
Hari ini masih hari yang sama di lembah iblis. Langit masih berwarna abu-abu, seperti langit sebelum hujan. Matahari masih enggan menampakkan diri, membuat tanah penuh kejahatan itu tampak lebih muram. Tanah masih gersang, sementara tanaman liar yang keras kepala masih berusaha bertahan hidup di tanah penuh dendam.
Para pembudidaya juga masih berkumpul di luar lembah iblis dengan antusiasme yang lebih dari sebelumnya. Masing-masing dari mereka berseru untuk meratakan tanah kejahatan yang telah menjadi momok bagi para pembudidaya benar, sementara para pemimpin sekte berdiri di udara memberikan kata pembenaran.
"Yang Mulia,"
Seorang pemuda lima belas tahunan memanggil Yuan Qing dengan hormat. Pemuda itu memiliki surai hitam, iris semerah darah dan sisik hitam yang menjalar dari leher kiri hingga sisi pipi. Memecah citra lembut dan sembrono anak muda dengan karakteristik iblis.
__ADS_1
"Dua hari yang lalu, salah satu pihak kita berhasil menyusup ke dalam gua tersembunyi tempat Liang Song dan Bai Fengying mundur. Lokasinya seharusnya ada di sisi kiri lembah iblis. Tampak seperti gua biasa, tetapi memiliki barisan mekanisme di bagian luar dan dalam sehingga sulit untuk menemukannya. Hanya saja sebelum dia melaporkan lebih rinci, dia di serang. Dan sesaat sebelum alat komunikasi di hancurkan, nama seseorang di sebutkan. Itu seharusnya adalah Peri Abadi Xue yang menghilang belum lama ini." Pemuda itu melaporkan dengan rinci. Sesekali dia melihat raut wajah pimpinannya yang berubah lebih buruk dalam setiap kata.
"Jadi yang kamu katakan adalah Hualing bergabung dengan dua bajingan dari sekte iblis untuk melawanku?"
Anak laki-laki dari golongan iblis itu bergidik ngeri. Nada yang digunakan tuannya ini begitu tenang, tapi dia dapat merasakan dinginnya pedang imajiner yang menahan lehernya. Seolah, jika dia mengucapkan satu kata lagi yang tidak di sukai tuannya maka pedang itu akan memisahkan kepala dari tubuhnya.
"Siapapun dapat menyakiti Yang Mulia ini, kecuali Ling'er."
__ADS_1
Iblis muda itu tertegun, tanpa sadar menatap langsung mata sang pemimpin. Rasa takut yang dia rasakan beberapa saat lalu terlupakan karena jawaban tak terduga sang tuan. Mata yang melihat kehidupan seperti benda mati itu melembut beberapa poin. Raut kekerasan yang menutupi penampilan luar biasa Sang Raja tampak mengendur, membuatnya seperti seorang tuan muda yang mudah di dekati.
Sebagai seseorang yang mengikuti Raja Iblis, dia memang pernah mendengar tentang nama itu beberapa kali. Di katakan itu adalah nama saudari senior sang Raja ketika dia berada di sekte. Ketika pertama kali dia mendengar rumor tentang Rajanya dan saudari senior itu, dia akan mencibir dan tertawa sinis. Bagaimana Rajanya yang luar biasa bisa terjerat kisah cinta mengharukan dengan seorang pembudidaya tak di kenal, terlebih ketika rumor itu mengatakan bahwa Rajanya yang telah menyesatkan seorang wanita polos.
Pei! Pei!
Jika rumor itu mengatakan Rajanya di jerat oleh wanita tertentu, dia akan lebih mudah mempercayainya mengingat bagaimana luar biasa penampilan sang tuan.
__ADS_1
Namun, dengan senyum kecil yang terukir di bibir sang tuan, mau tidak mau dia harus menyegarkan pendapatnya. Tampaknya, rumor di dunia luar bukannya tak berdasar.