
seketika emosi Ariell memuncak.
"apa maksud kamu mengatakan aku seperti itu hah?? kamu ingin menyamakan aku dengan perempuan-perempuan liar mu itu??" kata Ariell
Edward dan Ricky hanya menyaksikan perdebatan keduanya, Edward tersenyum melihat kakaknya berdebat dengan seorang wanita. karena ini yang pertama bagi Edward melihat wanita yang berani melawan kakaknya.
" iya... buktinya anda ingin mengikat saya melalui anak saya, anda memang cukup pintar dalam mengenali kelemahan musuh" kata Rickhard
" cukup tuan,,, kamu sudah sangat keterlaluan, sku kasihan pada Ricky, dia harus di besar kan dengan orang tua yang tidak bermoral seperti kamu" kata Ariell
" apa???? anda mengatakan saya tidak bermoral??" kata Rickhard
" iya.... memang nya kenapa?" kata Ariell
" apakah anda tidak sadar dengan perkataan anda?? yang seharusnya tida bermoral itu kan anda sendiri bukan saya, lihat lah cara rendahan mu ini, saya tahu anda sudah lama merencanakan ini" kata Rickhard
" apa kamu gila?? rencana apa maksudmu?? aku sungguh tidak mengenal mu, dan aku juga baru satu minggu ini di sini" kata Ariell
" apa?? baru satu Minggu?? lalu dimana anda selama ini" kata Rickhard
" apa perlunya itu bagi mu, aku rasa itu pertanyaan yang tidak perlu dijawab. buang-buang waktu ku saja" kata Ariell
" jika kamu tidak menjawab, berarti dugaan saya benar" kata Rickhard
Ariell semakin emosi melihat sifat Rickhard yang tidak mau mengalah.
" saya selama ini berada di Korea, kenapa rupanya?? kamu sudah puas??" kata Ariell
__ADS_1
" Korea???? hahahaha.... ternyata dugaan ku benar, apa kamu seorang paparazi? yang ingin membuntuti saya kemana pun saya pergi??" kata Rickhard
" apa??? aku tidak punya waktu untuk mengikuti orang yang tidak penting seperti kamu" kata Ariell dengan jengkel
" jadi menurut mu apakah memang ini kebetulan?? tapi tidak ada yang namanya kebetulan kalau tidak disengaja dan direncanakan" kata Rickhard
Ariell sudah mulai jenuh berdebat dengan Pria dihadapan nya itu, akhirnya dia memilih untuk mengalah.
" sayang.... kamu lihat kan apa yang terjadi antara tante dengan papah kamu?? jadi tidak mungkin kan tante menikahi orang seperti itu"
" dan ini masih pertemuan pertama loh, bagaimana jika pernikahan itu terjadi pasti setiap hari nya akan seperti ini dan bahkan bisa saja lebih parah dari sini"
" jadi maafkan Tante sayang, tante tidak bisa menikah dengan singa yang kelaparan,"kata Ariell pada Ricky
" apa??? kamu mengatai ku singa lapar??" kata Rickhard
" tante tidak mau menderita. lagian kamu ingat kan apa kata tante padamu??, Tante tidak ada niat sedikit pun untuk menikah. jadi maafkan tante yah sayang" kata Ariell
" tapi Tante, Ricky menyukai tante. Ricky sayang sama Tante" kata Ricky
" tante juga sayang, Tante sangat menyayangi mu" kata Ariell
" kalau begitu gimana kalau kita berdua saja yang menikah tante" kata Ricky dengan wajah polosnya
" hahahaha...." tertawa Edward
" Ricky..... jaga bicaramu" kata Rickhard
__ADS_1
" oke boleh juga tuh sayang, tapi Ricky harus besar dan dewasa dulu seperti om kamu, baru bisa menikah. tapi jika kamu besarnya seperti papah kamu maaf tante tidak bisa menikah dengan mu" kata Ariell
" apa??? jadi kamu mengatai ku tidak pantas untuk menikah" kata Rickhard
" kenapa harus seperti om Edward tante?? dan kenapa tidak boleh seperti papah??" kata Ricky
" karena om kamu besar dan dewasa, sedangkan papah kamu hanya besar saja dan tidak dewasa" kata Ariell
" hahahaha..." tertawa Edward mendengar kakak nya hina.
" apa?? kamu mengatai ku tidak dewasa???" kata Rickhard dengan emosi bercampur kesal
" kalau begitu tante Ariell menikah saja dengan om Edward" kata Ricky
Edward yang tadinya tertawa senang, kini dia langsung terdiam mendengar permintaan keponakan nya itu.
" sayang.... Tante kan sudah bilang, bahwa tante belum ingin menikah" kata Ariell
ada kesedihan di balik wajah Ricky, dia sangat berharap Ariell yang menjadi ibunya.
" iya sudah... kamu pulang dulu ya sayang,, kasihan keluarga kamu mereka sangat menyayangimu" kata Ariell
" tapi Ricky masih bisa kan Tante menemui tante??" kata Ricky
" tentu dong sayang, kapan pun Ricky mau, Tante bisa" kata Ariell
" makasih Tante" kata Ricky memeluk Ariell
__ADS_1