Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 82


__ADS_3

ENAM BULAN KEMUDIAN


Kini keadaan Ariell sudah sangat baik, namun keadaan Herman sudah semakin memburuk. sebenarnya Ariell tidak tega melihat keadaan ayahnya seperti itu, namun mengingat sifat Herman yang sangat kejam membuat Ariell dan Rickhard membiarkan keadaan Herman memburuk.


perusahaan dan restauran Ariell berjalan dengan lancar. Ariell jarang kekantor dia lebih sering ke restauran nya karena posisi restoran nya masih dalam tahap pembangunan.


Namun hari ini Ariell ingin bertemu langsung dengan klien perusahaan nya, biasa nya untuk menemui klien Martin yang mengambil alih tugas itu. namun klien nya hari ini berbeda, klien bisnisnya meminta ingin bertemu langsung dengan direktur mereka, awalnya Martin tidak menyetujuinya.


Martin lebih memilih untuk membatalkan kerja sama dengan klien tersebut, namun Ariell berhasil meyakinkan Martin karena klien ini salah satu pebisnis yang besar.


Ariell sangat ingin membangun usahanya menjadi lebih besar lagi, karena dia berpikir jika dirinya bisa bekerja sama dengan perusahaan yang lumayan besar, maka ini bisa membantuya suatu saat bila Refan menghancurkan mereka.


kini sudah jam 10 pagi, Ariell sudah tiba di perusahaan kliennya yaitu PT. SUNRISE.


seseorang pria menemui Ariell di pintu masuk kantor mereka.


" hallo apakah anda nona Ariell yang ingin bertemu dengan Direktur saya?" kata pria itu sambil menjulurkan tangannya


" iya pak, saya Ariell direktur PT. WENDA" kata Ariell membalas salaman pria itu


" mari nona saya antar, direktur kami sudah menunggu anda di ruangannya" kata pria itu ramah.


Ariell berjalan mengikuti pria itu. pria itu membawa Ariell masuk ke sebuah lift.


pria itu menekan angka 14, sesampainya di sana Ariell berjalan melewati lorong yang sunyi, dan kini Pria itu mengetuk sebuah pintu, dan pintu tersebut terbuka dari dalam.


pria tersebut mempersilahkan Ariell masuk, tanpa curiga sedikitpun Ariell melangkah masuk. setelah Ariell masuk, tiba-tiba pintu tertutup dengan sendirinya.


Ariell melihat seorang pria duduk di sebuah sofa dengan membelakangi nya. Ariell menghampiri pria tersebut.


" permisi.... saya direktur dari Perusahaan PT. Wenda. apakah anda Direktur dari perusahaan ini?" tanya Ariell


dan kemudian pria tersebut berdiri dan masih membelakangi Ariell. Ariell melihat sosok pria yang di hadapan nya ini seperti familiar baginya.

__ADS_1


" kak Refan" kata Ariell


" selamat datang nona Ariell. lama tidak bertemu, dan anda semakin cantik aja dan tentunya semakin mempesona" kata Refan


" kak Refan.... apa-apaan ini..." kata Ariell


" ayolah Ariell, bukankah kamu ingin bekerja sama dengan ku??" kata Refan sambil mendekati Ariell


" kak Refan jangan macam-macam" kata Ariell dan masih diam di tempat


" aku akan melepaskan suami mu dan kamu juga. aku janji setelah ini aku akan melepaskan mu, asal kamu penuhi permintaan ku" kata Refan dan kini sudah menjelajahi wajah Ariell menggunakan jari telunjuk nya.


" apa itu kak, katakan lah" kata Ariell


" perlakukan aku layaknya suami mu hari ini" kata Refan


plakkkkkkk " beraninya kau mengatakan kata kotor mu itu padaku" kata Ariell menampar Refan


" aku bahkan akan membunuh mu jika kamu berani macam-macam kepadaku dan juga keluarga ku" kata Ariell


" apa kamu baru saja mengancam ku sayang, hahahaha aku tidak akan pernah takut, silahkan... silahkan bunuh aku, ayo bunuh" kata Refan memberikan senjata api ditangan Ariell


namun Ariell hanya diam saja.


" sudah ku duga, bahwa kamu tidak akan tega melakukan nya" kata Refan


" kak Refan sadarlah.... kakak tau, kakak sudah merubah dirimu menjadi seorang monster" kata Ariell


" kamulah yang membuat ku jadi seorang monster, kamu Ariell...." kata Refan dengan suara yang tinggi


" katakan apa yang kakak ingin kan?" kata Ariell


" aku hanya menginginkan mu Ariell, hanya kamu seorang" kata Refan

__ADS_1


" kakak bohong..... kakak hanya ingin kehancuran suami ku, kakak ingin menikahi ku karena aku istri dari musuh mu. apa belum puas kakak selama ini menghancurkan hidup Rickhard" kata Ariell


" dia pantas menerima nya Ariell, bahkan aku tidak akan berhenti menghancurkan semua kebahagiaan nya" kata Refan


" bukan kah kalian pernah bersahabat, lalu kenapa kakak sangat membencinya" kata Ariell


" karena dia merebut semua apa yang akan menjadi milikku. dia merebut segalanya dariku, karir ku, usahaku bahkan orang yang aku cintai" kata Refan


" dia tidak merebutnya darimu, dia mendapatkan semuanya karena kerja keras nya, bahkan dia tidak pernah merebut aku darimu" kata Ariell


" kerja keras apa hah?? aku yang selama itu membantuya, tapi dia yang mendapat kan nya. dan kamu,,, aku yang selama ini bersama mu tapi dia yang menikahi mu. bahkan kamu tidak pernah melihat ku sedikitpun,,,, tapi dia.. dia yang baru kamu kenal tapi malah menikahinya."


" katakan Ariell dimana kekurangan ku, apa aku tak pantas untuk di cintai." kata Refan


" kak aku menyayangimu karena kamu adalah keluarga ku" kata Ariell


" keluarga..... keluarga..... selalu itu yang kamu katakan. aku dan kamu tidak memiliki hubungan darah, bahkan aku dan kamu tidak memiliki hubungan keluarga. itu tidak alasan Ariell. katakan, apa karena Rickhard lebih kaya dari ku ?"


" apa seluruh harta ku tidak cukup untuk membahagiakan mu. " kata Refan


" kamu tidak mencintai ku kak, kamu hanya terobsesi. harusnya kakak sadar dan merasa bersalah buat segala yang kakak perbuat selama ini terhadap Rickhard dan juga aku."


" aku bisa menerima semua yang kakak lakukan terhadap ku dan juga anakku, tetapi jika kakak terus begini maka aku tidak akan memaafkan semua yang kamu lakukan kepada keluarga ku dan selama nya aku akan membencimu" kata Ariell


" jadi baj**gan itu sudah memberitahukan segala nya padamu" kata Refan


" iya.... aku sudah tahu semua apa yang kakak lakukan padaku enam tahun yang lalu. aku bisa memaafkan mu, tetapi jika kamu terus seperti ini maka aku akan membencimu selama nya" kata Ariell


" baiklah jika memang ini pilihan mu, maka jangan salahkan aku. aku akan menghancurkan suami mu itu. tapi sebelum dia hancur, mari kita bermain-main terlebih dahulu dengan nya" kata Refan


" apa yang ingin kakak lakukan" kata Ariell pada Refan


" maafkan aku Ariell" kata Refan membius hidung Ariell

__ADS_1


__ADS_2