
Sementara itu di daratan Selatan, seorang pria berdiri di tepi lubang berdiameter sepuluh meter. Sosoknya tinggi dengan bahu kokoh dan rahang tegas. Pakaian berwarna hitam membalut erat sosoknya yang luar biasa.
Sepasang mata merah melihat dasar lubang yang gelap dengan pandangan menerawang. Bibirnya terkatup rapat dengan garis lurus, membuat wajah elok itu tampak dingin tidak bersahabat.
Seperti di kehidupan lalu, lima tahun yang lalu dia sampai di tempat ini. Melompat kedalam sumur iblis yang merupakan tempat pembuangan mayat, melahap setiap tetes energi gelap. Hanya dalam lima tahun, dia berhasil mencapai tahap Jiwa baru lahir. Satu tahap besar lebih rendah dari kehidupan lalu.
"Yang Mulia! Upacara penobatan akan segera di laksanakan." Seorang pria muda dengan satu tanduk di kening melapor dengan satu lutut bertumpu pada tanah dan kepala tertunduk rendah.
"Apakah ada berita dari para pembudidaya?" suara dingin nan jauh itu bergema di lembah yang sunyi.
"Menjawab Yang Mulia, pengawasan terhadap sekte Awan Melonjak telah di cabut sejak hari ini. Para pembudidaya benar telah menyadari pergerakan lembah iblis." Mendengar pertanyaan sang tuan, iblis muda itu tidak bisa tidak berpikir jika berita yang dia dengar itu benar. Saat berada di sekte yang benar, tuannya telah melepaskan kasih sayang pada seorang manusia. Sungguh tidak masuk akal!
"Aku mengerti." ujarnya, kemudian berjalan melewati sang pemuda iblis dan menghilang dalam kepulan kabut hitam
Pakaian hitam melewatinya, aura di dingin menekannya untuk tunduk. Hanya setelah sosok itu menghilang, sang iblis muda dapat menegakkan punggung.
Dia mengangkat wajah yang tampak baru berusia tujuh belas tahun. Penuh peluh dengan raut pucat. Punggungnya terasa dingin ketika angin membelai.
Tuannya baru saja memperingatkan untuk tidak memiliki pemikiran yang sembrono.
Menapaki satu demi satu anak tangga, Yuan Qing tidak bisa tidak mengingat raut Hualing yang melihatnya dengan kecewa. Meski hatinya merasa bersalah, tapi dia berusaha menekannya.
Melewati ambang pintu besar adalah aula megah yang di dominasi warna hitam. Di dalamnya tidak hanya terdapat pembudidaya iblis, tetapi juga ras iblis.
__ADS_1
Beberapa rumor beredar di daratan selatan jika lembah iblis merupakan pintu menuju dunia Iblis, tapi tidak satupun yang mempercayainya. Di katakan di kedalaman lembah iblis terdapat sebuah istana megah yang telah ada selama ribuan tahun, tapi tidak ada yang mempercayainya mengingat tidak seorangpun pernah melihat.
Bahkan pembudidaya iblis yang telah mengasingkan diri di lembah iblis.
Hal itu di sebabkan karena formasi penyembunyian yang di pasang di dalam Istana.
Dan Istana megah itu sesungguhnya adalah pintu menuju alam iblis. Beberapa iblis tersesat sampai di alam manusia, tetapi formasi penyembunyian tidak hanya mencegah lokasi istana terpapar. Juga mencegah iblis yang berhasil melewati pintu tidak keluar dari istana.
Di kehidupan lalu Yuan Qing menemukan istana ini tanpa kesengajaan. Setelah dia melahap semua energi gelap di lubang iblis, istana ini tampak.
Pada kehidupan ini dia melakukan hal yang sama.
Sebelum memasuki lubang iblis, dia mengunjungi lokasi istana hanya untuk mendapatkan tanah kosong. Tampaknya tebakan acak yang dia ambil tepat, energi gelap di dalam lubang iblis berfungsi sebagai energi pemasok guna menggerakkan formasi penyembunyian. Dan ketika energi pemasok menghilang, formasi penyembunyian runtuh.
Sejak dahulu, jalan budidaya itu keras. Terlebih jalan iblis yang tidak mengenal toleransi dan simpati. Hanya kekuatan yang dapat menunjukkan nilai guna seseorang.
Sejak dahulu, meski di kenal sebagai tanah para pembudidaya iblis. Lembah iblis terbagi menjadi beberapa wilayah dengan pemimpin yang berbeda-beda. Namun, sejak dia datang ke tempat ini dan mengalahkan semua pemimpin wilayah, dia telah menjadi eksistensi paling luar biasa diantara para pembudidaya iblis. Terlebih dengan dukungan ras iblis yang lolos dari alam Iblis.
"Menyambut Raja Iblis Yuan Qing!"
Seruan serempak bergema di aula luas saat Yuan Qing duduk di atas takhta hitam legam. Melihat ratusan pembudidaya iblis berlutut kearahnya, Yuan Qing merasakan nostalgia.
Jika di kehidupan lalu dia memasuki jalan iblis dan menerima fisik iblisnya karena jalan buntu, maka kali ini dia melakukannya karena sukarela.
__ADS_1
Demi kekuatan yang lebih besar, demi melindungi seseorang yang ada di hati.
...****************...
Hualing berdiri di depan jendela yang terbuka, menyaksikan bulan yang bersinar penuh di langit gelap.
Begitu memesona.
Begitu agung.
Satu bulan lalu ketika gurunya membawa kabar tentang pergerakan lembah iblis, ada sudut kecil hatinya yang merasakan sukacita.
Yuan Qing pernah menceritakan sepenggal kisah kehidupan lalu. Dan pergerakan di lembah Iblis, sudah pasti berhubungan dengan Yuan Qing.
"Ah Qing," Hualing berbisik lirih. Gemerisik dedaunan yang di belai angin memecah malam yamg sunyi. Aroma harum bunga menguar dari terbawa angin.
Hatinya sedikit dingin, bahkan setelah lima tahun dia belum mendengar berita yang relevan.
Hualing takut jika berita yang dia dengar satu bulan lalu hanya angan, takut jika penyebab pergerakan lembah iblis bukanlah Yuan Qing.
"Ling'er, malam begitu dingin. Berdiri di depan jendela di malam hari tidak baik untuk kesehatan. Atau kamu sengaja menunggu dan mengundangku masuk?"
Sepasang mata Hualing melebar saat sepasang lengan kokoh melingkar erat di pinggang. Suara dalam penuh godaan di bisikkan lembut di telinga, menggelitik hatinya.
__ADS_1