemani bergosip." ujarnya tiba-tiba. Tidak memberi kesempatan pada Lan Shi untuk mengeluh.


__ADS_2