
Sejak Cao Ping menjemputnya kemudian bergabung dengan sekte Awan Melonjak, Hualing baru mengetahui jika dia adalah pembelajar yang baik. Tidak hanya memiliki ingatan yang kuat, tetapi juga tingkat pemahaman yang baik. Membuat gurunya selalu menggunakan kelebihannya tersebut untuk menyombongkan diri kepada para tuan puncak di setiap pertemuan, dan Hualing harus menerima tatapan iri dari murid tuan puncak lain, juga harus mendengar keluhan Zhang Junqing setiap pertemuan usai.
Dulu, dia pikir kelebihannya merupakan kompensasi langit karena meninggalkannya sendirian dan kehilangan ingatan. Namun, kini dia tahu jika semua itu tidak ada hubungannya dengan kompensasi. Menjadi artefak surgawi yang di tempa dengan bahan-bahan langka, melahirkan kesadaran nyata, dan kelahirannya mampu menarik sembilan puluh sembilan petir surgawi ungu. Semua pencapaian itu bukanlah hal-hal omong kosong.
Jadi kali ketiga Xue Hualing merasakan sakit yang merobek jiwa, dia tahu itu adalah reaksi dari penggunaan Lonceng pemecah takdir.
Keinginannya untuk menyemai bunga-bunga di halaman hilang seketika. Dengan satu gerakan dia memasuki rumah, menutup pintu kemudian memasuki mode meditasi di atas tempat tidur. Dia melepaskan sebagian kesadarannya kemudian menempelkannya pada Lonceng pemecah takdir, dan membengkokkan alur waktu yang hampir terbuka ke alur waktu yang lain dengan mulus. Meski dia masih belum dapat menghentikan penggunaan Lonceng pemecah takdir, tapi untuk membengkokkan waktu dia telah cukup mahir.
Dalam prosesnya, dia tiba-tiba teringat penyerangan di daratan utara; saat dia dan Yuan Qing mencari letak pintu reruntuhan surga kesembilan. Tampaknya, kejadian saat itu juga tidak lepas dari campur tangannya. Hualing menghela napas internal, jika dia bertemu Yuan Qing nanti tampaknya dia harus meminta maaf.
"Bibi beladiri Xue!"
Hualing membuka mata, turun dari tempat tidur kemudian membuka pintu. Seorang murid muda yang tampak baru berusia tujuh atau enam tahun memberikan postur hormat standar kepada senior.
"Keponakan bela diri Mo, apa yang membawamu ke halaman Mingxia? Apakah master sekte memiliki pesan untukku?" Hualing menebak dengan cepat begitu melihat murid muda itu.
Dua tahun yang lalu, Liu Xing Sheng membawa bocah laki-laki kurus kembali ke sekte dan membimbingnya di bawah persetujuan Zhang Junqing. Meski bocah ini secara nominal menjadi murid master sekte, tapi semua pelatihan besar maupun kecil murid muda ini di tangani oleh Liu Xing Sheng. Bocah kurus itu di beri nama Mo Yichen, yang kemudian di asuh hingga gemuk oleh dua orang seperti orang tua mengasuh anak-anak.
__ADS_1
"Guru mengundang bibi beladiri untuk mengunjungi balai utama, ada beberapa masalah yang harus di diskusikan." Mo Yichen menjawab lurus, meski penampilannya masih menggemaskan tapi ekspresi wajah itu sungguh membosankan.
Melihat murid muda ini, Hualing hanya dapat menghela napas diam-diam. Dia sungguh ingin tahu bagaimana Liu Xing Sheng itu membesarkan Mo Yichen hingga bocah itu hanya mengenal satu ekspresi ini.
"Aku mengerti. Kamu dapat kembali dan melapor sementara aku bersiap-siap."
...****************...
