Terpaksa Harus Menikahi Ku

Terpaksa Harus Menikahi Ku
EPISODE 59


__ADS_3

Ariell melihat sebuah mobil mewah berhenti tepat di pintu masuk rumah sakit, dan tidak beberapa lama seorang pria berumur sekitar tiga puluh an dan seorang wanita berumur segitu juga keluar dari dalam mobil dan pria tersebut menggendong anak yang seumuran dengan Ricky. dan dia adalah anggota DPR di kota itu.


" sus, anak saya terjatuh dan kaki nya terluka," kata pria itu kepada petugas resepsionis itu


Ariell melihat kaki anak tersebut hanya luka kecil, dan cuman lecet saja dikasi obat merah saja pun pasti sembuh. tapi yang namanya anak kecil pasti bawaan nya cengeng, apalagi anak itu termasuk anak dari seorang pejabat.


resepsionis tersebut langsung segera mengantarkan pria itu kesebuah ruangan.


" mari saya antar pak, buk, ruangan nya ada disana" kata petugas itu


Tidak berapa lama Ariell menunggu petugas tersebut kembali, dia segera menelepon seseorang.


"dok..... anak dari bapak Surya sedang butuh perawatan tolong agar cepat ditangani, pasien berada di ruangan VIP" Kata petugas itu kemudian mengakhiri telepon nya.


memang begitulah sebagian besar yang kita temui dilingkungan kita, jika kita hanya seorang masyarakat biasa bagi mereka nyawa kita tidak terlalu penting, dan jika seandainya itu terjadi kepada para petinggi pengurus negara, mereka akan cepat menyelesaikan nya tanpa meminta syarat apapun.


" sus.... bisakah saya bayar dulu biaya nya? nanti masalah identitas pasien menyusul setelah keluarga nya datang. aku hanya walinya jadi tidak tahu tentang identitas pasien" kata Ariell


" mana bisa seperti itu buk, ibu harus isi dulu identitas ini baru bisa menyelesaikan administrasi nya" kata suster itu


" tapi sus pasien harus segera ditangani, sementara keluarga nya belum tahu tentang kecelakaan ini" kata Ariell


" kalau begitu cepat kabari keluarga nya, lagi pula hanya kecelakaan kecil saja tidak terlalu parah, tidak ditangani pun malam ini dia tidak akan membuat kehilangan nyawanya " kata suster itu sombong


mendengar itu emosi Ariell seketika naik.


" apa kamu bilang,,,, kamu bilang hanya kecelakaan kecil? lalu apa yang tadi?? kamu bahkan begitu repot nya untuk mengantarkan anak itu keruangan nya dan kamu menyuruh dokter langsung menangani nya tanpa mengurus administrasi nya" kata Ariell


" mereka berbeda, mereka punya kekuasaan atas kota ini" kata suster itu


" jadi karena dia dari salah satu anggota DPR kamu membedakan nya dengan pasien yang hanya rakyat biasa dan bahkan penyakit nya lebih parah dari itu" kata Ariell


" yah memang begitulah yang berlaku di kota ini" kata petugas itu


" rendahan sekali kau,,,, bahkan kamu tidak memiliki sedikit pun harga diri" kata Ariell


" apa maksudmu??? aku hanya menyuruh mu mengisi formulir ini sesuai prosedur, lalu kenapa kamu malah menghina ku" kata suster itu


" prosedur???? prosedur macam apa yang kamu maksud? kamu sudah tidak bersikap adil, bahkan kamu membeda-bedakan pasien dengan kehidupan pribadi nya" kata Ariell


" lalu salah siapa kamu terlahir di keluarga biasa? salahkan takdir mu, jangan salahkan aku" kata resepsionis itu.


mendengar itu Ariell bertambah emosi, dia tidak bisa mengontrol emosi nya seketika Ariell menampar wajah petugas itu.


" kamu berani menamparku?" kata petugas itu dan kembali menyerang Ariell. akhirnya kedua wanita itu saling jambak menjambak akibatnya keributan itu tempat itu seketika ramai ditonton para perawat, dokter dan juga beberapa pasien.

__ADS_1


melihat ada keramaian dokter yang menolong Rickhard tadi menghampiri mereka.


" ada apa ini ribut-ribut" kata dokter Akmal


" dia yang duluan menampar saya prof" kata petugas itu


" dan kamu pantas menerima itu" kata Ariell


kemudian dokter itu melihat kearah Ariell.


