
" Irwan.... masuk lah" kata Putri
Ariell sangat terkejut dengan keberadaan Irwan, tentu dia juga malu.
" apakah yang aku dengar itu benar Ariell?" kata Irwan
Ariell hanya mengangguk kepala nya dan menunduk.
" katakan padaku siapa laki-laki itu" kata Irwan
Ariell hanya menggelengkan kepalanya.
" bagaimana bisa kamu tidur dengan seseorang tidak kamu kenal orangnya" kata Irwan
" aku dijebak, aku tidak sadarkan diri" kata Ariell
" omong kosong... memang nya kamu ngapain ke hotel itu?" kata Irwan
" aku bekerja disana" kata Ariell
" lalu kamu bekerja dengan cara rendahan ini?" kata Irwan
" tolong percaya kepada ku, aku dijebak" kata Ariell
" sudah lah Ariell... tidak ada lagi yang perlu dipertahankan untuk hubungan kita, aku sangat kecewa padamu dan aku tidak bisa menerima kamu seperti ini, lebih baik kita putus" kata Irwan
__ADS_1
Putri dan Ratna yang mendengar itu tersenyum bahagia, akhirnya rencana mereka berhasil.
Ariell hanya terdiam mendengar penjelasan Irwan, mau bagaimana pun yang dikatakan Irwan benar. bukan cuman Irwan, semua laki-laki yang mengetahui pacarnya sudah tidak perawan pasti itu akan ditinggalkan kan.
satu bulan berlalu sejak kejadian itu, kini Ariell merasakan mual-mual, pusing dan lemas.
*** dirumahnya Irwan ***
" itu semua tergantung pada mu saja nak" kata bunda Irwan
" Irwan terima perjodohan nya bunda" kata Irwan
" baiklah.... kami akan kabari ini ke pak Herman, besok malam kita akan makan malam ke rumah pa Herman " kata bunda Irwan
" baiklah bunda, kalau begitu Irwan ke kamar dulu Bun..." kata Irwan
malam ini keluarga Irwan mengadakan makan malam di rumah nya Herman, Irwan tidak tau bahwa dia dijodohkan dengan Putri.
sesampainya di rumah Ariell Irwan sangat terkejut. disana bukan cuman keluarga Irwan yang datang, Sihar juga datang ke rumah Herman untuk melamar Ariell.
setelah makan malam, mereka bercengkrama di ruang tamu Ariell, mereka membahas perihal pernikahan Sihar dengan Ariell, dan pertunangan Irwan dan Putri.
" bi,,, tolong panggil kan Ariell" kata Herman
" baik tuan" kata pembantu itu
__ADS_1
tidak berapa lama Ariell datang, kini badan nya yang semakin kurus akibat mengidam, tidak ada yang mengetahui bahwa Ariell hamil karena tidak ada yang perduli pada nya.
ada kecanggungan antara Ariell dan Irwan, sudah sebulan tidak bertemu dan tidak ada komunikasi diantara mereka berdua.
mereka berdua sebenarnya sama-sama saling merindukan satu sama lain. ada rasa kasihan didalam diri Irwan melihat Ariell yang sangat kurus.
" ada apa memanggil ku" kata Ariell cuek
" duduk kamu, jangan tunjukkan sifat tidak sopan mu itu dihadapan tamu" kata Herman
tanpa menjawab Ariell duduk berhadapan dengan Irwan, sesekali Irwan mencuri-curi pandang pada Ariell, namun Ariell tidak pernah melihatnya karena dia sudah tidak punya keberanian.
" baiklah pak Haris.... kapan pertunangan anak-anak kita akan dilaksanakan " kata Herman kepada ayahnya Irwan
" kalau bisa secepatnya pak Herman" kata Haris
" baiklah pak Haris"
" dan Ariell, kamu akan menikah dengan teman ayah, perkenalkan dia adalah pa Sihar calon suami mu" kata Herman
keluarga Irwan sangat terkejut mendengar mereka menikah kan anaknya kepada Sihar, siapa yang tidak kenal dengan Sihar, pria hidung belang. Ariell sangat terkejut dan juga Irwan.
" kamu tidak ada hak untuk menentukan hidupku " kata Ariell menentang Ayah nya
" pa Sihar akan memberi kita saham nya 20 persen, asalkan kamu bisa melahirkan anak untuk nya. setelah kamu melahirkan anak nya kamu akan secepatnya bercerai dengan nya" kata Herman
__ADS_1
" hahahaha.... apa kah kamu mencoba ingin menjual ku tuan Herman yang terhormat?" kata Ariell sambil tertawa yang dipaksakan.