Hualing berjalan dengan punggung lurus sementara sebilah pedang bersarung giok ada di genggaman. Berjalan di sampingnya adalah Liu Xing Sheng yang juga di beri perintah untuk turun membantu. Seperti dua kultivator yang berkelana, keduanya berjalan perlahan menikmati hiruk pikuk jalan kota yang ramai. Suara pedagang bersahut, tawar menawar sangat hidup dan tawa anak-anak yang bermain gembira mengiringi.
Melihat semua pemandangan ini, dia sama sekali tidak dapat melihat bayangan kota yang di selimuti teror.
Hanya dalam beberapa hari, pengurus kota kehilangan banyak rambut. Tidak hanya korban di temukan, tetapi semakin banyak keluarga yang melaporkan kehilangan. Tanpa membuang waktu, pengurus dua kota segera melaporkan kasus ini pada sekte Awan Melonjak sebagai sekte yang bertanggungjawab atas daerah.
Namun, kasus kali ini menjadi pukulan bagi sekte. Bukan hanya tidak dapat mengungkap kasus, tetapi juga beberapa murid muda yang turun menghilang secara misterius. Belum usai kasus di kota Du dan Lin, kota Luo di kaki sekte Awan Melonjak tidak lepas dari bencana. Tampaknya, dalang di balik ini semakin dan semakin berani.
Kasus terakhir di kota Luo telah menjadi skala terbalik sekte Awan Melonjak, seperti tantangan yang di layangkan terang-terangan. Dua hari yang lalu, dia dan beberapa murid senior di perintahkan untuk memecahkan kasus hilangnya penduduk. Puluhan murid senior di bagi menjadi beberapa kelompok besar dan kelompok kecil, yang masing-masing bertanggungjawab atas wilayah tertentu.
__ADS_1
Sebuah kebetulan, dia dan Liu Xing Sheng di tempatkan di kelompok yang sama. Bertugas disisi utara kota Lin yang merupakan tempat paling makmur di kota itu.
"Bibi beladiri Xue, bukankah kasus kali ini seperti kasus beberapa tahun lalu?" Liu Xing Sheng membuka pembicaraan setelah lama terdiam.
"Tentang pembudidaya iblis?" Ketika diingatkan, hal pertama yang Hualing ingat benar adalah identitas Yuan Qing sebagai pembudidaya iblis terpapar fi depannya.
"Ya!"
"Orang hilang. Laki-laki dan perempuan acak tanpa hubungan, dan satu-satunya kesamaan adalah semuanya perawan. Memang tampak seperti pekerjaan pembudidaya iblis." Hualing tidak ragu mengungkapkan pikirannya.
"Jika benar pembudidaya iblis, apa yang akan di capai dengan keributan begitu besar?"
"Kebanyakan pembudidaya iblis tidak akan membuat keributan besar jika bukan sesuatu yang mendesak atau sesuatu yang terlalu besar, bahkan jika itu sangat penting sebisa mungkin mereka akan menyembunyikan ekor -" Hualing menghentikan ucapannya bersamaan dengan langkahnya yang juga terhenti. Pandangannya tertuju pada seorang gadis muda yang sedang memilih hiasan rambut di kios kecil yang terlewat beberapa langkah. Keningnya berkerut dalam sementara bibirnya tegang.
"Apa ada yang salah?" Liu Xing Sheng juga menghentikan langkah, mengikuti arah pandang Hualing dan menemukan seorang gadis muda. Gadis itu memiliki penampilan rupawan alami. Meski tidak dapat di bandingkan dengan penampilan gurunya atau bibi beladiri Xue, penampilan itu cukup memanjakan mata.
"Kamu tunggulah di sini," Ujar Hualing kemudian beranjak pergi menghampiri gadis muda yang tadi di lihatnya dan berbicara beberapa hal. Sementara Liu Xing Sheng yang di tinggalkan dalam kegelapan hanya melihat dua gadis muda yang tampaknya mengagumi perhiasan tertentu di kios kecil itu.
__ADS_1
"Ayo pergi!" Hualing berkata setelah dia kembali, "ada energi iblis di tubuh gadis itu." ucapnya lirih ketika keduanya telah cukup jauh.