
setelah keadaan Ricky membaik, Ariell memasak di dapur untuk membuatkan makan malam untuk mereka.
" kakak ipar.... kenapa kakak melakukan ini" kata Edward
" bukan kah ini yang terbaik untuk ayah kamu. lagi pula kalian berdua menyetujui perkataan ku" kata Ariell
" aku tidak menyetujuinya kak, kakak yang langsung berbohong" kata kata Edward
" lagian Rickhard mendukung nya kan" kata Ariell
" kak Rickhard memang menyetujui nya tapi tidak dengan ku kak, bagaimana pun juga kakak ipar sudah menjadi istri sah kakak ku" kata Edward
" sudahlah Edward,,,, lagi pula pernikahan kami hanya sebatas perjanjian lalu apa masalah nya dengan itu. toh juga ujung-ujungnya kami akan berpisah setelah Ricky sembuh" kata Ariell
" tapi kak Rickhard tidak akan melakukan itu," kata Edward
" Edward sudahlah.... tolong kamu jangan membahas ini, ayahmu bisa saja kapan pun mendengar pembicaraan kita" kata Ariell
" tapi kak, apa kakak ipar bisa melakukan ini" kata Edward
" kenapa tidak??? sudah kubilang padamu Edward pernikahan kami hanya sementara jadi aku harap kamu mengingat itu" kata Ariell
" tapi kak Rickhard tidak akan pernah melepaskan kakak lagi" kata Edward
" tau apa kamu soal hubungan kami, bahkan kamu lihat sendiri didepan orang tuamu kakak mu tidak mempertahankan ku" kata Ariell
" aku tahu kak bagaimana kak Rickhard, aku tahu bagaimana perasaan nya pada mu. mungkin kakak ipar tidak menyadari itu, tapi asal kakak ipar tau, kakak adalah ib..." kata Edward berhenti karena tiba-tiba Amira bergabung dengan mereka
" sedang apa kalian berdua disini" kata Amira
__ADS_1
" aku sedang ingin minum" kata Edward langsung menghabiskan air putih di gelasnya kemudian dia pergi meninggalkan dapur
" sudah berapa lama kamu bekerja disini" kata Amira
" sekitar satu bulan mbak" kata Ariell
" apa kamu tinggal disini juga? disini kan tidak ada kamar pembantu" kata Amira
" aku tinggal di kamar Ricky mba" kata Ariell
" apa??? bagaimana mungkin seorang pembantu bisa tinggal di kamar atas bahkan bersebelahan dengan kamar Rickhard. apa itu tidak salah" kata Amira
" disana hanya pakaian ku saja Mbak, aku lebih sering tidur bersama dengan Ricky di kamar bawah" kata Ariell
" syukurlah..... bagaimana pun juga kan wajar saya curiga. tapi melihat penampilan mu seperti ini Rickhard tidak akan menyukai mu" kata Amira
" syukurlah kamu menyadari itu" kata Amira
Ariell tidak menjawab Amira lagi, dia lebih memilih melanjutkan pekerjaannya.
" kamu lumayan pandai juga dalam hal memasak" kata Amira
" karena aku sudah terbiasa mba" kata Ariell
" tapi sepertinya kamu dari keluarga tidak mampu, terlihat dari penampilan kamu dan dari pakaian kamu, semuanya tidak ada yang dibanggakan" kata Amira
" aku hanya anak yatim piatu mba, untuk memikirkan ke penampilan ku, aku tidak cukup punya banyak uang untuk itu" kata Ariell
" tapi ada bagus nya juga sih kamu berpenampilan seperti ini, jadi Rickhard tidak akan tergoda padamu" kata Amira
__ADS_1
" mbak tidak usah khwatir soal itu, aku bisa jaga diri" kata Ariell
" baiklah.... kamu tau?? aku dan Rickhard sebentar lagi akan menikah, kedatangan kami kesini bersama dengan paman Willchard kesini ingin membahas perihal pernikahan kami dengan Rickhard" kata Amira
" semoga lancar yah mba sampai hari H" kata Ariell
" tapi aku salut kepada mu juga" kata Amira
" kenapa mba salut kepada ku yang hanya dari keluarga tidak mampu" kata Ariell
" hanya butuh waktu sebulan Ricky langsung begitu percaya pada mu. padahal tipe Ricky tidak seperti itu loh" kata Amira
" benarkah??? tapi menurutku Ricky anak yang baik dan juga penurut" kata Ariell
" sebenarnya dia tidak terlalu penurut dan juga tidak terlalu baik, mungkin karena dia tidak bisa berjalan makanya dia menjadi penurut" kata Amira
namun Ariell tidak menjawab nya lagi.
" kenapa kamu memilih pekerjaan sebagai pengasuh" kata Amira
" karena aku menyukai anak-anak" kata Ariell cuek
" lalu apa kamu tidak memiliki kekasih?" kata Amira
" maaf mbak hubungan kita tidak sedekat itu hingga aku harus menceritakan semua tentang kehidupan pribadi ku" kata Ariell yang sudah mulai jenuh
" baiklah.... aku pergi dulu menemui Rickhard, lanjut kan pekerjaan mu" kata Amira
Ariell tidak menjawab nya lagi.
__ADS_1