Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 60


__ADS_3

setelah satu jam lebih lamanya Ariell duduk di bangku taman, kini dia kembali masuk keruangan Rickhard, sebelum dia masuk Ariell mengintip Rickhard dulu.


mendengar suara pintu terbuka, Rickhard menutup matanya pura-pura tertidur.


" ais..... kalau bukan gara-gara aku ini terjadi padamu aku sudah membiarkan mu disini sendiri" kata Ariell mengepalkan tangannya ingin meninju Rickhard berpikir bahwa Rickhard sudah tidur


" apa kamu tau, aku berantam sama kuntilanak itu gara-gara kamu tau ngk, aku hanya ingin kamu cepat ditangani tapi apa yang dilakukan kuntilanak itu, dia malah mempersulit keadaan dia malah bilang kamu hanya kecelakaan kecil membiarkan mu sampai besok pun tidak akan membuat mu mati.


" sementara anak dari anggota DPR yang hanya luka kecil di lutut nya saja dia sudah sebegitu was-was nya"


" apa aku salah jika aku tidak menerima nya? tapi lihatlah apa yang kamu lakukan padaku, kamu malah menyalahkan ku dan membela kuntilanak itu" kata Ariell


kemudian Ariell memperbaiki selimut Rickhard setelah itu dia tidur di sofa. waktu terus berjalan, Ariell yang sudah terbiasa bangun pagi-pagi sekali, kini dua sudah membuka matanya.


Ariell melihat Rickhard masih tertidur, dengan cepat-cepat Ariell merapikan sofa tersebut dan juga merapikan selimut Rickhard. Ariell berharap Rickhard tidak mengetahui bahwa dia tidur di rumah sakit menemani Rickhard.


namun Ariell tidak mengetahui bahwa Rickhard sudah bangun lebih dari dulu karena Edward menelepon nya, namun Rickhard kembali berpura-pura tidur.


Ariell pergi meninggalkan pulang ke rumah nya dan meninggalkan Rickhard. setelah Ariell pergi Rickhard tersenyum sendiri.


kini Ariell sudah tiba di rumahnya dan melihat Edward sudah bangun.


" kamu sudah bangun Edward?" kata Ariell


" kakak ipar apa yang terjadi, kenapa kak Rickhard terluka" kata Edward


" kakak mu terluka atas keinginan nya sendiri siapa suruh dia yang sok pahlawan kesiangan" kata Ariell melangkah menuju dapur


Edward hanya mengangkat bahunya tidak mengerti dengan perkataan Ariell setelah itu dia pergi ke dalam kamarnya untuk mandi.


tiga puluh menit kemudian Edward menghampiri Ariell ke dapur.


" kakak masak apa?" kata Edward


" kamu mau kemana sudah rapi" kata Ariell


" mau kerumah sakit kak untuk mengantarkan baju ganti kak Rickhard" kata Edward


" iya sudah kalau begitu kamu bawa bubur ini untuk nya, kalau dua bertanya tentang ku katakan aku menginap dirumah tadi malam" kata Ariell


" kenapa aku harus berbohong kak?" kata Edward


" makan saja serapan mu setelah itu kamu pergi lah, soal Ricky biar aku saja menjaganya" kata Ariell


" baiklah kak" kata Edward dan memakan sarapannya

__ADS_1


Ariell pergi ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya. setelah beberapa jam kini Edward sudah sampai di rumah sakit.


" kamu sudah datang, bantu aku duduk di sofa itu" kata Rickhard pada Edward


" sebenarnya apa yang terjadi pada kakak, kenapa kakak terluka" kata Edward


" diam lah,,, apa kamu membawa pakaian ganti ku" kata Rickhard


" iya,, kakak ipar juga memberikan bubur ini makanlah setelah itu makan obat mu" kata Edward


" kamu bantu dulu aku mengganti pakaian ku" kata Rickhard


" baiklah, apa kakak mau kerja dengan keadaan seperti ini" kata Edward


" aku tidak suka memakai seragam pasien" kata Rickhard


" apa kakak ipar tidak tidur disini tadi malam?" kata Edward


" dia tidur disini lalu bangun pagi-pagi sekali terus pulang. memang nya ada apa, kenapa kamu berkata seperti itu" kata Rickhard


"terus kenapa kakak ipar menyuruh ku untuk mengatakan pada kakak bahwa dia tidur dirumah" kata Edward


" dia berpikir aku tidak mengetahui bahwa dia tidur disini " kata Rickhard


" apa kalian berantam lagi?" kata Edward


" baiklah kak" kata Edward meraih HP nya dari kantong celananya


tidak beberapa lama kini yang bernama Akmal datang keruangan Rickhard.