" bukan kah kamu yang membawa tuan Rickhard tadi?" kata Akmal


" iya,,, aku hanya ingin mengurus administrasi atas nama Rickhard, tetapi dia malah mempersulit ku" kata Ariell


" maafkan atas sikap perawat kami terhadap mu" kata Akmal pada Ariell


" tidak bisa.... aku akan membawa masalah ini ke jalur hukum karena dia lebih dulu menampar ku" kata Perawat itu


" silahkan.... aku tidak takut, dan dengan senang hati aku akan menerima nya" kata Ariell


" Ira.... sudah cukup.... apa kamu tahu berhadapan dengan siapa sekarang?? sebelum masalah nya lebih besar lagi maka meminta maaf lah kepadanya" kata Akmal


" aku tidak perduli siapa dia prof,,,, apapun yang terjadi aku tidak akan minta maaf, dan aku akan tetap memperpanjang masalah ini" kata perawat itu yang ternyata bernama Ira


" oke baiklah.... mari kita lihat" kata Ariell


namun Ariell dan Ira masih diam berdiri di tempat.


" apakah kamu yang bernama Ariell?" kata Akmal kepada nya


" iya.... bagaimana keadaan Rickhard" kata Ariell


" tuan Rickhard sudah selesai ditangani dan keadaan nya baik-baik saja tidak ada yang perlu ditakutkan. tuan Rickhard juga mencari kamu" kata Akmal


" baiklah terima kasih banyak dok" kata Ariell pergi meninggalkan Ira dan Akmal


" sekali lagi tolong maafkan atas pelayanan kami yang kurang baik" kata Akmal


namun Ariell tidak menjawab dan segera pergi menuju ruangan Rickhard.


sesampainya disana, Rickhard tertawa melihat penampilan Ariell, karena masih keadaan emosi Ariell lupa bahwa dia belum merapikan penampilan nya terlebih rambutnya.


tadinya rambut Ariell terikat rapi bagaikan ekor kuda, dan sekarang berubah seperti sarang tawon bisa dibayangkan lah bagaimana penampilan Ariell sekarang.


" hahahaha..... apa yang terjadi dengan mu?" kata Rickhard sambil tertawa

__ADS_1


namun Ariell tidak menjawab, dia hanya memberikan tatapan tajam ke arah Rickhard.


" sebenarnya ada apa? kenapa kamu menatapku seperti itu" kata Rickhard yang masih merasa lucu melihat penampilan Ariell


" kamu sudah puas menertawakan ku" kata Ariell marah


"memang nya ada apa? apa kamu baru selesai bertarung ? " kata Rickhard masih tersenyum


" dan aku menyesal hanya menamparnya tadi, harusnya aku membunuh nya sekalian" kata Ariell yang masih emosi


" hahahaha kamu benaran habis berantam?" tanya Rickhard lagi


" lalu apa urusanmu, aku hanya memberi nya pelajaran " jawab Ariell ketus


" terus siapa yang menang?" kata Rickhard


" tidak ada yang menang, tapi lebih tepatnya aku yanga menang" kata Ariell bangga


" kenapa bisa kamu yang menang?" kata Rickhard


" ya iyalah, aku menampar wajah nya dan juga menjambak rambut nya sementara dia hanya menjambak ku. berarti poin ku lebih tinggi darinya" kata Ariell


" hahahaha ... kamu berantam dan jambak-jambakan? macam anak kecil saja" kata Rickhard tertawa


" habis dia menghinaku, dia bilang aku terlahir di keluarga masyarakat biasa lah," kata Ariell geram


" memang benar kan kamu masyarakat biasa, lalu apa yang salah dengan itu" kata Rickhard


" ya jelas salah lah, Karena dia mengatakan padaku aku harus menyalahkan takdir ku. apa-apaan dia coba, toh juga pendapatan nya lebih rendah dari pendapatan ku tetapi dia sudah begitu menghina ku" kata Ariell


" tau darimana kamu pendapatan mu lebih tinggi darinya" kata Rickhard


" ya tentu lah, karena dia hanya seorang perawat tetapi sombongnya ngk ketulungan" kata Ariell


" kamu juga barusan sudah menghina dia, berarti kamu juga sombong dong" kata Rickhard


" ya berbeda lah dengan caraku, aku menghina nya tidak di depan nya, sedangkan dia, dia menghinaku tepat di hadapan ku" kata Ariell


" berarti dia lebih pemberani di bandingkan dengan dirimu" kata Rickhard


" apa?? kenapa kamu jadi membelanya." kata Ariell


" aku tidak membelanya, aku hanya mengatakan yang sebenarnya" kata Rickhard


" ya sudah lah, kalau begitu biarkan dia yang menjaga mu" kata Ariell pergi keluar dari ruangan Rickhard

__ADS_1


Rickhard tersenyum lagi-lagi dia berhasil membuat Ariell marah.


__ADS_2