" ada apa tuan Rickhard memanggil ku" kata Akmal


" ada keributan apa yang terjadi disini tadi malam" kata Rickhard


" maafkan saya tuan, harus nya saya lebih memperhatikan para karyawan saya" kata Akmal


" bagaimana bisa rumah sakit ini mempekerjakan seorang perawat yang terlalu sepele terhadap nyawa pasien." kata Rickhard


" maafkan saya tuan, saya janji saya akan memberikan nya sangsi surat teguran atau surat peringatan tuan" kata Akmal


" saya tidak ingin nama rumah sakit yang dibangun dengan usaha keluarga ku jelek" kata Rickhard


" saya akan lebih memperhatikan mereka lagi tuan tolong maafkan saya atas kesalahan bawahan saya tuan" kata Akmal


" kesalahan bawahan mu berarti kesalahan mu juga, apa kamu sudah siap mengambil resiko ini" kata Rickhard

__ADS_1


" saya belum siap tuan" kata Akmal


" jika kamu belum siap, berarti kamu mengerti keputusan apa yang akan kamu ambil" kata Rickhard


" tapi tolong beri dia kesempatan sekali lagi tuan" kata Akmal


" apa kamu memiliki hubungan khusus dengan nya sehingga kamu berjuang mempertahankan nya. apa kamu tau kesalahan apa yang di perbuat nya tadi malam" kata Rickhard


" saya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan nya tuan, hanya saja saya belum mengetahui kejadian kronologis nya tuan. belum lagi itu dia hanya tergantung kepada pekerjaan ini, dia orang yang susah tuan" kata Akmal


" saya tidak perduli tentang kehidupan pribadinya," kata Rickhard


" sebenarnya ada apa ini kak???" tanya Edward yang bingung dan tidak mengerti


" Akmal apa kamu tahu siapa wanita yang diserang bawahan mu itu?" kata Rickhard


" tentu saja teman tuan" kata Akmal


" dia bukan teman saya tetapi dia istri saya juga" kata Rickhard


" a..a.. apa?? tapi bagaimana mungkin tuan.... tuan bahkan belum menikah sebelumnya" kata Akmal


" apa aku perlu meminta izin mu terlebih dahulu untuk menikah?" kata Rickhard


" maafkan saya tuan" kata Akmal


" dia bahkan menghina dan merendahkan istriku berarti sama saja dia menghina diriku ,ternyata yang dikatakan istriku benar hidupnya nya lebih susah dari hidup istriku tetapi dia sudah begitu sombongnya untuk menghina istri ku dan bersyukur itu terjadi kepada istri ku. jika itu terjadi kepada orang lain yang berpengaruh di bidang bisnis bagaimana? saya tidak mau menerima resiko itu" kata Rickhard


" saya mengerti tuan" kata Akmal


" baguslah jika kamu mengerti, dan jadikan ini pelajaran buat yang lainnya agar lebih menghargai pekerjaan nya dari pada dirinya sendiri" kata Rickhard


" baik tuan" kata Akmal


" kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu" kata Rickhard


" iya tuan, kalau begitu saya permisi dulu" kata Akmal pergi meninggalkan ruangan Rickhard


sore ini Rickhard sudah di perbolehkan pulang, saat dia sampai dia melihat Ariell yang mengabaikan nya bahkan tidak melihatnya sedikit pun.


" papah..... kaki papah kenapa? kenapa papah pakai tongkat" kata Ricky


" sayang kaki papah tidak apa-apa kok, ini hanya kecelakaan kecil saja, Ricky nggak usah khwatir" kata Rickhard


" kenapa bisa papah kecelakaan" kata Ricky

__ADS_1


" oh.... ini terjadi akibat kecerobohan seseorang" kata Rickhard melirik Ariell


" aku tidak mengharap kan pertolongan mu, dan berhenti untuk mencampuri urusan pribadiku" kata Ariell marah lalu langsung pergi meninggalkan mereka bertiga


__ADS_2